Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan

Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan
Bab 32 Detektif Conan


__ADS_3

David mengendarai mobilnya menuju rumahnya dengan kecepatan sedang. Hari ini rasanya dia sangat lelah dan juga pusing akan semua yang terjadi padanya dan juga pada sahabatnya yang sudah tiada.


"Kagak nyangka gue, jika pertemuan tadi pagi adalah pertemuan terakhir kalinya bisa bercanda dan saling mengejek. Semoga loe mendapatkan tempat yang terbaik disisi Tuhan loe Ben, sorry jika gue sering membuat loe kesal dan marah. Gue nggak ada maksud apa-apa selain kita hanya bercanda saja" gumam David yang menghela nafasnya berulangkali sambil terus mengingat saat-saat bersama dengan Benjamin Franklin.


David langsung masuk kedalam rumah setelah sampai disana dia ternyata disambut oleh keluarganya yang memunggunginya pulang. David merasa terharu akan semua yang dilakukan oleh keluarganya.


"Sabar sayang, semoga do'a ditempatkan disisi Tuhan Nya. Dia adalah anak yang baik dan juga sopan, Mama harap kamu jangan berlarut-larut dalam kesedihan ini" ucap Mama Lulu sambil mengusap pipi David.


"Tidak akan Ma, dia memang sahabat dan juga yang paling dekat dengan ku. Tapi ini semua sudah ditakdirkan untuknya mungkin. Tapi, ini seperti sedang bermain teka teki, dan sangat sulit memecahkan nya" jawab David yang menghela nafasnya lalu dia ingin pergi dari hadapan keluarganya. Tapi tidak jadi saat dia ingin mengatakan sesuatu pada mereka semua.


"Oh, iya Ma, Pa. Besok David tidak kekantor dulu, besok David mau mendiskusikan masalah ini dulu dengan yang lainnya. Aku minta tolong pada Papa untuk mau menggantikan posisi ku sementara. Aku lupa memberitahu Adi dan Jamil" ucap David yang segera melangkah menuju kamarnya dengan langkah gontainya.


"Dia ini kenapa? Apa dia sedang sedih ditinggalkan oleh sahabatnya, atau oleh kekasihnya? Aneh sekali" tanya Papa Devon yang menggelengkan kepalanya pada sikap David.


"Dia itu adalah sahabatnya yang paling dekat dengan nya Pa, pasti dia merasa sedih. Apa lagi dia meninggal dengan cara yang tragis seperti ini. Bahkan dilakukan oleh orang terdekatnya" ucap Mama Lulu yang diangguki oleh semua orang yang ada disana.


"Tapi, bagaimana bisa seorang Ibu melakukan itu semua pada anaknya sendiri? Aku tidak yakin jika dia itu adalah Ibu kandungnya. Mana ada Ibu kandung yang tega merencanakan pembunuhan sesadis dan sekejam situ" ucap Dava yang menggelengkan kepalanya tidak percaya.


"Dia memang bukan Ibu kandungnya" jawab seseorang yang baru turun dari lantai dua.


"What!! Seriously?? Apa yang kakak katakan adalah benar? Jadi, dia memanglah Ibu tiri" ucap Dava heboh dan membuat Sonya mengusap-ngusap perutnya.


Mungkin saja dia bilang amit-amit pada baby nya supaya tidak menirukan Papanya yang sangat lebay.


"Dari mana kamu tahu Vid? Kamu jangan asal bicara seperti itu, itu akan menjadi fitnah" ucap Mama Lulu yang menatap wajah David yang memang tidak ada kebohongan, apa lagi hanya bercanda.


"Ini adalah Ibu kandungnya Benjamin Ma, dan aku tidak berbohong. Tadi, saat kami pulang dari pemakaman. Tiba-tiba Galang menjadi aneh dan dia berbicara sendiri lalu dia mengarahkan kedalam kamar Benjamin" ucap David lalu menceritakan semua yang terjadi tadi sore sebelum mereka pulang.


"Ya Allah, kenapa ada orang sejahat itu? Apa Tuan Franklin tahu semua itu?" tanya Mama Lulu yang membekap mulutnya sendiri tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Itu yang belum kami ketahui Ma, tapi aku sudah menyerahkan semuanya pada pengacara kepercayaan nya. Dan tanpa aku sadari, dan lebih tepatnya kamu semua. Jika pengacaranya sudah tahu segalanya tentang dirinya, dan sekarang sedang mencari adiknya yang entah dimana sekarang. Kami juga besok akan mendiskusikan ini semua dengan yang lainnya, makanya aku minta izin untuk tidak kekantor dulu besok" jawab David yang langsung duduk dan dia menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa.


"Wah, Apa kakak akan menjadi detektif Conan? Jika iya, berarti kakak dan teman-teman kakak adalah orang-orang hebat dan patut dijuluki sebagai detektif" ucap Dava yang malah mengatakan hal yang membuat Sonya langsung memukul lengan suaminya yang memang selalu konyol dan tidak bisa serius.


PLAK...


"Jangan berbicara macam-macam Mas, diam dan dengarkan saja apa yang kakak katakan. Jangan berbicara lagi" ucap Sonya sambil berbisik ditelinga Dava.


"Iya-iya sayang, aku akan diam dan tutup mulut" ucap Dava yang memperagakan mengunci mulutnya dan seperti membuang kuncinya.

__ADS_1


"Baiklah, Papa akan menggantikanmu besok. Apa lagi besok akan ada pertemuan penting dengan salah satu perusahaan yang menjalin kerjasama dengan perusahaan PENZ.DRC dari America?" tanya Papa Devon yang dijawab anggukan kepala oleh David.


"Papa benar. Ini akan menjadi pertemuan yang sangat penting dan paling utama dalam masalah ini kita bisa memenangkan tender sangat besar dan akan bisa sejajar dengan perusahaan besar lainnya. Makanya aku minta Papa, bukan Dava yang belum tentu bisa melakukan ini semua dengan benar" ucap David yang melirik Dava dengan tatapan sinisnya.


"Kak.." belum sempat melanjutkan ucapan nya sudah mendapatkan pelototan tajam dari Sonya dan itu langsung membuat Dava hanya bisa diam.


"Bucin detected" ucap David yang menatap kesal pada Dava yang malah menjulurkan lidahnya meledek David.


"Memangnya apa yang akan kalian diskusikan tentang masalah ini semua? Bukankah semuanya itu sudah ditangani oleh orang kepercayaan dari Benjamin Franklin sendiri?" tanya Mama Lulu yang merasa heran akan semua yang akan dilakukan oleh anak-anak.


"Kami akan membantu sebisa dan semampu kami saja Ma. Syukur-syukur kami bisa menemukan titik terang dari semua ini, karena semua yang akan kami lakukan demi sahabat dekat kami sekuat Ma. Mama do'akan kami, supaya kami bisa menemukan nya dan bisa mendapatkan apa yang memang seharusnya dia dapatkan" ucap David yang menggenggam tangan Mama Lulu dan dia mengangguk.


"Semoga saja semuanya memang dimudahkan oleh Allah nak, Mama akan selalu mendo'akan kalian semua, semoga berhasil. Do'a Mama akan selalu ada untuk kalian semua" ucap Mama Lulu yang mengatakan semuanya dan mendo'akan kebaikan untuk anak-anak yang sudah dia anggap anak-anaknya sendiri.


"Terimakasih Ma, terimakasih banyak untuk semua yang Mama lakukan untuk kami semua" ucap David yang memeluk Mama Lulu dan itu tentu saja membuat Papa Devon kesal dan langsung memisahkan mereka berdua.


"Boy, dia adalah istriku. Dan kau, tidak boleh sembarangan memeluknya" ucap Papa Devon yang langsung menarik Mama Lulu kedalam pelukan nya.


"Dia ini adalah Mama ku, dan anda Tuan Devon Tomlinson tidak berhak melarangnya" ucap David yang tidak mau kalah dengan sang Papa.


"Cukup! Kenapa kalian ini seperti anak kecil? Apa kalian berdua tidak malu dengan sikap kalian yang kekanak-kanakan ini? Bikin malu saja" ucap Mama Lulu yang langsung beranjak dari duduknya untuk pergi dari kedua pria beda usia itu.


"Ini semua karena Papa. Mama jadi ngambek kan, dasar Papa nyebelin" ucap David yang juga pergi meninggalkan Papa dan keduanya adiknya.


"Papa memang salah. Apa salahnya jika kakak memeluk Mama, lagian mereka adalah Ibu dan anak. Kenapa harus dilarang untuk berpelukan" jawab Dava yang juga langsung beranjak membawa istrinya masuk kedalam kamar.


"Ayo sayang, kita tinggalkan pria tua ini sendiri saja. Lebih baik kita ngadon, supaya semuanya semakin sempurna baby kita" ucap Dava yang malah membuat Papa Devon menghela nafasnya dan juga kesal pada putra bungsunya yang selalu membuatnya darah tinggi.


"Dasar anak durhakim, Papa kutuk jadi tampan baru tahu kamu" ucap Papa Devon yang malah membuat Dava tertawa terbahak-bahak karena ucapan Papa Devon membuatnya lucu.


"Pa, tanpa Papa kutuk juga aku sudah tampan. Tapi, terimakasih, atas kutukan Papa. Karena aku bisa menjadi setampan ini karena Papa" ucap Dava yang masih tertawa dan meninggalkan Papa Devon sendirian diruangan keluarga.


"Dasar anak kurang garam. Setidaknya dia memang benar, jika keturunan ku tidak ada yang gagal. Semuanya cantik dan juga tampan-tampan" ucap Papa Devon seperti gumaman saja dan dia malah tidak beranjak kemana-mana. Hanya duduk saja dan menatapi ruangan yang penuh dengan kenangan masa lalu mereka.


"Apa yang Papa lakukan disini? Kenapa tidak masuk kedalam kamar? Bukankah Mama sudah masuk kedalam kamar?" tanya David yang malah turun lagi dari kamarnya.


"Papa belum ngantuk. Kebetulan tadi Jamil membawa berkas yang harus kamu pelajari, jadi sekalian saja Papa minta dan pelajari juga" jawab Papa Devon yang memang sedang memegang beberapa berkas yang ada dihadapan nya saat ini.


"Oh, dia sudah pulang rupanya. Apa Papa mengerti dengan semua itu? Jika Papa belum faham, Papa bisa menanyakan nya padaku" tanya David yang malah duduk disamping Papa Devon.

__ADS_1


"Iya, memang ada beberapa yang tidak Papa mengerti. Untung saja kamu turun kembali, ini. Papa tidak mengerti dengan sistem ini" ucap Papa Devon yang menunjuk salah satu isi dalam berkas tersebut.


David langsung menjelaskan semuanya dan itu membuat Papa Devon mengerti. Lalu dia juga menerangkan apa yang disukai dan tidak disukai oleh klien nya yang satu ini. Karena dia sudah sangat lama mengajukan profosal pada perusahaan besar ini sejak beberapa tahun yang lalu. Dan baru kali ini mendapatkan balasan dari mereka.


"Apa Papa sudah mengerti? Jika belum akan aku jelaskan lagi sampai Papa mengerti. Karena ini adalah tender terbesar yang pernah ada dalam kamus perusahaan kita Pa" ucap David sambil bertanya dan membaca semua berkas tersebut.


"Papa mengerti, dan Papa akan mengingat semuanya dengan baik. Papa tidak mau mengecewakan kamu Vid, Papa akan berusaha meyakinkan mereka supaya mau bekerjasama dengan D.DRC milik kamu" ucap Papa Devon yang membuat David sangat senang dan juga beruntung memiliki Papa yang sangat baik dan menginginkan kebahagiaan dan juga keinginan anak-anaknya.


"Terimakasih Pa, tapi jika mereka tidak setuju juga tidak apa-apa. Papa jangan pernah memaksakan kehendak, karena jika sesuatu yang dipaksakan tidak akan baik hasilnya. Lebih baik kita serahkan saja semuanya pada Allah dan juga keahlian Papa dalam memenangkan tender besar ini" ucap David yang merangkul tubuh Papa Devon dan mereka saling berpelukan dengan Mama Lulu yang menyaksikan keduanya memang selalu kompak dalam masalah pekerjaan dan akan selalu bertengkar jika masalah berebut kasih sayang dengan nya.


'Aku senang jika kalian berdua kompak seperti ini. Tapi aku akan kesal jika kalian sudah saling mengejek dan berebut kasih sayang dariku' ucap Mama Lulu dalam hati dan beliau masuk kembali kedalam kamarnya meninggalkan suami dan anaknya sedang kompak.


"Apapun untukmu nak, ya walau kamu itu sedikit membuat Papa kesal dan juga pusing. Tapi Papa bangga padamu, karena kamu sudah bisa membangun perusahaan kamu sendiri dan bisa membuktikan pada Papa, jika kamu bisa mendirikan perusahaan sendiri dan bisa sejajar dengan perusahaan Papa juga perusahaan besar lainnya. Papa bangga padamu" ucap Papa Devon yang mengurai pelukan nya dan menepuk bahu David.


"Aku masih banyak belajar Pa. Lagi pula, ini semua juga atas bantuan dan juga dukungan dari kalian semua. Terutama Papa dan juga keluarga Papa yang memberikan itu semua untuk David. Juga do'a-do'a yang Mama berikan padaku selama ini" ucap David yang menatap wajah Papa Devon yang masih ada sisa-sisa ketampanan nya waktu muda dulu.


"Sudah, lebih baik kita istirahat saja. Ini sudah larut malam dan kamu juga harus mempersiapkan diri untuk besok mendiskusikan semuanya dengan teman-teman kamu bukan?" ucap Papa Devon yang langsung mendapatkan anggukan dari David.


"Aku kekamar dulu Pa, ingat, Papa jangan bergadang dan ngerjain Mama. Jika tidak ingin encok Papa kambuh, dan besok gagal bertemu dengan klien besar" ucap David yang menyindir Papa Devon yang memang selalu meminta jatahnya setiap malam dan keesokan harinya mengeluh encok.


"Tidak akan, maksud Papa tidak akan salah. Hahaha" ucap Papa Devon yang mendapatkan tatapan sinis dari David.


"Jika bisa tukar tambah. Aku akan menukarkan Papa dengan yang baru dan tidak seperti Papa ini" ucap David yang mengejek dan juga mengatai Papa Devon. Lalu dia berlari dengan sangat cepat menaiki anak tangga.


"Hey! Dasar anak tidak ada ahlak. Dikira Papa ini barang loak apa main tukar tambah segala. Dasar, tidak adik, tidak kakak sama saja durhakim" gerutu Papa Devon yang melangkahkan kakinya menuju kamarnya sendiri.


Sedangkan David malah merebahkan saja tubuhnya diatas ranjangnya. Tapi dia tidak bisa memejamkan matanya. Apa lagi fikiran nya sangat kacau, separuh memikirkan bagaimana caranya menemukan Belinda, dan separuhnya lagi memikirkan pernikahan seseorang yang selalu mengganggu hidupnya terus-terusan.


"Kenapa gue memikirkan gadis kecil itu? Bukankah dia sudah akan menikah salam waktu dekat ini? Kenapa juga gue repot-repot memikirkan nya, sedangkan disebrang saja pura-pura tidak mengenalku. Huh, entah kenapa fikiran gue tidak bisa teralihakan darinya" gumam David yang menghela nafasnya berulangkali sambil terus mengingat saat-saat bersama dengan Zahiya. Ya, gadis yang sedang dia fikirkan adalah Zahiya Z Malik. Gadis kaku dan juga datar itu.


"Sudahalah, semoga dia bahagia dan tidak pernah mengingatku selamanya. Eh, apa itu tidak Terbalik ya? Bukankah, kata-kata itu cocoknya untuk ku? Bukan untuknya yang memang terlihat sangat bahagia dengan semua yang menjadi Pilihan nya sekarang. Semoga loe selalu bahagia gadis kaku" gumamnya lagi sebelum akhirnya dia terlelap dan mengarungi mimpi indahnya bersama dengan gadis yang sedang dia fikirkan.


David benar-benar mimpi bertemu dengan Zahiya dan juga ada sosok anak dan itu membuatnya bingung. Karena anak itu selalu memanggilnya dengan sebutan Ayah, dan itu membuat dia tidak bisa tidur dengan nyenyak malam itu. Tapi walau begitu, mimpi itu terasa nyata dan itu berlanjut hingga pagi menjelang. Bahkan David tidak bisa menghindar dari anak kecil itu dan juga gadis yang sengaja dia hindari dan mencoba untuk dia lupakan untuk selamanya. Tapi tetap saja tidak bisa, yang ada selalu hadir dalam mimpinya, yang terasa sangat nyata.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, Othor sudah up 2bab loh hari ini. Jadi tinggalkan like, komen, vote dan hadiahnya ya disetiap babnya. Othor tunggu selalu....


Terimakasih dan happy reading... 🤗🤗🤗


__ADS_2