
Setelah pertemuan itu waktu terus berjalan hingga tidak terasa sudah satu setengah tahun lamanya. David sudah berulang kali disuruh untuk menikah oleh Mama Lulu, tapi dia tidak mendengarnya. Hingga Mama Lulu sudah sangat kesal dan juga frustasi, bagaimana caranya supaya David menikah.
Usianya sudah sangat matang untuk menikah, tapi dia sama sekali tidak berminat akan hal itu. David malah acuh tak acuh saat Mama Lulu mengomel dan juga memarahinya karena tidak mau menikah.
Pernah suatu hari David bertemu dengan seseorang yang selalu hadir dalam mimpinya atau melintas difikiran nya. Dia terlihat lebih cantik dan sangat berbeda, apa lagi dia sudah memiliki baby yang kira-kira berusia kurang lebih 1tahun.
'Bahkan disaat gue sedang bersama sahabat-sahabat gue saja loe selalu muncul dan tanpa permisi lagi. Disaat gue berusaha untuk melupakan loe dan tidak ingin sekali memikirkan milik orang lain. Loe dengan sengajanya selalu ada disetiap gue membuka mata, gue harus berbuat apa supaya loe bisa hilang dalam fikiran dan hati gue?' ucap David dalam hati saat dia melihat sosok yang selama ini ingin dia lupakan dan mencoba untuk bisa melakukan nya.
"Kenapa loe, selama ini sudah seperti orang yang aneh?" tanya Bima yang mana mereka sedang berkumpul disebuah restaurant saat makan siang.
"Iya, loe ini sudah mirip orang depresi saja. Eh, bukankah itu cewek loe ya? Sorry, mantan? Juga salah. Ah, terserah, yang pasti tuh gadis ada disana dengan suaminya" ucap Guntur yang menunjuk kearah pasangan suami istri yang sedang bersama dengan kedua baby kembarnya.
"Loe, bisa melihatnya? Gue kira hanya gue yang bisa melihatnya" tanya David yang terlihat sangat antusias saat menanyakan jika dia tidak berhalusinasi saat melihat gadis itu.
"Loe kira dia itu hantu atau tidak nyata? Ya, kami semua bisa melihat dan juga sangat jelas. Loe saja yang sangat aneh" ucap Galang yang menggelengkan kepalanya melihat sikap David yang akhir-akhir ini memang sangat aneh.
"Atau jangan-jangan loe memang selalu memikirkan nya? Wah, bahaya loe jika memang seperti itu. Loe mau jadi pebinor? Alih profesi, yang tadinya playboy karatan, berubah jadi pebinor?" tanya Guntur yang membuat semua orang yang ada disana menatap kearah mereka.
"Loe kalo ngomong asal jeplak aja, loe fikir gue kayak gitu apa!" ucap David yang marah dan dia langsung pergi dari sana.
"Loe, kenapa memancing kemarahan singa yang sedang tidur?" tanya Bima yang menggelengkan kepalanya akan ucapan yang keluar dari mulut Guntur.
"Sorry, gue hanya becanda. Tapi kenapa dia jadi sensi kayak gitu? Apa memang dia selalu memikirkan bini orang?" ucap Guntur yang membuat siapa sahabatnya menggelengkan kepalanya dan mengedikan bahunya. Seolah berkata "tidak tahu".
Sedangkan David sedang berjalan menuju taman dan dia tidak sengaja melihat seorang anak laki-laki yang sangat menggemaskan dan sedang sendirian disana. Seperti sedang mencari-cari sesuatu.
"Hai, boy. Sedang cari apa?" tanya David yang menghampiri anak kecil itu.
"Pipi, Mimi" ucapnya sambil menunjuk kearah David.
David yang tidak mengerti dengan ucapan anak tersebut hanya bisa menggaruk pelipisnya dan dia berfikir apa yang dikatakan olehnya.
"Oke, kamu bicara apa dan dimana orang tua kamu?" tanya David lagi, tapi tiba-tiba ada seorang wanita cantik yang menghampirinya dan langung menggendong anak laki-laki itu.
"Kau tidak apa-apa? Mimi sangat khawatir, kenapa kamu berlari kemari, hmm?" ucap wanita yang menurut David suaranya tidak asing lagi ditelinganya. Dan saat berbalik dia bisa melihat dengan jelas dan ternyata orang yang sama. Yang selalu hadir dalam mimpi-mimpinya dan halusinasinya juga.
"Maaf, jika putra saya mengganggu anda" ucapnya dengan nada datar dan dingin nya seperti biasa.
"Tidak, sama sekali tidak mengganggu. Hanya dia seperti sedang mencari-cari sesuatu, makanya saya datang menghampirinya" jawab David seperti ada sesuatu yang aneh dalam dirinya saat menatap wajah Daniel juga mata wanita dihadapan nya.
"Baiklah, sekali lagi terimakasih. Saya permisi" ucap wanita cantik itu sambil menggendong anak kecil itu dengan kerepotan, karena dia terus meronta-ronta dan memanggil-manggil Pipi.
"Pipi... Mimi, Pipi Mi, Pipi..." ucapnya sambil terus berteriak dan meronta-ronta ingin dilepaskan dari gendongan nya.
__ADS_1
"No, boy. No Pipi, Pipi sudah tidak ada oke" ucap wanita cantik itu yang tidak lain adalah Zahiya. Ya, dia baru kembali setelah lama tidak kembali kemari. Dia baru datang kemari dan putranya malah menuju taman ini.
"Pipi... Huaaaa... Pipi" teriaknya tapi tiba-tiba datang seorang anak muda untuk menenangkan nya.
"Hai boy, ini Pipi" ucapnya yang ingin menggendongnya, tapi malah diam dan melipat kedua tangan nya didepan dada lalu mengerucutkan bibirnya.
"No, no Pipi. U brother" ucpanya sambil mengerucutkan bibirnya lalu dia merosot turun dari gendongan Zahiya dan berlari kearah David.
"Pipi, Pipi" ucap anak itu sambil menarik-narik ujung jas yang digunakan oleh David.
David langsung berjongkok dan mensejajarkan tingginya dengan anak kecil itu lakukan mengusap kepalanya dan dia tersenyum padanya, lalu anak laki-laki itu langsung memeluk tubuh David dan menangis dalam pelukan David.
"Pipi, jangan tinggalkan aku dan Mimi lagi. Aku sangat merindukan Pipi" ucapnya yang sudah sangat jelas, walau usinya masih sangat kecil.
"Boy, siapa yang kamu maksud? Apa uncle yang kamu panggil Pipi?" tanya David yang entah kenapa hatinya senang dan juga sedih saat mendapatkan perlakuan seperti ini dari seorang anak kecil ini.
"Hmm, Pipi" jawabnya mengangguk mantap saat David bertanya padanya.
Saat David sedang tersenyum dan merasa jika dia sangat anak laki-laki ini seperti memiliki ikatan. Disisi lain Zahiya ingin menghampiri mereka berdua, tapi ditahan oleh Leonard yang memang selalu ada dimana pun Zahiya dan putranya.
"Queen, sudah saatnya anda membiarkan Tuan Muda kecil melakukan tugasnya. Maaf jika saya lancang, selama ini anda selalu menolak akan perasaan anda sendiri. Saya tahu, jika anda selama ini tersiksa menahan perasaan padanya. Tolong, untuk saat ini, biarkan Tuan Muda kecil melakukan tugas yang tidak bisa kami lakukan. Termasuk King sendiri" ucap Leonard yang menahan langkah Zahiya.
"Kau sudah terlalu jauh ikut campur dalam urusan ku. Sebaiknya kamu diam dan lakukan saja tugas mu sesuai dengan peraturan yang sudah saya buat untukmu" ucap Zahiya yang menghampiri putranya yang sedang bersama dengan David.
"Oke boy, waktu bermain nya sudah selesai dan kita harus segera kembali" ucap Zahiya yang menatap wajah putranya yang berubah jadi sendu.
"Oke Mi" ucapnya menunduk dan turun dari gendongan David. Dia melambaikan tangan nya pada David dengan wajah sendunya, David merasa tidak rela untuk melepasakan nya. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, selain hanya diam dan melihat kepergian mereka berdua.
"Apa yang gue fikirkan? Dia sudah bahagia dengan keluarganya, yang dikatakan oleh Guntur memang benar. Gue tidak boleh jadi pebinor, gue memang playboy. Tapi gue bukan pebinor" gumamnya yang menuju mobilnya yang terparkir lumayan jauh dari sana.
Lalu dia melihat wanita yang sama dan ditempat yang berbeda. Tapi dia merasa aneh dengan anaknya, dia seperti tidak mengenali kedua anak tersebut. Dia sangat penasaran dan akhirnya David memberanikan diri untuk menghampiri dan bertanya pada orangnya langsung.
"Tunggu, kamu Zahiya kan? Kenapa kamu berada disini?" tanya David yang membuat wanita yang ditanya malah mengernyitkan dahinya mendengar pertanyaan dari David.
"Anda dalah orang Tuan, dia istri saya dan bukan itu namanya" bukan wanita itu yang menjawab, Melainkan Tama, suaminya yang menjawab.
"Salah orang? Maksudnya? Bukankah anda memang Zahiya bukan?" tanya David yang mulai menatap lekat wajah wanita dihadapan nya saat ini.
"Maaf Tuan, saya bukan Zahiya dan yang anda maksudkan itu salah. Perkenalkan dulu, nama saya adalah Zaniya. Bukan Zahiya, dia adalah saudara kembar saya. Jadi anda salah orang" ucap wanita yang David anggap Zahiya, ternyata bernama Zaniya.
"Jadi, kalian ini benar-benar ada dua? Jadi selama ini saya sudah salah menganggap orang?" tanya David yang dijawab anggukan oleh Zaniya.
"Supaya anda bisa membedakan diantara kami hanya satu. Dia memiliki seorang putra, sedangkan saya tidak memiliki seorang putra. Keduanya adalah seorang putri" ucap Zaniya yang membuat David hanya bisa tersenyum kecut saat mendengar penjelasan dari Zaniya.
__ADS_1
"Baiklah Tuan Tomlinson, kami berdua pergi dulu. Senang bisa bertemu dengan anda" ucap Zaniya yang mendapatkan pelototan tajam dari Tama.
Karena Tama sangat posesif pada Zaniya. Bahkan Zaniya merasa sangat kesal tapi juga senang, karena dia begitu dicintai oleh suaminya. Balik lagi pada David yang ternyata dibelakngnya sudah ada ketiga sahabatnya yang mendengar ucapan mereka berdua.
"Jadi dugaan gue selama ini memang benar bro, jika wanita yang loe maksud memang ada dua dan loe salah orang selama ini" ucap Guntur yang menepuk bahu David.
"Jadi yang loe sukai masih bisa loe kejar. Karena gue yakin, jika dia masih single. Jadi loe tidak akan menjadi pebinor" lanjutnya lagi, dan mereka mengangguk setuju.
"Loe sudah seharusnya melakukan itu Vid, karena yang loe ucapkan dulu pada Guntur sudah terjadi. Jika dia sudah benar-benar berubah dan dia sudah menjadi SUTIS suami takut istri" ucap Bima yang menertawakan Guntur, dimana dia benar-benar bisa menikah dengan Dona dan bahkan sudah memiliki seorang anak dari pernikahan nya yang sekarang.
"Iya Vid, semoga saja loe juga bisa mendapatkan nya. Semangat untuk bisa membuatnya melihat loe dan perasaan loe itu" ucap Galang yang menepuk bahu David, untuk memberikan dukungan nya pada sahabatnya yang belum bisa menemukan cintanya yang sejak dulu entah dimana.
David hanya diam saja dan entah apa yang ada didalam fikiran nya saat ini. Dia bahkan tidak mengatakan apa-apa, David langsung pergi dari sana dan dia segera pulang untuk bisa menenangkan fikiran nya.
Setelah sampai dirumah. David langsung masuk kedalam kamarnya dan membuka laptop miliknya lalu dia mencari informasi tentang Zaniya dan Zahiya. Tapi dia hanya bisa menemukan informasi sedikit, David hanya bisa menemukan. Nama dan keperibadian nya saja, sedangkan yang lainnya seperti sengaja disembunyikan.
"Sial, hanya ini yang bisa gue dapatkan. Apa dia semisterius ini? Kenapa dia menyembunyikan semuanya dari dunia dan semua orang? Apa yang sebenarnya ada dalam fikiran nya saat ini? Apa dia benar-benar sudah memiliki seorang suami sehingga dia sekarang memiliki putra juga? Rasanya kepala gue mau pecah memikirkan nya" gumam David yang ternyata didengar oleh Mama Lulu yang tidak sengaja masuk kedalam kamar David untuk menanyakan sesuatu padanya.
"Jika kamu ingin tahu segalanya tentang dirinya, Mama bisa memberitahunya pada kamu. Tapi jika kamu tidak mau Mama tidak akan memaksanya. Ingat Vid, Mama sudah tua dan Mama ingin melihat kamu bahagia dengan keluarga kamu kelak. Mama tidak perduli jika kamu memilih janda atau perawan sekalipun, bahkan jika kamu memilih seorang ja**ng sekalipun, asal dia benar-benar mencintai kamu. Mama akan setuju nak, Mama tidak meminta yang aneh-aneh dari kamu" ucap Mama Lulu yang sudah duduk disamping David. Pandangan nya lurus kedepan dan matanya juga sudah berkaca-kaca.
Karena hanya David yang belum menikah dan entah kapan dia akan menikah. Mama Lulu sudah sering mengatakan jika David tidak bisa seperti ini terus, dia harus memiliki pendamping yang akan menemaninya terus dan bisa merawatnya jika dia sedang sakit. Ada seseorang yang menunggunya saat pulang kerja. Tapi David hanya diam saja dan tidak mengatakan apa-apa, tapi tiba-tiba sekarang dia malah bertanya pada Mama Lulu.
"Ma, apa Mama tahu sesuatu tentang Zahiya? Putrinya Azalya dan Zayn?" tanya David akhirnya pada Mama Lulu.
"Apa yang mana tidak ketahui Vid? Mama sudah sering bilang jika Mama akan menjodohkan kamu dengan seseorang yang mungkin akan kamu sukai, tapi kamu tidak mau. Kamu hanya bilang, Ma aku tidak ingin dijodohkan. Mama bisa apa?" Mama Lulu balik bertanya pada David dan membuat David menunduk.
"Sekarang Mama tanya pada kamu, apa kamu memang mencintainya? Jika iya, Mama akan mengatakan ini pada mereka. Karena mereka juga sudah berencana untuk menyatukan kalian. Apa lagi dia sekarang sudah memiliki anak, Mama memang tidak akan memaksa kamu untuk menikahinya. Tapi setidaknya kamu katakan sesuatu pada Mama Vid, Mama tidak perduli, walau dia sudah memiliki anak diluar nikah. Jika kamu memang menginginkan nya Mama akan melamarkan nya untuk kamu" ucap Mama Lulu yang membuat David membolakan matanya saat Mama Lulu mengatakan jika Zahiya memiliki anak diluar pernihakan.
"Apa yang Mama katakan? Kenapa Mama bisa tahu semua itu?" tanya David yang menatap Mama Lulu dengan tatapan penuh pertanyaan Danu itu membuat Mama Lulu mengangguk dan menceritakan semuanya pada David.
"Dia selama ini bersembunyi ditempat yang sangat jauh. Lebih tepatnya di America, karena dia tidak ingin jika kedua orang tuanya malu saat tahu dia sedang mengandung anak dari seseorang yang sudah membuatnya hamil. Dan kata Azalya, dia baru kembali kemarin dan dia memiliki seorang putra. Jika kamu setuju, Mama akan mengatur semuanya dan kamu bisa bertemu langsung dengan nya" jelas Mama Lulu dan David hanya diam saja.
"Fikirkan baik-baik sayang. Mama tidak memaksa kamu, semua keputusan ada pada kamu" ucap Mama Lulu yang langsung beranjak dari duduknya, lalu pergi dari kamar David.
David diam merenungkan semua yang dikatakan oleh Mama Lulu padanya. Mama Lulu juga sudah pergi dari kamarnya, tinggal dirinya sendiri didalam kamar. Dia memikirkan semuanya, dan dia mengingat apa yang dikatakan oleh anak laki-laki tadi padanya.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya...
__ADS_1
Karena apalah Othor ini tanpa dukungan dari kalian semua 😔😔😔
Thanks and happy reading...🤗🤗🤗