Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan

Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan
Bab 14. Perubahan sikap Mama Lulu


__ADS_3

Zayn benar-benar membuat semua orang manjadi bungkam dan tidak berani mengatakan apa-apa. Dia sudah mengatakan kata-kata yang telak untuk mereka semua. Termasuk David yang sudah gemetar ketakutan saat mendengar ucapan dari Zayn.


"Jadi semua ini akan jadi seperti apa?" tanya Devon memberanikan diri untuk bertanya pada Zayn.


"Semuanya cukup sampai disini. Karena saya yakin dan percaya terhadap putri saya" jawab Zayn yang menatap Zahiya dengan lekat lalu dia mengangguk dan Zahiya juga melakukan hal yang sama.


"Baiklah, jika semuanya sudah real dan tidak ada masalah lagi. Kami akan pulang dan tidak akan mempertanyakan apa lagi membahas masalah ini lagi. Kami permisi" ucap Devon dan Lulu yang mengatakan nya. Mereka sebenarnya sudah sangat malu dengan apa yang dilakukan oleh David hari ini.


"Lu, kamu jangan berfikiran macam-macam ya. Kami semua mengerti betapa kagetnya juga kecewa kamu saat mengetahui jika mereka berdua benar-benar melakukan hal seperti itu. Kamu tolong percaya dengan yang dikatakan oleh Zayn, karena dia memang sangat teliti dalam hal menyelidiki" ucap Soraya sambil memeluk Lulu supaya tidak berfikir terlalu jauh akan hal itu.


"Aku akan mencobanya Sora. Semoga saja David memang tidak pernah melakukan hal serendah dan sehina itu pada Zahiya. Aku hanya takut jika Zahiya mengalaminya tapi, dia takut untuk mengakui karena David mengatakan sesuatu yang membuatnya menutupi kebenaran. Sungguh aku benar-benar sangat terpukul Sora" jawab Lulu yang kembali meneteskan air matanya saat mengatakan itu dan dalam pelukan Soraya.


"Kamu yang sabar ya. Semoga saja apa yang mereka katakan memang semua kebenaran nya, jadi jangan terlalu difikirkan. Yang ada kamu bisa sakit karena terlalu banyak berfikir yang tidak-tidak" ucap Soraya yang mengurai pelukan nya pada Lulu.


Lulu hanya mengangguk saat Soraya mengatakan itu padanya. diwajahnya hanya tercetak kesedihan dan kekecewaan yang sangat besar dan begitu dalam. Dia berpamitan pada pemilik rumah lalu segera masuk kedalam mobil bersama dengan Devon, suaminya. Dia sama sekali tidak ingin melihat David dan menyapanya, sungguh ini begitu menyakitkan untuk David. Dia lebih baik dimarahi atau bahkan dijewer hingga telinganya memerah pun tidak masalah.


Tapi ini, sang Mama benar-benar sangat marah juga sangat kecewa padanya. Membuatnya tidak mau mengatakan apa-apa, dan itu membuat David tersiksa menghadapi semuanya.


"Gue bener-bener sudah membuat Mama sangat marah. Gue bener-bener bo*oh! Kenapa juga gue harus nyamperin tuh bocah datar. Sudah begini Mama mana mau maafin gue, loe memang bo*oh David. Bo*oh!" ucap David yang sudah berada didalam kamar dan dia benar-benar merasa sangat frustasi dengan keadaan ini yang membuat Mama nya dingin padanya.


David tidak bisa tidur semalaman, dia benar-benar memikirkan bagaimana caranya meminta maaf pada Mama Lulu. Dia tidak tahu harus berbuat apa jika sudah seperti ini, karena ini baru pertama kalinya dia mengalami seperti ini. Yang biasanya Mama Lulu hanya mendengarnya dari orang atau melihat sendiri dia sedang berkencan atau bersama dengan berbeda-beda wanita. Tapi sekarang, dia melihat putranya berbuat tidak senonoh pada gadis yang lebih cocok menjadi keponakan nya sendiri, bahkan bisa dibilang putrinya sendiri.


Sarapan kali ini juga tidak seperti biasanya yang mana dia sering mendengar Mama Lulu selalu mengingatkan dia supaya berubah dan menanyakan kapan dia akan menikah dan ujung-ujungnya akan berdebat dipagi hari. Hari ini Mama Lulu sangat dingin dan tidak mengatakan apa-apa, bahkan setelah sarapan selesai pun dia langsung pergi menuju kamarnya untuk mengurung diri. Dia bahkan enggan untuk menerima pamit David saat akan pergi kekantor.


"Pa, apa Mama benar-benar sangat marah padaku? Padahal aku sudah menjelaskan semuanya pada kalian. Apa yang harus aku lakukan Pa? Aku benar-benar tidak bisa berfikir dan melakukan semuanya sendiri seperti ini. Aku kehilangan sosok Mama yang cerewet dan selalu memarahi ku, aku sangat merindukan itu semua" ucap David sebelum dia berangkat kerja.


"Papa juga pernah mengalami keadaan seperti ini Vid, dan ini memang sangat menyiksa. Tapi berusahalah untuk bisa mendapatkan kepercayaan lagi dari Mama kamu. Dia tidak marah atau membenci kamu, dia hanya sangat kecewa pada kamu. Tolong, mulai sekarang berubahlah untuk masadepan kamu sendiri. Jangan hancurkan diri kamu sendiri, cukup bermain-main nya Vid. Mulailah semuanya dari awal, sebelum ada penyesalan yang lebih dalam lagi dalam diri kamu. Jangan mengikuti jejak Papa yang bejat ini Vid, jangan pernah" ucap Devon pada David dan menepuk pundaknya lalu dia masuk kedalam mobilnya untuk segera kekantor.


David berjalan dengan gontai menuju mobilnya. Dan seperti biasa Adi yang menjemputnya, dia benar-benar terlihat sangat kacau dan penampilan nya juga sangat berbeda dari biasanya yang selalu keren dan juga ceria. Sekarang terlihat sangat murung juga terlihat sangat dingin.


"Kenapa loe, kucel amat kek cucian kotor?" tanya Guntur yang memang selalu datang keperusahaan David untuk masalah pekerjaan.


"Nggak apa-apa, hanya sedang ada masalah saja dikit. Tumben loe datang kemari pagi-pagi?" jawab David dan dia bertanya juga pada Guntur yang duduk disebrang mejanya.


"Jika tidak ada apa-apa. Kenapa dengan wajah loe yang aneh seperti itu? Loe nggak tidur semalaman karena loe jalan berdua dengan model sexy itu? Atau jangan-jangan loe jap, jip, jup dengan nya?" bukan nya menjawab pertanyaan dari David, Guntur malah balik bertanya padanya sambil menaik turunkan alisnya menggoda dengan pertanyaan yang membuat David tersulut emosi.


"Jika loe datang kemari hanya untuk menanyakan pertanyaan tidak penting. Lebih baik loe keluar dari ruangan gue sekarang juga!" ucap David sambil berteriak dan menatap tajam pada Guntur.


"Calm down bro. Gue nggak ngajakin loe ribut, gue hnya bertanya dan gue juga bercana. Gue nggak serius mengatakan nya, oke. Gue serius sekarang, gue kesini mau ini. Gue butuh tandatangan dan juga peninjauan proyek langsung dengan loe siang ini, apa loe sibuk?" ucap Guntur yang untung saja tidak ikutan marah saat David membentaknya dan mengatakan kata-kata kasar padanya. Dia menyadarinya dengan cepat jika David sedang dalam masalah besar dan tidak bisa diajak bercanda.


"Jam berapa?" tanya David yang mulai tenang dan mengatakan nya dengan datar.


"Setelah makan siang. Sekarang tidak bisa, karena gue juga harus bertemu dengan klien lain untuk masalah proyek kita ini. Gue balik, jika ada masalah lebih baik ceritakan dan jangan loe pend sendiri" ucap Guntur yang langsung bangkit dari duduknya lalu dia pergi setelah mengatakan itu pada David.

__ADS_1


"Sorry Gun, gue nggak bisa cerita pada kalian semua. Ini masalah gue dengan nyokap gue, dan hanya gue yang bisa melakukan semuanya sendiri" gumam David yang menelungkupkan wajahnya diatas meja dan dia mengingat kembali wajah kecewa Mama Lulu padanya.


"Ma, maafkan David Ma. Sungguh David tidak pernah melakukan hal serendah itu, apa lagi pada gadis kaku itu. Maafkan David Ma" ucap David yang menangis saat mengingat semuanya dan itu sudah membuatnya sangat menderita.


TOK...


TOK...


TOK...


"Pak, tolong tandatangan ini semua dan 30 menit lagi anda harus menghadiri meeting" ucap sekertarisnya yang memang sudah lama mengincar David dan melakukan berbagai cara untuk bisa dekat juga membuat David melihat kearahnya.


"Taruh saja disitu. Kau boleh keluar dan jangan mengganggu ku sebelum waktu meeting tiba" ucap David tanpa mengalihkan pandangan nya dari layar monitor didepan nya.


Dia benar-benar melampiaskan semuanya pada pekerjaan, David tidak ingin berfikiran macam-macam jika tidak fokus dalam pekerjaan nya itu.


"Baik Pak, saya permisi" ucap Dona, sekertarisnya yang sangat sexy dan juga menor.


"Hmm" jawab David sambil mengibaskan tangan nya untuk meminta Dona keluar dari ruangan nya.


"Si bos beda banget sekarang. Kenapa jadi serem kayak gitu ya? Jadi ngeri deket-deket dengan nya kalo kayak gini. Lebih baik cari aman, dari pada pecat" gumamnya sambil bergidik mengingat wajah David yang datar dan juga dingin itu sangat menyeramkan.


Sedangkan Adi yang mendengarkan ucapan dari Dona menjadi bingung juga, pasalnya dari tadi pagi dia juga melihat banyak perbedaan dari bosnya itu. Yang biasanya akan membuatnya kesal dan juga sangat menyebalkan. Malah berubah sangat drastis.


"Pak Adi ini bikin kaget saja sih. Untung jantung Dona buatan Tuhan, coba buatan China atau Jepang. Sudah dipastikan end" gerutu Dona pada Adi.


"Sorry-sorry, saya hanya ingin bertanya saja pada kamu. Apa benar yang kamu katakan tadi?" tanya Adi lagi.


"Iya, barusan saya habis mengantarkan berkas untuk ditandatangani oleh si bos. Tapi kok wajahnya serem banget ya, makanya nggak berani ngomong apa-apa" jawab Dona dengan ekspresi yang ketakutan.


"Ya sudah, lebih baik kerjakan tugas kita. Jangan sampai membuat bos marah pada kita" ucap Adi yang melangkah keruangan nya, yang tadinya dia ingin menemui David untuk mengingatkan untuk meeting diluar dua jam mendatang.


Sedangkan David masih fokus dengan laptopnya dan dia sudah menandatangani juga membacanya dengan seksama. Lalu Dona mengingatian kembali untuk meeting dengan klien mereka yang sudah berada didalam ruangan khusus meeting.


"Selamat pagi Pak David. Kita bertemu lagi" ucap Yunara sambil mengulurkan tangan nya pada David.


"Pagi" jawab David dengan singkat jelas dan padat.


"Silahkan duduk. Apa yang ingin anda tanyakan dan apa yang anda inginkan?" tanya David langsung to the point. Membuat Adi dan Dona membolakan matanya juga membuka mulutnya sangat lebar dengan perubahan sikap David yang sangat drastis.


"Baik Pak David, saya perwakilan dari Winata group hanya ingin mengatakan ini semua. Mohon anda pelajari dulu baru anda memberikan masukan pada kami" jawab Yunara sambil menyerahkan berkas yang dia bawa untuk David baca dan tandatangani.


"Semuanya tidak ada masalah dan ini masih wajar. Apa ada lagi?" tanya David yang sudah menandatangani berkasnya dan menyerahkan nya pada Yunara.

__ADS_1


"Sejauh ini sih cukup ini saja Pak. Karena kami sudah menyiapkan semuanya sesuai dengan keinginan anda. Jika begitu saya permisi dulu Pak, senang bisa menjalin kerjasama dengan perusahaan anda" ucap Yunara sambil menjabat tangan David dan dia langsung pergi dengan asisten pribadi nya yang baru dan dia adalah wanita.


Yunara terlihat sangat kecewa, karena sebelumnya David sangat manis dan juga penuh kelembutan. Makanya dia bersemangat menerima tugas ini dari Ayah nya. Tapi setelah melihat ini dia jadi tidak bersemangat lagi untuk bertemu dengan David yang dingin dan kaku. Seperti CEO pada umumnya yang membuatnya malas.


Sedangkan diruangan meeting, Adi dan Dona saling pandang saat David langsung keluar dan tidak mengatakan apa-apa pada mereka dan apa lagi pada klien wanita yang memang sebelumnya adalah wanita incaran nya sendiri. Tapi sekarang malah berbeda haluan dan membuat mereka berdua ngeri-ngeri sedap menghadapi David.


.


Sesuai janji yang sudah disepakati. Guntur datang untuk meninjau lokasi proyek yang akan mereka berdua kerjakan. Ini adalah proyek pertama bagi mereka karena mereka berdua baru menjalin kerjasama antar perusahaan. Jadi mereka berdua ingin semuanya perfect dan tidak ada kesalahan sekecil apapun.


"Apa loe sudah yakin dengan lokasinya? Ini terlihat kurang meyakinkan?" tanya David saat sudah sampai dilokasi.


"Menurut klien gue sih ini lokasinya. Bentar, gue telpon dulu dia. Katanya dia sedang dalam perjalanan kemari" ucap Guntur yang mengambil ponselnya dari saku celananya.


"Bagaimana?" tanya David yang menatap sekeliling masih terlihat sangat kurang meyakinkan.


"Dia sebentar lagi sampai katanya" jawab Guntur yang menyimpan kembali ponselnya didalam kantong celananya.


"Nah itu dia" ucap Guntur yang menunjuk sebuah mobil berhenti tepat disamping mobil mereka berdua.


"Maafkan saya Tuan-Tuan. Saya kejebak macet tadi. Ini adalah koleksi proyek yang akan kita langsungkan beberapa saat lagi. Bisa anda berdua lihat, jika disini lokasinya sangat strategis untuk membangun swalayan dan didepan sana anda berdua bisa melihat jika pemukiman penduduk tidak jauh dari sini" ucap pria yang menjadi klien mereka berdua.


"Ini memang strategist, tapi apa ini tidak akan ada sengketa atau apapun itu? Karena saya tidak mau dikemudian hari setelah pembangunan dimulai apa lagi pembangunan selesai ada masalah. Saya tidak mau itu terjadi" ucap David dengan sangat tegas dan itu membuat Guntur hanya bisa diam dan menyaksikan saja. Dia baru melihat cara kerja David yang seperti ini.


"Anda bisa melihat ini semua Tuan. Saya buat semuanya setransparan mungkin supaya anda percaya dan tidak ragu. Karena kami melakukan ini semua dengan baik dan tidak akan ada masalah nantinya. Saya bisa menjamin semua ini Tuan, jika memang suatu saat akan ada masalah saya sendiri yang akan menanggung semuanya. Jadi anda jangan khawatir masalah itu Tuan" jelasnya dengan panjang lebar dan memberikan beberapa berkas yang sengaja dia bawa untuk bukti dan itu bisa meningkatkan performanya dalam bekerja dan dia juga akan bisa naik jabatan setelah semuanya proyeknya selesai.


"Ini semua bagus, saya menyukai cara kerja anda. Lakukan dengan baik dan saya tidak ingin jika nanti akan adanya masalah dikemudian hari" ucap David yang menyerahkan kembali berkas tersebut setelah dia membaca semua isinya.


"Terimakasih Tuan. Karena ini memang langsung dari perusahaan kami yang meminta untuk berbuat dan mengerjakan semuanya dengan sepenuh hati dan juga ketulusan. Jika semuanya bisa walau sulit akan bisa melakukan nya Tuan. Terimakasih sudah mempercayakan perusahaan kami untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan milik Tuan-Tuan berdua" ucapnya sambil tersenyum dan dia mengatakan nya juga sangat ramah pada David dan Guntur.


Mereka semua berjalan dan melihat-lihat semua lokasinya. Dan lokasinya memang sangat strategist untuk membangun sebuah super market didaerah ini. Apa lagi pemukiman penduduk ada didekat sini dan itu juga bisa membantu perekonomian mereka semua yang ada disini.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya....


Juga rat ⭐️5nya ya....


Cover Othor ganti lagi, soalnya masih belum menemukan yang pas dan juga cocok. Semoga saja ini memang yang paling cocok...😊

__ADS_1


Terimakasih and happy reading...🤗🤗🤗


__ADS_2