Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan

Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan
Bab 47. Ngeri-ngeri sedap


__ADS_3

"Itu bini gue? Sungguh, ini antara kagum dan takut. Kagum, karena dia bisa melakukan itu semua untuk ukuran seorang wanita. Takut, jika gue macem-macem game over gue" gumam David yang tidak sadar jika ucapan nya didengarkan oleh orang yang sedang dia bicarakan sendiri.


"Gue, ngerasa ngeri-ngeri sedap jika begini. Tapi gue sudah terlanjur cinta mati padanya, mau bagaimana lagi" gumam David lagi yang masih belum menyadari jika Zahiya udah disampingnya.


"Apa masih mau bergumam lagi? Atau dibawa kerumah sakit?" tanya Zahiya yang mengulurkan tangan nya pada David untuk membantunya bangun.


"Baby, boleh aku pingsan saja sekarang? Aku malah membiarkan kamu melawan mereka semua" ucap David dengan konyolnya, membuat Zahiya menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya yang absurd itu.


"Queen, maaf kami terlambat" ucap Angga dan Marcos yang membereskan semua kekacauan yang ada.


"Apa uncle Aaron sudah bersiap ditempat?" bukan nya menjawab pertanyaan dari Angga, dia malah bertanya lagi pada Angga.


"Sudah Queen, mari saya bantu" ucap Angga yang langsung mendapatkan penolakan dari David.


"Tidak perlu, bahu saya sedang sakit" ucap David yang menunjuk dengan ekor matanya.


"Uncle bereskan saja semuanya. Jangan sampai ada yang terlewat, apa lagi sampai tercium oleh kepolisian negara ini" ucap Zahiya yang segera membawa David kedalam mobil yang ada didepan nya.


"Markas" ucap Zahiya pada anggotanya yang menjadi supir.


"Baik Queen" jawabnya yang segera mengemudikan mobilnya menuju markasnya. Untuk mengobati luka tembak dibahu David.


"By, bukankah Hubby memiliki phobia pada darah? Kenapa sekarang tidak? Apa informasi yang aku dapatkan salah?" tanya Zahiya yang menatap kearah David yang sudah mulai pucat. Mungkin karena kebahisan banyak darah.


"Semuanya benar, tapi entah kenapa saat berada didepan kamu tidak ada perasaan takut atau tegang saat melihat darah semenjak kejadian saat jari kamu terluka, biasanya aku akan langsung pingsan walau hanya melihat setitik darah" jawabnya sambil tersenyum kepada Zahiya dan menyandarkan kepalanya pada bahu Zahiya dan David tidak sadar lagi.


"Lebih cepat, dia sudah kehilangan banyak darah" ucap Zahiya pada anggotanya. Dan mereka sudah sampai didepan markas dan disambut oleh Aaron langsung untuk membantu Zahiya.


"Apa lukanya parah uncle?" tanya Zahiya yang masih setia disamping David sekarang.


"Lumayan, untung saja yang menembaknya masih abal-abal Queen. Jika tidak sudah dipastikan akan mengenai organ vital Tuan, tapi ini hanya meleset saja" ucap Aaron yang menunjuk luka tersebut lalu segera mengambil pluru yang bersarang dibahunya.


"Syukurlah" gumam Zahiya yang membersihkan wajah David menggunkan tisu basah. Dia menatap dengan penuh kelembutan dan juga rasa bersalah.


Aaron yang menyaksikan ini menjadi tersenyum saja, dia seperti melihat Zayn dulu, saat Azalya terluka dia yang merasakan sakitnya. Sedangkan luka pada dirinya tidak dia rasakan, dan sekarang menurun padanya putrinya yang memang sama persis dengan dirinya.


'Maafkan aku By, aku sudah membuat kamu terlibat dalam masalah aku. Seharusnya aku menolak pernikahan ini, supaya kamu tidak terluka karena aku. Makanya aku bersikap dingin dan cuek padanya kamu By, itu semata-mata hanya untuk melindungi kamu dan nyawa kamu saja' ucap Zahiya dalam hati yang terus mengusap pipi David dan dia menggenggam tangan David.


"Queen, operasinya sudah selesai. Sebaiknya anda istirahat juga, ini sudah larut malam" ucap Aaron yang meminta Zahiya untuk istirahat. Karena sejak tadi Zahiya hanya menatapi wajah David dan terus menciumi punggung tangan David.


"Saya akan disini, jika uncle akan pergi. Pergilah, saya akan disini menjaganya" jawab Zahiya yang tidak mengalihkan pandangan nya dari wajah David.


"Baiklah kalau begitu Queen. Saya permisi sekarang, nanti akan ada perawat yang akan mengobrol kondisi Tuan" ucap Aaron yang segera pergi dari sana setelah mengatakan itu pada Zahiya.


Setelah kepergian Aaron ratingnya ruangan rawat David didalam markas. Dan ternyata disana juga ada Austin yang masih merasa patah hati akan cintanya yang tidak berbalas. Austin menghela nafasnya berulangkali sambil terus menguatkan hatinya melihat Zahiya yang menatap penuh cinta pada David.


'Nasib saya memang kurang beruntung, baru memiliki perasaan cinta pada wanita malah langsung merasakan patah hati. Tapi semoga saja mereka selalu bahagia, dan selalu bersama selamanya' ucap Austin dalam hati dan dia langsung masuk kedalam ruangan yang menjadi ruangan rawat David.


"Queen, saya turut prihatin atas kejadian ini. Semoga Tuan lekas sembuh" ucap Austin saat menghampiri Zahiya dan David.


"Terimakasih uncle, kapan uncle kembali kemari? Bukankah uncle sudah meneruskan perusahaan milik keluarga uncle?" ucap Zahiya yang bertanya pada Austin.

__ADS_1


"Saya baru datang tadi Queen, saya sekalian pamit pada anda. Karena kemungkinan saya tidak akan kembali lagi kemari. Karena saya sudah tidak bisa lagi untuk bolak balik kemari" jawab Austin yang mengatakan nya dengan sedikit rasa tercekat ditenggorokan.


Saat mereka berdua sedng berbincang-bincang, ternyata David sudah bangun dan melihat semuanya. Apa lagi saat melihat tatapan Austin yang menatap penuh dengan cinta untuk istrinya. Jelas saja jika posesifnya langsung meronta-ronta, David segera bangkit dari duduknya dan itu disadari oleh Zahiya.


"Sayang, baby. Bisa minta tolong?" tanya David yang mengatakan nya dengan penuh manja pada Zahiya.


Zahiya hanya menggeleng, melihat tingkah David. Dia langsung keluar untuk mengambil minum untuk David. David menatap Austin dengan tatapan penuh permusuhan. Dan itu sangat terlihat dimata Austin.


"Saya ingatkan pada anda, jangan pernah mendekati istri saya apa lagi menatap penuh dengan cinta padanya" ucap David dengan sangat tegas dan penuh penekanan disetiap katanya.


"Rupanya anda tahu apa yang ada didalam mata saya? Saya memang memiliki rasa padanya, tapi saya tidak akan merebutnya dari anda. Tapi jika anda sampai melukai apa lagi menyakitinya, saya orang pertama yang akan mengambilnya dari anda" ucap Austin dengan datar dan juga penuh ancaman.


"Silahkan saja jika berani. Karena saya tidak akan melakukan itu, saya akan selalu bersamanya dan akan menjadi perisai hidupnya. Jadi, saya tidak akan membiarkan nya terluka selagi saya masih hidup" David yang masih menatap sinis pada Austin.


"Kita lihat saja nanti" ucap Austin yang langsung pergi dari sana setelah mengatakan itu pada David.


"Sial, ternyata bukan hanya gue yang mencintainya. Ya, gue nggak memungkiri sih. Jika dia banyak yang cinta, pesonanya saja beluber tidak kewadahan. Ya pantas saja" gumam David yang mana itu semua didengar oleh Zahiya.


"Ini minumnya By" ucap Zahiya yang menyerahkan satu botol air mineral untuk David.


"Terimakasih baby. Oh iya, ngomog-ngomong. Sejak tadi kamu memanggilku dengan sebutan By, apa?" tanya David yang menatap manik hitam Zahiya dan menariknya untuk semakin mendekat kearahnya.


"Hubby, bukankah tidak mau jika dipanggil Pipi? Jadi, aku panggil Hubby saja. Apa lagi usia Hubby kan sama dengan Mommy, apa mungkin lebih tua? Atau panggil uncle mungkin?" jawab Zahiya yang bertanya pada David kembali. Lalu dia menggodanya juga dengan menyebut kata uncle padanya.


"Hubby saja lebih baik. Jangan pernah memanggilku dengan sebutan itu lagi, kamu fikir aku ini Om kamu" ucap Zahiya yang memeluk pinggang Zahiya lalu dia menempelkan pipinya didada Zahiya yang terasa berbeda dari sebelumnya.


"Sebenarnya ini dimana sayang? Ini seperti bukan rumah sakit atau apapun" tanya David yang menatap sekelilingnya, lalu beralih menatap wajah Zahiya.


"Oh, tidak apa-apa. Aku justru senang bisa tahu dan bisa melindungi kamu, jika aku mampu. Tapi, apa kamu ini seorang Mafia? Kenapa begitu banyak musuh yang mengincar?" tanya David dengan hati-hati, karena dia takut jika Zahiya tersinggung akan pertanyaan nya.


"Iya, sebenarnya aku hanya melanjutkan dan juga memperluas. Karena kami melakukan ini semua kebaikan dan melindungi orang-orang yang memang membutuhkan perlindungan dari kami. Apa Hubby takut setelah aku membantai semua orang yang sudah melukai Hubby?" jawab Zahiya yang menatap David lalu bertanya padanya.


"Tentu saja takut. Bagaimana jadinya jika aku berbuat kesalahan yang mungkin tidak aku sadari dan membuat kamu marah. Apa aku akan mendapatkan hukuman seperti itu? Atau mungkin akan dijadikan santapan binatang?" jawab David dan dia bertanya juga pada Zahiya akan apa yang ada didalam fikiran nya saat ini.


"Tentu saja. Karena aku paling tidak suka dengan kesalahan, karena aku lebih suka yang berbau perfect dan tidak menerima kebobongan atau kecurangan. Jadi, jika ada yang melakukan itu. Maka, aku akan melakukan yang sama dengan para klan ku tanpa terkecuali" jawab Zahiya penuh dengan penekanan dan itu tentu saja tidak bersungguh-sungguh. Dia hanya ingin menakut-nakuti David saja.


"Sungguh? Apa kamu akan menyakiti suamimu yang so handsome ini? Kejam sekali" tanya David yang menampilkan wajah sedihnya.


Dan itu membuat Zahiya hanya bisa menggeleng saja. Dia baru mengingat jika dia belum mengabari keluarganya, mungkin mereka sedang menunggunya dengan khawatir. Apa lagi dia sekarang sudah memiliki putra dan juga suami, jadi dia tidak boleh seperti sebelum memiliki kedua orang tersebut.


"By, pinjam ponsel Hubby" ucap Zahiya yang menadahkan tangan nya pada David.


"Ini, memangnya untuk apa? Lalu, ponsel milikmu dimana?" tanya David setelah memberikan ponselnya pada Zahiya.


"Aku belum mengabari orang rumah, bagaimana jika mereka khawatir. Apa lagi Hubby sedang terluka seperti ini, jadi aku akan menghubungi mereka untuk memberikan kabar" jawab Zahiya yang akan melakukan panggilan pada Mama Lulu, tapi dihentikan oleh David yang mengambil ponselnya dari tangan Zahiya, lalu dia memeluknya dari belakang.


"Aku sudah mengabari mereka, jika kita akan langsung honey moon. Jadi, mereka tidak akan khawatir. Yang ada mereka merasa senang, jadi simpan kembali ponselnya. Kita nikmati waktu kita berdua, ya... Walau ini bukan honey moon yang sesuai dengan ekspetasi" ucap David yang membalikan tubuh Zahiya untuk menghadapnya dan dia segera melabuhkan kecupan singkat dibibir Zahiya.


"Jangan By, disini banyak kamera pengawas dan juga para anggota ku yang tidak pernah lengah untuk mengawasi setiap yang kita lakukan" ucap Zahiya yang menakut-nakuti David. Padahal dia sudah meminta anggotanya untuk mematikan kamera pengawas didalam ruangan tersebut.


"Jadi, kita tidak bisa melakukan anu. Emm, itu?" tanya David yang tidak mengatakan nya langsung. Malah mengatakan nya menggunakan kedua jari telunjuknya yanh disatukan dan diketuk-ketukan satu sama lain.

__ADS_1


"Anu, itu apa By? Jangan membuat aku tidak mengerti, sebentar lagi akan ada orang yang melihat kondisi Hubby. Jadi jangan banyak tingkah yang membuat Hubby rugi" tanya Zahiya yang menatap bingung pada David dan dia mengatakan apa yang memang sudah dijelaskan oleh Aaron padanya tadi.


"Huh, baiklah. Tapi setelah itu kita pergi dari sini, aku merasa tidak nyaman berada disini. Tidak bisa bebas melakukan sesuatu" ucap David judes dan membuat Zahiya tersenyum lalu memeluk David dan menyandarkan kepalanya pada punggung David.


"Sembuhkan dulu luka Hubby. Setelah itu terserah akan melakukan apapun yang Hubby inginkan, aku akan siap dan menerimanya dengan senang hati" ucap Zahiya yang masih menyandarkan kepalanya pada punggung David. Dan tangan nya memeluk pinggang David dengan erat.


"Benarkah? Jika begitu aku sudah tidak sabar menunggu untuk itu. Tapi sekarang, biarkan seperti ini dulu, supaya dia bisa lebih tenang dan tidak meminta untuk lebih dari pada ini" ucap David yang membalikan tubuh Zahiya lalu memeluknya dengan sangat erat dan menekankan tubuhnya pada tubuh Zahiya.


"Baiklah" jawab Zahiya yang membalas pelukan David tidak kalah eratnya. Hingga David beberapa kali menghela nafasnya kasar dan dia melepasakan pelukan nya dari Zahiya.


"Apa sudah lebih baik?" tanya Zahiya menatap wajah David yang terlihat sangat tersiksa menahan gairahnya yang sudah memuncak.


David hanya menggelengkan kepalanya, dia tidak bisa membohongi dirinya sendiri. Apa lagi ini menyangkut adik kecilnya yang memang sudah meronta-ronta ingin dilepaskan. Tapi dia memikirkan bagaimana jadinya jika dia sedang iya-iya menjadi tontonan anggota Zahiya. Itu sangat tidak mungkin bukan?.


"Jika Hubby tidak bisa menahan nya lebih baik kita pergi dari sini. Aku tahu tempat yang sangat aman dan juga pas" ucap Zahiya yang memberikan tawaran pada David. Karena dia kasihan juga melihat suaminya yang sedang menahan-nahan sesuatu itu.


"Tidak perlu, aku tidak apa-apa baby. Lebih baik kita tidur saja, besok pagi. Baru kita pergi dari sini, aku tidak mau egois. Karena aku sedang terluka, aku tidak ingin jika kamu kenapa-kenapa. Dia masih bisa menahan nya sampai esok hari" ucap David yang mengecup kening Zahiya cukup lama. Lalu menyatukan keningnya dengan kening Zahiya sesaat mereka memejamkan matanya.


"Baiklah, kita istirahat saja untuk makan ini. Aku akan segera kembali" ucap Zahiya yang keluar entah sedang apa. Hanya David yang berulang kali mengumpat dan menggerutu tidak jelas.


Zahiya sudah kembali, dia membawa laptopnya dan tidak lama kemudian semua kamera pengawas tertutup dan semua dinding tersebut seperti ada pelindungnya lagi. Entah apa yang dilakukan oleh Zahiya, membuat David hanya diam dan menatapnya saja dengan lekat.


'Dia sedang melakukan apa? Kenapa mendadak CCTV didalam sini sudah terturup? Dan dinding disini seperti dipasangi alat juga? Aku sungguh tidak mengerti dengan yang dia lakukan sekarang' ucap David dalam hati dan dia melihat Zahiya tersenyum lalu mendekatinya.


"Kenapa? Apa ada yang salah?" tanya Zahiya yang melihat David hanya diam dan tidak melakukan apa-apa.


"Ah, tidak. Tidak apa-apa, apa yang kamu lakukan? Kenapa CCTV disana terturup semua?" jawab David. Lalu dia bertanya dengan bingung akan apa yang dia lihat sekarang.


"Oh itu, itu semua memang aku yang membuatnya. Jadi aku bisa menutupinya jika aku mau, dan aku juga sudah memasang peredam suara untuk ruangan ini" jawab Zahiya dengan santainya dan dia masih berdiri dihadapan David.


"Jadi? Semua ini kamu lakukan untuk aku baby? Untuk kita?" tanya David yang baru mengerti akan apa yang dilakukan oleh Zahiya beberapa saat yang lalu.


"Iya, aku kasihan pada Hubby. Tapi Hubby diam saja, biar aku yang melakukan nya" ucap Zahiya yang mengiyakan pertanyaan dari David.


"Dengan semangat hati baby" ucap David bersemangat, tapi karena dia terlalu bersemangat membuat luka dibahunya mengeluarkan darah kembali.


"Aw... Aaww" pekik David saat merasakan sakit kembali pada bagian bahunya.


"Kita memang tidak boleh melakukan nya sekarang By. Lihatlah, luka kamu berdarah lagi" ucap Zahiya yang menunjuk kearah luka David.


"Apa. Darah??!" ucap David yang malah langsung pingasan saat mengatakan itu sendiri.


Zahiya langsung memanggilnya Aaron untuk memeriksa keadaan David yang pingsan. Dia juga bertanya jika phobia David bisa disembuhkan atau tidak.


.


.


.


Jangan pernah lupa tinggalkan jejaknya ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya...

__ADS_1


Bintangnya juga jangan sampe lupa ya😉Thanks and happy reading...🤗🤗🤗


__ADS_2