Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan

Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan
Bab 44. Berdua lebih baik


__ADS_3

'Kenapa dia mengatakan itu padaku? Apa dia memang benar-benar mencintai aku? Atau hanya sekedar mengaguminya saja? Tapi, kenapa aku merasa sangat nyaman berada didekatnya seperti ini? Apa mungkin aku memang mencintainya juga? Ya Allah, tolong tunjukan lah. Apa yang harus hamba lakukan untuk ini semua, bahkan dia rela menahan nya saat semua sudah didepan matanya sendiri ' ucap Zahiya dalam hati yang masih dalam pelukan David dan dia bisa merasakan jika David memang sangat tulus padanya.


'Kenapa dengan diriku ini? Kenapa aku tidak bisa menolak dan menjaga jarak dengan nya? Apa karena aku akan menikah dengan nya besok? Atau memang perasaanku ini sudah tumbuh untuknya? Aku sungguh tidak tahu, apa lagi saat seperti ini. Aromanya sungguh membuat aku merasa sangat nyaman dan tidak ingin jauh-jauh darinya' ucap Zahiya lagi yang menatap wajah David yang terlelap dan tangan nya mencoba untuk menyentuh wajahnya yang masih sangat tampan walau usianya tidam jauh berbeda dengan Azalya, Mommy nya sendiri.


"Aku tahu, jika aku ini sangat tampan. Jadi tidak perlu kamu pandangi terus dan membuat kamu mengagumi ketampanan yang aku miliki" ucap David yang ternyata tidak terlelap.


"Kenapa diam saja, coba kamu sentuh wajah aku lagi. Aku merasa jika ada bidadari sedang menyentuh wajah ku" ucap David yang mengangkat tangan Zahiya untuk menyentuh pipinya kembali. Lalu David malah mencium punggung tangan Zahiya, membuat Zahiya salah tingkah.


"Terimakasih sudah mau menerimaku sebagai calon suamimu, dan terimakasih sudah menemani tidurku malam ini" ucap David yang mulai meluncurkan kata-kata manisnya.


"Kenapa wajahmu terlihat tegang? Aku tidak akan melakukan apa-apa, aku hanya akan memelukmu seperti ini dan akan terus seperti ini" ucap David yang memeluk tubuh Zahiya dan dia semakin mempererat pelukan nya pada Zahiya.


"Memeluk ku tidak masalah, tapi apa anda akan baik-baik saja? Karena sekarang saja dia sudah bangun dan membuat ku tidak nyaman" ucap Zahiya yang membuat David memejamkan matanya menahan malu, lalu dia tetap memeluk Zahiya tanpa menghiraukan ucapan darinya.


"Yang penting berdua lebih baik, karena bisa saja aku akan khilaf" ucap David yang mengedipkan sebelah matanya menggoda Zahiya.


"Dasar perjaka tua gila" ucap Zahiya yang mendorong tubuh David untuk menjauh darinya, hingga...


BRUK...


"Aw!!" teriak David saat dia terjungkal dari atas ranjangnya dan pelakunya adalah Zahiya.


"Maaf-maaf, aku tidak sengaja membuat anda terjatuh, maafkan aku" ucap Zahiya yang masih duduk diatas ranjang dan menutupi kakinya yang pastinya terlihat. Apa lagi dia tidak mengggunakan pakaian dalamnya.


"Aw, sepertinya pinggang ku terkilir. Rasanya sakit sekali" ucap David yang mendramatisir keadaan pada Zahiya.


"Benarkah? Ya Allah, sini aku bantu. Aku sungguh minta maaf, maafkan aku" ucap Zahiya yang baru kali ini terlihat panik saat mendengar seseorang terluka karena dirinya.


"Iya, rasanya sangat sakit. Ya Allah, sepertinya ini adalah cidera yang lumayan parah" ucap David yang memejamkan matanya saat Zahiya terlihat panik dia membuka matanya sebelah dan melihat Zahiya yang menangis.


"Kenapa kamu menangis? Aku yang terluka, kenapa kamu yang menagis?" tanya David yang menatap wajah Zahiya yang sudah basah oleh air mata.


"Aku minta maaf" ucapnya sambil menunduk dan tanpa David duga dia langsung memeluknya dan menangis dalam pelukan David.


"Hey, sudah-sudah, kenapa kamu malah menangis? Aku baik-baik saja. Please, jangan menangis" ucap David yang mengurai pelukan nya dan mengusap air mata Zahiya yang mengalir dipipinya.


"Aku takut jika kamu kenapa-kenapa, makanya aku menangis, sungguh. Aku tidak sengaja melakukan itu, tapi aku tidak ingin kamu kenapa-kenapa" ucap Zahiya yang masih menangis dan dia menundukan wajahnya tidak ingin menatap wajah David.


"Aku tidak apa-apa. Lihat aku sekarang, aku baik-baik saja kan? Jadi jangan khawatir, oke" ucap David yang menampilkan senyuman dibibirnya.


"Benar tidak apa-apa? Aku sangat khawatir akan hal itu" tanya Zahiya yang langsung dijawab anggukan kepala oleh David.


Entah siapa yang memulai untuk melakukan ciuman itu, dan hati ini David benar-benar menang banyak. Dia sudah tiga kali mencium Zahiya dan bahkan sudah melihat seluruh tubuh Zahiya seluruhnya.


David sudah membuka seluruh pakaian yang dia kenakan dan dia juga melakukan hal yang sama pada Zahiya. Mereka entah melaukan apa dan keduanya sudah berada diatas ranjang dan David berada diatas tubuh Zahiya.


"Apa aku boleh melakukan nya?" tanya David yang sudah dipenuhi oleh kabur gairraah tentunya.


"Emm, pelan-pelan. Aku takut" jawab Zahiya yang mengatakan nya dengan perlahan dan juga memelingkan wajahnya.


"Tatap mataku, jika aku boleh melaukan nya? Jika kamu memalingkan wajahmu, berarti aku tidak boleh melakukan nya" ucap David yang menatap wajah Zahiya dari samping.


Zahiya menatap kearah David dan mereka kembali saling menautkan bibir mereka berdua, sedangkan tangan kanan David memegangi adik kecilnya untuk bisa masuk kedalam rumahnya.


'Kenapa begitu sulit? Bukankah dia sudah memiliki anak dan pastinya akan mudah untuk memasukinya. Tapi, kenapa ini sangat sulit' ucap David dalam hati sambil terus memasukinya perlahan-lahan dan akhirnya....


BLESS...


"Aaaa, sakit" Zahiya yang memekik kesakitan saat goa nya dimasuki olehnya sesuatu yang begitu besar. Zahiya juga mencakar punggung David lumayan dalam dan mengeluarkan sedikit darah.

__ADS_1


"Ssshhh" David mendesis seperti ular saat dia merasakan perih pada punggungnya saat Zahiya mencakarnya.


"Maaf, aku minta maaf" ucap David yang langsung mencium bibir Zahiya untuk menetralkan rasa sakitnya dan dia mendiamkan dulu adik kecilnya didalam rumahnya dan setelah Zahiya merasa lebih relax, David mulai memompanya perlahan-lahan. Hingga keduanya merasakan kenikmatan yang baru mereka rasakan saat ini.


'Dia masih virgin? Ini sangat aneh, tapi aku sangat bersyukur. Karena aku yang pertama untuknya, dan aku akan menjaga kamu sepenuh hati dan jiwa ragaku untuk kamu sayang. Terimakasih banyak' ucap David dalam hati sambil terus menikmati semua yang sedang dia lakukan bersama dengan Zahiya.


"Apa masih sakit?" tanya David saat melihat Zahiya sudah mulai menikmati apa yang sedang mereka lakukan. Lebih tepatnya David sedang push up diatas tubuhnya.


"Se... Dikit, ah" jawab Zahiya dengan sedikit tersengal dan itu membuat David semakin bersemangat untuk membuat Zahiya semakin mendeessah dibawah kungkungan nya.


David melakukan nya dengan semangat hingga membuat Zahiya lemas. Dan sekarang tidak terlihat Queen Z, sang Mafia yang terkenal dengan kekejaman nya saat sedang menghabisi semua musuh-musuhnya. Yang terlihat, hanya Zahiya yang sedang mengimbangi permainan dari David. Sang playboy karatan.


"Thank you baby, kau sangat nikmat" ucap David sambil terus menciumi seluruh wajah Zahiya yang penuh dengan keringat. Begitu juga dengan dirinya yang sudah mandi keringat malam ini.


"Hmm" jawab Zahiya dengan deheman saja dan dia langsung memejamkan matanya karena kelelahan sudah digempur habis-habisan oleh David.


David langsung bangun dan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya supaya lebih segar dan nyaman untuknya istirahat. Setelah selesai membersihkan dirinya dia kembali untuk melihat keadaan Zahiya yang sedang terlelap.


"Kau terlihat sangat cantik baby, terimakasih banyak untuk semua ini" gumam David saat melihat Zahiya sedang terlelap.


David membuka selimut yang menutupi tubuh Zahiya dan dia melihat ada bercak darah terlihat disana. Juga dibagian sisi area sensitive Zahiya, David segera membersihkan nya dan juga memberikan obat pada bagian sensitive Zahiya.


"Maafkan aku, aku sudah membuat kamu seperti ini. Aku akan selalu menjaga dan juga akan selalu mencintai kamu apapun yang terjadi nanti. Eh, tunggu dulu. Bukankah aku phobia pada darah dan berbagai macam darah? Kenapa sekarang tidak? Apa mungkin aku sudah sembuh" gumam David saat membasuh rumah adik kecilnya.


"Ssshhh" gumam Zahiya yang merasakan perih dan juga sakit dibagian intinya saat ada yang menyentuhnya.


"Maafkan aku baby, aku mengganggu tidur kamu. Tidurlah kembali, aku hanya membersihkan dan mengobatinya saja" ucap David saat melihat Zahiya akan terbangun.


Setelah selesai membersihkan dan mengobatinya, David ikut berbaring disamping Zahiya yang sudah dia pakaikan pakaian nya oleh David. David masih terus tersenyum saat mengingat kejadian beberapa saat yang lalu.


"Terimakasih Ma, karena Mama aku bisa memilikinya secara utuh dan mungkin aku akan bisa memiliki hatinya juga. Semoga saja besok pernihakan nya akan berjalan dengan seharusnya" ucapnya sambil memeluk dan menciumi pucuk kepala Zahiya.


.


"Apa kedua calon mempelai belum turun juga? Ini sudah jam berapa" tanya Mama Lulu yang sudah sangat heboh menyambut pernikahan putranya yang satu ini.


"Mungkin mereka sedang saling menghangatkan satu sama lain Ma" jawab Dava yang langsung mendapatkan tatapan tajam dan pukulan dari Mama Lulu.


"Kalo ngomong itu dijaga, disini ada anak-anak juga. Asal jeplak saja itu mulut" ucap Mama Lulu yang segera pergi untuk melihat David dan Zahiya yang dia kunci didalam kamar.


"Ya Allah, aku lupa. Jika aku semalaman mengunci mereka berdua, semoga saja David belum memberikan DP nya duluan" gumam Mama Lulu yang segera membuka pintu kamar David dan melihat David dan Zahiya sudah bersiap sejak tadi.


"Alhamdulilah, Mama kira kalian berdua belum bersiap-siap" ucap Mama Lulu saat melihat David dan Zahiya sudah rapih.


"Mama yang kelamaan membuka pintunya" jawab David yang menatap Mama Lulu dengan kesalnya.


"Ayo baby, kita tinggalkan Mama disini" ucap David yang menggandeng tangan Zahiya dan membawanya turun menghampiri keluarganya yang lain.


"I... Iya, auntie kami duluan" ucap Zahiya pada David dan Mama Lulu yang merasa bingung dengan sikap mereka berdua.


"Kenapa sikap mereka berdua aneh sekali? Wah, apa jangan-jangan putraku itu sudah membuat jampi-jampi supaya mantuku itu bisa nurut kayak gitu?" gumam Mama Lulu yang tidak langsung keluar dari kamar David.


"Sayang, kenapa mereka sudah turun. Malah kamu yang ada disini? Ayo turun, mereka sudah menunggu kita" ucap Papa Devon yang meminta Mama Lulu untuk keluar kamar.


Sedangkan dilantai bawah semua orang saling pandang pada David dan Zahiya yang terlihat berbeda. David yang tidak berhenti tersenyum dan selalu mendekati Zahiya. Alvarez juga selalu berada didekat mereka berdua.


"Mentang-mentang akan menikah, nempel mulu kayak prangko" sindir Safia pada David yang tidak berhenti bergelayutan manja dilengan Zahiya.


"Iri, tanda tak mampu. Iya nggak jagoan?" ucap David yang minta pendapat dari Alvarez. Alvarez hanya mengangguk dan tersenyum tipis pada David.

__ADS_1


"Sudah-sudah, kita berangkat sekarang. Nanti terlambat" ucap Mama Lulu yang sudah turun bersama dengan Papa Devon.


Mereka semua langsung berangkat menuju hotel. Sampai disana mereka sudah disambut oleh seluruh keluarga Zahiya. Mereka semua benar-benar menyambutnya dengan sangat ramah dan sudah berkumpul semua sahabat Mama Lulu.


"Lebih baik kalian berdua istirahat saja dulu, sebentar lagi kalian berdua akan menikah" ucap Azalya yang memerintahkan Zahiya dan David untuk masuk kedalam kamar mereka masing-masing.


"Iya Mom" jawab Zahiya yang segera pergi bersama dengan David disampingnya dan jangan lupakan Alvarez yang selalu ada bersama keduanya.


"Mereka ini sudah seperti keluarga kecil yang bahagia" ucap Azalya yang melihat Zahiya, David dan Alvarez dari belakang.


"Iya, sebentar lagi kita akan berbesan dan mereka akan menjadi keluarga seutuhnya" ucap Mama Lulu yang sangat bahagia melihat putranya yang akan menikah sebentar lagi.


"Ya sudah, kita tunggu saja mereka bersiap" ucap Azalya yang mengajak Mama Lulu dan keluarganya untuk masuk dan menikmati makanan nya.


Azalya dan Zayn memang sengaja mengatur pernikahan mereka siang hari hingga malam. Karena mereka tahu, akan sangat melelahkan jika mereka melakukan nya sedari pagi. Dan itu sangat disetujui oleh David yang apa lagi semalam sudah mendapatkan durian runtuh.


"Jagoan Pipi sekarang sudah sangat tampan dan juga sangat wangi tentunya. Sekarang giliran Pipi yang akan berganti pakaian dulu" ucap David setelah mendandani Alvarez yang sudah sangat tampan dan juga rapih.


"Oke Pipi" ucap Alvarez yang langsung pergi dari dalam kamar hotel David dan Zahiya.


David bukan nya bersiap. Dia malah terus-terusan menatapi Zahiya yang sedang dihias oleh MUA terkenal. Zahiya yang ditatap seperti itu merasa tidak nyaman, apa lagi saat Zahiya membuka pakaian yang menutupi tubuhnya terlihatlah lukisan abstract yang David ciptakan dipermukaan kulit Zahiya yang putih mulus.


"Kenapa kalian senyum-senyum? Apa ada yang salah?" tanya David dengan tatapan tajamnya dan dingin pada MUA yang sedang mencoba menutupi lukisan abstract tersebut.


"Tidak ada Tuan, maaf" ucap mereka yang langsung diangguki dan tidak berani menatap pada David. Menatap Zahiya yang sangat datar saja sudah membuat nyali mereka ciut, sekarang ditambah lagi oleh calon suaminya.


"Baby, jika kamu merasa tidak nyaman atau merasa lelah segera katakan saja padaku, oke" ucap David yang mulai membuat drama pada Zahiya dan membuat MUA yang sedang merias Zahiya protes.


Sedangkan Zahiya hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah David yang seperti anak kecil itu. Dan tingkat keposesifan nya sangat tinggi.


"Maaf Tuan, kami sedang merias calon istri anda. Sebaiknya anda segera bersiap juga, jika seperti ini terus akan lama prosesnya Tuan" ucap salah seorang MUA yang sedang merias Zahiya.


"Dengarkan apa yang dikatakan oleh mereka bang" ucap Zahiya yang malah mengejek David saat melihat David malah misuh-misuh.


"Aku akan menggunakan pakaian ku" ucap David yang mengatakan nya sambil menghentak-hentak kan kakinya, lalu meninggalkan Zahiya yang sedang tersenyum sangat tipis.


Seorang MUA hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah klien mereka yang memang sangat absurd. Zahiya juga hanya bisa menggelengkan kepalanya saja, setelah menunggu beberapa saat Danu lumayan lama juga. Akhirnya Zahiya selesai dirias dan terlihat sangat cantik dan juga terlihat sangat berbeda.


"Wah, sudah sangat cantik rupanya anak Mommy" ucap Azalya yang langsung masuk kedalam kamar yang ditempati oleh Zahiya untuk berhias.


"Mom" ucap Zahiya yang langsung memeluk tubuh Azalya dan mereka berdua berpelukan bersama.


"Semoga dia adalah pilihan yang terbaik untuk kamu sayang. Selalu bahagia dan jangan pernah seperti sebelumnya yang selalu datar, sebentar lagi akan menjadi seorang istri" ucap Azalya yang mengingatkan Zahiya supaya sedikit bersikap hangat pada suami dan keluarga barunya.


"Iya Mom, terimakasih untuk semuanya" ucap Zahiya pada Azalya, Mommy nya sendiri.


"Ayo kita turun, calon suami kamu sudah menunggu kita dibawah" ucap Azalya yang menggandeng tangan Zahiya untuk turun menuju ballroom hotel.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya....


Bintangnya juga jangan lupa ya😉


Thanks and happy reading...🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2