Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan

Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan
Bab 23. Bertemu mantan


__ADS_3

Sungguh, ini membuat situasi terkadang canggung, apa lagi Mami Yuli menatap penuh kebencian pada Papa Devon. Membuat semua orang yang ada disana merasa tidak mengerti apa lagi Yunara dan Papi Winata yang merasa tidak enak. Ini adalah pertemuan pertama dan tidak tau kenapa ini seperti pertemuan antara dua musuh.


"Mi, kenapa Mami menatap mereka seperti itu? Apa Mami tidak tahu mereka itu siapa?" tanya Papi Winata sambil berbisik dan merasa canggung sekali.


"Tidak, dan tidak ingin mengenalnya juga" jawabnya dengan nada tidak bersahabat sama sekali.


"Oh, maaf, silahkan duduk" ucap Mama Lulu yang mencairkan suasana. Karena ketiga orang yang baru datang itu membuat suasana menjadi tegang.


"Ah, iya. Terimakasih banyak Nyonya, maaf kami datang tidak memberi kabar terlebih dahulu. Perkenalkan saya Winata dari WINATA.GROUP, dan ini anak dan istri saya, kami adalah rekan kerja Tuan David Tomlinson. Kami baru mendapat kabar jika Tuan David Tomlinson sedang dirawat dirumah sakit, makanya kami baru kemari saat ini. Maaf jika kedatangan kami ini mengganggu kenyamanan anda Tuan dan Nyonya Tomlinson" ucap Papi Winata dengan sangat ramah juga memberikan parcel buah pada Mama Lulu.


"Terimakasih banyak Tuan dan Nyonya Winata, yang sudah berkenan untuk menjenguk putra kami ini. Sebelumnya saya minta maaf jika anda semua tidak bisa melihatnya secara langsung. Karena putra kami baru saja menjalani operasi, dan harus melewati masa pemulihan terlebih dahulu" ucap Mama Lulu dengan sangat ramah juga pada tamu mereka berdua.


Berbeda dengan Mami Yuli yang masih menatap Papa Devon dengan kilatan kebencian dan juga ketidak sukaan nya terhadap beliau. Sedangkan Papa Devon merasa bingung, pasalnya dia baru bertemu dengan wanita ini, tapi kenapa tatapan nya sangat nyalang terhadap dirinya. Itu membuat Papa Devon bingung harus bersikap seperti apa?.


"Sama-sama Nyonya, maaf jika kamu menjenguknya bukan diwaktu yang tepat" ucap Papi Winata yang merasa tidak enak, apa lagi Istrinya yang seperti itu melihat kearah Papa Devon. Itu lebih dari sebuah kebencian yang ada.


"Tidak apa-apa Tuan, Nyonya. Saya mengerti jika kalian tidak tahu akan semua itu, saya mengucapkan terimakasih banyak atas perhatian dan juga simpati anda semua untuk menjenguk putra saya disini. Saya minta maaf, karena saya tidak bisa menyuguhkan apa-apa disini" ucap Mama Lulu dengan sangat ramah juga tidak ingin dia meledak lagi hanya karena masalah yang tidak pasti seperti ini.


"Maaf sebelumnya, apa kita saling mengenal Nyonya Winata? Kenapa anda terlihat sangat membenci saya?" tanya Papa Devon yang sejak tadi diam saja.


"Cih, pura-pura tidak kenal dan tidak tahu" bukan menjawab pertanyaan dari Papa Devon, Mami Yuli malah berdecih dan mengatakan dengan sinis.


"Maaf Nyonya, apa anda memiliki masalah dengan suami saya? Kenapa sejak tadi melihatnya dengan tatapan penuh kebencian? Maaf, saya bukan bermaksud untuk ikut campur dengan masalah anda dan suami saya" tanya Mama Lulu yang sejak tadi juga sangat heran dan juga kesal juga akan tatapan yang diberikan oleh Nyonya Winata itu.


"Saya tidak ada masalah dengan nya, saya hanya mengingat bagaimana bejatnya dia dulu" jawabnya dengan tersenyum sinis dan penuh kebencian nya.


"Jika tidak ada masalah, kenapa anda seperti itu? Apa suami saya pernah merugikan anda? Atau suami saya pernah melakukan hal yang tidak baik? Karena jika anda mengenal suami saya yang dulu pasti anda sudah tahu siapa dia sebenarnya" tanya Mama Lulu lagi yang sedah tersulut emosinya.


"Mi, sudah, jangan membuat malu" ucap Papi Winata yang mencegah istrinya untuk mengatakan kata-kata yang tidak pantas.


Tapi tidak didengarkan oleh istrinya yang memang tidak bisa menjaga ucapan nya yang suka sekali mengatakan kata-kata kasar dan juga tidak baiknya itu pada siapapun yang tidak disangka sukai.


"Saya adalah wanita yang dia permainkan dan dijanjikan janji manis dulu olehnya bahkan sampai sekarang masih mengingatnya sampai saya mati sekalipun! Dia adalah pria ba**ngan dan ba***at yang pernah saya kenal dan saya tahu didunia ini! Saya bersumpah tidak ingin melihatnya lagi. Tapi sekarang, tapi sekarang saya menemuinya dan bahkan putranya pun sama saja dan ingin mempermainkan putri saya. Saya tidak akan membiarkan itu terjadi dan tidak akan membiarkan putri saya untuk dekat dengan putra anda itu yang sama bejatnya, ba**ngan nya dan ba***atnya dengan Ayah nya!" ucap Mami Yuli menunjuhNg menunjuk kearah Papa Devon dan itu membuat Mama Lulu semakin geram dan tersulut emosinya.

__ADS_1


"Nyonya Winata yang terhormat. Saya tegaskan, jika suami saya yang dulu memang mungkin seperti itu. Tapi anda bisa melihat bukan sekarang? Jika dia sudah berubah dan hanya bersama satu wanita. Jika anda salah satu dari para wanita-wanita yang dulu dekat dengan suami saya, saya tidak perduli. Karena bagi saya itu hanya masalalunya" ucap Mama Lulu yang meladeni wanita seperti Mami Yuli yang menyebalkan karena tidak bisa menjadi istri dari Papa Devon Tomlinson.


"Saya tidak perduli jika anda tidak mengizinkan putra saya dekat dengan putri anda ini. Karena lutra saya juga tidak akan saya biarkan dekat dengan putri anda ini. Karena saya risks mau jika putranya saya terjebak dalam keluarga seperti anda yang tidak bisa jaga lisan jika berbicara" lanjut Mama Lulu yang sudah sangat emosi.


"Tuan Winata yang terhormat, tolong anda bawa pergi istri anda yang tidak memiliki attitude baik ini dalam mengucapkan kata-kata. Saya masih menghormati anda untuk tidak mengatakan kata-kata kasar saya pada istri anda ini Tuan. Jari tolong anda bawa pulang, oh iya, satu lagi. Saya minta pada anda Nona Yunara, tolong jauhi putra saya, karena saya tidak mau jika putra saya dihina dan direndahkan oleh orang lain" ucap Mama Lulu yang mengatupkan kedua tangan nya didepan dada lalu meminta ketiga orang itu pergi dari sana.


"Saya minta maaf Tuan dan Nyonya. Saya mewakili istri saya, saya minta maaf. Kami permisi" ucap Papi Winata yang sudah sangat malu itu.


"Tapi Pi, Yuna belum bertemu dengan Mas David. Kenapa aku juga harus pulang?" tanya Yunara yang tidak mau diajak pulang oleh Papi Winata.


"Maaf Nona, anda sudah mendengar bagaimana ucapan Ibu anda itu? Sebaiknya anda pulang dan jangan pernah mendekati putra saya lagi. Dan urusan kerjasamanya juga saya putuskan sampai disini saja untuk berjaga-jaga supaya tidak difitnah dan dikata-katai tidak benar. Untuk itu saya pemilik D.DRC memutuskan kontrak kerjasama dan akan membayar pinalti untuk perusahaan anda" ucap Mama Lulu yang mulai menyombongkan apa yang dia miliki pada orang yang membuatnya kesal juga naik darah.


"Kami permisi Nyonya, Tuan. Saya akan menerima apapun keputusan anda" ucap Papi Winata yang sudah sangat malu dan itu semua karena istrinya yang tidak bisa menjaga ucapan nya sendiri.


"Apa Mami puas dengan apa yang sudah Mami perbuat! Mami jahat tahu nggak, gara-gara Mami aku tidak bisa lagi bertemu dan dekat lagi dengan Mas David. Aku benci Mami, benci!" ucap Yunara yang pergi entah kemana setelah kedua orang tuanya masuk kedalam mobil.


"Apa kamu puas? Apa ini yang kamu inginkan? Jika iya, wah, hebat sekali kamu. Karena kamu sudah berhasil membuat perusahaan mereka berhenti kerjasama, apa kau tahu? Jika kerjasama ini yang akan menaikan saham perusahaan kita yang sedang turun dipasaran. Selamat, kamu sudah berhasil membuat perusahaan diambang kehancuran" ucap Papi Winata penuh dengan penekanan disetiap katanya yang dia ucapkan.


"Kenapa jadi nyalahin Mami? Mami bicara benar dan itu semuanya nyata. Dianya saja yang sok jadi orang, main mutusin kerjasama segala" ucapnya yang tidak merasakan bersalah sedikitpun juga dengan apa yang sudah dia ucapkan didepan Mama Lulu tadi.


.


Sedangkan didalam rumah sakit Mama Lulu sedang ditenangkan dan dia masih emosi karena wanita itu menghina David. Seorang Ibu manapun akan marah jika putranya dihina dengan sangat terang-terangan didepannya. Bagi seorang Ibu seberapa buruk dan seberapa jelek sifat putranya, dia tetap putranya dan dia yang mengandung dan membesarkan nya hingga seperti ini. Malah dengan entengnya ada seorang Ibu lain yang menghinanya. Tentu akan marah dan emosi.


"Sayang, maafkan aku, karena aku David terkena sasaran juga oleh orang dari masalaluku" ucap apa Devon yang merasa sangat bersalah pada anak dan istrinya.


"Ini semua bukan salah kamu Mas, dia saja yang belum bisa menerima keadaan jika dia sudah bukan yang paling penting untuk kamu. Dan untuk David juga kerjasamanya, aku tidak main-main Mas" ucap Mama Lulu yang mengatakan nya dengan sangat tegas.


"Aku akan mendukung kamu sayang. Apapun yang akan kamu lakukan, aku akan dibelakang kamu" ucap Papa Devon yang menggenggam tangan Mama Lulu untuk tidak emosi lagi.


"Bisa kamu jelaskan Mas, siapa dia sebenarnya dan apa benar yang dia katakan?" tanya Mama Lulu yang meminta penjelasan dari Papa Devon.


"Maafkan aku sayang, bukannya aku tidak ingin menceritakan nya. Aku sudah lupa akan itu semua, dan namanya saja aku tidak tahu. Seingatku, aku tidak mengenalnya dan baru kali ini melihatnya. Sungguh, aku beruntung melihatnya dan mengenalnya sekarang" jawab Papa Devon yang mencoba mengingat-ingat semua yang wanita yang dekat dengan nya dulu.

__ADS_1


"Kamu yakin Mas? Kenapa dia begitu marah dan bahkan sangat membenci kamu juga David? Aku lihat putrinya itu sangat mencintai David. Aku akan menanyakan nya langsung pada David, karena aku tidak mau jika mereka saling mencintai malah akan mendapatkan hinaan dan juga cacian dari wanita itu. Lebih baik aku tidak melihat dan mendengar jika mereka berdua saling mencintai satu sama lain" ucap Mama Lulu yang menatap tajam pada Papa Devon yang sepertinya memang sedang mengingat-ingat siapa wanita itu.


"Aku ingat sekarang sayang. Dia adalah saudara dari wanita yang dulu menjadi wanita ku, dan dia menyukaiku juga. Bahkan dia rela melakukan apa saja untuk ku, maka apa yang kamu fikirkan jika aku masih menjadi Devon yang dulu? Apa akan mendiamkan? Atau melakukan kesenangan yang bisa dia dapatkan dengan nya tanpa susah payah mendekatinya terlebih dahulu?" jelas Papa Devon yang sedah mengingat segalanya lalu menceritakan semuanya pada Mama Lulu.


"Jadi dia yang mengejar-ngejar kamu Mas? Aku juga bisa melihat jika dia masih memiliki perasaan itu, hanya diawal tutupi dengan wajah kebencian nya. Aku juga bisa melihat jika putrinya juga sama dengan nya, aku takut jika dia berbuat nekad pada David" ucap Mama Lulu yang mengatakan ketakutan nya pada Papa Devon.


"Kita lihat saja semuanya. Jika memang dia ingin melakukan kesalahan besar kita akan bertindak untuk mencegahnya. Karena aku juga memiliki perasaan tidak enak pada dua wanita itu" ucap Papa Devon yang sudah tahu jika dia wanita itu tidak akan tinggal diam jika sudah seperti ini.


"Semoga saja tidak terjadi apa-apa Mas, aku tidak akan rela jika David memiliki mertua dan istri yang hanya terlihat baik saja. Padahal ular berkepala dua, aku tidak mau" ucap Mama Lulu yang menunduk dan berdo'a supaya ketakutan nya tidak terjadi.


Saat mereka sedang termenung dan saling diam satu sama lain, dokter baru saja memeriksa keadaan David didalam ruang pemulihan. Mama Lulu dan Papa Devon langsung menghampirinya untuk bertanya keadaan David.


"Bagaimana keadaan putra saya dokter? Apa dia sudah melewati masa kritisnya?" tanya Mama Lulu yang sudah sangat tidak sabar mendengar penjelasan dari dokter.


"Semuanya baik-baik saja Nyonya. Dan kondisi pasien juga seudah lebih baik, jika nanti kemajuan nya seperti ini lagi maka akan segera dipindahkan kedalam ruang rawat" jawab dokter tersebut dengan sangat ramah lalu dia pergi setelah mengatakan itu pada Mama Lulu.


"Alhamdulilah Mas, David baik-baik saja. Semoga saja semuanya semakin baik dan David segera sembuh total" ucap Mama Lulu yang sangat bahagia mendengar kabar tersebut. Terlihat dari gurat kebahagiaan diwajahnya yang masih terlihat cantik diusianya yang sudah tidak muda lagi.


"Alhamdulilah sayang. Kita harus mengabari anak-anak, supaya mereka tidak khawatir akan keadaan David sekarang" ucap Papa Devon yang langsung menghubungi Dava dan Safia.


"Apa yang mereka katakan Mas? Jangan biarkan mereka datang kemari lagi. Aku tidak mau kenapa-kenapa dengan calon cucu kita Mas, jadi biarkan saja mereka beristirahat" ucap Mama Lulu yang tidak ingin kedua anak dan menantunya kelelahan karena masalah ini.


Apa lagi mereka berdua sedang hamil dan usia kandungan nya masih bisa dibilang lemah, karena mereka masih ada ditrimester pertama. Jadi sebelum kejadian yang tidak diinginkan terjadi lebih baik mencegahnya.


"Sudah aku katakan seperti itu pada mereka sayang. Jadi kamu jangan khawatir oke. Mereka mengerti dan mereka akan mendengarkan apa yang kita ucapkan pada mereka berdua" ucap Papa Devon yang dijawab anggukan kepala oleh Mama Lulu.


.


.


.


Maaf ya untuk para reader kesayangan Othor, karena keterlambatan update nya... Othor sudah up sejak semalam, tapi belum lulus review juga oleh pihak NT 😫😫 Mohon bersabar untuk menunggu...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya buat Othor supaya makin semangat buat selalu up tiap hari...


Terimakasih and happy reading... 🤗🤗🤗


__ADS_2