
"Hai Vid, loe disini juga. Sama siapa?" tanya Galang yang ternyata melihat David sedang menyuapi es krim pada Alvarez yang berada diatas pangkuan nya.
"Oh, Hai Lang. Iya, loe sendiri?" jawab David yang memabukan kembali pada Galang.
"Baru ketemu klien disini juga. Ya, sudah nikmati saja makan siang kalian. Gue harus balik sekarang" ucap Galang yang segera pergi dari sana setelah mendapatkan anggukan kepala dari David.
"Apa kamu tidak bertanya dia siapa?" tanya David yang melihat Zahiya hanya diam saja dan tidak mau bertanya padanya tentang pria yang menyapa nya barusan.
"Kenapa saya harus bertanya? Itu bukan urusan saya bukan?" jawab Zahiya dengan cueknya dan dia tidak menghiraukan perasaan David yang sedikit kecewa atas jawaban yang diberikan oleh Zahiya padanya.
"Kau memang benar" ucap David yang mulai tidak menghiraukan Zahiya. Dia hanya berinteraksi dengan Alvarez saja dan mereka terlihat sangat akrab. Bahkan mereka berdua segera pergi dari sana setelah selesai makan siang.
"Mi, Ez mau bersama Pipi lagi. Ez tidak mau pulang dengan Mimi" ucap Alvarez yang masih merangkul leher David.
"No Ez, Mimi akan kesepian jika Ez tidak mau pulang dengan Mimi" ucap Zahiya yang mencoba membujuk Alvarez untuk ikut pulang dengan nya.
"No, Ez lebih suka dengan Pipi. Pipi mau bobok dengan Ez, Mimi tidak mau" jawab Alvarez yang menolak untuk pulang dengan Zahiya.
"Mimi bilang pulang dengan Mimi. Apa kamu tidak mau mendengarkan apa yang Mimi bilang Ez?" ucap Zahiya yang mengatakan nya penuh dengan penekanan disetiap katanya pada Alvarez.
Alvarez hanya bisa menunduk dan tidak berani menatap Zahiya jika dia sudah mengatakan nya dengan nada tegasnya dan penuh penekanan.
"Jagoan, dengarkan Pipi. Sebentar lagi kita akan tinggal bersama-sama, jadi jagoan Pipi bisa bobok dengan Pipi. Sekarang pulanglah dengan Mimi dan jangan pernah membantah ucapan dari Mimi, karena kamu tidak ingin kan, jika Mimi bersedih? Jadilah anak baik dan menurut pada Mimi, oke" ucap David yang memberikan penjelasan pada Alvarez supaya mengerti dan tidak memaksakan keinginan nya.
"Baiklah Pi" ucap Alvarez yang akan menangis, tapi tidak jadi karena penjelasan dari David membuatnya mengerti.
"Good jagoan Pipi. Ini baru yang namanya jagoan" ucap David yang menciumi wajah Alvarez dengan gemas. Membuat Alvarez tertawa geli.
Lalu mereka saling diam, karena sekarang mereka berada didalam mobil untuk pulang. Apa lagi ini sudah sore dan mereka harus segera pulang. Setelah menempuh perjalanan lumayan panjang, akhirnya mobil yang dikendarai oleh David sudah sampai didepan mainson.
"Biar aku saja yang menggendongnya" ucap David saat Zahiya membuka pintu mobil belakang akan menggendong Alvarez yang terlelap kembali.
David langsung masuk kedalam mainson dan langsung menuju kamar Alvarez yang tidak jauh dari ruang tamu. David memasuki kamar yang sangat identik dengan seorang laki-laki, David segera meletakan Alvarez diatas ranjang miliknya dan dia langsung pamit pada Zahiya yang mengantarkan nya keteras mainson.
"Terimakasih untuk hari ini" ucap Zahiya yang mengatakan nya dengan datar.
"Sama-sama" jawab David yang mengatakan nya dengan datar juga. Dia benar-benar tidak ingin berinteraksi dengan Zahiya yang menurutnya sangat tidak dia inginkan.
'Ada apa dengan nya? Kenapa sikapnya menjadi aneh dan tidak banyak bicara? Sudahlah, kenapa juga aku memikirkan nya' ucap Zahiya yang merasa aneh dengan sikap David yang berbeda dari sebelumnya yang sangat banyak bicara dan suka menggodanya.
Sedangkan didalam mobil, David berulang kali menghembuskan nafasnya dengan perlahan dan menetralkan perasaan nya yang sejak tadi kesal dan entahlah, dia sendiri tidak tahu kenapa dan ada apa dengan nya sekarang.
"Kenapa kamu begitu dingin dan datar Za? Apa ini cara kamu menolak aku untuk menjadi pendamping kamu? Jika memang iya, kenapa kamu tidak mengatakan nya dengan langsung? Kenapa harus dengan cara seperti ini dan ini membuat aku bingung dan tidak tahu apa yang kamu inginkan" gumam David yang beberapa kali memukul stir mobilnya dan dia mempercepat laju mobilnya hingga dia beberapa kali menerobos lampu merah.
"Apa yang harus aku lakukan untuk kamu Zahiya? Apa yang harus aku buktikan dan bagaimana caranya? Kenapa kamu... Aaaaa. Sial-sial!!!" teriaknya dalam mobil dan terus memukul-mukul setir mobil dan dia memelankan laju mobilnya saat melihat ada seseorang yang menyebrang didepan nya.
CKIT....
David membanting stir mobilnya kesisi kiri jalan dan menabrak pohon lumayan kencang. Untung saja dia menggunakan mobil sports dan air bag nya terbuka dengan sempurna, hingga dia tidak terluka parah. Hanya dahinya saja yang mengalami lebam.
David segera keluar dari mobil untuk melihat keadaan orang yang menyebrang tadi. Dia langsung menghampirinya dan menanyakan keadaan nya.
"Maaf Pak, anda tidak apa-apa?" tanya David saat melihat pria tersebut hanya diam saja.
__ADS_1
"Saya tidak apa-apa Mas, anda yang terluka. Saya minta maaf, karena saya menyebrang tidak melihat-lihat. Sekali lagi saya minta maaf Mas" ucap Bapak tersebut yang melihat kondisi David.
"Iya Pak, saya tidak apa-apa. Saya juga minta maaf, karena saya bawa mobilnya mengebut. Anda benar tidak apa-apa kan Pak? Jika ada yang terluka, saya antarkan anda kerumah sakit sekarang" ucap David yang membuat Bapak tersebut hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Tidak Mas, jika begitu saya permisi dulu Mas. Mas nya yang segera kerumah sakit" ucapnya yang langsung pergi dari hadapan David yang mengangguk dan dia segera melajukan kembali mobilnya menuju bengkel dulu. Karena mobilnya penyok cukup parah. Dia tidak ingin membuat Mama Lulu panik akan keadaan nya sekarang.
Setelah mengantarkan mobilnya kebengkel, dia segera pulang dan langsung masuk kedalam kamarnya. David menghela nafasnya saat melihat rumah terlihat sepi dan dua tidak melihat Mama Lulu, atau sebaliknya.
"Untung saja Mama tidak ada disana. Jika Mama melihat ku seperti ini, sudah dipastikan dia akan sangat panik" gumamnya yang langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan mengobati luka lebam dikeningnya.
"Akan aku tutupi dengan sesuatu, supaya Mama tidak bisa melihatnya" gumam David yang melihat plaster yang transparan untuk menutupi lukanya dan dia segera merebahkan tubuhnya diatas ranjang.
Lalu dia mengecek ponselnya untuk melihat ada email atau tidak dari Adi dan Jamil. Tapi saat dia melihat ponselnya ada nomor tidak dikenal mengirim pesan padanya. Dia penasaran dengan isi pesan tersebut lalu dia segera membukanya.
Apa anda baik-baik saja?
Apa anda terluka?
Kenapa tidak membalas pesan ku?
Apa anda marah pada saya?
Tolong maafkan saya, jika saya berbuat salah pada anda. Tolong balas pesan saya ini, apa anda sudah sampai dirumah dengan selamat?
Begitulah kira-kira isi pesan yang dikirimkan oleh nomor tidak dikenal tersebut. David mengernyitkan keningnya dan merasa bingung, kenapa dia bisa tahu jika dia mengalami kecelakaan. David segera mengirim balasan pada nomor tersebut.
Saya baik-baik saja. Dari mana anda tahu jika saya mengalami kecelakaan?
Balas David, tapi baru centang satu dan mungkin saja tidak aktif. Dia segera keluar dari kamarnya dan menghampiri keluarganya yang sudah ramai diruang keluarga.
"Loh Vid, kamu sudah pulang? Kapan kamu pulang? Kenapa Mama tidak mendengar mobil kamu datang?" berbagai macam pertanyaan dari Mama Lulu meluncur begitu saja pada David.
"Apa Mama akan selalu bertanya sebanyak itu padaku? Aku sudah pulang sejak tadi Ma, mobil aku tinggal dibengkel, tiba-tiba dia mogok dan terpaksa aku pulang menggunakan taxi online" jawab David yang langsung duduk disofa tunggal sambil menyandarkan punggungnya.
"Lalu dimana cucu Mama yang gembul itu? Kenapa dia tidak terlihat?" tanya Mama Lulu lagi saat dia tidak melihat Alvarez ada bersama dengan David.
"Dia pulang bersama dengan Ibunya. Karena Ibunya bilang akan kesepian jika dia menginap disini lagi" jawab David dengan malas dan dia tidak memandang kearah Mama Lulu dan yang lainnya.
"Dahi kakak kenapa? Apa kakak habis jatuh atau kakak kecelakaan?" tanya Dava sambil memicingkan matanya menatap David dengan lekat.
"Apa!!! Kamu kecelakaan Vid? Apa kamu baik-baik saja, apa yang sakit? Atau ada luka yang parah atau kamu merasakan sesuatu pada tubuh kamu?" tanya Mama Lulu yang panik dan menatap wajah David dengan seksama dan membolak balikan badan nya saat David berdiri.
"Come on Ma, aku baik-baik saja. Dan aku tidak terluka, hanya sedikit saja. Jadi Mama jangan panik dan Mama harus tarik nafas lalu buang perlahan. Aku baik-baik saja oke" ucap David yang memegang tangan Mama Lulu yang sudah akan menangis saat mendengar jika David kecelakaan.
"Tapi, tapi kamu terluka nak. Mama akan panggil dokter untuk memerikasa kamu" ucap Mama Lulu yang akan beranjak dari sna, tapi ditahan oleh davyang mengatakan jika dia tidak apa-apa.
"Aku baik-baik saja Ma, harus berapa kali David jelaskan pada Mama jika David baik-baik saja? Mama jangan panik dan jangan dengarkan ucapan Dava yang gila itu, oke" ucap David yang langsung memeluk Mama Lulu dan menenangkan nya supaya tidak panik akan keadaan nya.
"Baiklah, Mama akan percaya pada kamu. Tapi benar ya, jika kamu baik-baik saja?" tanya Mama Lulu yang langsung diangguki oleh David.
"Enak saja kakak ngatain aku gila, kakak tuh yang gila" ucap Dava yang protes akan ucapan David padanya.
"Emang loe gila. Loe kenapa ngomong macem-macem sih sama Mama! Sudah tahu Mama itu akan panik jika melihat gue terluka. Awas loe" ucap David yang segera beranjak dari ruang keluarga meninggalkan yang lainnya.
__ADS_1
"Dia ini kenapa jadi sensi banget? Apa dia sedang datang bulan, makanya dia sensi dan marah-marah?" tanya Dava yang bingung pada sikap David yang aneh hari ini.
David menuju halaman belakang dan dia duduk ditepi kolam renang sambil mencelupkan kakinya kedalam air kolam. Dia masih mengingat kejadian dulu saat dikolam renang dengan Zahiya.
'Entah kenapa aku merasa kamu memang terpaksa menerima pernihakan ini Zahiya, entah kenapa hati dan perasaan aku terasa sakit dan terluka atas ucapan kamu tadi siang padaku. Seharusnya kamu katakan jika kamu tidak ingin pernihakan ini terjadi. Aku akan menerimanya dengan senang hati, tidak harus dengan cara seperti ini' gumam David dalam hati yang menengadahkan wajahnya supaya air matanya tidak keluar.
.
Sedangkan ditempat lain, Zahiya juga sedang duduk ditepi kolam renang juga. Dia menatap langit malam yang sangat gelap dan tidak ada satu bintang pun diatasnya.
'Ada apa dengan nya? Kenapa sikapnya berubah dingin padaku dan sangat hangat pada Alvarez? Apa kata-kata ku melukai hatinya dan menyakiti perasaan nya? Kenapa dia berubah, kenap dia tidak membalas pesan yang aku berikan padanya? Dari pada aku mati penasaran, lebih baik aku cek saja kondisinya sekarang. Aku tidak akan bisa tenang jika tidak melihatnya langsung' ucap Zahiya dalam hati yang akan beranjak dari duduknya, tapi tidak jadi saat dia menggunakan logikanya kembali.
'Dia pasti baik-baik saja, untuk apa aku mengkhawatirkan dirinya. Dia sudah besar dan sudah mengerti apa yang akan dia putuskan. Jadi kamu tidak perlu memikirkan nya dan merasa bersalah Zahi, karena kamu tidak salah sama sekali. Oke' ucapnya lagi yang kembali duduk dan menatap langit malam.
Tanpa mereka sadari, mereka saling memikirkan dan berada ditempat yang sama-sama ditepi kolam renang. Mereka bahkan tidak ingin beranjak walau hari sudah sangat larut.
Keesokan harinya seperti biasa. David hanya berdiam diri dirumah, dia mengerjakan pekerjaan nya dari rumah saja. Karena dia sangat jenuh jika harus berada dirumah tanpa melakukan apa-apa, hingga dia larut dalam pekerjaan nya hingga malam hari.
Dan begitulah seterusnya, sampai disaat dia menerima tamu kecil yang membuatnya senang dan sedikit melupakan kesedihan nya yang selalu memikirkan sikap Zahiya yang berhari-hari ini tidak ada kata atau pesan lagi setelah dia membalas pesan nya waktu itu.
"Pipi.... Ez sangat merindukan Pipi" teriak Alvarez saat memasuki kamar David dengan berlari.
"Jangan berlari, nanti terja.... tuh" ucap David saat melihat Alvarez terjatuh diatas lantai.
"Baru Pipi bilang awas jatuh, sudah terjatuh lebih dulu. Apa ada yang sakit atau terluka?" tanya David yang sudah berlutut dihadapan Alvarez.
"Ez baik-baik saja Pi" jawabnya sambil tersenyum dan dia langsung memeluk David dengan penuh kerinduan.
"Ez sangat-sangat merindukan Pipi" ucapnya yang masih dalam pelukan David.
"Pipi, lebih-lebih merindukan kamu jagoan. Kemari dengan kakak Leo?" tanya David yang sudah tahu jika Leonard selalu ada dimanapun Alvarez ada.
"No, Ez bersama dengan Mimi. Dan Mimi ada diluar" jawab Alvarez sambil menunjuk kearah pintu, dimana ada seorang wanita cantik sedang berdiri melihat interaksi keduanya.
"Oh, kenapa anda masih berdiri disana? Masuklah" ucap David yang meminta Zahiya masuk kedalam kamarnya dan dia menggendong Alvarez untuk duduk disofa yang ada didalam kamarnya.
"Terimakasih, maaf saya kemari tidak mengabari anda terlebih dahulu. Karena Ez merengek ingin segera kemari" ucap Zahiya yang mengatakan nya dengan nada datarnya dan juga dingin.
"Saya sudah tahu, karena itu memang pasti jagoan saya ini yang memintanya" ucap David yang mengajak bermain Alvarez dan mendiamkan Zahiya yang hanya duduk diam menatap kearah David dan Alvarez.
Zahiya hanya jadi pendengar saja bagi mereka berdua yang sedang bermain bersama dan saling berjanda juga tanya jawab. Sesekali dia akan menjawab pertanyaan dari Alvarez yang memang hanya dia yang bertanya pada Zahiya. Sedangkan David akan diam saja saat Alvarez sedang berbicara dan berinteraksi dengan Zahiya. Karena dia ingin melihat, bagaimana sikap Zahiya padanya sekarang.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya untuk Othor receh ini....
Bintangnya juga ya jangan lupa😉
Thanks and happy reading...🤗🤗🤗
__ADS_1