Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan

Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan
Bab 19


__ADS_3

Walau terlihat baik-baik saja. Tapi sebenarnya tidak, karena Mama Lulu sangat terluka berjauhan dengan David, putranya yang satu dulu memang sangat dekat dengan nya dan jika ada apa-apa pasti akan berbicara padanya.


'Maafkan Mama Vid, Mama melakukan ini supaya kamu tidak seperti ini terus. Mama ingin kamu segera menikah dan bahagia seperti dua saudara kamu. Rasanya Mama masih belum bisa tenang jika melihat kamu yang belum menemukan pawang kam**u ' ucap Mama Lulu yang masih menangis dalam Diamnya.


.


Jika Mama Lulu sedang sedih memikirkan David. Sedangkan yang difikirkan malah asik berkencan dengan Yunara disebuah taman kota yang ramai pengunjung. Apa lagi sekarang adalah malam minggu dan banyak para muda mudi bermesraan disekitar mereka berdua.


"Maaf ya, aku nggak bisa ngajak kamu ketempat-tempat yang lebih dari taman ini" ucap David yang menatap Yunara.


"Tidak apa-apa kok, aku malah senang bisa Mas ajak kemari dan berdua dengan Mas saja sudah membuat aku senang. Jadi ini saja sudah cukup" ucap Yunara yang mengatakan nya penuh dengan senyuman dibibirnya.


'Anjir! Kenapa senyuman nya begitu manis sih. Jadi pen gue bawa balik' ucap David yang selalu saja seperti itu jika melihat wanita cantik tersenyum.


'His, kenapa jadi wajahnya yang gue inget!' gerutunya lagi. Yang malah mengingat wajah Zahiya yang tersenyum tipis padanya.


"Kenapa Mas?" tanya Yunara yang melihat David malah menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Ah, tidak apa-apa. Hanya sedikit pusing saja" David beralasan dan dia juga memegang keningnya sendiri.


"Oh, apa mau aku belikan obat pusing buat kamu Mas?" tanya Yunara yang sudah panik menatap wajah David.


"Hey, tenanglah. Aku baik-baik saja, kamu jangan panik seperti ini. Aku hanya pusing sedikit dan aku baik-baik saja" ucap David yang memegang tangan Yunara untuk tenang dan tidak panik.


"Tapi tadi Mas bilang pusing. Aku tidak mau jika Mas kenapa-kenapa" ucap Yunara yang mencoba untuk tenang.


'Ini cewek beneran polos atau hanya ingin perhatian dari gue doang? Tapi kenapa perasaan gue biasa-biasa saja padanya? Kenapa kagak ada getaran-getaran nya gitu? Ini sih mirip sama cewek-cewek yang sering gue kencani' ucap David dalam hati.


"Ya pusing saja. Nanti juga baikan" jawab David yang malah merasa ilfil pada Yunara yang seakan-akan dibuat-buat terlihat polos.


"Ya sudah jika Mas tidak apa-apa. Aku hanya merasa khawatir saja pada Mas David" ucap Yunara yang menghembuskan nafasnya sedikit lega. Karena David bilang dia tidak apa-apa.


"Iya, jangan khawatir ya. Aku tidak apa-apa" ucap David menatap Yunara yang sedang mengangguk lalu tersenyum.


Kenduanya saling diam beberapa saat hingga mereka harus segera pulang karena hari kian larut. David mengantarkan Yunara pulang dan dia tidak ikut turun. Karena dia merasa tidak enak jika nanti sudah akrab dan dekat akan merasa canggung jika mereka putus nanti.


"Mas David nggak mampir dulu? Papi dan Mami juga pasti belum tidur" tanya Yunara saat dia akan turun dari mobil David.


"Tidak, terimakasih. Lain kali saja jika ada waktu senggang dan tidak malam-malam seperti ini" jawab David yang mengatakan nya penuh dengan senyuman supaya Yunara tidak sedih saat dia mengatakan itu.


"Ya sudah, aku tunggu loh Mas David kemari untuk bertemu dengan Mami dan Papi. Yang pasti dengan Mami sih, yang belum pernah bertemu dengan Mas David" ucap Yunara yang langsung turun dan masuk kedalam rumah.

__ADS_1


"Ah, kenapa hidup gue rasanya semakin tidak tenang dan tidak nyaman. Apa lagi jika dengan Yunara, hah. Sudahalah, lebih baik jalani saja dulu" gumamnya yang sudah melajukan mobilnya menuju arah rumah. David melakukan itu tanpa dia sadari.


"Kenapa rasanya lemas semua ya seluruh badan gue?" gumamnya yang sudah masuk kedalam rumah dan masuk kedalam kamarnya.


"Hah, badan gue kok menggigil gini ya?" gumamnya yang langsung masuk kedalam selimut tebalnya dan memejamkan matanya.


Semalaman David demam dan tidak ada yang tahu jika dia sudah pulang. Sampai tepat pukul tiga pagi dia bangun akan mengambil air minum malah terjatuh. Dan membuat semua orang yang ada didalam rumah.


PRANK...


BRAK...


BUK...


"Itu suara apa Mas? Jangan-jangan pencuri lagi" ucap Mama Lulu yang membangunkan Papa Devon untuk melihat kearah asal suara.


Papa Devon langsung bangun saat Mama Lulu mengatakan itu. Dan diikuti oleh Mama Lulu yang ikut keluar juga. Diluar juga sudah ada Dava dan Sonya yang terlihat ketakutan dan bersembunyi dibalik punggung Dava.


"Dari mana asalnya?" tanya Papa Devon yang sudah bangun dan sekarang sudah berkumpul dengan Dava dan istrinya dilantai bawah.


"Kedengeran nya sih dari kamar kak David" jawab Dava yang menunjuk pintu kamarnya David.


"Ayo kita cek. Kalian para wanita sebaiknya disini saja, jangan ikut keatas" ucap Papa Devon yang meminta istrinya dan menantunya untuk tetap tinggal.


"Loh, kenapa berantakan?" tanya Dava dan diangguki oleh Papa Devon.


"Iya, setahu Papa bibik selalu membersihkan kamar ini. Kita periksa, siapa tahu saja memang ada pencuri yang masuk kemari" ucap Papa Devon dan diikuti oleh Dava yang membawa tongkat baseball, sedangkan Papa Devon tidak membawa apa-apa.


"Kak David!!!" teriak Dava saat melihat David sudah tergeletak dengan berlumuran darah.


"David!!!" teriak Mama Lulu yang langsung memeluk kepala David yang sudah tidak sadarkan diri.


"Kita bawa kerumah sakit sekarang. Cepat angkat David Mas!" teriak Mama Lulu yang sudah sangat panik karena melihat David yang bersimbah darah ditubuhnya.


"Iya Ma, Mama tenang dulu. Kita akan membawa David kerumah sakit sekarang" ucap Papa Devon yang menenangkan Mama Lulu supaya tidak panik.


"Dav, bantu Papa" ucap Papa Devon yang meminta Dava untuk membantu mengangkat tubuh David.


"Iya Pa" ucap Dava yang langsung mengangkat tubuh David menuju mobil.


Setelah sampai rumah sakit, David langsung mendapatkan pertolongan pertama dari dokter dan dia dinyatakan hanya demam biasa. Jika darah yang ada pada tubuhnya karena terjatuh mengenai pecahan gelas yang dia jatuhkan. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan alan kondisi David sekarang.

__ADS_1


"Kakak ada-ada saja. Masa mau bunuh diri loncat dari tempat tidur, yang ada mati enggak benjut iya" ucap Dava yang malah mengatai kakaknya sendiri.


"Sayang, kalo bicara itu jangan asal kenapa? Orang sedang dalam musibah malah dikata-katai seperti itu. Tidak baik" tegur Sonya yang hanya menggelengkan kepalanya saja saat suaminya julid pada kakaknya sendiri.


"Maaf sayang, aku hanya kesal saja padanya. Sudah tidak pulang lama, pulang-pulang malah kayak gini. Ada-ada saja kan?" ucap Dava yang hanya menghela nafasnya melihat David yang masih belum sadarkan diri.


'Akhirnya loe pulang juga kak, kakak tahu? Kakak sangat beruntung, karena semarah dan sekecewa apapun Mama pada kakak. Tetap saja Mama sngat perhatian dan juga sangat menyayangi kakak, banhkan aki sempat ragu jika aku ini adalah anak Mama juga. Karena sejak dulu yang selalu dapat perhatian dari Mama adalah kakak seorang. Tapi aku senang, kakak bisa kembali dan bisa berkumpul bersama lagi. Segeralah sembuh kak' ucap Dava dalam hati dan dia memang sering merasa cemburu karena tidak terlalu mendapatkan perhatian dari Mama Lulu sebanyak yang dilakukan Mama Lulu pada David.


Tapi dia tetap bahagia jika Mama dan kakaknya kembali baikan. Karena rumah akan terasa ramai dengan kekonyolan David dan kemarahan Mama Lulu setiap pagi dan malam jika David pulang kerja.


"Kalian berdua pulang saja. Kasihan anak-anak kalian dirumah, David biar Mama dan Papa yang menjaganya disini" ucap Papa Devon yang meminta Dava dan Sonya untuk pulang.


"Baiklah Pa, jika kak David sudah sadar kabari saja kami berdua" ucap Dava dan Sonya mengangguk mengiyakan ucapan dari Dava.


Mereka berdua pulang dan didalam ruangan rawat hanya ada Mama Lulu yang terus menggenggam tangan David yang masih terlelap.


"Sayang, lebih baik kamu tiduran saja disini. Aku sengaja meminta kasur tambahan untuk kita istirahat. Jangan membantah! David sedang istirahat juga" ucap Papa Devon yang melihat jika Mama Lulu akan membantah ucapan nya.


"Baiklah" ucap Mama Lulu yang berjalan dengan lesu lalu merebahkan dirinya disamping Papa Devon yang memang sudah berbaring lebih dulu.


Pagi menjelang David sudah bangun dan dia melihat sekeliling yang tampak asing dimatanya dan ada aroma obat juga. Dia mengingat-ingat apa yang terjadi dengan dirinya. Saat dia mengingat dia juga melihat ada sepasang suami istri yang sedang tertidur bersama dengan posisi berpelukan satu sama lain.


"Posesif detected" gumamnya yang melihat jika yang berbaring disana adalah Mama dan Papa nya.


"Dari mana mereka tahu jika aku sakit? Apa ada seseorang yang menghubungi mereka untuk datang kemari atau.... Ah sudahlah, yang penting aku sangat senang dan juga bersyukur. Karena masih bisa melihat mereka berdua dan yang paling penting adalah Mama" gumam David yang memejamkan matanya kembali saat melihat Mama Lulu menggeliatkan tubuhnya lalu terbangun.


"Mas, ini sudah pagi. Sebentar lagi dokter yang visit akan datang, kita jangan seperti ini" ucap Mama Lulu yang langsung masuk kedalam kamar mandi lalu keluar lagi setelah terlihat segar. Mungkin habis mandi.


"Ini anak kenapa masih belum sadar juga? Atau memang dia tertidur?" gumam Mama Lulu yang menatap David masih memejamkan matanya.


"Aneh, bukankah kata dokter dia tidak apa-apa? Hanya demam saja, lalu kenapa masih belum bangun juga? Aku harus memanggil dokter lagi, aku tidak mau jika dokter salah periksa dan salah diagnosis padanya" gumam Mama Lulu lagi yang beranjak setelah menekan tomol diatas ranjang pasien.


'Makasih Ma, Mama sudah sangat perhatian padaku. Aku sungguh minta maaf sama Mama, karena aku belum berani menatap Mama kembali dan aku masih takut jika Mama ternyata masih sangat marah dan kecewa pada David. Maafkan David Ma, maaf' ucap David dalam hati yang merasakan rasa bersalah yang mendalam dalam dirinya dan itu sangat membuatnya merasa sangat sedih.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen vote dan hadiahnya...

__ADS_1


Terimakasih dan happy reading.... 🤗🤗🤗


__ADS_2