
Karena kisah mereka berdua memang sangat unik. Karena sebelumnya mereka saling tidak mengerti perasaan nya, hingga hidup berjauhan dalam jangka waktu yang lama, saat sudah menyadari perasaan mereka masing-masing. Tapi jika memang mereka sudah ditakdirkan untuk bersama, maka akan bersama.
Sekarang adalah tepat satu tahun anniversary mereka berdua. Semenjak keguguran waktu itu Zahiya belum kunjung hamil kembali, bahkan membuat Zahiya sering konsultasi padanya dokter tanpa sepengetahuan dari David. Dan semuwnya baik-baik saja, tidak ada yang salah atau bermasalah pada rahimnya.
Seperti saat ini, Zahiya sedang bersama dengan Aaron yang memang mengajak rekan dokter yang dulu menangani kehamilan wanita yang dititipkan s*erma oleh Albert. Dan Zahiya tidak perlu khawatir, karena kondisinya sangat baik dan sehat untuk hamil kembali.
"Queen, sebaiknya sekarang-sekarang adalah masalah yang baik untuk bisa membuahi sel telur anda Queen. Karena semuanya sangat bagus dan sangat segar sekali. Dan saran saya, selama proses ini anda jangan kemana-mana, lebih baik diam dirumah saja. Karena jika anda keluar, sudah dipastikan klan akan selalu datang menyerang. Lebih baik berjaga-jaga saja Queen" jelas dokter wanita tersebut yang hanya dijawab anggukan kepala oleh Zahiya.
"Apa adanya yang perlu ditanyakan lagi Queen?" tanyanya lagi membuat Zahiya hanya menggeleng dan tidak mengatakan apa-apa lagi.
"Baiklah Queen, kami permisi. Selamat siang" ucap dokter wanita tersebut dan akan diikuti oleh Aaron. Tapi Aaron ditahan oleh Zahiya untuk tinggal disini dulu.
"Iya, terimakasih dok. Nanti bulan depan anda harus datang kemari lagi dengan uncle Aaron" ucap Zahiya yang tidak pernah lupa mengucapkan terimakasih dan maaf jika diperlukan.
"Sama-sama Queen, karena ini sudah tugas saya sebagai dokter anda" jawab dokter wanita tersebut yang segera pergi dari sana, setelah mengatakan itu pada Zahiya.
"Uncle, saya mau uncle menyiapkan alat-alat medis untuk pemeriksaan kandungan jika semuanya sudah terbukti saya hamil. Saya tidak mau jika kejadian beberapa bulan yang lalu terulang kembali" ucap Zahiya yang mengusap perutnya, saat mengingat saat dia harus kehilangan dua baby nya dalam waktu sekejap. Padahal dia belum mengetahui jika dia sedang mengandung.
"Akan saya lakukan Queen. Karena ini sudah tugas dan kewajiban saya sebagai dokter pribadi anda sekarang. Sebaiknya anda jangan banyak fikiran dan harus selalu badrest sepenuhnya, supaya anda tidak terlalu banyak fikiran. Dan itu akan lebih cepat untuk anda hamil kembali" ucap Aaron yang menjelaskan semuanya pada Zahiya.
Zahiya hanya mengangguk dan membiarkan Aaron untuk pergi dari rumahnya sekarang. Mama Lulu dan Papa Devon sudah tahu semua profesi Zahiya, selain dia programmers. Dia juga seorang Queen Mafia, dan mereka berdua hanya bisa diam juga mendukung saja apa yang terbaik untuknya.
Sedangkan anggota keluarganya yang lain tidak tahu, karena itu adalah keinginan Zahiya langsung dan Mama Lulu juga Papa Devon menyetujuinya. Karena jika mereka tahu, sudah bisa dipastikan, mereka akan semakin takut pada Zahiya.
"Apa kamu habis konsultasi lagi sayang?" tanya Mama Lulu yang melihat Zahiya menuruni anak tangga menuju ruangan keluarga bersama dengan Mama Lulu dan Papa Devon yang sedang bersantai disana.
"Iya Ma, aku hanya penasaran saja. Biasanya jika habis kejadian itu akan cepat untuk bisa hamil kembali, tapi... Aku belum juga hamil, aku takut jika bang David kecewa dan sedih karena hal itu. Makanya aku meminta uncle Aaron dan dokter itu memeriksakan keadaan rahimku Ma" jawab Zahiya dengan menunduk dan berulang kali menghela nafasnya pelan.
"Sayang, semuanya itu tidak sama. Dan ada beberapa orang yang bahkan lebih lama lagi dari pada kamu nak, kamu jangan banyak fikiran renyah itu. Dan menjadi beban dalam fikiran kamu tentang memiliki momongan. Kamu ingat auntie Rina? Bahkan dia lebih lama lagi memiliki keturunan, bahkan saat mereka berdua hanya menyerahkan semuanya pada Allah, justru baby hadir tanpa mereka sadari. Jadi intinya, kamu harus bersabar dan serahkan semuanya pada Allah sayang, jangan itu semua menjadi beban untuk kamu sendiri" ucap Mama Lulu yang mencoba memberikan dukungan dan juga membuat Zahiya lebih tenang.
"Makasih Ma, Mama selalu mendukung aku" ucap Zahiya yang merasa jika Mama Lulu mirip dengan grandma Soraya. Karena mereka selalu mendukung dan juga menguatkan.
"Sama-sama sayang, kamu adalah kesayangan kami. Karena kamu bisa membuat playboy karatan itu mau menikah, jika tidak, maka sudah dipastikan. Jika dia akan menjadi perjaka karatan juga hingga sekarang" ucap Mama Lulu yang membuat Zahiya tersenyum tipis dan kembali memeluk Mama Lulu.
"Wah, sepertinya kita ketinggalan sesuatu nih" ucap Safia yang baru bergabung bersama dengan Sonya yang menggendong baby ketiganya.
"Iya kak, sepertinya mereka sedang bahagia dan kita tidak diajak" jawab Sonya yang mengatakan nya sambil duduk disamping Safia.
"Jika para wanita sudah berkumpul, maka Papa akan terasingkan" sela Papa Devon yang membuat semua orang yang ada disana hanya tersenyum saja mendengarnya.
"Jika Papa merasa seperti itu, sebaiknya Papa jngan bergabung dengan para wanita" ucap Safia yang malah menggoda Papa Devon.
__ADS_1
"Benar, Papa akan bermain dengan cucu-cucu Papa saja. Jika disini terlalu lama, maka akan menjadi wanita" ucap Papa Devon yang malah berjalan seperti wanita.
"Hahaha... Papa ada bakat juga untuk menjadi seorang wanita" ucap Safia yang berteriak dan bersiul pada Papa Devon.
"Fi, setidaknya kamu ini bersikap feminim. Kamu bahkan sudah memiliki anak remaja" ucap Mama Lulu yang menatap sambil tersenyum pada Safia.
"Mana bisa Ma, jika sudah seperti ini" jawab Safia sambil tersenyum dan dia bangkit menuju Mama Lulu dan Zahiya yang masih berdiri.
"Apa kamu masih memikirkan ingin memiliki baby Za?" tanya Safia saat sudah dihadapan Zahiya yang hanya bisa mengangguk saja.
"Sebaiknya kamu jangan terlalu memikirkan itu semua. Karena itu akan membuat kesehatan kmu menurun, lebih baik kamu enjoy dan buang fikiran buruk dari dalam fikiran kamu" ucap Safia yang mengusap pipi Zahiya, karena usianya saja lebih Muda dari Sonya. Apa lagi dari dirinya.
"Itu yang sudah Mama katakan padanya tadi. Bahkan sudah setiap bulan dan dipagi yang sama selalu menggunakan test peck. Mama tidak menuntut untuk itu, begitu juga dengan David yang malah sepertinya dia itu happy-happy saja tuh" ucap Mama Lulu meninmpali dan itu mengatakan nya sambil senyum-senyum, supaya Zahiya tidak memikirkan kehamilan terus.
"Benar yang dikatakan kakak ipar. Jika kakak mau, kakak bisa mengurus dan ikut menjaga baby aku ini. Siapa tahu itu bisa menjadi pancingan" ucap Sonya yang mendapatkan toyoran dari Safia.
"Jangan mau Za, dia ini modus. Yang ada dia sangat Dava akan berduaan tanpa adanya gangguan dari anak-anaknya yang kadang-kadang membuat pusing orang lain" ucap Safia yang mengatakan nya penuh dengan semangat pada Zahiya.
"Namanya juga usaha kak. Siapa tahu kakak ipar mau, kan aku bisa melakukan apa yang kakak bilang tadi" jawab Sonya yang mengusap keningnya sendiri, karena toyoran dari Safia tadi.
"Usaha sih usaha. Jika merepotkan orang bukan usaha namanya" ucap Safia lagi dan itu membuat Mama Lulu dan Zahiya tersenyum melihat perdebatan mereka berdua.
"Sudah-sudah, nggak apa-apa kok kak. Aku akan mencoba belajar menjadi seorang Ibu lagi, siapa tahu aku sudah lupa cara mengurus baby" ucap Zahiya yang menggendong baby boy yang malah langsung tersenyum pada Zahiya.
"Hai, kita main dengan bang Ez yuk" ucap Zahiya yang berjalan sambil menggendong baby boy nya Sonya menuju kamar Alvarez yang sudah tidak mau tidur bersamanya lagi.
"Dia memang baik-baik dan juga lembut sebenarnya. Hanya saja tidak pernah memperlihatkan itu semua pada semua orang. Semoga saja keinginan nya menjadi seorang Ibu segera terwujud. Amiin" ucap Mama Lulu yang melihat Zahiya sedang berjalan menjauh dari mereka bertiga.
"Amiin, Mama benar. Dia memang sangat penyayang dan juga sangat dekat dengan anak-anak, bahkan anak-anak ku saja rela mengganti panggilan auntie menjadi Mimi juga. Karena mereka selalu bilang jika Zahiya sangat baik dan juga selalu menyayanginya" ucap Safia yang mengaminkan do'a dari Mama Lulu.
.
Sedangkan ditempat yang berbeda, David sedang sibuk mengurus dua perusahaan sekaligus. Karena sekarang PENZ.DRC juga David yang menghandle semua pekerjaan nya. Walau ada asisten pribadinya, tetap saja membuat David semakin sibuk dibuatnya.
"Huh, jika seperti ini terus. Gue bisa-bisa stres dan gila ini, pekerjaan menumpuk dan sebanyak ini" gumamnya yang menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi kebesaran nya.
"Gue harus minta bantuan Daddy mertua, untuk memberikan keringanan dan menambah asisten pribadi buat gue. Aaaa, gue mumet banget" gumamnya yang malah mengacak-ngacak rambutnya sendiri hingga berantakan.
"Kenapa loe? Gue panggil-panggil kagak nyaut, taunya sedang jadi orang gila" ucap Guntur yang sudah duduk dihadapan David.
"Gue pusing banget Gun. Coba loe liat ini kerjaan, kagak ada berhentinya. Bisa-bisa otak gue berasap dan mungkin sudah kebakaran didalam sana" jawab David yang meletakan kepalanya diatas meja.
__ADS_1
"Ya mau gimana lagi, loe yang terpilih menjadi CEO didua perusahaan besar. Bahkan lebih besar dari perusahaan loe sendiri, loe nikmatin saja semuanya. Atau loe minta bantuan bini loe buat cari asisten tambahan. Gue juga ikut prihatin melihan keadaan loe yang seperti ini" ucap Guntur yang mengatakan nya dengan serius dan tidak bercanda lagi. Apa lagi melihat kondisi David yang seperti ini.
"Gue juga sudah berencana memintanya pada bokap mertua gue. Karena gue nggak sanggup, kecuali suami Zaniya maupun membantu gue, itu akan sedikit meringankan beban gue" ucap David yang menghela nafasnya berulangkali dan dia memejamkan matanya sekejap.
"Loe hubungi saja dia sekarang. Siapa tahu dia mau diajak kerjasama dengan loe dan juga jangan lupa, loe kasih tahu juga mertua loe itu. Karena itu masih atas keputusan dia bukan?" tanya Guntur yang dijawab anggukan oleh David.
Saat mereka sedang mengobrol ternyata dia orang yang sedang mereka bicarakan memang ada disana dan mendengarkan semua pembicaraan mereka berdua. David dan Guntur belum sadar akan kedatangan keduanya dan ada beberapa bodyguard juga ada disana, untuk mengamankan King mereka.
"Apa saya mengganggu waktu kalian?" tanya Zayn yang sudah duduk diatas sofa yang tidak jauh dari mereka berdua, dengan diikuti oleh Tama.
"Dad, sama sekali tidak" jawab David yang segera bangkit dan menyalami Zayn dengan hormat.
"Kalo gitu, gue balik ya Vid. Nanti kita bahas lagi masalah kita, saya pamit undur diri Tuan Z. Permisi" ucap Guntur yang pamit pada David dan Zayn bergantian.
"Oke, hati-hati" ucap David yang segera duduk dihadapan Zayn dan Tama yang sama-sama datarnya.
'Huh, menghadapi satu saja sudah bisa membuat gue mati kutu. Sekarang malah ada dua orang yang sama-sama datar dan tanpa ekspresi, tapi memang masih lebih menakutkan Daddy mertua gue dibanding ipar gue itu' ucap David dalam hati dan saat Zayn akan mengatakan sesuatu. Pintu ruangan David diketuk dari luar dan munculah office boy dan juga dia orang pengacara dibelakangnya.
"Langsung saja jelaskan" ucap Zayn saat dia pengacara tersebut duduk dan mengeluarkan berkasnya masing-masing.
Dua pengacara itu langsung menjelaskan tujuan nya kemari dengan Zayn dan Tama. Mereka diminta oleh Zayn untuk menyerahkan tanggung jawab mengelola PENZ.DRC berdua dan kedua pengacara tersebut adalah orang yang akan membimbing keduanya. Itu membuat David bisa bernafas dengan lega, karena dia bisa mengrjakan pekerjaan nya dan juga PENZ.DRC dengan seimbang.
"Apa kalian setuju dengan pengaturan itu Tama, David?" tanya Zayn dengan sangat tegas dan itu membuat nyali David ciut. Berbeda dengan Tama yang sudah biasa seperti itu.
"Saya siap Dad" jawab Tama dengan sangat tegas dan lugas mengatakan nya pada Zayn.
"Saya juga setuju Dad. Karena saya akan menyerah sebelumnya, jika saja Daddy menyerahkan tanggung jawab sebesar itu. Karena saya tidak mungkin bisa menghandle semua pekerjaan dalam satu waktu yang sama" jawab David yang mengatakan sejujurnya pada Zayn.
"Itu bisa saya terima. Karena perusaan itu memang untuk Zahiya dan Zaniya, karena mereka tidak mungkin melakukan itu. Maka saya serahkan pada kalian berdua, kalian atur saja untuk pekerjaan nya. Dan mereka berdua akan menjadi asisten pribadi kalian berdua, kalian bisa aktif dalam pekerjaan kalian seperti biasa. Dan mereka berdua yang akan menghandle semua tugas-tugas kalian berdua dalam PENZ.DRC. Apa kalian berdua faham?" tanya Zayn dengan tatapan tajamnya dan juga mengintimidasi David dan Tama.
"Baik Dad" jawab mereka berdua kompak dan itu membuat Zayn merasa sangat senang dan dia tidak salah menyerahkan perusahaan nya pada dua orang yang memang pantas mendapatkan semunya.
'Kau memang benar Queen, jika kedua pria ini akan menjaga PENZ.DRC dengan baik dan akan membuat lebih maju dan lebih besar lagi. Sampai penerus selanjutnya hadir dan siap untuk melanjutkan kerajaan bisnis ini' ucap Zayn dalam hati saat mengingat pembicaraan nya dengan Zahiya sebelumnya.
"Perkenalkan Tuan, saya Mark dan saya sebagai asisten pribadi anda sekarang" ucap seorang pemuda yang memperkenalkan dirinya pada David.
"Selamat datang Mark, semoga kita bisa bekerjasama dengan baik" jawab David dengan tegas dan dia menampilkan aura pemimpin yang kuat dalam dirinya.
"Perkenalkan Tuan, saya Jimmy dan saya yang akan menjadi asisten pribadi anda sekarang" ucap pemuda yang bernama Jimmy pada Tama.
"Salam kenal juga. Semoga kita bisa kerjasama dengan baik" jawab Tama dengan datarnya dan itu sudah sangat biasa. Karena Tama memang selalu irit dalam berbicara dengan siapa saja.
__ADS_1
"Semuanya sudah selesai dan clear. Saya akan pergi sekarang, jika masih ingin membahas masalah pekerjaan kalian bisa diskusikan sekarang juga. Karena saya lihat pekerjaan sedang banyak dan menumpuk" ucap Zayn yang melihat tumpukan-tumpukan berkas diatas meja David.
Semuanya saling pandang dan mengangguk akan apa yang dikatakan oleh Zayn pada mereka. Zayn langsung pergi setelah pembahasan itu selesai.