
"Apa maksud loe? Sudah salah tetap saja salah. Loe mau menutupi semua kesalahan nya? Wah, Wah, kalian memang hebat. Sekali ba***at tetap saja ba***at!" ucapnya dengan tatapan nyalang dan penuh permusuhan pada David.
"Gue memang ba***at dan ba****an. Tapi gue tidak munafik seperti loe!" jawab David yang sudah geram akan kelakuan Rania yang selalu semena-mena terhadap semua orang.
"Loe bisa saja menampilkan wajah malaikat loe didepan kedua orang tua Galang. Tapi itu semua tidak akan bisa menipu gue yang sudah sangat tahu siapa loe sebenarnya. Gue tahu, kalo loe itu dendam banget sama gue. Karena gue pernah nolak loe buat ajak senang-senang bukan?" ucap David lagi yang malah memancing keributan didalam perusahaan nya sendiri.
"Saya tanya pada Om dan Tante khususnya. Apa Om dan tante tahu jika Galang mengalami tekanan batin maupun mental memiliki seorang istri yang toxic dan hanya bisa memanipulasi keadaan? Juga membohongi kalian berdua tentang.... Sesuatu yang sangat besar? Apa kalian berdua tahu? Atau tidak mau tahu?" tanya David yang mulai mengungakapkan apa yang ingin diungkapkan oleh Galang pada kedua orang tuanya itu.
"Apa Om dan tante tahu semua itu? Atau memang Om dan tante menutup mata dan telinga kalian untuk bisa membuat perusahaan om yang terancam gulung tikar?" ucapan David sukses membuat kedua orang tua Galang menjadi diam dan mati kutu. Mereka berdua saling pandang dan tidak berani mengatakan apa-apa, apa lagi membantah ucapan dari David.
"Kenapa kalian semua diam? Apa yang saya katakan benar atau memang kalian merasa bersalah pada putra kalian sendiri dan putra tunggal kalian. Apa mata hati kalian sudah tertutup hanya karena harta? Sungguh saya sangat menyayangkan hal itu Om dan tante" ucap David yang sudah sangat geram akan situasi seperti ini.
Saat David akan membuka mulutnya lagi tiba-tiba pintu ruangan nya dibuka dengan sangat kencang dan ternyata Galang yang masuk dengan penampilan yang sudah acak-acakan dan sepertinya juga tidak tidur semalaman. Membuat wajahnya lusuh dan ada lingkaran hitam dimatanya.
Semua orang langsung memandang kearah Galang yang baru masuk dan tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya sedang mengatur nafasnya yang ngos-ngosan karena berlari menuju ruangan David.
PLAK...
PLAK...
Tanpa diduga Rania langsung mena*par Galang hingga Galang hanya tersenyum sinis lalu menatap wajah Rania penuh dengan tatapan merendahkan dan juga menghinanya.
"Puas kamu sudah menghianati ku hah! Apa kamu tidak sadar dengan apa yang kamu lakukan itu sangat memalukan! Sungguh, memang benar. Jika buah jatuh tidak jauh dari pohon nya, sekalipun dia bilang berubah. Tetap saja, sekali penghianat akan tetap kenjadi penghianat!" teriaknya dihadapan wajah Galang yang hanya diam dan tersenyum meliahat dan mendengarkan apa yang dikatakan oleh Rania padanya.
"Rania. Apa maksud kamu penghianat dan buah jatuh tidak jauh dari pohon nya? Apa kamu menuduh saya dan suami saya penghianat? Apa ini balasan kamu sebagai seorang wanita dan juga menantu pada mertuanya yang selalu membela kamu? Walau kamu yang bersalah? Kami berdua tidak pernah melakukan penghianatan seperti yang kamu tuduhkan. Jika kamu hanya ingin menjelek-jelekan kami silahkan kamu pergi dari rumah kami" ucap Ibu Galang yang juga tersulut emosinya karena ucapan dari Rania yang sangat menusuk.
"Apa Mama bilang? Rumah kami? Apa aku tidak salah dengar? Yang seharusnya pergi itu kalian, kalian yang harus pergi. Karena kalian yang menumpang, bukan aku. Oh iya, satu lagi. Perusahaan juga sudah menjadi milik ku, kalian tidak ada hak apa-apa lagi. Jadi kalian semua ini hanya benalu, Mama ngerti? Benalu" ucapnya yang memang tidak memiliki rasa hormat sedikitpun pada orang tua Galang.
"Cukup Ran, cukup. Kamu boleh menghina dan menhin*ak-ngin*ak harga diri dan wibawa ku selama ini. Tapi tolong, jangan pernah menghina kedua orang tua ku. Mulai sekarang aku Galang Mahendra dengan sadar dan tidak ada dorongan dari siapapun dan dari pihak manapun akan mentalak kamu sekarang juga. Rania Wicaksono saya TALAK TALAK TALAK kamu dan saya haramkan kamu untuk menjadi istri dan bagian dari hidup saya" ucap Galang yang langsung mengucapkan tiga kali kata talak yang membuat semua orang menatap kearahnya dengan tatapan yang tercengang.
"Galang, kenapa kamu menalaknya? Apa kamu tidak kasihan pada putrimu yang masih kecil dan masih membutuhkan kamu? Ingat nak, perceraian sangat dibenci oleh Allah nak. Kamu jangan asal mengucapkan kata talak. Pamali" ucap Ibunya yang sudah menangis dan dia kasihan terhadap cucunya yang masih kecil itu sudah harus melihat pertengkaran dan perpisahan diantara kedua orang tuanya.
"Ma, Mama jangan khawatir karena Regina bukan anak Galang. Dia adalah anak dari kekasihnya Rania yang tidak mau bertanggung jawab, Mama jangan pernah memaksa Galang untuk menarik kata-kata Galang lagi. Keputusan Galang sudah bulat dan semuanya sudah Galang urus. Mama jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja" ucap Galang yang menenangkan sang Mama supaya tidak histeris karena pertengkaran mereka.
"Rania, aku sudah membebaskan kamu. Aku dan orang tua ku akan mengambil barang-barang kami lalu pergi. Kamu tidak perlu khawatir jika kami membawa barang-barang berharga dalam rumah yang sudah aku hibahkan pada kamu. Tapi jika perusahaan, itu masih tetap milik ku. Karena semua surat-surat penting sudah aku amankan dan itu sebelum aku mengenal kamu dan keluarga kamu itu" ucap Galang yang membuat Rania marah padanya dan ingin mengamuk. Tapi tidak bisa karena ada dua security yang mengusirnya dari ruangan David.
"Ingat Galang, aku tidak akan tinggal diam! Aku akan membuat perhitungan dengan mu. Camkan itu Galang!" teriak Rania sambil dise*et oleh dua security.
__ADS_1
"Galang, maafkan kami. Kami sudah bersalah pada kamu nak, kami sudah membuat kamu menderita dalam pernikahan yang sama sekali tidak kamu inginkan. Kami minta maaf" ucap Mama nya yang akan berlutut tapi dicegah oleh Galang dan langsung memeluk tubuh sang Mama.
"Mama tidak bersalah. Kalian tidak bersalah, semua ini mungkin memang sudah ditakdirkan untuk Galang Ma. Mama jangan menyalahkan diri sendiri, semua ini sudah digariskan oleh Allah Ma" ucap Galang yang langsung memeluk tubuh Mama nya itu.
"Kenapa disini jadi ada banyak drama? Pertama drama pertengkaran lalu perceraian dan talak menalak. Sekarang drama melancholic, sungguh ini perusahaan atau stasiun televisi?" ucap David yang malah menangis dengan sangat kencangnya saat melihat Galang dan kedua orang tuanya juga sedang menangis damn sambil berpelukan bersama.
"His, kenapa gue jadi mual ya lihat loe yang lebay kayak gini sih Vid?" tanya Guntur yang bergidik melihat tingkah David yang absurd.
"Apa loe nggak lihat? Lihat mereka itu sangat menyentuh hati banget" ucapnya sambil membuang ingusnya menggunakan tisu lalu membuangnya kearah Guntur.
"Ihhh... Loe jorok banget sih!!" teriak Guntur yang langsung pergi dari sebelah David menjadi kearah Ben dan Bima.
"Kalian ini kenapa jadi seperti anak kecil sih. Mereka sedang sedih dan menyadari kesalahan yang sudah mereka lakukan. Dan semoga saja keluarga Guntur dan juga Guntur mendapatkan hidayah juga supaya bisa tahu mana yang salah dan mana yang benar" ucap Bima yang mengucapkan kata sindiran untuk Guntur.
"Sue loe! Gue mah baik-baik saja sama keluarga dan bini gue. Jadi mana ada drama-drama seperti ini" ucap Guntur yang melemparkan bantal sofa pada Bima.
"Sudah-sudah, lebih baik kita jangan membahas masalah ini lagi. Kita harus segera melakuakan hal yang lebih penting lagi. Lang, bagaimana kondisi istri kamu? Apa dia sudah sadar?" tanya Ben yang lebih waras dari semua orang yang ada disana.
"Iya benar, bagaimana keadaan nya nak? Kenapa kamu hanya diam saja?" tanya Mama dan Papa nya yang menatap kearah Galang yang hanya diam mematung mendengar pertanyaan dari kedua orang tuanya.
"Galang, katakan sesuatu? Katakan nak. Katakan!" teriak Mama nya yang memegang kedua lengan Galang dan sedikit mengguncangnya dengan kencang.
"Apa!!!" teriak semua orang yang ada disana. Dan mereka tidak menyangka akan semua kejadian ini dan semuanya begitu cepat apa lagi ini semua menyangkut tentang Galang.
"Dia sudah tiada bersama dengan calon anakku. Dia sudah tiada, dia sudah pergi untuk selamanya. Dia sudah tidak ada lagi" ucap Galang sambil menangis dan memeluk sang Mama.
"Ya Allah, kenapa engkau menghukum putra kami. Disini kami yang bersalah, kenapa dia yang engkau hukum dengan begitu berat seperti ini?" ucap Mama nya Galang yang menangis sesegukan sambil terus memeluk Galang yang sudah terduduk dilantai dan dipeluk oleh sang Mama dan Papa nya juga.
David, Guntur, Ben dan Bima juga ikut merasakan kesedihan yang mendalam bagi Galang. Dia begitu banyak mendapatkan cobaan yang begitu bertubi-tubi. Bahkan saat dia ingin memulai kehidupan nya dengan istri yang dia harapkan malah berakhir mengenaskan seperti ini. Sungguh, semua orang ikut merasakan sakit dan juga kesedihan yang dialami oleh Galang.
"Loe yang sabar Lang. Semua pasti akan indah pada waktunya, mungkin saja Tuhan sedang menguburnya umatnya kuat atau tidaknya menghadapi cobaan darinya. Loe harus bisa lebih kuat dan bisa bangkit kembali" ucap Ben yang mendekat dan mengusap bahu Galang yang masih bergetar karena menangis.
"Iya Lang. Kami semua akan selalu ada untuk loe, kami sangat menyayangi dan kami akan mendukung dan membantu loe sebisa dan semampu kami semua Lang" ucap Bima juga menghampiri Galang yang berada dilantai dan menunduk.
"Boleh kita semua mengunjungi makamnya? Kami turut berbela sungkawa Lang. Semoga istri dan anak loe diterima disisinya" ucap Guntur yang juga mengatakan bela sungkawa dan mendo'akan kebaikan untuk almarhumah.
"Kita semua akan kemakamnya sekarang juga. Kata Ibu dan Bapak mertua ku Naila akan dimakamkan sekarang. Semoga belum terlambat untuk melihatnya langsung" ucap Galang yang langsung bangkit dari duduknya dan langsung berlari seperti orang yang sudah tidak waras lagi dan berlari tak tentu arah.
__ADS_1
"Galang tunggu. Galang, kami juga akan kesana. Tolong berhentilah" teriak semua orang yang sedang mengejar Galang yang sedang berlari.
Akhirnya mereka semua berlarian saling mengejar dan yang dikejar oleh mereka adalah Galang. Mereka semua bisa mengejar dan menahan Galang. David menahan Galang untuk berlari lagi.
David langsung membawa Galang masuk kedalam mobilnya dan mengendarainya menuju rumah kedua mertua Galang. Dan benar saja, disana sudah banyak orang dan juga terpasang bendera warna kuning disana.
Galang langsung pergi dan masuk kedalam rumah dan melihat kearah wanita cantik yang terbaring kaku dilantai. Galang langsung memeluk tubuh yang sudah dingin itu dan menangis didepannya.
"Naila, maafkan aku. Aku sudah banyak melakukan kesalahan pada kamu. Maafkan aku" ucap Galang sambil mengguncang tubuh istrinya yang sudah kaku.
"Tolong, jangan seperti ini. Bangunlah, kamu hanya marah padaku kan? Kamu sedang menghukum aku kan? Karena aku telah berbuat terlalu jauh pada kamu. Tolong bangunlah, jangan hukum aku lebih dari ini. Bangunlah Naila, bangunlah sayang. Aku mencintaimu dan juga calon anak kita" ucap Galang yang memeluk zas*d Naila, istrinya.
Tiba-tiba tubuh yang kaku itu bergerak dan langsung bangun lagi. Semua orang yang ada disana menjadi panik dan ketakutan melihat Naila yang bangun kembali. Bahkan David sudah berteriak heboh saat melihat itu.
"Anjir, ternyata bininya sigalang hanya mati suri doang. Alhamdulilah" ucap David yang diawal kata-katanya nyeleneh tapi diujung kalimatnya mengucapkan syukur akan kejadian itu.
"Sayang, Alhamdulilah. Terimakasih ya Allah, engkau telah mendengarkan do'a-do'a hamba yang hina ini. Telah mengembalikan istri hamba. Sayang, ternyata kamu bangun juga, maafkan aku, sungguh aku minta maaf. Aku berjanji akan meluangkan waktu untuk kamu dan baby kita, jangan pernah membuat aku panik lagi. Jangan pernah sayang" ucap Galang yang langsung memeluk dan menciumi seluruh wajah istrinya lalu memeluknya lagi.
Sedangkan semua orang termasuk kedua orang tua Galang dan kedua orang tua Naila saling pandang dan tak berapa lama seorang dokter datang karena dipanggil oleh Bima dan Ben yang memanggil dua dokter sekaligus untuk memastikan kesehatan istri sahabatnya itu.
Akhirnya setelah diperiksa dan mendapatkan perawatan yang intensif, kondisi Naila mulai membaik. Kedua orang tua juga saling berkenalan dan menerima satu sama lain, tidak ada drama saling menyalahkan dan saling menuduh lagi. Sekarang Galang juga terlihat lebih bersemangat dan tidak mau jauh-jauh dari istrinya.
"Dasar bucin" ucap David yang melihat betapa perhatuan dan posesifnya Galang pada istrinya itu.
"Iri? Bilang bos" ucap Galang yang sudah mulai kembali pada jalurnya lagi.
"Akhirnya setelah melewati tujuh rintangan dan tujuh halangan, bahkan petulangan mencari tujuh bola dragonboll juga tidak ada apa-apanya dengan perjalanan hidup sahabat kita yang satu ini" ucap Guntur yang sangat nyeleneh itu.
Semua orang yang awalnya nangis-nangis dan sedih-sedihan sekarang malah tertawa terbahak-bahak menertawakan ucapan Guntur yang memang selalu bisa membuat semua orang senang dan bahkan membuat kesal juga.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian semua ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya....
__ADS_1
Othor tidak akan pernah bosan buat selalu mengingatkan untuk selalu support dan dukung terus karya Othor yang masih banyak kekurangan....
Happy reading.... 🤗🤗🤗