Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan

Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan
Bab 33 Detektif Conan part2


__ADS_3

Keesokan harinya David melakukan apa yang sudah dia dan sahabat-sahabatnya rencanakan. Hingga dia tidak sengaja bertemu dengan Yunara yang sedang jalan dengan seorang pria muda dan terlihat mereka berdua sangat mesra.


"Bukankah dia gebetan loe Vid?" tanya Guntur yang melihat Yunara juga menatap kearah David dengan tatapan yang penuh kerinduan dan juga sangat sedih.


"Biarkan saja. Gue sudah tidak mood lagi untuk membahas wanita, gue sudah pusing dengan sosok wanita yang bahkan akan menjadi milik orang lain" ucap David yang membuat sahabat-sahabatnya saling pandang dan mengedikan bahunya bingung.


"Loe masih memikirkan putri dari Tuan Z? Sebaiknya loe jangan pernah melakukan itu, walau hanya memikirkan nya saja. Karena setahu gue, bokapnya itu adalah King Mafia. Dan dia sangat ditakuti oleh semua orang, bahkan namanya sudah lebih terkenal dari persiden negri ini" ucap Galang yang ikut nimbrung ucapan Guntur.


"Lalu, apa loe akan diam dan seperti orang yang sedang patah hati? Come on Vid, masih banyak wanita didunia ini dan itu tidak akan habis stok. Jadi move on saja" ucap Guntur yang malah membuat David dan kedua sahabatnya yang lain memberikan pukulan sayangnya pada Guntur.


"Loe, kalo ngomong asal jeplak mulu. Tuh mulut kagak pernah loe pake Bismilah apa? Atau mau gue rukiyah saja sekalian" ucap David yang kesal pada sahabatnya yang satu ini.


"Kita itu disini mau membahas masalah penting. Bukan malah membahas masalah yang tidak penting. Sekarang apa yang akan kita lakukan dengan semua ini? Gue terusterang saja buntu, otak gue kagak bisa diajak kompromi untuk berfikir" ucap David yang malah menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi yang sedang dia duduki.


"Bagaimana jika kita menjadi detektif Conan saja? Bukankah itu akan seru dan kita bisa melakukan nya dengan teliti" ucap Guntur yang langsung mendapatkan pukulan lagi dari mereka bertiga.


"Oke-oke, gue nyerah dan kagak bakalan ngomong lagi. Sakit tahu loe pada gebukin gue tetus" ucap Guntur yang langsung diam dan tidak mengatakan apa-apa lagi.


"Kita serahkan saja semuanya pada orang kepercayaan Ben sendiri. Gue yakin jika orang-orang Ben sangat banyak dan juga setia, karena ini menyangkut keluarga satu-satunya. Jadi kita bantu seperlunya saja, toh jika memang dia masih ada didunia ini. Pasti akan muncul walau belum tahu kapan waktunya tiba" ucap Bima yang membuat ketiga sahabatnya hanya mengangguk dan mendengarkan apa yang dikatakan oleh Bima.


"Gue setuju. Karena gue tidak mungkin melakukan hal itu, loe semua tahu sendiri bukan. Jika bini gue sedang hamil dan membutuhkan banyak biaya juga perhatian dari gue. Gue nggak mungkin harus kehilangan kepercayaan dari mereka lagi, apa lagi dari bini gue. Gue semakin tidak bisa melakukan itu semua" ucap Galang yang dijawab anggukan oleh ketiga sahabatnya.


"Gue setuju. Apa lagi gue sedang berusaha untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan terbesar didunia. Gue ingin fokus dan mengembangkan semuanya, gue nggak mungkin lepas tangan dan tanggung jawab gue sebagai pemilik D.DRC" ucap David yang juga mendapatkan anggukan dari ketiga sahabatnya.


"Oke, semuanya sudah sepakat dan kita serahkan semuanya pada orang-orang kepercayaan Ben?" tanya Bima yang langsung dijawab oleh semuanya dengan kompak. Lalu mereka berempat mengobrol santai, hingga Yunara tiba-tiba menghampiri David dan memeluknya tanpa malu.


"Aku sangat merindukan kamu sayang. Kenapa kamu tidak pernah menghubungi ku dan datang padaku?" tanya Yunara yang membuat sahabat David hanya diam dan mengedikan bahunya.


"Loe, apa-apaan sih Yuna? Apa loe nggak malu dilihat banyak orang dan lagi. Bukankah kamu sedang jalan dengan orang lain dan kamu malah menghampiriku dan memanggilku dengan sebutan itu" ucap David yang melepasakan pelukan Yunara padanya.


"Kamu yang apa-apaan? Kenapa kamu malah menghilang dan tidak ada kabar sama sekali padaku? Apa sebatas ini saja hubungan kita? Apa kamu mamang hanya ingin mempermainkan perasaan aku saja?" tanya Yunara yang sudah akan menangis saat mengatakan itu pada David.


"Hubungan seperti apa yang kamu maksud? Bukankah diantara kita tidak ada hubungan apa-apa? Dan satu lagi, aku perjelas pada kamu. Aku hanya pernah bilang jalani dan tidak akan ada campur tangan dalam masalah ini. Jika cocok lanjut, jika tidak selesai. Apa kamu tidak mengerti juga dengan kata yang aku ucapkan padamu sebelumnya?" David malah baik bertanya pada Yunara dan itu membuat Yunara langsung menangis.


"Aku hamil David Tomlinson! Aku hamil anak kamu, makanya aku ingin bagaimana kelanjutan hubungan kita" ucap Yunara yang melemparkan test pack yang memang benar, jika dia sedang hamil.


"Kamu gila, kita bertemu saja tidak setelah aku bertemu dengan mu terakir kali. Apa perlu aku memberikan bukti pada mu dan akan membuat mu semakin malu? Aku bahkan tidak pernah memeluk kamu, jangankan menyentuh. Memeluk saja aku tidak pernah, kamu malah bilang hamil anak aku? Dasar aneh" ucap David yang menatap sinis pada Yunara.


"Nona, maaf ya. Bukan nya kami mau menyela, setahu saya David ini adalah seorang pria impotent. Mana mungkin bisa membuat anda hamil, jadi itu sangat tidak mungkin" ucap Guntur yang mulai jengah dengan drama pertengkaran didepan nya saat ini.


Guntur langsung mendapatkan pelototan tajam dari David saat dia mengatakan jika dia adalah pria impotent. Guntur yang mendapatkan pelototan tajam dari David hanya bisa nyengir kuda dan dia tidak ingin semuanya berlarut-larut dalam masalah ini.


"Benar yang dikatakan olehnya. Makanya dia terkenal sebagai playboy karatan, karena tanpa dijelaskan saja semuanya sudah ketahuan. Jadi anda salah sasaran Nona, jika anda ingin mengikatnya dengan kehamilan anda ini" ucap Galang yang juga sudah bisa menebak jika Yunara adalah wanita yang ambisius untuk bisa memeiliki apa yang dia inginkan dan menjadi targetnya.

__ADS_1


"Kamu sudah dengar sendiri bukan, apa yang dikatakan oleh mereka berdua. Apa masih belum percaya juga?" tanya David menatap Yunara yang masih menangis lalu pria yang datang bersama dengan nya menenangkan Yunara.


"Sudah, jangan menanis. Pria seperti dua memang tidak pantas untuk disebut seorang pria. Karena pria yang tidak pernah mau mengakui apa yang telah dia perbuat adalah banci. Jadi kamu jangan menangis, aku yakin jika memang dia Ayah dari bayi kamu ini. Dia pasti akan merasakan apa yang namanya mengidam. Lebih baik kita pulang saja, jangan membuat diri kamu memalingkan malu lagi oleh mereka yang sama-sama ba*ingan" ucap pria tersebut yang langsung membawa Yunara pergi dari hadapan David dan sahabat-sahabatnya.


"Aku akan bilang ini pada kedua orang tua kamu David. Supaya kamu tidak akan mengelak lagi dari tanggung jawab. Karena aku tidak pernah melakukan ini dengan siapapun selain kamu. Jadi tunggu saja, aku akan datang kerumah kamu" ucap Yunara yang mengancam pada David yang hanya diam dan menatap sinis pada Yunara.


"Silahkan saja. Bahkan mereka semua sudah tahu jika aku tidak pernah melakukan itu padamu, aku tidak takut dan tidak akan lari dari tanggung jawab. Jika memang itu aku yang melakukan nya" ucap David yang menantang Yunara untuk datang kerumahnya.


"Baik, ini mau kamu, aku akan datang kesana" ucap Yunara yang tidak takut dan menantang David. Lalu dia pergi meninggalkan David dan sahabat-sahabatnya.


"Loe, benerkan tidak pernah melakukan itu semua?" tanya Galang yang melihat jika David tidak merasa takut atau gugup saat ditanya oleh Galang.


"Buat apa gue ngelakuin itu semua. Sekarang, gue tanya pada loe semua? Setelah gue sembuh dari sakit gue, kapan gue keluar rumah dan dari pengawasan nyokap gue?" tanya David yang membuat ketiga sahabatnya mengangguk mengerti.


"Iya, gue percaya pada loe. Cuman, gue saranin sama loe. Supaya loe lebih berhati-hati lagi menghadapi wanita ambisius seperti dia. Karena gue yakin, jika dia akan melakukan segala cara untuk mengikat loe dengan cara-cara liciknya itu. Karena wanita seperti dia sudah bisa ditebak" ucap Bima yang meminta David untuk hati-hati dalam menghadapi wanita seperti Yunara. Mungkin saja dia akan nekad dan melakukan segala cara.


"Iya, gue sudah tahu. Apa lagi yang gue denger, jika perusahaan bokapnya sedang dalam masalah karena sudah tidak mendapatkan kerjasama lagi dengan perusahaan gue. Mungkin emak gue sudah mempersiapkan ini semua buat gue nanti" ucap David yang malah santai-santai saja saat mengatakan nya pada ketiga sahabatnya.


"Jadi?" tanya Galang yang langsung dijawab anggukan oleh David.


"Nyokap sudah bisa menebak akan ada kejadian seperti ini. Makanya beliau meminta gue diam dirumah dan stay" ucap David sambil mengangguk lalu dia juga beranjak dari sana saat melihat seseorang yang sedang dia hindari.


"Lah, kenapa tuh bocah? Maen kabur-kabur segala" ucap Guntur yang melihat David pergi dari sana menuju parkiran.


"Wah, pantes saja dia sudah move on. Dia bening banget, gue yakin. Jika dia akan sangat sulit untuk melupakan dan mencari penggantinya. Apa lagi untuk serius" ucap Guntur yang mendapatkan gelengan kepala dari kedua sahabatnya.


"Jangan asal jeplak loe, loe nggak liat disekitaran mereka ada siapa? Loe lihat, banyak orang-orang yang menjaga mereka berdua dari tatapan pria-pria hidung belang seperti loe, salah satunya" ucap Galang yang menunjuk dengan ekor matanya pada beberapa orang yang ada disekitaran wanita itu.


"Lebih baik kita kejar David. Gue tidak yakin jika dia akan baik-baik saja setelah ini" ucap Bima yang langsung diangguki. Lalu mereka semua pergi dan menyulul David.


"Sial banget hidup gue. Kenapa juga harus bertemu dengan kadal kering itu, dan juga. Kenapa dia malah datang dihadapan mata gue? Bikin mood gue sepet saja" gerutu David yang sedang mengemudikan mobilnya entah menuju kemana.


Tiba-tiba dia berhenti didepan masjid yang pertama kali bertemu dengan Jamil. Disana dia bertemu dengan seorang Ustadt yang memang kebetulan sedang mengisi acara tausiah untuk jamaah masjid tersebut.


David mendengarkan ceramah dan tidak lama ketiga sahabatnya juga ikut bergabung. Tapi berbeda tempat dengan David, mereka mendengarkan hingga selesai dan membuat fikiran mereka sedikit jernih. Apa lagi David yang memang sangat membutuhkan ketenangan dalam hidupnya.


'Ya Allah, tolong hilangkan bayang-bayang dia dalam otak hamba Ya Robb. Hamba ingin bisa melupakan nya, hamba akan sangat berdosa jika masih terus memikirkan milik orang lain. Tolong hambamu ini Ya Allah, hamba tidak ingin sekali seperti ini. Tolong ya Allah' ucap David yang memang sangat lelah memikirkan gadis kaku dan juga dingin itu.


David sudah selesai berdo'a dan dia segera pergi laku duduk diteras masjid. Dan David tidak sadari jika ketiga sahabatnya juga ada disana. David hanya bisa menghela nafasnya, lalu dia merebahkan dirinya dilantai yang dingin itu.


"Jadi ini tempat loe mencari ketenangan bro?" tanya Guntur yang juga merebahkan dirinya disamping David.


"Iya, ini adalah tempat paling ternyaman dan paling bisa membuat hati dan fikiran gue tenang" jawab David yang mengatakan nya sambil memejamkan matanya untuk bisa lebih tenang dan relax.

__ADS_1


"Sejak kapan loe tahu tempat ini dan juga seperinya loe memang sudah sering datang kemari?" tanya Bima yang melihat sekeliling masjid. Terlihat sangat bersih dan juga sejuk terawat.


"Belum lama. Mungkin beberapa hari yang lalu, dan tempat ini juga yang mempertemukan gue dengan Jamil. Pemuda yang selalu membantu pekerjaan gue dan juga Adi" jawab David yang langsung bangkit dari berbaringnya dan dia duduk disamping Bima dan Galang.


"Oh, jadi ini tempat yang loe ceritakan waktu itu? Ini memang sangat sejuk dan juga nyaman banget. Seumur-umur, gue baru menginjakan kaki gue kedalam masjid dan melakukan sholat berjamaah bersama dengan para warga yang ada disini" ucap Galang yang pandangan nya terus kedelapan sana.


"Biasanya gue selalu melampiaskan semuanya pada minuman dan juga kedalam club malam. Tapi ternyata malah menambah masalah, berbeda dengan disini yang sangat nyaman dan juga sejuk. Gue yakin ini tidak akan menimbulkan masalah, yang ada membuat semuanya semakin lebih baik lagi" lanjutnya lagi yang melihat Guntur malah terlelap.


"Iya benar. Gue juga masuk kedalam masjid hanya seminggu sekali, itupun karena sholat jum'at" ucap Bima yang mendapatkan anggukan dari David dan Galang.


"Eh buset. Nih anak kagak bisa lihat lantai nganggur sudah dia tiduri" ucap David yang menggelengkan kepalanya saat melihat Guntur yang terlelap sangat nyenyaknya diatas lantai itu.


"Bener banget. Tuh bocah memang kadang-kadang kagak bener, diajak bicara dan diskusi masalah ketenangan. Malah paling tenang sendiri" ucap Galang yang mencoba mengganggu tidur Guntur.


"Bentar, biar gue kerjain dia" ucap David yang meminta kedua sahabatnya juga ikut mengerjai Guntur.


Dengan sengajanya David, Galang dan Bima melucuti semua pakaian yang dikenakan oleh Guntur. Mereka menyisakan kolor dan juga kaos dalam Guntur saja. Dompet, ponsel dan seluruh pakaian nya mereka bawa. Kebetulan Guntur tidak menggunakan mobil, dia malah nebeng menggunakan mobil milik Bima.


"Eh, apa kita tidak keterlaluan ya padanya?" tanya Galang yang kasihan melihat Guntur yang sudah seperti gembel dijalanan.


"Biarkan saja, biar dia kapok. Hahaha" ucap David yang tertawa sangat puas melihat Guntur yang seperti itu.


"Ya sudah, gue balik duluan ya. Soalnya bini gue sudah nelpon terus dari tadi" ucap Bima yang pergi lebih dulu.


"Oke bro. Hati-hati dijalan" teriak David dan Galang saat mobil Bima akan melaju.


"Kita tunggu disini atau pulang sekarang?" tanya Galang yang sudah melihat jam ditangan nya terus-terusan.


"Jika loe mau pulang, pulang saja. Gue tahu jika loe sedang dibutuhkan oleh bini loe yang sedang bunting itu. Biar gue tunggu dia bangun dulu" ucap David yang tahu apa isi kepala Galang.


"Oke deh, gue pulang duluan ya. Ingat loh, jangan keterlaluan padanya. Jika sudah bangun loe berikan pakaian nya" ucap Galang sebelum masuk kedalam mobilnya, lalu melesat pergi meninggalkan David yang tersenyum devil.


"Mbak, tolong jangan dekati dia. Dia orang tidak waras, takutnya akan mengamuk" ucap David yang mengatakan nya pada seorang wanita yang lewat didepan nya dan juga pada orang-orang yang ada disekitaran masjid tersebut.


Semua orang ketakutan melihat Guntur yang sedang tertidur sangat nyenyak itu. Bahkan sebagian dari orang-orang disana tidak berani mendekati masjid yang ada disana. Karena takut pada Guntur yang akan mengamuk.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya....

__ADS_1


Terimakasih and happy reading... 🤗🤗🤗


__ADS_2