
Mama Lulu melihat dokter yang sedang memeriksa David dengan sangat teliti dan menatap wajah David yang mang masih sedikit pucat. Lalu menjelaskan semuanya dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan, karena David hanya sedang tidur saja. Bukan pingsan apa lagi koma, akan sangat tidak mungkin.
"Alhamdulilah ya Allah, ternyata aku hanya berfikiran buruk saja. Dasar anak nakal, kebiasaan. Selalu membuat Mama panik" ucap Mama Lulu yang sudah kembali seperti semula.
"Sayang, kita sarapan dulu. Aku sudah membelikan mu bubur" ucap Papa Devon yang menghampiri Mama Lulu untuk sarapan.
"Iya Mas, sebentar dulu. Aku mau kekamar mandi dulu" jawab Mama Lulu yang mengatakan nya sambil berjalan menuju kamar mandi.
"Boy, Papa tahu kamu sudah bangun sejak tadi. Kamu kira bisa mengelabui Papa kamu ini? Tidak bisa" ucap Papa Devon yang mengatakan nya sambil menatap lekat David.
"Aku memang belum bangun Pa. Aku masih mengantuk dan mau lanjut tidur lagi" ucap David yang mengatakan itu adalah Papa Devon.
Membuat Papa Devon malah tertawa saat David menjawab ucapan nya. Bagaimana bisa jika orang sedang tidur menjawab pertanyaan dari seseorang. Ini tentu akan sangat lucu bukan? Makanya Papa Devon tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan dari David.
Mama Lulu yang baru keluar dari kamar mandi merasa heran dengan suaminya yang tertawa terbahak-bahak. Dia mendekat dan menatap dengan tatapan tajamnya lalu menanyakan apa yang terjadi.
"Kenapa? Kenapa Mas tertawa terbahak-bahak seperti itu? Apa ada yang lucu dengan sesuatu?" tanya Mama Lulu yang masih menatap tajam pada Papa Devon.
"Tidak ada Mama sayang. Hanya tadi mendapatkan kabar jika cucu kita malah nangis-nangis ingin kemari. Jika tidak mereka mengancam akan mogok makan, tapi sebelum mereka mogok makan mereka meminum susu dan makan nasi goreng dengan sangat banyak. Bagaimana aku tidak tertawa saat mendengarnya" ucap Papa Devon yang mengatakan alasan nya tertawa. Tapi itu memang benar, karena tadi saat membeli sarapan dia mendapatkan telinganya dari Dava yang menceritakan tingkah anak-anaknya itu.
"Hahaha, jadi mereka semua melakukan itu? Siapa yang memprovokasi mereka? Pasti ada yang melakukan itu semua, karena mereka tidak mungkin melakukan itu tanpa adanya yang menyuruh mereka melakukan nya" tanya Mama Lulu pada Papa Devon untuk tahu siapa yang memberikan provokasi pada mereka.
"Itu yang lupa aku tanyakan. Karena aku langsung tertawa terbahak-bahak saat mendengarnya. Jadi jangan menanyakan itu, Bagiku siapapun yang melakukan itu sangat bagus. Apa lagi jika untuk membuat kita tertawa bersama" jawab Papa Devon yang masih tertawa akan semua itu.
"Iya juga. Mereka memang sangat menggemaskan sekali. Aku sampai gemas dan ingin menggigit mereka semua" ucap Mama Lulu yang mencoba menghentikan tawanya. Begitu juga dengan Papa Devon yang melakukan hal sama untuk bisa berhenti tertawa.
"Sudah, sekarang kita sarapan dulu" ucap Papa Devon yang meminta istrinya untuk makan bubur yang dia beli tadi.
"Kenapa ada tiga? Bukankah kita hanya berdua Mas?" tanya Mama Lulu yang menanyakan satu bungkusnya untuk siapa.
"Ini untuk David, dia bukankah sangat menyukai ini semua? Makanya aku beli tiga sekalian" jawab Papa Devon yang menjelaskan kesukaan David.
"Iya juga. Tapi David masih tidur, bagaimana membangunkan nya itu? Mama nyerah jika harus membangunkan nya sekarang" ucap Mama Lulu yang tidak ingin mengganggu waktu istirahat David. Yang sudah pasti dia jarang tidur dan makan nya juga pasti tidak teratur. Terlihat lebih kurus dan juga sangat terlihat tua.
"Mama tenang saja, nanti juga bangun. Jika tidak bangun maka tinggal kita banjur saja wajahnya itu yang memeperlihatkan wajah membuat kita kesal dan panik itu" ucap Papa Devon dengan santainya lalu menatap wajah David yang masih setia memejamkan matanya itu.
'Si alan bokap gue. Masa anak seganteng dan setamvan ini mau dibanjur, ngadi-ngadi juga nih bokap gue' gerutu David dalam hati saat Papa Devon malah mengatakan itu padanya.
"Papa ini bicara apa sih, biar bagaimana dia itu anak Papa loh. Jangan macem-macem!" ucap Mama Lulu yang membela David dengan menatap tajam pada Papa Devon.
"Papa hanya bercanda sayang, masa sih aku tega melakukan itu pada putra kita yang sedang sakit itu" ucap Papa Devon membela diri.
"Ngeles saja kayak bajay" ucap Mama Lulu yang bangkit dari duduknya sambil membawa satu mangkok bubur mendekat kearah David yang sedah membuka matanya.
"Kamu sudah bangun nak. Bagaimana, apa ada yang sakit atau ingin sesuatu?" tanya Mama Lulu saat melihat David hanya diam saja.
__ADS_1
"Kenapa? Apa ada yang ingin kamu katakan? Katakan lah, Mama akan mendengarkan" tanya Mama Lulu lagi saat David masih diam dan hanya meneteskan air matanya.
"Maafkan David Ma. Maaf sudah membuat Mama panik dan sedih. Terimakasih sudah menjaga David" ucap David yang mencoba duduk diatas ranjang pasien miliknya.
"Mama sudah lama memaafkan kamu. Mama juga minta maaf ya, karena Mama sudah terlalu keras pada kamu" ucap Mama Lulu yang langsung memeluk David dan mengusap-ngusap punggungnya dengan penuh kasih sayangnya.
"Sayang kenapa kamu malah peluk-peluk anak nakal ini sih. Mending buang dia kelaut atau peluk aku saja sayang. Aku kan suami kamu" ucap Papa nya yang selalu saja cemburu saat istrinya memeluk putranya sendiri.
"Dasar bucin! Sama anak sendiri saja cemburu, kagak pantes Pa" ucap David yang mengatakan nya pada Papa Devon dan dia masih memeluk Mama Lulu.
"Biarin saja, dia ini istri Papa! Makanya cari istri biar bisa peluk-peluk sepuasnya. Jangan meluk istri orang!" ucap Papa Devon yang sangat posesif pada Mama Lulu.
"Posesif detected" ucap David yang mengatakan itu pada Papa Devon.
"Kamu ini Pa, kenapa makin tua malah makin jadi sih cemburunya? Dia ini anak kita dan dia juga sedang sakit, seharusnya Papa itu sadar diri" ucap Mama Lulu yang membela David.
"Terimakasih Ma. Tapi David sesak nafas Ma, Mama peluknya kekencengan" ucap David saat Mama Lulu membelanya dan memeluknya dengan sangat erat.
"Oh, maaf sayang. Mama gemas soalnya sama Papa kamu ini" ucap Mama Lulu yang sudah mengurai pelukan nya dari David.
"Sekarang, kamu harus sarapan dulu dan minum obatnya. Supaya kamu cepat sembuh" ucap Mama Lulu yang menyodorkan mangkok berisi bubur tersebut pada David.
"Ma, bisa tolong suapin David? David ingin manja-manja lagi sama Mama" tanya David yang langsung dijawab anggukan oleh Mama Lulu.
"Dasar bocah tua!!" ucap Papa Devon yang keluar dari dalam kamar inap David.
"Sama-sama, istirahatlah. Mama mau menyimpan ini" ucap Mama Lulu yang menatap David lalu mengusap kepalanya.
'Ternyata sakit membawa berkah. Walau gue sakit nggak apa-apa, yang penting Mama sudah kembali seperti sebelumnya dan. Dia malah semakin sayang pada gue' gumam David sambil senyum-senyum sendiri tidak jelas.
"Vid, kamu tidak apa-apa kan? Kamu tidak stres atau mendadak fikiran kamu jadi geser?" tanya Mama Lulu yang membuat David kesal karena dianggap tidak waras oleh Mama nya sendiri.
"Ma, aku ini waras dan juga sudah merasa lebih baik" jawab David yang mengatakan nya dengan kekesalan.
"Mama kira kamu sudah tidak waras. Habisnya kamu ini senyum-senyum sendiri tidak jelas seperti itu. Mama kan jadi khawatir akan itu" ucap Mama Lulu yang membuat David semakin kesal dan dia mengerucutkan bibirnya lalu dia berbaring membelakangi Mama Lulu.
"Sayang maafkan Mama. Mama hanya bercanda, Mama tidak serius mengatakan itu. Maaf ya, jangan ngambek dong" ucap Mama Lulu yang membujuk David untuk tidak ngambek padanya.
"Nggak, Mama tega. David mau bobok saja, David nggak mau dikatai tidak waras lagi" ucap David judes dan dia langsung memejamkan matanya dengan memunggungi Mama Lulu.
"Ya sudah, istirahatlah. Mama mau keluar dulu, ingat! Harus istirahat. Jangan kemana-mana dan jangan nakal" ucap Mama Lulu yang mengusap kepala David lalu mencium keningnya dan pergi.
"Emak gue emang baek bener. Kagak salah bokap gue milih dia" gumam David saat melihat Mama Lulu sudah keluar dari ruangan rawatnya.
Saat David sedang tidur siang mendengar ada banyak suara yang sedang mengobrol. Dan ternyata para sahabatnya sedang mengobrol dengan Mama dan Papa nya. Mereka terilihat sangat akrab dan dekat satu sama lain. Apa lagi istrinya Galang dan Bima, mereka berdua terlibat obrolan sangat serius dengan Mama Lulu, Safia dan Sonya.
__ADS_1
"Nah tuh sudah bangun ketua kita" ucap Guntur yang memang selalu berbuat sesukanya itu.
"Bener juga tuh. Kenapa loe bambank sampe dirawat gini?" tanya Galang yang ikut manghampiri David.
"Gue nggak apa-apa. Mungkin gue kelelahan" jawab David yang sudah duduk diatas brangkar pasien nya.
"Makanya kalo kerja itu inget waktu. Waktu itu gue dateng keperusahaan loe, loe masih lembur saja. Pantes loe drop" ucap Guntur yang waktu itu hanya mampir saja.
"Gue hanya ingin perusahaan gue maju saja. Lagian gue kagak sendiri, masih ada kariawan yang lain" jawab David membela diri. Dia tidak ingin saat dirinya sedang memikirkan cara meminta maaf pada Mama Lulu dia lampiaskan semuanya pada pekerjaan dan pekerjaan.
"Ya emang masih ada kariawan. Kariawan hantu! Gue dateng tengah malem mana ada kariawan disana? Ngadi-ngadi loe" ucap Guntur yang mengatakan nya tanpa beban.
Apa lagi Mama Lulu sudah ingin marah karena David tidak bisa menjaga dirinya saat jauh dari rumah dan dari keluarganya. Mama Lulu merasa marah dan juga bersalah, karena dia yang belum bisa mengatakan maaf pada David membuat putranya seperti sekarang. Untung saja saat itu David pulang kerumah dengan sadar atau tidak. Jika tidak pulang akan seperti apa dia nantinya. Mama Lulu tidak bisa membayangkan nya jika terjadi sesuatu pada David.
"Gue ngerjain yang akan proyek kita jalin, ya sekalian saja kan gue lakukan malam itu juga. Lagian gue mikirnya besok adalah weekend dan nggak mungkin gue masih kerja juga kan?" tanya David yang mengatakan nya dengan sangat serius pada sahabatnya itu.
"Gue tahu jika kita sedang menjalin kerjasama buat proyek besar. Yang kagak kayak gini juga bambank, loe kerja siang malem. Mana makan loe kagak teratur, bagaimana bisa loe kagak ngedrop kek gini coba" ucap Guntur yang memang sengaja memancing diair keruh.
"Au ah, cape gue ngomong sama loe" ucap David yang tidak mau berdebat dengan Guntur yang memang sangat sengaja mengatakan itu semua didepan Mama Lulu.
"Jadi maksud nak Guntur, David tidak pernah berisatirahat selama dia tinggal dikantor?" tanya Mama Lulu yang sudah ingin marah juga ingin menangis.
"Iya tante, dia ini bandel bin bebel tan. Masa dia siang malem kagak ada liburnya, mana makan juga jarang. Kalo kagak dibeliin atau diingetin oleh sekertarisnya atau asisten pribadinya mana pernah dia makan siang ataupun malam. Malah yang lebih parah ni ya tante, dia selalu melewatkan makan malam. Itu yang paling parah tante" ucap Guntur yang melebih-lebihkan ucapan nya.
"Wah, ngadi-ngadi nih bocah. Mana ada gue kek gitu. Ma, jangan dengerin dia. Dia itu bohong, memangnya kapan loe datang kekantor gue saat malam-malam?" tanya David yang sudah sangat kesal dan dia ingin sekali marah pada Guntur.
"Jangan dengerin dia tante, kami semua disini jadi saksi hidupnya. Memang benar dia seperti itu, bahkan ya tante. Dia pernah digebukin rame-rame oleh mantan-mantan nya dia karena sudah tidak lagi diajak kencan. Karena dia bilang sudah insyaf dan tobat nasuha tante" ucap Ben yang ikut memanas-manasi Mama Lulu yang sudah ingin menangis.
"Parah loe pada, awas saja kalo nyokap gue percaya" ucap David yang mengatakan itu pada semua sahabatnya.
"Dia melakukan itu semua untuk mendapatkan maaf dari tante dan kepercayaan nya kembali. Karena saat dia mendapatkan hukuman yang lain atau tante masih marah-marah padanya. Dia mah baek-baek saja, yang buat dia jadi kayak gitu itu saat tante marah besar dan mendiamkan dia. Makanya dia uring-uringan dan bahkan melampiaskan semuanya pada pekerjaan dan apa tante tahu, dia memenangkan tender besar selama sebulan ini" ucap Bima yang mengatakan itu semua pada Mama Lulu. Dan sudah pasti Mama Lulu menangis karena mendengar penjelasan dari para sahabat putranya yang sudah sejak dulu.
"Jadi yang dikatakan oleh mereka bener Vid? Kamu sampe seperti itu? Kenapa kamu tidak pulang dan mengatakan semuanya pada Mama? Semarah-marahnya seorang Ibu tidak akan benar-benar marah. Karena dia hanya marah sekilas dan pasti akan memaafkan seberapa pun besar kesalahan mereka. Jadi kenapa kamu melakukan itu semua? Apa yang ingin kamu buktikan? Apa?" tanya Mama Lulu yang sudah menangis dan menatap David dengan deraian air matanya.
"Mama tidak pernah mengajarkan kamu untuk melakukan semua itu Vid, tidak pernah. Mama hnya meminta kamu untuk berubah dan menjadi pria yang lebih baik. Bukan menyiksa diri sendiri seperti ini, bahkan sampai kamu menjadi seperti sekarang yang harus berada didalam rumah sakit. Mama selalu menunggu kamu untuk pulang dan mengatakan segalanya pada Mama. Bukan dengan cara seperti ini Mama bisa memaafkan kamu, sama sekali bukan David" ucap Mama Lulu yang sudah menangis terisaka karena mengatakan nya dengan hati dan perasaan seorang Ibu yang sangat dalam.
Bukan hanya David dan Mama Lulu saja yang menangis. Semua sahabat dan juga anak-anak Mama Lulu dan menantunya ikut menangis. Jangan lupakan Papa Devon yang menangis bombay dan dengan sangat lebay nya itu.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya....
__ADS_1
Terimakasih and happy reading... 🤗🤗🤗