
"Syukurlah jika mereka mengerti, ini semua demi kebaikan mereka juga" ucap Mama Lulu yang menatap Papa Devon yang mengangguk akan ucapan dari Mama Lulu.
"Sekarang kita temani David yang akan segera dipindahkan kedalam ruang rawat" ucap Papa Devon pada Mama Lulu yang mengangguk mengiyakan ucapan dari Papa Devon.
"Bagaimana keadaan David saat ini dok? Apa ada kemajuan?" tanya Papa Devon yang melihat David sudah bangun dan juga terlihat lebih baik dari sebelumnya.
"Alhamdulilah, seperti yang anda berdua lihat, kondisi pasien semakin membaik dan banyak kemajuan. Mungkin jika terus seperti ini besok atau lusa akan bisa pulang. Kami akan terus memantau semuanya" ucap dokter yang menangani David saat ini.
"Alhamdulilah" ucap Mama Lulu dan Papa Devon saling mengucapkan syukur saat mendapatkan kabar jika putranya akan segera pulang.
"Kalau begitu saya permisi dulu Pak, Bu" ucap dokter tersebut pada Mama Lulu dan Papa Devon.
"Terimakasih dokter" ucap Papa dan Mama nya David setelah mengatakan itu dokter tersebut keluar dari ruangan rawat David.
"Kamu dengar sendiri Vid, kamu akan segera sembuh dan segera pulang. Jangan bandel lagi kamu nanti jika sudah sembuh" ucap Mama Lulu yng sudah duduk disamping brangkarnya David.
"Iya Ma, makasih sudah menjaga David selama disini" ucap David yang menggenggam tangan Mama Lulu sambil tersenyum samar. Karena dia masih merasakan ngilu diperutnya.
"Sama-sama sayang. Inilah seorang Ibu yang selalu ada untuk anak-anaknya, walau mereka sudah dewasa semua. Bagi seorang Ibu, mereka tetaplah anak-anak" jawab Mama Lulu sambil tersenyum dan mengusap tangan David yang sedang menggenggam tangan nya.
Setelah semuanya perbincangan dan juga tahu keadaan David yang mulai membaik. Juga para sahabatnya yang memang rada-rada oleng juga menjenguknya untuk kedua kalinya. Hari ini David sudah diperbolehkan untuk pulang, sebelum itu dia dianjurkan untuk kontrol dan rutin mengganti perban diperutnya secara teratur.
Sekarang tibalah David akan pulang dengan dijemput oleh kakak ipar dan juga adiknya yang memang sengaja ingin mengantarkan nya pulang. Dan disana sudah ada Sonya dan Safia menunggu kedatangan David dirumah.
"Assalamualaikum" ucap Mama Lulu dan lainnya saat akan memasuki rumah yang sudah dihias sedemikian rupa oleh Safia dan Sonya.
"Wa'allaikumsalam" ucap Safia dan Sonya yang menyambut David seperti menyambut tahun baru.
"Akhirnya kamu pulang juga Vid. Nggak bosan kamu dirumah sakit terus?" tanya Safia yang menatap David dan langsung memeluk David dengan erat lalu mencubit kedua pipi David dengan gemas.
"Kak sakit. Kenapa malah menyakitiku? Kau ini aku baru pulang malah mengalami KDRT darimu" ucap David yang mengusap-ngusap kedua pipinya yang terasa sakit.
"Mas Dimas, apa yang kau lihat dari kakak ku yang galak dan juga kasar ini? Sungguh membuat kesal" tanya David pada Dimas yang hanya diam dan menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan dari David padanya.
"Sudah-sudah, kamu ini harus sembuh saja sudah banyak bicara seperti orang yang tidak pernah mengalami sakit sebelumnya" ucap Mama Lulu yang melerai ucapan David yang mengerucutkan bibirnya menatap kesal pada Safia yang malah menjulurkan lidahnya meledek David.
"Kalian berdua ini selalu saja seperti ini. Tidak dengan Dava tidak dengan Safia, kalian bertiga membuat Mama pusing jika seperti ini terus" ucap Mama Lulu yang mengantarkan David untuk istirahat didalam kamarnya.
__ADS_1
"Istirahatlah, Mama akan menyiapkan makan malam untuk kita semua" ucap Mama Lulu yang meminta David untuk istirahat.
"Iya Ma, kebetulan aku sangat ngantuk" jawab David yang langsung memejamkan matanya. Mungkin karena pengaruh obat, dia jadi gampang untuk tertidur.
Mama Lulu segera turun dan menyiapkan bahan-bahan masakan yang akan dimasak oleh Mama Lulu dibantu oleh Safia dan Sonya yang dengan setia ingin melakukan kegiatan memasak dengan Mama Lulu.
.
Sedangkan ditempat lain, lebih tepatnya dirumah milik Winata. Dimana Yuli sedang marah-marah karena suaminya tidak menanggapi dirinya yang sudah marah padanya.
"Kenapa kamu seperti ini terhadap ku? Kenapa kamu mendiamkan aku selama beberapa hari ini dan tidak pernah pulang tepat waktu? Apa kau sudah tidak menghargai aku sebagai istrimu! Ah, aku tahu. Atau jangan-jangan kamu sudah memiliki sugar baby yang selalu menemani mu dan kau temui diluaran sana. Iya!!!" ucap Yuli sambil berteriak dan menunjuk wajah Winata.
"Jangan lempar batu sembunyikan tangan Yuli. Apa kamu tidak salah mengatakan nya? Apa sebenarnya kau menanyakan hal itu pada dirimu sendiri? Atau kamu merasa itu semua adalah pada dirimu? Jadi jangan menuduhku seperti yang pernah kamu lakukan?" ucap Winata yang sudah sejak lama menahan amarahnya dan menahan semua sakit hatinya sejak dulu.
"Apa maksudmu!! Apa kau tidak waras, Hah! Kenapa kau malah mengatakan hal yang sangat tidak penting seperti itu. Sungguh, itu sangat menjijikan juga tidak pantas untuk dikatakan oleh seorang pria sepertimu itu" ucap Yuli sambil menggeleng dan menatap sinis pada Winata, suaminya sendiri.
"Lalu apa yang pantas untuk ku? Apa aku harus diam saja dan menerima apa yang kamu lakukan terhadap ku? Aku melakukan ini semua demi perusahaan kita, karena kamu mengatakan yang tidak-tidak pada Tuan Devon dan Nyonya Tomlinson juga Tuan David. Kamu bahkan mengatakan nya tanpa beban menghina mereka ditempat umum. Apa kamu tidak berfikir akan hal itu? Kamu mengatakan itu semua" tanya Winata dengan suara yang sedikit bergetar.
"Apa kamu bilang! Kamu menyalahkan aku, begitu? Apa kamu tidak berfikir. Apa kamu sudah selesai menyalahkan ku? Dan kau membela pria ba****an itu dan malah menyalahkan aku? Wah, wah Winata. Kau sungguh pria yang sangat hebat, sangat hebat. Bahkan saking hebatnya kau akan menjerumuskan putrimu sendiri kedalam penderitaan yang diciptakan oleh pria bastard sepertinya. Aku sangat kecewa dan tidak tahu harus mengatakan apa-apa lagi. Aku muak padamu" ucap Yuli yang malah bertepuk tangan dan mengatakan itu semua dengan sinis dan menyalahkan Winata.
"Terserah padamu Yuli, aku sudah lelah dan cape jika terus kamu salahkan terus setiap pulang kerja, dan selalu kamu tuduh dengan tuduhan yang sama sekali tidak pernah aku lakukan. Apa ini semua karena menutupi kesalahan kamu sendiri? Makanya kamu selalu menuduhku dan mengatakan yang tidak-tidak pada diriku? Aku lelah Yuli, aku cape" ucap Winata yang memang sudah sangat lelah menghadapi sikap istrinya yang tidak pernah berubah sejak dulu.
"Apa yang sebenarnya kamu sembunyikan dari kami? Aku selama ini diam dan tidak pernah protes akan apapun yang kau inginkan dan kau lakukan. Mau baik atau buruk aku tidak pernah menegurmu, karena aku terutama keluargaku sudah banyak hutang budi terhadap keluarga kamu. Tidak bisakah kamu menghargai aku sebagai suami dan juga kepala keluarga. Tidak bisakah kamu melakukan itu padaku?" tanya Winata yang menatap pada punggung Yuli yang sudah menjauh darinya dengan tatapan yang kecewa dan sedih karena tidak pernah dihargai sejak dulu.
"Apa yang membuat Mami tidak pernah menyetujui aku dekat dengan Mas David Pi?" tanya Yunara dengan suara yang bergetar, karena menahan tangisnya.
"Jangan tanyakan pada Papi nak. Papi sendiri juga tidak tahu, sebenarnya ada masalah apa diantara Mami kamu dan keluarga Tuan Tomlinson" jawab Winata dengan tatapan yang sudah berkaca-kaca.
"Pi, apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku sangat mencintainya, aku bahkan sangat ingin bersama dengan nya. Apa cinta aku ini salah Pi?" tanya Yunara yang sudah menangis sesegukan dan dia ambruk dilantai dengan tangisan nya.
"Tentu saja tidak salah nak. Semua perasaan itu tidak ada yang salah, karena perasaan cinta dan kasih sayang semuanya dengan hati. Jangan pernah menyalahkan diri kamu sendiri dan perasaan kamu. Jangan pernah mengatakan itu lagi nak, jangan" ucap Winata yang memeluk tubuh putrinya yang masih menangis sesegukan dan sambil terduduk dilantai yang dingin.
"Aku harus apa Pi? Apa yang harus aku lakukan sekarang?" ucap Yunara yang sejak dulu memang sangat dekat dengan Winata, Papi nya sendiri.
"Sudah, jangan fikirkan itu lagi. Kamu sekarang harus istirahat, ini sudah larut malam. Jangan menangis lagi dan memikirkan yang tidak-tidak, istirahatlah. Kamu harus menyambut hari esok dengan senyuman seperti biasa. Jika memang nak David adalah yang terbaik dan jodoh kamu, maka tidak akan kemana sayang. Pergilah istirahat" ucap Papi Winata yang mengusap air mata dipipi Yunara dengan lembut lalu mengusap kepala putrinya.
Yunara hanya mengangguk lalu pergi menuju kamarnya. Dia benar-benar sangat sedih dan juga terpukul akan hal ini. Dia benar-benar rapuh dan tidak tahu harus bagaimana dan apa dengan hubungan yang tidak jelas itu dengan David.
__ADS_1
.
Jika Yunara dan kedua orang tuanya sedang sedih dan marah. Berbeda dengan keluarga David yang sedang berbahagia karena bisa berkumpul bersama-sama malam ini. Mereka semua mengobrol bersama sampai ada seseorang yang mengabarkan jika mereka diundang untuk datang keacara lamaran putri dari anak sahabat Mama Lulu.
"Apa kamu bisa datang besok malam Lu? Kami mengharapkan kedatangan kalian semua sekeluarga. Aku juga mengundang Rina dan keluarganya juga, jadi, jangan lupa datang ya besok" ucap Mama Soraya dan itu membuat Mama Lulu sangat senang mendengar kabar bahagia itu.
"Insya Allah Sora, kami akan usahakan untuk datang. Dia sudah aku anggap cucu aku sendiri, masa aku tidak datang pada acara yang baik seperti itu" jawab Mama Lulu sambil tersenyum dan sangat bahagia juga mendengar kabar baik dari sahabat lamanya.
"Aku akan menunggu kedatangan kalian semua. Jika bisa kalian datang sore hari saja, supaya kita bisa mengobrol bersama. Jadi aku tunggu kedatangan kalian. Dah, Assalamualaikum" ucap Mama Soraya yang akan memutuskan sambungan ponselnya dengan Mama Lulu.
"Iya, akan aku usahakan untuk datang sore kerumah kamu, Wa'allaikumsalam" ucap Mama Lulu yang langsung menutup panggilan telpon mereka berdua.
"Kenapa Ma? Apa ada masalah?" tanya Safia yang ingin tahu apa dan siapa yang menghubungi Mama Lulu.
"Auntie Soraya yang mengabari. Beliau bilang jika kita semua harus datang keacara lamaran dari anak auntie Soraya. Yang waktu itu datang kemari membawa anak gadisnya itu" jawab Mama Lulu menjelaskan pada Safia.
"Wah, auntie Soraya akan segera memiliki cucu menantu. Mama pasti akan datang kan Ma? Aku sungguh ingin melihat langsung bagaimana dan siapa yang sudah bisa membuat gadis cantik itu jatuh cinta dan menjadi pelabuhan terakhirnya. Dia pasti pria yang hebat dan juga bisa menaklukan hati seorang wanita cantik sepertinya" ucap Safia yang wanita saja sangat mengagumi sosok Zahiya dan Zaniya yang mereka anggap adalah satu.
"Biasa saja kali kak, kenapa sampai antusias seperti itu?" ucap David yang langsung beranjak dari duduknya menuju kamarnya.
"Dia kenapa Ma? Aneh banget" tanya Safia yang dijawab dengan Mama Lulu hanya mengedikan bahunya saja.
"Sudah, jangan dibahas dia kenapa. Lebih baik kamu istirahat saja, ini sudah malam dan tidak baik-baik untuk wanita hamil seperti kamu. Berisatirahat lah" ucap Mama Lulu yang meminta Safia untuk segera beristirahat.
"Iya Ma, good night" ucap Safia yang merangkul lengan Dimas dengan sangat erat menuju kamarnya.
Sedangkan didalam kamar, David menggerutu tidak jelas. Entah karena apa dia menggerutu tidak jelas seperti itu. Dan hanya diam yang tahu apa yang membuatnya kesal seperti sekarang. David terus mondar-mandir dan tidak tahu harus berbuat apa saat mendengar jika cucu dari auntie Soraya akan segera bertunangan. Entah perasaan seperti apa yang dia rasakan, tapi dia merasa sangat kesal juga marah.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya....
Maaf jika Othor telat update nya, karena Othor sedang merasa tidak enak body...🙏🙏🙏
__ADS_1
Terimakasih and happy reading... 🤗🤗🤗