
Setelah saling diam satu sama lain, David yang memang tidak tahan akan keheningan dan dia langsung mendekat kearah Zahiya yang tidak jauh darinya.
"Jagoan, Pipi bisa minta tolong?" tanya David pada Alvarez yang mengangguk.
"Kemarilah, Pipi akan memberitahunya" ucap David yang langsung dihampiri oleh Alvarez.
Setelah berbisik pada Alvarez, Alvarez langsung pergi dari kamar David bersama dengan Leonard yang sudah menungguinya didepan pintu kamar David. Setelah kepergian Alvarez David masih diam dan dia berdiri didepan jendela kamarnya.
Seperti yang dikatakan oleh David pada Alvarez, dia langsung menutup dan mengunci pintu kamarnya dari luar. Membuat Zahiya merasa aneh dan dia ingin keluar, tapi tidak bisa.
"Anda tidak akan bisa keluar dari kamar ini" ucap David yang menatap kearah Zahiya.
"Apa yang anda inginkan? Kenapa anda melakukan hal ini pada saya?" tanya Zahiya dengan tatapan datarnya dan dia tidak ada ekspresi apa-apa.
"Mudah saja dan juga biasa saja, saya hanya ingin menanyakan sesuatu pada anda tentang pernikahan besok" ucap David tidak kalah datarnya dari Zahiya.
"Apa ada masalah? Atau anda ingin membatalkan nya? Jika begitu silahkan saja, saya tidak keberatan. Karena bagi saya, semua itu tidak penting dan tidak akan membuat saya menyesal" ucap Zahiya yang mengatakan nya dengan santai dan juga seolah tidak menginginkan semua ini terjadi.
"Kenapa saya harus membatalkan nya? Jika saya bisa mendapatkan dirimu, kita lihat saja. Bagaimana caramu akan selalu diam seperti ini dan tidak bereaksi apa-apa jika sedang berdua seperti ini. Atau malah sebaliknya, jika anda akan banyak bicara dan mengatakan isi hati anda. Mau membuktikan nya bersama saya?" tanya David sambil menunjuk dada sebelah kiri Zahiya dan tersenyum padanya.
"Itu tidak akan terjadi. Karena bagi saya itu tidaklah mungkin, apa lagi jika yang mengatakan nya adalah seorang playboy sejati seperti anda" ucap Zahiya yang memegang telunjuk David dan menurunkan tangan nya.
DEG...
DEG...
degupan jantung keduanya tiba-tiba berdetak lebih kencang dari sebelumnya. Bahkan mereka berdua sekarang saling menetralkan debaran jantungnya sendiri. Tapi tidak ada yang mau mengatakan yang sebenarnya satu sama lain.
'Ada apa dengan jantungku? Kenapa dia tiba-tiba berdetak kencang, dan juga ada perasaan yang aneh saat aku' ucapnya dalam hati tidak dia lanjutkan saat dia menyadari jika tangan nya masih menggenggam jari David.
"Kenapa? Kenapa dilepaskan? Apa merasa ada yang aneh dengan jantung anda Nona Zahiya? Atau... Anda memang sudah ada perasaan didalamnya cuman anda tidak menyadarinya? Ah, atau memang anda menepis semua itu?" tanya David yang menatap wajah Zahiya dengan sangat dekat, sehingga hembusan nafasnya membuat Zahiya merasa semakin aneh dengan dirinya dan dia memejamkan matanya.
Zahiya memejamkan matanya saat David menyentuh pipi Zahiya dan David juga menyentuh hingga kedagu dan mengangkat dagu Zahiya untuk mendongak kearahnya. Dia meniup wajah Zahiya hingga Zahiya memejamkan matanya lebih erat lagi membuat David tersenyum dan dia langsung memeluknya.
"Maaf jika aku membuat kamu tegang. Aku hanya ingin kamu tidak seperti ini, setidaknya bisa bersikap manis padaku. Seperti kau bersikap pada pria yang dulu dekat dengan mu, hanya itu saja. Tidak lebih, aku ingin kita berteman dan dekat" ucap David sambil memeluk tubuh Zahiya yang mematung dan juga tegang pada tubuhnya.
"Berikan aku satu, satu kesempatan saja. Tidak lebih, izinkan aku untuk bisa masuk kedalam hati kamu dan jangan pernah menolaknya. Hanya satu kesempatan, jika dalam masa kesempatan itu kamu tidak merasakan apa-apa. Maka kamu berhak untuk menolaknya dan bisa melepaskan ikatan pernikahan kita nantinya. Jadi, apa kamu setuju?" ucap David yang melepasakan pelukan nya dan menatap wajah Zahiya yang tanpa ekspresi apapun.
"Sekarang, apa yang akan kamu lakukan saat seperti ini? Jika kamu masih diam dan tidak membantah, maka kamu menyetujuinya, tapi jika kamu mengatakan tidak atau ya. Aku tidak akan menolaknya" ucap David saat melihat tubuh Zahiya yang semakin tegang walau wajahnya datar dan dingin.
"Jika hanya diam saja maka, itu adalah ya" ucap David yang masih setia tersenyum dan menatap Zahiya yang masih diam mematung.
"Jangan dibahas lagi, sekarang kita bermain lagi bersama dengan Ez saja" ucap David yang mengajak Zahiya untuk keluar.
"Kenapa? Apa bisa dibuka?" tanya Zahiya yang melihat David tidak bisa membuka pintu kamarnya sendiri.
"Apa dia menguncinya diluar? Jika iya, maka kita tidak akan bisa keluar" ucap David yang pura-pura panik dan membuat Zahiya hanya menghela nafasnya saja.
"Balkon samping?" tanya Zahiya yang sudah pernah naik kedalam kamar David, jadi dia masih ingat jalan masuk kesana dan keluarnya.
"Coba saja, sudah beberapa hari yang lalu kunci pintu itu hilang entah kemana. Dan itu tidak bisa dibuka, jadi... Mengerti bukan apa artinya?" ucap David yang menatap Zahiya dengan bertanya juga padanya.
__ADS_1
"****!!!" ucap Zahiya yang terjebak didalam kamar bersama dengan David dan mereka hanya berdua saja.
"Baiklah Nona, selamat menikmati kurungan ini. Sampai ada orang yang membukakan pintunya" ucap David yang duduk kembali diatas sofa dan dia menekuri layar laptopnya.
"Apa anda tidak memiliki kunci cadangan yang ada disini? Dikamar ini?" tanya Zahiya yang tidak ingin terjebak didalam kamar bersama dengan David.
"Jika pun ada, kenapa aku memberikan nya padamu? Apa untungnya untuk ku?" tanya David tanpa mengalihkan pandangan nya dari layar laptopnya.
"Baiklah, saya akan mencarinya sendiri" ucap Zahiya yang mencoba untuk mencari kunci pintu.
"Silahkan saja Nona, karena kamar ini juga milikmu" ucap David yang membuat Zahiya kesal dan menatapnya sekilas, lalu segera mencari-cari kunci pintu tersebut.
David masih diam dan dia mengerjakan pekerjaan nya hingga selesai. Tidak terasa hari sudah malam dan pintu kamar David belum ada yang membukanya sama sekali. David yang merasa tubuhnya sangat lengket segera membersihkan tubuhnya dan dia sudah terlihat sangat segar. Apa lagi David hanya menggunakan handuk sebatas pinggang dan bagian atasnya tidak tertutup apa-apa.
"Apa yang anda lakukan? Kenapa tidak menggunakan pakaian didalam kamar mandi sekalian" ucap Zahiya yang memalingkan wajahnya menghindari David yang tidak menggunakan pakaian nya.
"Memangnya kenapa? Ini kamar ku dan aku bisa menggunakan pakaian ku dimanapun yang aku inginkan. Kenapa kamu yang keberatan?" tanya David yang malah mendekati Zahiya.
"Ini memang kamar anda, setidaknya anda tahu jika saat ini dan dikamar ini adalah saya. Jadi anda mengerti akan hal... " Zahiya belum selesai menyelesaikan ucapan nya, bibirnya sudah dibungkam oleh benda kenayal yang mendarat sempurna dibibirnya yang tipis.
Zahiya hanya diam dan membolakan matanya, tidak lama kemudian Zahiya ikut terhanyut dengan apa yang dilakukan oleh David padanya. Dia malah memejamkan matanya dan tangan nya terulur untuk merangkul leher David. David tersenyum disela ciuman nya, dia senang bisa membuat Zahiya membalas ciuman nya.
'Kenapa cara dia berciuman terasa sangat kaku dan seperti ini adalah ciuman pertamanya? Bukankah dia sudah pernah melakukan itu semua dengan seorang pria, hingga dia memiliki seorang putra? Tapi kenapa rasanya masih kaku dan tidak terbiasa' ucap David dalam hati yang masih terus menyusuri dan mencari kenikmatan nya dari Zahiya.
Mereka berdua terbuai hingga adik kecil David bangun dan itu membuat Zahiya tersadar. Karena ada sesuatu yang menusuk perutnya dan itu membuatnya segera melepasakan tautan bibir mereka.
Baik David maupun Zahiya merasa canggung. Terutama David yang merasa malu juga akan kelakuan adik kecilnya yang malah bangun dihadapan Zahiya. Bahkan bibir keduanya terlihat bengkak, dan lebih parah lagi David yang seperti habis digigit oleh serangga. Serangga? Tentu saja serangga yang sangat cantik bukan.
"Lebih baik kamu bersihkanlah dirimu dulu, pakailah ini" ucap David yang menyerahkan handuk baru dan kemeja miliknya.
"Manis, dia sungguh sangat manis" gumam David saat melihat Zahiya sudah tidak ada lagi dihadapan nya.
"Aku akan membuat kamu jatuh dalam pesona seorang David Tomlinson Zahiya. Aku akan membuat kamu jatuh cinta padaku, dan tidak ingin berjauhan dariku untuk selamanya" gumam David yang tersenyum dan selalu mengusap bibirnya dan menjilatinya.
Dia merasa ciuman itu masih terasa sangat dia, tidak bisa melupakan semua itu dengan mudah. Pasalnya Zahiya menerima-nerima saja apa yang dia lakukan padanya.
Sedangkan didalam kamar mandi, Zahiya terus merutuki kebodohan nya sendiri yang dengan mudahnya memberikan ciuman pertamanya pada David. Walau mereka berdua akan menikah besok, ini terlalu cepat baginya untuk memberikan itu semua pada David.
"Bodoh-bodoh!!! Kenpa aku begitu bodoh menyerahkan ciuman pertamaku ini padanya? Aku sungguh tidak mempunayai muka lagi dihadapan nya saat ini" ucap Zahiya yang merutuki kesalahan dan juga kebodohan nya sendiri.
"Apa yang akan dia fikirkan tentang diriku ini? Dia pasti berfikir jika aku ini bukanlah wanita baik-baik yang begitu mudahnya melakukan itu semua dengan nya" ucapnya yang terus saja menyalahkan dirinya terus.
Zahiya akhirnya membersihkan dirinya dan segera menggunakan kemeja yang diberikan oleh David padanya. Saat dia melihat pantulan dirinya sendiri, merasa ada yang aneh dengan dirinya. Dia menelisik penampilan nya dan dia tidak menggunakan pakaian dalamnya sama sekali.
Zahiya memang tidak terbiasa jika harus menggunakan pakaian dalamnya yang sudah dia pakai lalu dia menggunakan nya kembali. Dia tadi langsung mencucinya dan menggantungkan nya didalam kamar mandi.
"****!! Kenapa aku bisa lupa, jika aku sedang didalam kamar seorang pria" gumam Zahiya yang ragu-ragu saat akan keluar hanya menggunakan kemeja milik David.
Untung saja David memberikan nya kemeja berwarna hitam, jadi saat dia tidak menggunakan kacamatanya tidak terihat atau menerawang. Hanya saja dia tidak percaya diri saat akan keluar.
"Huh, come on Zahiya. Kamu pasti bisa dan jangan biarkan dia mendekatimu lagi dan berbuat macam-macam. Kau bisa dan kau pasti bisa" ucapnya yang menyemangati dirinya sendiri saat akan membuka pintu kamar mandi.
__ADS_1
Saat dia keluar, betapa terkejutnya dia saat melihat ada beberapa makanan yang sudah tersaji diatas meja. Membuat Zahiya langsung menuju pintu kamar. Tapi pintu tersebut masih terkunci dari luar.
"Kenapa bisa ada makanan didalam sini? Apa tadi ada yang membuka pintunya? Kenapa sekarang terkunci kembali?" tanya Zahiya yang menatap tajam pada David.
"Iya, tadi Mama mengantarkan makanan untuk kita berdua. Dan Mama langsung mengunci kembali pintunya, apa yang harus aku lakukan, jika Mama yang melakukan ini?" jawab David dan dia malah bertanya lagi pada Zahiya.
"Tapi kenapa? Kenapa harus dikunci lagi? Saya ingin keluar sekarang juga" tanya Zahiya yang membuat David hanya mengedikan bahunya saja.
"Lebih baik diam dan Nikmatilah makanan ini" ucap David yang menarik tangan Zahiya hingga dia jatuh diatas pangkuan nya.
Dalam sesaat mereka berdua saling pandang satu sama lain. Dan mereka melakukan sesuatu yang tanpa mereka sadari, keduanya terhanyut dan tangan David sudah menjalar melalui bawah kemeja yang digunakan oleh Zahiya.
Tangan David terus masuk hingga berada dipunggung Zahiya yang ternyata tidak menggunakan penutup gunung kembarnya. David mengusap-ngusapnya dengan sangat lembut dan penuh gairraah tentunya. Mereka berdua berpelukan dan merapatkan tubuhnya masing-masing. Tangan Zahiya juga melakukan hal yang sama dengan David.
Mereka saling mengusap satu sama lain, hingga tangan David berpindah kebagian depan dan menemukan dua bukit kembar yang sangat ranum. Dia mengusapnya lalu dia mencari-cari biji jagung yang tumbuh diatasnya.
Membuat Zahiya melenguh dan bahkan dia malah mempermudah David untuk melakukan hal lebih dari sekedar mengusapnya saja. Zahiya benar-benar larut dalam permainan yang David berikan padanya. Entah siapa yang lebih dulu membuka pakaian nya, tapi sekarang mereka berdua sudah sama-sama polos dan tidak ada penghalang yang membalut tubuhnya keduanya.
David melakukan nya dengan sangat perlahan dan dia hanya memainkan nya saja. Dia tidak ingin melakukan sebelum mereka menikah, saat Zahiya sudah mencapai puncaknya dan merasa lemas. David mengangkat tubuh Zahiya menuju ranjang dan menyelimutinya.
Sedangkan dia masuk kedalam kamar mandi lagi untuk menidurkan adik kecilnya yang sudah tidak tahan lagi untuk bisa mengeluarkan lahar panasnya. Setelah David selesai dengan ritualnya, dia keluar dan melihat Zahiya sudah duduk kembali dan dia menggunakan kemejanya lagi. David melihat Zahiya yang menunduk langsung menghampirinya dan memeluk nya.
"Maaf jika aku melakukan itu pada kamu. Aku tidak bisa mengontrol diriku sendiri, aku berjanji tidak akan memintanya jika kamu belum siap. Maaf" ucap David yang memeluk tubuh Zahiya dan dia meminta maaf pada David.
"Aku... Aku juga minta maaf, karena aku juga salah. Aku tidak bisa menahan nya" ucap Zahiya yang untuk pertama kalinya mengatakan aku, bukan saya.
"Jangan menyalahkan diri kamu, walau kita berdua memang sama-sama salah dan melakukan ini semua. Lebih baik kita makan saja dulu, mungkin setelah kita makan pintunya sudah ada yang membukanya" ucap David yang tersenyum dan mengusap pipi Zahiya.
Zahiya hanya mengangguk dan dia masih malu dan canggung dihadapan David. Tapi dia juga merasa sangat lapar, apa lagi dia lupa menaruh ponselnya dimana. Membuat dia tidak bisa menghubungi anggotanya untuk membukakan pintu balkon.
Setelah selesai makan mereka berdua saling diam dan tidak ada yang berani membuka suara. Bahkan David menyibukan dirinya untuk mengerjakan pekerjaan nya. Supaya tidak canggung dan membuat Zahiya semakin malu padanya.
"Apa kamu sudah mengantuk? Jika sudah, tidurlah lebih dulu. Karena aku masih banyak pekerjaan malam ini" ucap David bertanya pada Zahiya.
"Terimakasih" ucap Zahiya yang langsung duduk disamping ranjang David. Dia segera menutup tubuhnya rapat menggunakan selimut tebalnya.
'Aku ini berfikir apa? Kenapa malah aku berharap jika David akan tidur bersama dengan ku dan berdua dengan nya' gumam Azalya Da alam hati. Hingga tidak terasa dia sudah terlelap dan tiba-tiba ada sesuatu yang merayap dipinggangnya.
Saat dia akan menyerangnya, dia ingat. Jika dia sedang berada didalam kamar David dan yang memeluknya pasti David. Dia hanya bisa diam dan tidak berani bergerak saat David membalikan tubuhnya menghadap kearah David. David terus menatap wajah damai Zahiya yang sedang memejamkan matanya.
"Aku akan membuat kamu jatuh cinta padaku setiap hari Zahiya, aku berjanji itu. Karena aku sudah sangat mencintai kamu, bahkan kamu tahu, saat tadi aku melihat kamu. Ingin rasanya aku melakukan itu padamu, tapi aku takut, aku takut akan membuat kamu marah dan malah membenci aku. Karena aku melakukan apa yang tidak ingin kamu lakukan. Maafkan aku" ucap David sambil memeluk Zahiya dan menelusupkan wajahnya kedalam dada bidangnya sendiri. Lalu dia langsung terlelap.
.
.
.
Maaf ya, karena Othor baru bisa up sekarang... Karena Othor sedang sakit dan ini juga memaksakan untuk bisa up dan tidak membuat para pembaca kesayangan Othor kecewa...
Othor hanya minta do'a dan juga dukungan dari kalian semua. Supaya Othor bisa cepat sembuh dan bisa up banyak...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian juga untuk like, komen, vote dan hadiahnya....
Thanks and happy reading...🤗🤗🤗