Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan

Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan
Bab 49. Masih tentang Zahiya


__ADS_3

"Aku sih belum bisa membedakan nya Ma, apa lagi jika hanya melihat salah satunya saja. Sudah pasti akan salah mengenali" ucap Safia juga yang mengatakan kebingungan nya mengenali Zahiya dan Zaniya.


"Dari matanya kak, dari sorot matanya saja berbeda. Jika yang barusan atau kakak ipar, lebih terlihat dingin dan tajam saat menatap. Jika Zaniya atau siapa lah namanya, dia biasa-biasa saja seperti tatapan orang pada umumnya. Seperti yang dikatakan oleh Mama barusan, jika mereka sangat kontas perbedaan nya" jawab Dava yang memang sudah melihat Zaniya dan Zahiya yang baru kali ini dia lihat dan dia kenal.


"Iya juga, kenapa kakak tidak memperhatikan tatapan nya ya. Ah, sudahlah yang penting mereka berdua akan bahagia dan saling mencintai satu sama lain. Mau dia datar atau bahkan ketua Mafia sekalipun, kakak tidak perduli. Asal dia benar-benar mencintai David dan bisa membuatnya bahagia. Itu yang paling penting" ucap Safia yang diangguki oleh semuanya dan mereka mengobrol bersama.


.


Sedangkan Zahiya sekarang sedang menghadapi klan nya lagi. Mereka belum jera ingin melukainya dan mungkin akan membunuhnya, tapi mereka tidak tahu saja. Jika Zahiya sudah sendiri dan tidak ada orang yang dia sayangi didekatnya, dia bisa melakukan apapun dengan sangat mudah.


"Apa kalian belum kapok juga ingin membunuh ku" ucap Zahiya yang sedang melawan mereka semua secara bersamaan.


"Kenapa tidak, bayarak kami sangat mahal dan kami bisa melakukan nya dengan mudah" jawabnya dengan tersenyum mengejek pada Zahiya yang hanya menatap datar pada mereka.


Tapi selang beberapa detik saja mereka semua sudah ambruk diatas aspal dengan luka ringan tapi tangan dan tubuh mereka tidak bisa digerakan lagi. Mereka hanya mengerang kesakitan, karena tidak bisa menggerakan tangan maupun tubuhnya.


"Jika menangkap dan membunuh saya mudah, maka bayaran kalian tidak akan mahal. Jadi, nikmati saja semuanya, hingga ada yang menolong kalian dalam waktu satu jam. Tik... Tok... Tok... Tok..." ucap Zahiya yang segera masuk kedalam mobil dan segera membeli apa yang dia butuhkan sekarang.


Zahiya mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju supermarket terdekat. Dia segera membeli apa saja yang dia butuhkan, dari camilan bahkan obat-obatan untuk Alvarez yang gampang sekali sakit. Untung saja dia tidak memiliki sakit jantung seperti Ayah nya, jika tidak Zahiya akan sedih karena kehilangan seseorang yang dia sayangi seumur hidupnya.


"Zahiya" sapa seseorang yang tidak asing dimata Zahiya.


"Ada apa?" tanya Zahiya pada pria yang mendekat kearahnya dan menatap lekat padanya.


"Jangan menatap saya seperti itu, saya tidak menyukainya. Dan saya sedang buru-buru" ucap Zahiya yang tidak suka jika ada laki-laki yang menatapnya dengan pandangan lekatnya.


"Tunggu dulu Zahiya, kamu kemana saja selama ini? Aku, aku mencari-cari kamu selama ini" ucapnya yang bertanya pada Zahiya, yang menurut Zahiya ini adalah pertanyaan kiasan yang membosankan.


Zahiya tidak menjawab pertanyaan dari pria tersebut. Dia hanya menatap tajam saat dia berani menggenggam tangan nya.


"Sorry, aku tidak sengaja" ucapnya yang melepasakan genggaman tangan nya pada Zahiya.


Zahiya langsung pergi dari sana tanpa mengatakan apa-apa pada pria dihadapan nya. Apa dia sudah menikah? Kenapa dia sudah menggunakan cincin dan belanjaan nya seperti untuk anak kecil juga seorang pria? Ternyata aku memang tidak bisa memilikinya" gumam pria tersebut, yang tidak lain adalah William. Pria satu kelas dengan nya saat kuliah dulu.


Zahiya tidak langsung menuju parkiran, melainkan menuju toilet dulu untuk mencuci tangan nya yang sudah digenggam oleh pria tersebut.


"Jangan harap masih bisa tertinggal walau hanya sentuhan kecil" gumamnya yang menggosok pergelangan tangan nya hingga memerah kulitnya.


Zahiya memang paling tidak suka jika ada orang yang tidak terlalu dekat dengan nya menyentuhnya walau tidak sengaja. Tapi anehnya dia tidak menolak atau marah saat David melakukan lebih bahkan sebelum menikah. Apa mungkin karena dia sudah mencintainya sejak lama dan tidak menyadarinya, makanya dia hanya diam dan menerimanya dengan senang hati.


"****!! Aku harus mengobati ini nanti setelah keluar dari sini" gumamnya yang langsung keluar dan segera pulang. Dan saat sampai didepan rumah sudah disambut oleh David yang menatap tajam padanya. Zahiya yang memang selalu datar tidak mengatakan apa-apa hanya masuk dan tidak memperdulikan pergelangan tangan nya yang terluka.


"Kenapa telpon ku tidak diangkat? Apa kau sudah tidak perduli lagi padaku!" ucap David yang menegur Zahiya saat sudah berada didalam kamar.


"Sudah marah-marahnya? Sekarang diam dan minum ini" ucap Zahiya yang memberikan obat pada David lalu mengganti perban dibahu David.


David hanya diam saja, tapi tatapan nya langsung melotot saat melihat pergelangan tangan Zahiya terluka.


"Ini kenapa? Kenapa bisa terluka seperti ini? Jawab aku baby" ucap David yang memegang dan meniup-niup lukanya.


"Sekarang aku yang akan mengobati lukamu. Kemari" ucap David yang langsung diikuti oleh Zahiya. Zahiya duduk disamping David dan dia hanya diam menatap wajah David yang sangat serius mengobati lukanya dan meniup-niupinya hingga selesai dibalut perban juga.


"Mimi kenapa?" tanya Alvarez yang menatap pergelangan tangan Zahiya diperban.


"Tidak apa-apa, hanya tergores saja. Pipi saja yang berlebihan, malah dibalut perban ini" jawab Zahiya yang menatap kearah David yang mengerucutkan bibirnya kesal sudah dijadikan kambing hitam oleh Zahiya.

__ADS_1


"Oh benarkah? Lalu apa sudah ada obat untuk Ez?" tanya Alvarez yang melihat ada beberapa kantong pelastik berisi makanan juga obat-obatan miliknya.


"Tentu saja. Minum ini dan diam, buka bajumu semua" ucap Zahiya yang meminta Alvarez membuka bajunya. Tapi dia belum bisa melakukan nya sendiri, walau otaknya sangat cerdas. Tapi tangan dan tenaganya masuk sangat kecil jadi harus selalu dibantu oleh orang dewasa.


"Apa masih belum bisa membuka bajunya? Kemarilah, Mimi bantu" ucap Zahiya yang membantu Alvarez membuka seluruh pakaian nya dan menyisakan diapers nya saja.


Zahiya membalurkan baby oil pada seluruh tubuh Alvarez yang gatal. Memang aneh, tapi Alvarez hanya akan diam menggaruk dan tidak mengeluh gatal saat tubuhnya dibalur menggunakan baby oil.


"Sudah lebih baik?" tanya Zahiya yang dijawab anggukan kepala oleh Alvarez yang tersenyum saat dia melihat pantulan dirinya sendiri dicermin besar didepan nya.


"Hai tuyul, apa sudah lebih baik?" tanya David yang mendekat dan melihat banyak bintik-bintik kemerahan pada tubuh Alvarez yang sangat putih itu.


"Emm, lebih baik. Apa sudah boleh menggunakan pakaian Mi? Malu" tanya Alvarez yang menunduk malu saat David masih senyum-senyum sendiri mentap kearah Alvarez.


"Kenapa malu, disini hanya ada Mimi dan Pipi saja. Pipi juga tidak menggunakan pakaian, apa Ez tidak melihatnya?" tanya Zahiya yang mentap kearah David yang hanya menggunakan celana panjangnya saja tanpa menggunakan pakaian bagian atasnya.


"Iya, Pipi juga mirip tuyul" ucap Alvarez yang juga ikut menggoda David tentunya.


"Sekarang Ez pakai ini saja, lalu bobok" ucap Zahiya yang memberikan pakaian dalam padanya Alvarez dan juga David. Mereka berdua bersikap manja pada Zahiya membuat Zahiya hanya bisa menghela nafasnya saja.


"Kenapa aku malah memiliki dua baby sekarang" gumam Zahiya yang menatap dua pria beda usia itu sedang bermain diatas ranjang lalu Alvarez terlelap lebih dulu.


"Baby, aku melihat Ez sudah disunat. Apa dia memiliki kelainan saat kecil? Makanya seusianya sudah disunat?" tanya David yang penasaran akan itu semua.


"Tidak ada masalah apa-apa. Hanya jika sudah besar nanti dia lebih malu lagi, sekarang saja dia sering mengeluh malu jika dia dimandikan olehku" jawab Zahiya apa adanya pada David.


"Jadi kalian sering mandi bersama begitu? Sebelum kita menikah?" tanya David yang mulai mode cemburunya.


"Tentu, memangnya ada yang salah? Dia adalah putraku dan aku Ibunya. Apa ada yang salah?" Zahiya balik bertanya saat dia menjawab pertanyaan dari David.


"Jadi dia juga sudah melihat milikmu semua sebelum aku melihatnya? Katakan sekarang juga sangat semuanya" ucap David yang langsung mendekatkan wajahnya pada Zahiya.


"Oh, Syukurlah. Aku kira kalian benar-benar mandi bersua dan kamu memperlihatkan ini semua padanya. Walau dia anak kecil dan belum menerti, tetap saja aku tidak rela berbagi dengan yang lain" ucap David yang mengerucutkan bibirnya.


"Jangan berfikiran macam-macam. Lebih baik Hubby istirahatlah sekarang, Supaya lukanya cepat mengering lalu sembuh" ucap Zahiya yang mendorong wajah David lagi dan menuntun nya berbaring disamping Alvarez yang terlelap.


"Mau kemana? Berbaringlah dengan ku disini jangan kemana-mana" ucap David yang menarik tangan Zahiya supaya berbaring disampingnya.


"Aku harus membantu Mama menyiapkan makan siang, aku tidak enak jika hanya diam saja disini tanpa melakukan apa-apa" ucap Zahiya yang meminta untuk membantu Mama Lulu memasak.


"Tidak apa-apa. Mama pasti tahu apa yang akan dilakukan oleh pasangan pengantin baru didalam kamar dan tidak keluar-keluar. Jadi, diam dan temani aku disini. Jangan kemana-mana" ucap David yang memeluk tubuh Zahiya dan menelusupkan wajahnya kedalam ceruk leher Zahiya.


"Sangat nyaman dan hangat" ucap David yang mengecup leher jenjang Zahiya, hingga menimbulkan kemerahan dipermukaan kuliahnya yang putih.


"Hagan By, nanti Ez terbangun. Diapers sangat sensitive pendengaran nya" ucap Zahiya yang menahan tangan David yang sudah menjalar kemana-mana.


"Baiklah, lagi pula aku sudah berjanji akan tidur dengan nya juga. Huh, ternyata begitu menyiksa" gumam David yang menghela nafasnya berulangkali untuk menetralkan hasratnya yang sudah membumbung tinggi.


"Sabar By, aku akan turun kebawah membantu Mama dan yang lainnya. Karena jika Hubby aku temani terus, tidak akan bisa menahan nya lagi, jadi lebih baik aku pergi dari sini dan belajar memasak untuk suamiku ini" ucap Zahiya yang mengusap pipi David lalu tersenyum tipis padanya.


"Baiklah, aku akan sabar hingga luka ini sembuh dan aku tidak akan pernah mengampunimu lagi" ucap David yang menghela nafasnya berulangkali sambil terus memeluk Zahiya dengan erat dan menekankan tubuhnya pada tubuh Zahiya.


"Jadi, lepaskan aku sekarang" ucap Zahiya yang meminta dilepaskan pelukan nya oleh David.


"Baiklah...." ucap David yang terpaksa melepaskan pelukan nya dari Zahiya.

__ADS_1


"Istirahatlah By, aku turun dulu" ucap Zahiya yang mencium pipi David, tapi bukankah David namanya jika tidak iseng dan jahil pada siapa saja.


CUP....


"Thank you baby" ucap David yang mengusap bibir Zahiya yang basah akibat ulahnya barusan.


Zahiya hanya diam dan mengangguk saja. Pasalnya yang ingin Zahiya cium adalah pipinya, karena David menolehkan wajahnya kearah Zahiya dan mereka berciuman cukup lama. Membuat Zahiya hanya bisa diam dan menerima apa yang dilakukan oleh suaminya yang tingkat kemesuman nya sangat tinggi. Jadi dia hanya bisa diam dan menerimanya.


.


"Kak, apa kakak ipar bisa aku mintai tolong?" tanya Dava mendekat kearah Zahiya yang akan menuju dapur.


"Tolong apa? Apa ada masalah?" Zahiya balik bertanya pada Dava.


"Ini kak, tiba-tiba laptop dan laporan keuangan ada yang membajaknya, kata kak David kakak bisa melakukan nya. Apa kakak ipar bisa membantu ku? Ini sangat penting untuk perusahaan kami kak" ucap Dava yang memperlihatkan layar laptopnya sudah menggelapkan dan menampilkan virus yang sedang melumpuhkan system kerjanya.


"Baiklah, saya akan mengambil laptop saya dulu" ucap Zahiya yang segera menuju kamarnya lagi dan melihat David juga sedang melakukan sesuatu pada laptopnya.


"By, apa perusahaan Hubby juga mengalami hal yang sama dengan Dava?" tanya Zahiya yang mendekatinya lalu melihat kejadian yang sama.


"Iya, Dava baru memberitahunya. Apa kami bisa membantu kamu baby?" tanya David yang sudah sangat frustasi saat melakukan penahanan sebagian datanya yang akan mereka ambil.


"Sebentar" ucap Zahiya yang meminta David menunggunya dan Zahiya mengambil laptopnya. Lalu menghubungkan dengan perusahaan milik David terlebih dahulu.


"By, sebaiknya kita kebawah saja. Disana kita bisa minta bantuan Dava juga" ucap Zahiya yang sudah bisa meretas siapa yang mengirim virus tersebut. Lalu Zahiya memerintahkan anggotanya untuk melakukan penyerangan pada orang yang sudah berani menyerangnya.


"Baiklah baby" ucap David yang mengikuti saran dari Zahiya.


Ternyata mereka berdua sedang ditunggu oleh semuanya orang yang ada disana. Baik Dava, Papa Devon dan Dimas, suaminya Safia. Zahiya langsung duduk disamping David tentunya, mana boleh Zahiya duduk didekat orang lain. Walau itu adik dan Ayah nya sendiri.


"Hubungkan perangkat kalian dengan ini. Setelah itu lakukan cara-cara yang akan aku beritahu" ucap Zahiya yang memberikan sebuah alat yang sengaja dia gunakan jika kejadian seperti ini terjadi.


Zahiya juga menjelaskan semuanya sambil terus memulihkan data server yang hampir dihancurkan oleh mereka. Zahiya terus fokus pada layar laptopnya, membuat semua orang yang ada disana terkesima melihat aura Zahiya yang bluber-bluber.


"Ma, diapers ini sebenarnya bisa apa saja? Kenapa melawan virus sebesar itu bisa diajak lakukan dengan sangat santai?" tanya Safia yang menatap Zahiya tanpa berkedip sedikitpun.


"Mama juga tidak tahu. Apa lagi Mama yang hanya lulusan SMA saja, Papa kamu dan suami kamu saja tidak bisa melakukan nya" jawab Mama Lulu yang mendapatkan anggukan kepala dari Safia.


"By, tolong klik bagian sebelah kiri lalu tekan lebih lama" ucap Zahiya pada David yang membuat semua orang saling tatap lalu menatap kearah Zahiya dan David bergantian.


"Lalu apa lagi sayang?" tanya David yang tidak mengalihkan pandangan nya dari layar laptop miliknya.


"Tunggu saja, sebenar lagi akan muncul sesuatu yang mengejutkan" jawab Zahiya yang benar saja tidak lama kemudian data-data perusahaan yang sudah hilang bahkan rusak sudah kembali lagi dengan sempurna.


"Sayang terimakasih banyak. Kamu ingin bayaran apa dariku, hmm?" tanya David yang memeluk tubuh Zahiya dan menciuminya dihadapan semua orang.


"Uekk... Loe ini Kenp sih kak, nggak kuat sikon banget" ucap Dava yang pura-pura mual saat melihat David bersikap seperti itu pada Zahiya.


"Sirik aja loe" ucap David yang masih sama seperti sebelumnya, memeluk Zahiya.


"Kakak ipar, apa ini sudah pulih semuanya dan tidak akan bisa dibobol lagi?" tanya Dava yang masih terus memeriksa semua data-datanya dengan teliti.


"Ini bukan hanya kembali Dav, melainkan sudah ditanam anti virus yang lebih tinggi lagi dari sebelumnya. Coba kamu lihat semuanya" bukan Zahiya yang menjawab, melainkan Dimas yang menjawabnya dan memperlihatkan semuanya pada Dava dan Papa Devon.


"Benar, ini sudah sangat sempurna. Apa yang kamu inginkan nak, kami sangat berterimakasih padamu. Karena sudah membanting kami untuk menyelesaikan masalah virus ini" ucap Papa Devon yang mengucapkan terimakasih dengan sangat tulus pada Zahiya.

__ADS_1


"Ini bukan virus kuat Pa, bahkan Ez saja sudah bisa melakukan nya. Jadi Papa jangan seperti itu, kita kan keluarga. Jadi sudah seharusnya saling bantu dan tolong menolong" ucap Zahiya yang mengatakan jika ini adalah virus biasa. Anak usia satu tahun lebih saja bisa menangani ini semua.


Mereka saling pandang dan diam selama beberapa saat, sebelum akhirnya David membuat semua orang merasa jengah dengan tingkahnya yang membuat kesal.


__ADS_2