Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan

Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan
Bab 50. Akhirnya...


__ADS_3

Bagaimana tidak jengah juga kesal akan kelakuan David saat ini. Dia tidak ada malu-malunya sama sekali saat dia bermanja-manja pada Zahiya. Zahiya hanya bisa menghela nafasnya melihat bayi besarnya ini.


"Zahiya, sebaiknya bayi besar kamu ini tidurkan dulu sebelum membuat kamu semua semakin kesal akan tingkahnya itu" ucap Mama Lulu yang menggeleng dan beliau langsung pergi menuju dapur untuk menyiapkan makan siang mereka.


"Iya Za, kamu buat dia tidur saja dulu sebelum menguji kesabaran kamu" ucap Safia yang menimpali ucapan Mama Lulu. Lalu dia juga mengikuti langkah Mama Lulu menuju dapur.


"Bini loe komplen tuh kak" ucap David pada Dimas yang hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah kakak beradik itu.


"Baby, antarkan aku kekamar. Rasanya sangat lemas sekali" ucap David yang masih saja manja-manja pada Zahiya.


"Iya, aku bereskan ini dulu" jawab Zahiya yang membereskan laptopnya lalu mengajak David untuk kedalam kamar.


"Sayang, kenapa kamu bisa melakukan itu semua?" tanya David yang mbuat Zahiya hanya mengerutkan keningnya saja.


"Dari bertarung, menggunakan senjata, memuaskan aku, dan sekarang bisa meyelamatkan perusahaan kita" ucap David yang langsung mendapatkan pelototan tajam dari Zahiya.


"Kenapa diperjelas sih By? Ini sudah tugas aku sebagai keluarga bukan? jadi, biarkan aku belajar memasak. Karena Hubby tahu jika aku bisa melakuakan itu semua, hanya satu yang tidak bisa aku lakukan" ucap Zahiya yang menghela nafasnya kasar diakhir kalimatnya.


"Apa? Masih belum bisa apa? Aku rasa kamu bisa semuanya" tanya David yang penasaran dan dia memeluk tubuh Zahiya dan menelusupkan wajahnya diceruk leher Zahiya.


"Aku tidak bisa memasak, yang bisa aku lakukan adalah menghancurkan isi dapurnya. Makanya aku ingin belajar masak dengan Mama dan yang lainnya. Aku juga ingin bisa memasak dan bisa lebih membuat Hubby senang" jawab Zahiya yang hanya diam saja tangan nya, dia tidak membalas pelukan dari David.


"Untuk apa belajar masak, jika saat ini saja aku sudah sangat puas dengan kamu sayang. Jadi jangan memaksakan diri untuk bisa melakukan yang tidak bisa kamu lakukan, oke" ucap David yang menatap wajah Zahiya dan menangkup kedua pipinya.


"Benarkah? Jika begitu izinkan aku belajar sekarang, aku ingin bisa memasak. Ya, walau memasak telur ceplok mungkin" tanya Zahiya yang memberikan senyuman nya untuk David.


"Baiklah, aku juga sangat mengantuk sekali. Mungkin karena efek obat yang aku minum" ucap David yang membaringkan tubuhnya disamping Alvarez, tidak lama kemudian dia terlelap.


"Terimakasih By, karena sudah memberikan keluarga yang utuh dan juga sangat baik padaku. Aku tidak akan pernah mengecewakan Hubby" ucap Zahiya yang segera bangkit dari duduknya lalu menuju dapur.


"Loh, kok kemari nak, apa membutuhkan sesuatu?" tanya Mama Lulu yang menatap menantunya ini.


"Tidak Ma, aku hanya ingin membantu Mama masak. Apa boleh?" jawab Zahiya sambil bertanya pada Mama Lulu.


"Oh, tidak apa-apa kamu istirahat saja. Mama ada yang membantu" ucap Mama Lulu yang memegang tangan Zahiya.


"Eh, tangan kamu kenapa? Kenapa diperban seperti ini?" tanya Mama Lulu yang memegang tangan Zahiya yang diperban.


"Ini bukan kenapa-kenapa Ma, hanya luka kecil saja" jawab Zahiya yang tersenyum pada Mama Lulu.


"Ya sudah, lebih baik kamu istirahat saja dan tidak perlu membantu Mama, Mama tidak mau jika nanti kamu kenapa-kenapa. Jadi tidak perlu khawatir, diam disini saja" ucap Mama Lulu yang meminta Zahiya untuk duduk.


"Ma, aku bisa membantu yang mudah-mudah saja. Boleh ya Ma? Aku jenuh jika hanya diam saja" ucap Zahiya yang meminta supaya dia boleh membantu.


"Iya sudah Ma, biarkan saja Zahiya membantu. Nanti yang ada malah nangis" ucap Safia yang menggoda Zahiya.


"Iya Ma kakak ipar pasti ingin bisa masak juga" Sonya juga menimpali ucapan dari Safia.


"Baiklah, tapi benarkan. Jika kamu tidak apa-apa? Mama tidak mau jika nanti bayi besar kamu itu merajuk" ucap Mama Lulu yang juga menggoda Zahiya.


"Tentu tidak Ma, bang David sedang tidur. Dan lagi untuk apa dia marah?" ucap Zahiya yang menatap kearah Mama Lulu.


"Baiklah. Kita hanya masak biasa-biasa saja, kamu bisa bantu mengupas bawang dan memotongnya" ucap Mama Lulu yang langsung diangguki oleh Zahiya.


Mereka masak bersama dan selesai setelah beberapa menit. Semuanya menyiapkan makanan diatas meja lalu memanggil para pria yang entah pada kemana.


"Kemana semua orang Ma? Perasaan tadi masih berada disini" tanya Safia yang menatap kearah Mama Lulu dan Sonya.


"Iya juga, mungkin mereka sedang dibelakang bermain dengan anak-anak" jawab Mama Lulu yang berjalan menuju halaman belakang. Dan benar saja, jika semua orang sedang berada disana.


"Ternyata disini semua, sudah waktunya makan, ayo masuk" ucap Mama Lulu yang mengajak suami, anak dan cucu-cucunya masuk kedalam.


Tidak jauh berbeda dengan Zahiya, diapers juga sedang membangunkan David dan Alvarez yang belum bangun juga. Dia baru selesai mandi dan akan membangunkan mereka berdua. Tapi Zahiya heran, kenapa David tidak ada ditempat tidurnya.

__ADS_1


"Bukankah Hubby belum bangun? Kenapa sudah tidak ada disana" gumam Zahiya yang langsung masuk kedalam ruangan walk in closet untuk menggunakan pakaian nya.


"Aw!! Hubby, kenapa ngagetin?" tanya Zahiya yang kaget saat ada tangan kekar memeluknya dari belakang dan menaruh kepalanya diatas pundak Zahiya.


"Aku sangat merindukan mu baby, aku sungguh tidak tahan lagi" ucap David yang sudah membalikan tubuh Zahiya. Mengatakan nya sambil tersenyum dan menatap penuh gairahnya.


"By, kita ditunggu untuk makan siang. Ssshhh" ucap Zahiya yang mendesis saat David menyentuhnya dengan sangat lembut. Bahkan handuk yang Zahiya gunakan sudah berada dikakinya.


"Sebentar saja baby. Aku sudah memasang peredam suara disini dan menyiapkan semua ini untuk kita melakukan tanpa mengganggu Ez yang sedang tidur" ucap David yang langsung membawa Zahiya menuju sofa yang menurut Zahiya sangat aneh dan entahlah Othor tidak tahu.


"By, jangan terlalu lama. Uh... " ucap Zahiya yang sudah mendapatkan serangan mendadak dari David yang entah sejak kapan sudah sama-sama polosnya.


"Nikmati saja baby. Ini sngat nikmat" ucap David yang terus memacu dirinya dari belakang dan sudah berulangkali Zahiya dibolak balik seperti ayam bakar biar nggak gosong.


"Ah... Hubby... Aku, aku sudah tidak kuat lagi..." ucap Zahiya yang sekarang sedang berbaring terbalik.


"Bersama baby. Uh... Ah...." ucap David yang mempercepat tempo permainan nya hingga Zahiya menjerit sangat keras.


Jika saja tidak ada peredam suara didalam ruangan walk in closet itu, sudah dipastikan suaranya akan terdengar hingga keluar kamar mereka dan membuat heboh seluruh rumah oleh suara mereka berdua.


"By, kaki aku bergetar" ucap Zahiya yang tidak bisa menahan berat tubuhnya sendiri.


"Jika bisa seperti ini, kenapa harus menggunakan kaki kamu baby" ucap David yang menggendong Zahiya ala bridal style menuju kamar mandi. Tidak lupa mereka sudah menggunakan bathrobe sebelum melewati tempat tidur, dimana Alvarez sedang terlelap.


"By, bahu Hubby sedang terluka. Apa tidak akan kenapa-kenapa?" tanya Zahiya saat David menggendongnya dan dia mengusap bahu David yang masih tertutup perban.


"Tentu saja tidak apa-apa. Justru aku ini masih sangat kuat jika untuk menggempur mu lagi sekarang juga" jawab David yang mengecup bibir Zahiya sekilas.


"Hubby Iihhh, jangan macam-macam. Bagaimana jika Ez terbangun bagaimana?" ucap Zahiya yang memeluk David dengan erat dan menyandarkan kepalanya pada dada bidang David.


"Tidak akan, karena putra kita itu sangat pengertian pada Mimi dan Pipi nya yang sedang berduaan seperti ini" jawab David yang mengedipkan sebelah matanya menggoda Zahiya.


David langsung masuk kedalam kamar mandi, lalu meletakan Zahiya diatas kloset untuk menunggunya menyiapkan air didalam bathtub. David menghampiri Zahiya dan dengan tatapan mesumnya. Membuat Zahiya hanya bisa menghela nafasnya saja karena, tingkat kemesuman David diatas rata-rata.


"Sshhh, By. Please, jangan lagi" ucap Zahiya yang menghentikan tangan David terus menyentuhnya.


"Hanya memegangnya saja baby. Tidak lebih" jawab David tidak mendengarkan ucapan dari Zahiya yang tidak ingin jika mereka semakin lama untuk turun.


"Hubby, Iihhh. Lihat, diapers bangun lagi kan. Lepaskan aku sekarang atau aku akan memberikan Hubby hukuman yang tidak bisa Hubby bayangkan!" ucap Zahiya yang mengancam David, saat David akan menusukan adik kecilnya itu.


"Hanya sedikit saja baby. Janji sedikit saja" ucap David yang akan melakukan nya. Tidak jadi saat pintu kamar mandinya diketuk dari luar.


"Mimi, Pipi. Apa Mimi dan Pipi ada didalam sana?" tanya Alvarez yang ternyata sudah terbangun saat mendengar ada suara dari dalam kamar mandi.


"Iya, Mimi sedang mandi. Tunggu sebentar" ucap Zahiya yang berteriak dan melepaskan pelukan David darinya.


"Jadi, ku bisa terlepas sekarang" ucap Zahiya yang langsung pergi dari sana setelah menggunakan bathrobe nya.


"Apa mau mandi atau mau cuci muka saja boy?" tanya Zahiya saat menatap Alvarez masih mengucak-ngucak matanya berulang-ulang.


"Cuci muka saja" jawabnya sambil menguap dan langsung menuju kamar mandi.


"Aku harus segera menggunakan pakaian, jika tidak singa kelaparan itu akan meminta jatahnya terus-menerus" gumam Zahiya yang masuk kedalam walk in closet.


"Pi, apa Pipi sudah selesai mandinya?" tanya Alvarez yang menatap David sudah menggunakan bathrobe nya.


"Iya, apa jagoan Pipi akan mandi juga?" jawab David yang bertanya kembali pada Alvarez.


"No, Ez mau cuci muka saja. Mama sudah memanggil" jawab Alvarez yang segera dibantu oleh David untuk membasuh wajahnya.


"Sudah segar kembali?" tanya David yang menggendong Alvarez menuju kamar.


"Emm, apa Pipi kena serangga?" tanya Alvarez yang menatap kearah leher David yang ada tanda cinta dari Zahiya tadi.

__ADS_1


"Iya, bahkan serangganya sangat cantik sekali" jawab David yang tersenyum menatap kearah Zahiya yang menatapnya tajam.


"Benarkah Pi? Apa tidak sakit?" tanya Alvarez yang tidak mengerti akan serangga yang dimaksud oleh David padanya.


"Sudah-sudah, jangan dengarkan Pipi kamu boy. Kita turun sekarang saja, tinggalkan Pipi yang lamban" ucap Zahiya yang mencegah David mengatakan yang tidak-tidak pada Alvarez.


"Tungguin, Pipi sudah selesai. Siapa yang bilang jika Pipi ini lamban? Pipi sangat cepat" ucap David yang terburu-buru menggunakan pakaian yang sudah Zahiya siapkan tadi.


"Rambut Pipi masih basah, keringkan dulu" ucap Zahiya yang mengatakan Pipi jika sedang bersama dengan Alvarez.


"Biarkan saja Mimi, supaya mereka tahu jika Pipi sudah mandi" jawab David yang mengedipkan sebelah matanya sambil mengibas-ngibaskan rambutnya hingga berantakan. Tapi malah terlihat semakin tampan saja kelihatan nya.


"Ya, sudah ayo kita turun" ucap Zahiya yang merasa gugup saat melihat David yang seperti ini.


Mereka bertiga turun, dengan Alvarez yang berada ditengah-tengah mereka berdua. Zahiya merasa ada yang aneh dengan semua tatapan dari semua orang pada mereka. Sedangkan David hanya cuek saja dan tidak memperdulikan semua tatapan itu.


"Ehm, pantas saja lama. Abis minta setoran rupanya" sindir Dava yang melihat tampilan David masih segar dan jangan lupakan rambutnya yang basah.


"Iya, sampai melupakan jika sedang ditunggu untuk makan" timpal Safia yang menggelengkan kepalanya sambil terus mengunyah makanan nya.


"Ma, kalian membicarakan apa?" tanya putranya Safia yang sudah beranjak dewasa dan diangguki oleh putrinya Dava.


"Anak-anak tidak boleh tahu. Kalian masih kecil" ucap Mama Lulu yang menatap tajam pada Dava dan Safia yang tidak bisa kontrol jika sudah seperti ini.


"Maaf Oma" ucap keduanya sambil menunduk mengucapkan maaf pada Mama Lulu.


"Diam dan lanjutkan saja makan kalian" ucap Mama Lulu yang masih menatap tajam pada anak-anaknya yang selalu membuatnya pusing.


David hanya senyum-senyum sendiri tidak jelas saat melihat kakak dan adiknya dimarahi juga dia ponakan nya. Tapi dia masih asik makan sambil sesekali menyuapi Alvarez yang hanya diam dan terus mengunyah makanan nya.


Mereka semua makan dengan tenang dan tidak banyak bicara lagi hingga selesai. Mereka berkumpul bersama diruang keluarga, mereka banyak membahas pekerjaan untuk para pria. Hingga ada seseorang yang datang mencari Zahiya.


"Dia disapa Vid? Kenapa mereka terlihat sangat asing?" tanya Mama Lulu yang menatap pada David.


"Mereka adalah orang-orangnya Zahiya. Kenapa memangnya kenapa Ma? Apa ada yang salah atau Mama tidak menyukainya?" jawab David yang bertanya kembali pada Mama Lulu.


"Tidak apa-apa, hanya heran saja. Tapi kelihatan nya dia juga mencintaimu Vid, apa tebakan Mama benar?" tanya Mama Lulu yang mengalihakan pembicaraan nya dari pertanyaan pertamanya.


"Siapa yang bisa menolak pesona seorang David Ma? Mama lihat sendiri bukan, jika dia memang sangat mencintai ku" ucap David dengan sangat percaya diri tingkat tinggi.


"Alhamdulilah, Mama senang mendengarnya Vid. Mama sangat bahagia, melihat kalian semua bahagia. Mama sudah bisa tenang dan Mama hanya bisa mendo'akan kalian semua baik-baik saja dan selalu bahagia" ucap Mama Lulu yang sudah berkaca-kaca mengatakan nya.


"Kami semua akan selalu bahagia Ma. Karena kami masih memiliki Mama dan Papa yang selalu mendukung kami dan berada disisi kami" ucap Safia yang langsung memeluk Mama Lulu lalu diikuti oleh David dan Dava yang melakukan hal yang sama dengan Safia.


"Mama adalah yang terbaik dan sangat berjasa dalam semua kehidupan kami semua. We love you more Mam" ucap David yang memeluk mereka bertiga dengan erat.


"Apa Mama saja yang mendapatkan pelukan? Kenapa Papa tidak mendapatkan nya?" tanya Papa Devon yang menatap sedih pada istri dan anak-anaknya itu.


"Anak-anak, peluk Opa kalian semua" ucap David yang langsung diikuti oleh anak-anak Safia dan Dava. Jangan lupakan Alvarez juga memeluk Papa Devon.


"Hahaha, terimakasih pelukan nya sayang" ucap Papa Devon yang tertawa mendapatkan pelukan dari cucu-cucunya.


"Sama-sama" jawab mereka semua sambil tertawa juga dalam pelukan Papa Devon. Semuanya terlihat sangat bahagia dan saling melengkapi satu sama lain. Hingga Zahiya merasa heran, karena semua orang malah saling berpelukan bersama sambil tertawa bersama.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya... Yang belum subscribe langsung subscribe ya...


Bintangnya juga jangan sampe lupa ya😉

__ADS_1


Thanks and happy reading...🤗🤗🤗


__ADS_2