
"Pak Ustadt, sebaiknya anda usir saja orang yang sedang tidur itu. Takutnya dia adalah orang yang berbahaya bagi penduduk yang ada disini, karena saya mau langsung pulang sekarang. Saya masih ada urusan penting" ucap David yang menahan tawanya supaya Ustadt disana percaya dengan ucapan nya.
"Baik Mas, terimakasih sudah memberitahunya pada saya. Saya sendiri yang akan mengusirnya dari sini, sekali lagi terimakasih banyak" ucap Ustadt yang berbicara pada David, kebetulan mereka memang sudah saling kenal satu sama lain.
"Kalau begitu saya permisi Pak Ustadt. Assalamualaikum" ucap David yang menjabat tangan Pak Ustadt.
"Wa'allaikumsalam warohmatulohi wabarokatuh" jawabnya langsung menuju Guntur yang masih terlelap dengan damainya.
"Bismilah, semoga saja dia memang tidak akan menyerang ku" gumamnya yang mendekat kearah Guntur.
Sedangkan David tertawa terbahak-bahak didalam mobilnya yang sudah melaju menuju rumahnya. Dia membayangkan jika Guntur akan diarak oleh warga disana dan mungkin saja akan dibawa kedinas sosial karena dia mengganggu ketertiban umum. Atau membuat warga disana takut.
"Hahaha, Guntur-Guntur. Sungguh loe itu memang tidak pernah berubah jika sudah mengantuk akan tidur dimanapun yang loe anggap itu tempat nyaman. Pasti akan ada berita viral, seorang Guntur Mahardika. CEO dari MH.GROUP menjadi gelandangan karena tidur tidak menggunakan pakaian benar, atau seperti gembel" ucap David yang masih tertawa terbahak-bahak dan tidak bisa berhenti.
Kembali lagi ketempat dimana Guntur Mahardika masih tertidur pulas. Disana orang-orang sudah berkumpul dan memandangi kearah Guntur yang tidak mau bangun juga, walau sudah dibangunkan dengan cara apa saja. Tetap saja tidak mau bangun, dan hanya cara terakhir untuk bisa membangunkan nya, yaitu membanjurnya dengan air.
BYUR...
Wajah Guntur dibanjur dengan satu gayung air yang salah seorang warga membanjurkan tepat diwajah Guntur.
"Hup, banjir... Mom, rumah kebanjiran" teriak Guntur yang sudah bangun, tapi belum sadar jika dia menjadi pusat perhatian semua orang.
"Kenapa gue ada disini? Dan dimana yang lainnya?" gumam Guntur yang sudah sadar, jika dia berada diteras masjid.
"Maaf anak muda, anda harus pergi dari sini sekarang juga. Karena kedatangan anda membuat resah semua warga yang ada disini" ucap salah seorang warga yang berkerumun didepan masjid.
"Maksudnya apa ya Pak? Saya tidak mengerti, saya ketiduran saat sedang bersama dengan sahabat-sahabat saya. Apa Bapak-Bapak tahu dimana sahabat-sahabat saya?" tanya Guntur menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan belum sadar jika dia sedang jadi tontonan.
"Sahabat yang mana? Bukankah kamu ini orang tidak waras? Makanya berpenampilan seperti itu dan membuat resah semua warga disini? Jadi sebelum kami berbuat yang tidak-tidak, lebih baik kamu pergi dari sini. Jangan pernah kembali lagi kemari" teriak warga yang lain dan diteriaki oleh semuanya orang yang ada disana.
"Tunggu dulu Pak, tunggu, saya bisa jelaskan semuanya. Saya kemari dengan ketiga sahabat saya dan mereka adalah di..." Guntur celingukan melihat sekitar masjid sudah tidak ada siapa-siapa dan mobil mereka juga sudah tidak ada ditempatnya semula.
"Sial! Gue dikerjain oleh mereka semua. Awas saja nanti, akan gue balas semuanya satu persatu" gumam Guntur yang tidak bisa didengar oleh orang-orang yang ada disana.
"Cepat pergi dari ini! Sebelum kami benar-benar berbuat kasar pada kamu!" teriak orang yang pertama mengatakan untuk mengusir Guntur.
"Oke Bapak-Bapak. Saya akan pergi sekarang juga, tapi tolong jangan menatap saya seperti itu. Saya ini orang terpandang loh, masa menatapnya seperti saya tidak berpakaian saja" ucap Guntur yang memang tidak sadar juga jika dia memang hanya menggunakan pakaian dalam saja.
"Dia memang benar-benar sudah tidak waras Pak. Lebih baik kita bawa kedinas sosial saja untuk diamankan. Dari pada membuat ulah dan meresahkan kita semua" ucap salah seorang warga yang memberikan usul.
"Kamu memang tidak berpakaian yang benar. Lihat saja dirimu itu, cepat kita bawa saja dia kedinas sosial" ucap pria pertama yang mengatakan itu pada Guntur.
"Apa!" ucap Guntur yang menatap dirinya dipantulan kaca jendela masjid. Dan benar saja, jika dia saat ini hanya menggunakan celana kolor dan juga kaos dalam saja, lalu dia berteriak sangat kencang.
"Aaaaa, kenapa gue jadi kayak gini? Ini pasti kerjaan mereka bertiga, siapa lagi yang berani dan tegang ngerjain gue kayak gini. Awas saja kalian semua..." teriak Guntur yang menutupi tubuhnya dengan kedua tangan nya sendiri.
__ADS_1
"David... Awas loe!!! Gue bales loe nanti!!!" teriak Guntur yang memanggil nama David dengan amarahnya dan dia memohon-mohon padaku semua warga yang ada disana untuk percaya padanya. Jika dia bukan orang gila dan juga dia masih waras. Dia meminta izin untuk pulang, tapi sebelumnya dia menggunakan kain sarung tangan ada didalam masjid untuk menutupi bagian bawahnya yang hanya menggunakan celana kolor.
Guntur juga meminjam uang ada salah seorang warga disana. Dia benar-benar sangat malu dan juga tidak enak, setelah dia mendapatkan ongkos untuk memesan taxi dan dia segera pulang. Bukan pulang tepatnya, dia langsung menuju rumah David. Karena semua pakaian nya pasti ada padanya.
"David!! Dimana loe... David" teriak Guntur saat sudah turun dari taxi.
"Wa'allaikumsalam. Kenapa kamu datang teriak-teriak?" ucap Mama Lulu yang menatap Guntur dengan sangat tajam, juga menyindirnya.
"Maaf tante, Assalamualaikum" ucap Guntur yang langsung menyalami Mama Lulu dan dia meminta maaf karena sudah teriak-teriak dirumahnya.
"Kenapa kamu teriak-teriak dirumah saya? Dan kenapa penampilan kamu seperti ini? Apa kamu benar-benar sudah insyaf atau memang kamu stres?" tanya Mama Lulu yang malah julid pada Guntur.
"Pertama ini ulah anak tante yang ngerjain saya lalu membawa pakaian saya pergi. Kedua saya memang belum insyaf sepenuhnya, tapi saya sedang berusaha tante. Yang ketiga, atau yang terakhir. Saya masih waras dan juga tidak gila, saya kemari untuk mengambil pakaian juga ponsel saya yang dibawa oleh anak tante yang luknut itu. Saya dikerjain habis-habisan olehnya, hingga saya seperti ini" jelas Guntur yang menghela nafasnya berulangkali sambil menatap wajah Mama Lulu yang hanya diam juga dengan tatapan datarnya.
"Lalu dimana David tante? Saya ingin menemuinya sekarang juga" tanya Guntur yang sudah celingukan mencari keberadaan David.
"Dia baru saja masuk kedalam kamarnya. Mungkin saja dia sedang mandi, kamu kesana saja. Tapi, jangan teriak-teriak. Sakit telinga saya mendengar teriakan kamu" ucap Mama Lulu yang langsung pergi meninggalkan Guntur yang berdiri mematung saat Mama Lulu pergi dari sana.
"Kenapa jadi gue yang dimarah-marahi? Seharusnya gue yang marah-marah, kenapa malah sebaliknya? Memang benar, jika wanita itu adalah mahluk yang paling benar. Jika wanita salah, maka ingat yang pertama" gumam Guntur yang segera menuju lantai atas untuk menemui David.
BRAK...
"Kurang asem loe. Loe bener-bener tega banget sih ngerjain gue? Gue sudah diarak oleh warga disana, dan hampir saja gue dibawa kedinas sosial oleh mereka semua. Kejam banget loe jadi orang" ucap Guntur yang malah merebahkan dirinya diatas ranjang David.
"Hahaha... Loe pulang dengan pakaian begini? Apa loe nggak malu? Terus apa loe nggak liat, jika disamping loe ada pakaian loe?" ucap David yang kembali tertawa terbahak-bahak melihat penampilan Guntur yang memang sangat acak-acakan.
"Tuh baju dan celana loe. Gue hanya bawa itu saja, mungkin saja didalam celana loe memang ada dompet dan juga ponsel loe. Karena gue nggak buka-buka itu. Sekarang loe keluar" ucap David yang menunjuk pakaian yang ada diatas sofa dengan dagunya. Lalu dia mengusir Guntur untuk segera pergi dari sana.
"Iye-iye, gue balik. Jika bukan rumah loe, sudah gue beri loe" ucap Guntur yang melangkah pergi dari kamar David.
"Kamu masih disini rupanya? Kenapa kamu natap saya seperti itu?" Tanya Mama Lulu yang melangkah menuju kamar David. Dengan menatap sinis juga tidak suka pada Guntur.
"Masih tante, saya baru mau ganti pakaian. Tante sudah ada disini saja, saya mau numpang disini sebentar tante. Saya sangat lelah, please ya tante. Bentaran doang kok" ucap Guntur yang memohon pada Mama Lulu. Sedangkan Mama Lulu langsung meninggalkan Guntur dan masuk kedalam kamar David.
"Vid, besok adalah acara pernikahan putri Azalya dengan tante Sinta. Kamu harus datang ya, karena kita semua mendapatkan undangan nya langsung dari tante Soraya. Tidak enak jika tidak datang" ucap Mama Lulu yang mengatakan nya dengan pelan dan takut jika David akan sedih. Ternyata dugaan Mama Lulu memang benar, jika David akan sedih.
"Iya Ma, David pasti akan datang. Tapi tidak janji akan menemuinya dan mengucapkan selamat padanya" ucap David tanpa dia sadari mengatakan itu pada Mama Lulu.
"Iya sudah tidak apa-apa. Yang penting kamu bisa datang dan tidak terlambat untuk kesana. Mama tidak enak jika salah satu anak-anak Mama ada yang tidak datang. Yang sudah, Mama hanya mau menyampaikan itu saja pada kamu. Keluarlah, sahabat kamu sedang menunggu kamu dibawah" ucap Mama Lulu yang segera pergi dari kamar David.
"Iya Ma, David akan turun sekarang" ucap David yang memang sudah rapih dengan pakaian santainya.
Mama Lulu dan David jalan beriringan menuju lantai bawah, disana Guntur sedang duduk ditemani oleh Dava. Karena mereka memang sudah sangat akrab sejak dulu, semenjak Dava menikah mereka tidak dekat lagi.
"Bagaimana keadaan yang lain? Sudah lama sekali rasanya tidak bertemu dengan kalian semua" ucap Dava yang menanyakan pada Guntur.
__ADS_1
"Kami baik-baik saja, hanya loe tahu sendiri kan jika kami baru kehilangan salah satu dari kami. Semoga semuanya baik-baik saja dan selalu diberi kesehatan supaya bisa bertemu seperti ini lagi" jawab Guntur yang mengatakan nya dengan sangat jelas dan dia sedikt menunduk sedih jika mengingat soal kepergian Benjamin.
"Iya, gue juga kepemakaman nya kemarin. Gue masih belum percaya akan semua ini, tapi semuanya sudah menemui jalan keluarnya akan diskusi kalian semua?" ucap Dava yang menanyakan hasil diskusi mereka tadi siang.
"Alhamdulilah semuanya memang menemukan jalan keluar untuk tetap menunggu semuanya keluar dengan sendirinya. Karena kita tidak mungkin melakukan itu semua, itu adalah urusan keluarganya dan kami tidak mau jika nanti malah membuat perselisihan" jawab Guntur yang sok bijaksana mengatakan nya.
BUK...
"Sok benget sih loe anjir. Eneg gue dengernya" ucap David yang menumpuk kepala Guntur menggunakan bantal sofa.
"Emang benar gitu kan semuanya? Loe sendiri yang mengatakan nya kamvret, malah ngelak lagi loe" ucap Guntur yang mengatakan nya dengan sedikit berteriak juga.
'Terimakasih Ya Allah, engkau memang maha segalanya. Disaat dia sedang sedih karena orang yang mungkin dia sukai akan menikah besok, ada sahabatnya yang bisa menghiburnya walau sesaat. Tapi hamba sangat-sangat bersyukur, dengan begitu dia bisa melupakan rasa sakit dan kecewanya sejenak ' ucap Mama Lulu yang melihat senyuman diwajah David dan itu membuat Mama Lulu senang melihatnya.
"Iya, tapi semuanya sudah selesai. Kita hanya bisa berdo'a supaya dia segera ditemukan dan bisa berkumpul lagi dengan uncle Franklin" jawab David yang mengangguk dan Dava hanya menyimak kedua pria itu berbicara.
"Eh, ngomong-ngomong gue tinggal dulu ya. Soalnya gue mau bersih-bersih dulu, gerah banget soalnya" ucap Dava yang segera pergi dari sana meninggalkan David dan Guntur.
"Iya, loe pergi sana. Pantes dari tadi baunya menyengat banget, kek sampah busuk" ucap David yang membuat Dava mendelik judes dan dia segera pergi sebelum ada perang dua dunia.
"BTW, kenapa muka loe asem banget? Sedang ada masalah loe?" tanya Guntur yang melihat David sangat berbeda dari biasanya.
"Kagak, gue kagak kenapa-kenapa. Gue cuman sedikit pusing saja" jawab David dengan beberapa kali menghela nafasnya.
"Gue kenal loe dari jaman nya masih ingusan. Gue kenal loe dan sangat mengenal loe malah, cerita saja apa yang terjadi? Mungkin saja gue bisa bantu ngasih saran sama loe, loe kan tahu sendiri. Jika saran dari gue ini sngat mahal dan juga sangat langka" ucap Guntur yang menaik turunkan alisnya pada David.
"Asem loe, gue nggak apa-apa. Cuman gue masih heran saja, berarti ini waktu sudah tiga bulan dong dari pertunangan gadis kaku itu. Dan besok pernikahan nya, gue diajak emak gue untuk datang. Padahal gue males banget jika harus datang keacara itu" ucap David yang menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa dan dia menatap langit-langit ruang keluarga yang hanya ada mereka berdua saja.
"Lalu mau loe gimana? Mau loe cilik dia sangat loe yang nikahin dia gitu? Atau loe bakalan nangis-nangis dipojokan karena ditinggal kawin sama cem-ceman loe itu? Come on Vid, didunia ini masih banyak wanita dan gadis-gadis yang single. Jadi stop untuk memikirkan nya terus, gue yakin loe bisa dan loe nggak mungkin nekad bunuh diri kan?" ucap Guntur yang malah membuat David semakin kesal padanya. Bukan nya memberikan saran yang bener dan bisa bermanfaat untuknya malah sesat yang ada.
"Kamvret loe, loe kira gue ini sedngkal itu otak gue? Gue juga takut kalian sama darah, pake bunuh diri segala. Gue hanya bingung saja, kenapa bisa dia tidak kenal dan diam saja saat melihat gue? Apa memang dia pura-pura tidak ingat dan memang sengaja melakukan itu? Gue bener-bener ingin tahu soal itu saja. Bukan karena gue suka atau apapun itu" ucap David yang bercerita pada Guntur dan Guntur hanya mengangguk-anggukan kepalanya saja sambil terus tersenyum jenaka.
"Mungkin saja ya, inimah. Mungkin saja itu memang Orng yang berbeda, mungkin saja dia itu adalah dia, atau kembar gitu Vid. Bisa saja kan? Jika yang loe temui itu adalah kembaran nya dia yang akan menikah besok. Gue juga penasaran sih sama gadis itu, yang bisa membuat sahabat gue ini kelimpungan" ucap Guntur yang membuat David semakin tidak mempercayai ucapan Guntur.
David hanya menggelengkan kepalanya saja mendengar ucapan dari Guntur. Dia memang memikirkan kesana, tapi dia menepisnya. Karena mereka sangat mirip dan sama persis, mungkin saja jika memang kembar pasti akan sulit untuk membedakan satu sama lain.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya....
Pollow juga akun Othor yaπ
__ADS_1
Yang belum rating, tolong kasih rating bintang 5 ya... Karena dukungan kalian sangatlah berguna untuk Othor receh ini yang hanya remahan kerupuk seblakππ
Terimakasih and happy reading... π€π€π€