Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan

Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan
Bab 15. Meminta maaf


__ADS_3

David sudah melihat semuanya. Lalu dia langsung kembali kekantor, karena dia tidak ingin menghabisakan waktu yang tidak penting berada disini dan selalu mengingat wajah kekecewaan dari Mama Lulu.


"Loe mau balik sekarang Vid? Padahal mau gue ajak nongkrong dan kumpul dengan yang lain" tanya Guntur pada David yang akan memasuki mobilnya.


"Gue lagi banyak kerjaan. Gue nggak bisa gabung untuk sekarang, mungkin lain kali gue ikut dengan kalian semua" ucap David yang langsung masuk kedalam mobil.


"Bos, kita langsung kekantor atau kemana dulu?" tanya Adi yang memberanikan diri bertanya pada David.


"Balik kantor" jawab David dengan singkat jelas dan padat. Dia benar-benar berubah sangat drastis, membuat semua orang merasa heran dan juga merasa bingung dengan semua ini.


"Baik bos" jawab Adi yang langsung mengemudikan mobilnya menuju D.DRC .


'Ma, apa Mama benar-benar sangat marah dan kecewa pada David Ma? David harus berbuat apa Ma, supaya David bisa dapet maaf dari Mama?' ucap David dalam hati, tidak terasa air matanya menetes dipipinya.


Adi yang melihat itu hnya bisa diam dan menebak-nebak apa yang terjadi pada bosnya ini. Karena tidak biasanya David bersikap seperti ini. Bahkan jika dia kesal atau sedih pun tidak pernah seterpuruk sekarang. Membuat Adi sangat heran akan semua ini.


"Bos, kita sudah sampai" ucap Adi saat melihat David hanya diam saja dan tidak melakukan apa-apa.


Tanpa mengucapkan apa-apa David langsung keluar dan menuju ruangan nya. Dia ingin menyibukan diri dengan semua pekerjaan nya, supaya bisa sedikit mengurangi beban dalam hatinya dan sedikit melupakan rasa bersalah dan penyesalan dalam dirinya.


Setelah menjelang sore, David masih sibuk hingga malam dia tidak ingat untuk makan dan yang lainnya. Bahkan Dona dan Adi sudah pulang sejak sore tadi, karena David sendiri yang meminta mereka berdua pulang.


"Jam berapa sekarang?" gumamnya dan menatap kearah jam tangan nya. Ternyata sudah tengah malam.


Dia segera berkemas dan langsung pergi dari ruangan nya. David berpapasan dengan security yang berjaga pada malam ini dan dia malah berhenti untuk duduk dengan nya didalam pos.


"Tuan, kenapa anda belum pulang? Ini sudah sangat larut dan pastinya kedua orang tua anda sangat khawatir pada anda" tanya security tersebut saat melihat David malah duduk disana dengan wajah lelah dan juga murungnya.


"Apa Bapak security baru disini? Saya baru melihat anda disini?" bukan nya menjawab pertanyaan dari security tersebut. David malah balik bertanya padanya.


"Saya sudah lama Tuan. Karena saya bertugas pada malam hari saja, jadi anda tidak pernah melihat saya" Jawabnya yang memberikan segelas kopi buatan nya pada David.


"Apa Bapak memiliki putra atau putri?" tanya David yang menatap wajah pria paruh baya tersebut.


"Alhamdulilah Tuan, saya memiliki keduanya. Putri saya sudah menikah dan memiliki dua anak, sedangkan putra saya masih kuliah semester akhir. Memangnya kenapa Tuan?" jawab security tersebut dan dia bertanya kembali pada David.


"Tidak apa-apa Pak. Apa Bapak atau istri pernah marah atau bahkan membenci anak-anak Bapak. Atau lebih tepatnya pada putra anda?" tanya David lagi dengan tatapan yang kosong.


"Bagi semua orang tua pasti akan pernah marah. Dan semarah apapun orang tua, tidak akan pernah bisa membenci anak-anaknya. Karena lain dibibir dan lain dihati. Jika orang tua mengatakan membenci dan tidak ingin melihat lagi. Padahal yang sebenarnya adalah tidak bisa, karena orang tua manapun tidak akan pernah bisa marah terlalu lama dan mendiamkan anak-anaknya" jawabnya sambil menatap kedepan, lalu menatap David.


"Apa anda sedang merasakan seperti itu Tuan? Jika iya, minta maaflah dengan tulus dan berjanji pada diri anda sendiri. Jika nda tidak akan mengulangi perbuatan yang sama lagi. Karena bagi orang tua kebahagiaan anak adalah yang paling utama" tanya security tersebut dan mengatakan semua yang sering dia rasakan pada putranya.


"Apa jika Ibu sudah mengatakan kecewa dan bersedih karenanya. Apa itu bisa mendapatkan maafnya kembali? Sungguh ini sangat menyiksa, karena saya baru merasakan yang seperti ini Pak. Beliau yang biasanya cerewet dan selalu marah-marah karena saya selaku nakal dan berbuat sesuka hati sendiri. Sekarang menjadi pendiam dan murung, apa lagi jika melihat wajahnya yang sendu. Sungguh sangat sakit rasanya Pak" ucap David yang menceritakan semuanya pada security dikantornya.

__ADS_1


"Sebaiknya anda minta maaf, walau beliau hanya diam saja. Tapi sesungguhnya beliau menginginkan hal-hal seperti itu, coba saja anda pulang sekarang dan melihat sendiri bagaimana khawatirnya seorang Ibu pada anaknya yang sampai sekarang belum pulang. Bisa anda buktikan sendiri Tuan, karena sesungguhnya kasih sayang seorang Ibu sepanjang masa" ucap security tersebut sambil tersenyum dan menguatkan David.


"Saya akan mencobanya Pak, semoga saja saya bisa mendapatkan maaf dari beliau. Jika pun tidak, saya akan terus berusaha lagi untuk meminta maaf darinya. Terimakasih Pak, Bapak sudah mendengarkan semua keluh kesah saya ini yang entah pada siapa saya mengatakan semua ini dengan nyaman dan tanpa beban seperti sekarang bersama dengan anda. Sekali lagi terimakasih Pak" ucap David yang bersiap akan pulang menggunakan mobilnya yang masih terparkir dihalaman kantor.


"Sama-sama Tuan. Jangan sungkan jika butuh seseorang untuk mendengarkan cerita anda, datang saja pada saya. Jika saya bisa, saya akan membantu anda sebisa saya" ucap security tersebut pada David.


David mengemudikan mobilnya menuju rumah. Dia melihat lampu ruang tamu masih menyala, dia yakin jika Mama Lulu sedang menunggunya. Benar saja saat masuk beliau sedang menunggunya sambil terkantuk-kantuk.


"Ma, kenapa Mama tidak dikamar? Ini sudah larut malam" tanya David dengan tatapan yang sudah berkaca-kaca melihat Mama Lulu masih menungguinya.


PLAK...


"Sudah tahu larut malam, kenapa baru pulang?! Apa kamu sudah tidak perduli lagi akan orang tuamu ini Hah! Sudah berada dewasa dan sudah bisa melawan orang tua kamu! Jika tidak mau mengikuti peraturan yang Mama buat, silahkan kamu pergi dari sini dan nikmati saja semuanya sendiri. Jangan pernah kembali dan menganggap orang tua ini lagi!" ucap Mama Lulu yang mengatakan nya dengan nada naik dua oktav.


"Bukan begitu Ma, aku terlalu fokus dengan pekerjaanku. Hingga tidak terasa sudah selarut ini, tolong jangan usir David Ma. Mana boleh marah dan Mama boleh pukul David sebanyak dan sepuasnya Mama. Tapi tolong jangan diamkan David seperti ini Ma, David merasa sangat tersiksa dengan semua ini Ma. Aku merindukan Mama yang seperti ini, marah-marah pada David dan mengatakan semua yang Mama tidak suka dengan yang David lakukan. Jangan pernah diamkan David lagi Ma" ucap David sambil berlutut dan memeluk kaki Mama Lulu dengan menagis sesegukan dalam pelukan kaki sang Mama.


"Jangan hukum David seberat ini Ma. David tidak sanggup" ucapnya lagi sambil terus memeluk kaki Mama nya.


Mama Lulu hanya diam dan mendongak untuk menahan air matanya menetes. Karena sudah menggenang dipelupuk matanya, sekali berkedip saja sudah dipastikan akan menetes dengan derasnya. David yang merasakan jika Mama nya tidak bergeming dan hanya diam saja tanpa kata mengurai pelukan dari kaki beliau.


"Maafkan David Ma, jika Mama masih mau marah pada David tidak apa-apa Ma. Jika Mama memang benar-benar menginginkan David pergi, David akan pergi. Tapi tolong maafkan David Ma" ucap David yang keluar lagi dari rumahnya. Sebelum itu dia menyerahkan dompetnya dan hanya membawa kunci mobil miliknya saja.


David benar-benar pergi dari rumah malam itu juga. Dia tidak kembali kekantor atau kemana pun. Dia hanya diam didalam mobil dan menangis didalamnya. Enatah perasaan seperti apa yang dia rasakan saat ini.


"Kenapa semuanya jadi kacau seperti ini? Apa yang harus gue lakukan untuk meminta maaf padanya?" teriaknya sambil memukul-mukul setir mobilnya.


"Hidup gue hancur oleh kelakuan gue sendiri. Gue memang pantas mendapatkan ini semua, semoga saja dengan seperti ini Mama bisa memaafkan gue" gumamnya lagi sambil terus merokok. Hingga tidak terasa dia sudah menghabisakan satu bungkus rokok miliknya.


"Sial! Kenapa harus habis sekarang!" umpatnya setelah melihat bungkusan rokoknya sudah habis.


Saat dia memasuki mobilnya terdengar kumandang adzan subuh. Dia menatap dirinya dicermin dan dia sudah terlihat sangat kacau. Dia mengemudikan mobilnya menuju kantor lagi. Dia akan tinggal disana untuk sementara, selama waktu yang belum bisa ditentukan.


.


Jika David sedang kacau dan tidak tahu harus berbuat apa. Para sahabatnya sedang berkumpul untuk menanyakan kondisi David yang berubah sangat drastis.


"Loe yakin Gun, jika si David seperti itu? Terakhir gue lihat dia baik-baik saja dan masih seperti biasanya" tanya Ben yang memang belum melihat David yang sekarang.


"Gue serius. Gue yang sering bertemu dengan nya, kalian tahu sendirikan jika perusahaan gue dan perusahaan miliknya sedang menjalin kerjasama. Otomatis gue sering ketemu dengan nya. Gue melihat seperti banyak beban banget dalam dirinya, pas gue tanya dia selalu bilang baik-baik saja" jawab Guntur dengan sangat semangat padanya ketiga sahabatnya.


"Apa mungkin dia dijodohkan oleh nyokapnya dan dia tidak mau? Atau salah satu cewek yang dia ajak kencan bunting?" tanya Bima yang mendadak menjadi julid pada David.


"Kalo ngomong kagak pake Bismilah loe ya!! Gue tahu David memang playboy, tapi dia bukan seperti gue dan Guntur yang sering nyelup. Dia adalah playboy amanah, mana ada yang seperti itu" ucap Galang yang menyanggah ucapan dari Bima.

__ADS_1


"Iya juga sih, terus masalah apa yang sedang dia hadapi sebenarnya?" tanya Bima yang memikirkan apa yang sedang terjadi pada David.


"Mana gue tahu" jawab Guntur yang mengedikan bahunya bingung juga.


Mereka saling diam dan larut dalam fikiran nya masing-masing. Bagaimanapun mereka adalah sahabat-sahabatnya dan mereka sudah sangat dekat. Apa lagi Galang yang sudah banyak dibantu oleh David, saat sedang menghadapi masalah rumah tangganya dengan Rania.


"Kita harus bisa membuatnya seperti biasa lagi. Karena dia sudah seminggu ini tidak pernah gabung, apa lagi gabung. Ponselnya saja sudah tidak aktif lagi, jika ingin menghubunginya pasti melalui sekertarisnya atau asisten pribadinya" ucap Galang yang menatap layar ponselnya untuk melihat terakhir kalinya David menggunakan ponsel.


"Benar, bagaimana jika besok kita datangi kantornya. Kebetulan gue mau ngasih berkas yang butuh tandatangan darinya. Jadi sekalian saja kita kesana" ucap Guntur yang memberikan saran pada sahabat-sahabatnya itu.


"Kalo besok gue nggak bisa ikutan, karena besok gue harus mempersiapkan acara pernikahan gue. Belum lagi fitting baju pengantin dan cincin kawin, mana sempet gue ikut dengan kalian. Gue minta kabarnya saja dari kalian, sebenarnya gue juga mau ikut. Cuman gue takut nyokap gue ngamuk-ngamuk" ucap Benjamin yang merasa tidak enak juga pada sahabat-sahabatnya yang tidak bisa hadir disaat salah satu dari mereka sedang butuh dukungan darinya.


"It's okay, gue tahu kok. Loe nikmatin saja semuanya, karena gue juga sudah merasakan semuanya dan rasanya nano-nano" ucap Guntur dengan lesu dan diangguki oleh Galang dan Bima.


Semuanya diam kembali sambil menerawang kejadian mereka masing-masing saat sebelum menikah dulu. Hingga mereka dikejutkan oleh kedatangan Adi yang secara tiba-tiba kedalam ruangan Guntur. Karena mereka sedang berkumpul bersama diperusahaan MH.GROUP .


"Maaf Tuan-Tuan saya mengganggu waktunya" ucap Adi yang menetralkan nafasnya yang sedikit tersengal karena berlarian memasuki ruangan Guntur.


"Ada apa? Apa ada masalah?" tanya Guntur yang menghampiri Adi.


"Urgent Tuan. Si bos, sibos pergi kagak bilang-bilang dan dia entah kemana. Apa lagi hampir sebulan ini beliau berubah, saya khawatir akan keadaan nya sekarang. Tuan-Tuan bisa membantu saya untuk mencarinya?" jawab Adi sambil terus tersengal-sengal nafasnya.


"Terakhir kalinya dia adalah dimana? Apa loe tau?" tanya Galang yang juga ikut panik.


"Terakhir yang diruangan nya. Saya cari kedalam ruang istirahatnya juga tidak ada, bahkan saya cari sampai kedalam kamar mandi saja tidak ada. Saya sangat panik Tuan, karena menurut info dari yang saya dapatkan. Beliau sedang frustasi karena Nyonya besar menghukumnya" jelas Adi yang mengatakan nya seperti orang yang sedang dikejar-kejar oleh hantu.


"Kita berpencar sekarang. Kita datangi semua tempat yang biasanya dia datangi, supaya bisa cepat ditemukan. Apa lagi dia tidak membawa ponselnya bukan?" ucap Bima yang langsung diangguki oleh sahabat-sahabatnya juga Adi.


Mereka semua berpencar untuk mencari David yang sedang frustasi. Sedangkan didalam ruangan Adi malah menghela nafasnya kasar dia menatap sekelilingnya yang sudah tidak ada siapa-siapa lagi.


"Malah gue yang ditinggal. Dasar CEO-CEO kurang asem bener" gerutu Adi yang berjalan dengan cepat lalu dia juga berlari menuju parkiran mobil.


"Semoga saja sibos tidak apa-apa. Bisa berabe urusan nya jika dia kenapa-kenapa, bukan hanya dipecat dari kerjaan gue" gumamnya lagi sambil mengemudikan mobilnya untuk mencari keberadaan David.


Semua orang benar-benar panik mencari David. Pasalnya didalam fikiran mereka jika David akan bertindak nekad dan malah mengakhiri hidupnya sendiri. Mungkin begitulah isi fikiran para sahabat-sahabatnya David.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya setelah membaca...

__ADS_1


Jangan ada yang kasih boom like untuk karya baru Othor ini, karena itu akan menurunkan retensi karya Othor...


Terimakasih and happy reading... 🤗🤗🤗


__ADS_2