
David benar-benar memanggil Aaron dan juga dokter obgyn spesial Zahiya, dia benar-benar memeriksa Zahiya yang malah semakin terlihat tidak karuan.
"Sayang, kita keruangan periksa sekarang" ucap David mengajak Zahiya.
"By, kenapa rasanya semakin sakit ya? Aduh! Hubby" teriak Zahiya sambil mencengkram lengan David.
"Vid, bawa Zahiya cepat" ucap Mama Lulu yang melihat Zahiya yang sudah sangat kesakitan.
"Iya Ma" jawab David yang langsung menggendong Zahiya menuju ruang periksanya.
"Apa yang anda rasakan sekarang Queen?" tanya dokter wanita tersebut sudah mendekati Zahiya yang sudah berbaring.
"Mulas, dan rasanya seperti diperas-peras" ucap Zahiya yang mengatakan nya sambil mengatur nafasnya.
"Saya cek dulu Queen" ucapnya langsung memeriksa bagian bawahnya Zahiya yang teranya sudah ada pembukaan.
"Sudah waktunya Queen, Tuan anda temani Queen disini. Saya dan para perawat akan mempersiapkan untuk persalinan nya" ucap dokter yang melihat kearah David dan Zahiya.
"Tapi, apa kau tidak melihat? Istri saya sedang kesakitan dan seperti ini. Apa kau tidak bisa melihatnya, hah!" ucap David yang malah emosi melihat kearah dokter obgyn tersebut.
"Sabar Tuan, setiap wanita yang akan melahirkan memang seperti itu. Jadi anda tidak perlu khawatir akan semua itu Tuan" ucap dokter obgyn tersebut yang menjelaskan semuanya pada David.
"Bagaimana bisa sabar, jika istri saya sedang kesakitan seperti in!" bentak David yang tidak terima akan apa yang dikatakan oleh dokter obgyn tersebut.
"By, setiap wanita akan mengalami hal yang sama dengan apa yang aku rasakan sekarang By. Jadi jangan mengeluh, aku baik-baik saja" ucap Zahiya menenangkan David yang sedang panik.
"Tapi sayang, bagaimana aku tidak khawatir sayang? Aku ikut ngilu juga ngeliatin kamu yang seperti ini" ucap David yang membuat Zahiya hanya menggelengkan kepalanya saja.
PLAK...
"Kau ini. Istri kamu saja yang sedang merasakan sakitnya tidak kenapa-kenapa, lah. Kenapa kamu yang panik dan banyak bicara" ucap Mama Lulu yang menggelepak kepala David.
"Namanya juga orang panik Ma, apa Mama nggak ngeliat, jika Zahiya sudah sangat kesakitan seperti ini" jawab David yang masih mengusap kepala dan perut Zahiya. Sedangkan tangan yang satunya lagi dia gunakan untuk menggenggam tangan Zahiya.
"Semua wanita akan merasakan hal yang sama Vid, Mama juga dulu merasakan hal yang sama dan bahkan lebih dari ini. Mama merasakan mulas dan juga sakitnya lebih dari semalaman dan juga berjam-jam lamanya. Jadi memang kodratnya wanita ya, seperti ini. Makanya jangan pernah menyakiti parasaan wanita, lihatlah perjuangan nya untuk melahirkan buah cinta kalian para lelaki. Jadi jangan pernah menyakitinya" ucap Mama Lulu yang mengatakan nya dengan sangat tegas dan dia mengusap kepala Zahiya yang sedang duduk lalu bangkit berdiri lagi.
"Ma, maafkan aku. Aku sudah banyak salah dan dosa pada Mama, aku sudah bisa melihat dan menyaksikan sendiri perjuangan Mama dan juga Zahiya. Aku minta maaf Ma, sayang maafkan aku" ucap David yang langsung berlutut dihadapan Mama Lulu dan Zahiya.
"Iya By, aku sudah memaafkan kamu. Dan jangan seperti ini, karena aku memang sudah sangat siap dan juga bahagia mengalaminya" ucap Zahiya sambil meminta David berdiri lagi.
__ADS_1
"Iya Vid, Mama juga sudah memaafkan kamu. Kamu harus kuat dan dampingi istri kamu disini, Mama harus keluar dan mempersiapkan semua perlengkapan kalian dan baby kalian" ucap Mama Lulu yang langsung keluar dari ruangan bersalin Zahiya.
"Ya Allah" ucap Zahiya yang mere*as tangan David dengan kencang saat Ada dorongan dari dalam ingin several keluar.
"Sayang" ucap David yang mengusap perut Zahiya yang buncit dan terasa sangat kencang.
Zahiya terus saja berdo'a dan dia terus mencengkram tangan David dan mengusap perutnya yang semakin kencang dan terasa melilit.
"Baby, jangan buat Mimi kesakitan. Jika sudah ingin keluar, keluarlah. Jangan membuat Mimi sakit seperti ini, oke" ucap David yang berlutut dihadapan perut Zahiya dan mengucapkan itu didepan perutnya.
"By, kenapa harus mengatakan seperti itu? Lihatlah, mereka jadi anteng ginikan" ucap Zahiya memperlihatkan perutnya yang tidak sekencang tadi.
"Aku sangat kasihan pada kamu sayang, aku tidak tega. Jika saja rasa sakitnya bisa aku gantikan, aku siap untuk menggantikan nya sayang. Biar aku yang merasakan sakitnya" ucap David yang merangkul bahu Zahiya menuju ranjang untuk duduk.
"By... Ya Allah" ucap Zahiya lagi yang sudah duduk dan rasa sakitnya semakin terasa juga Ada yang mengganjal didalam intinya.
"Dokter, cepat! Kenapa kalian lama sekali hah!! Apa kau tidak tahu jika istri saya semakin kesakitan" teriak David yang membentak dokter obgyn tersebut.
"Apa anda sudah ingin buang air Queen?" tanya dokter obgyn tersebut yang menghampiri Zahiya dan hanya mengangguk saja akan pertanyaan dari dokternya.
"Berbaring Queen, biar saya cek lagi. Jika memang sudah waktunya, akan segera melakukan persalinan" ucap dokter obgyn tersebut.
Setelah cukup lama Zahiya mengedjan dan lahirlah baby pertama mereka, lalu disusul yang kedua, ketiga dan keempat.
Tapi saat baby ketiga membuat dokter wanita itu panik. Karena tidak langsung menangis saat dilahirkan.
"Kenapa? Apa Ada masalah? Kenapa dia tidak menangis?" tanya David saat melihat baby ketiga mereka tidak menangis.
"Akan saya periksa Tuan" ucap dokter wanita tersebut yang segera memeriksa kondisinya.
"By, apa yang terjadi? Apa baby kita baik-baik saja?" tanya Zahiya yang merasakan ada yang aneh dengan suaminya yang terlihat panik.
"Tidak apa-apa sayang. Semuanya baik-baik saja, jangan banyak fikiran" ucap David yang mendekati Zahiya dan menenangkan.
"Tapi, tadi Hubby bilang jika ada seauatu pada salah satu baby kita?" tanya Zahiya yang menatap kearah David.
"Iya, tapi sudah baik-baik saja. Semuanya sudah baik-baik saja" ucap David dan dia menenangkan Zahiya.
'Maafkan aku sayang, aku tidak bermaksud untuk berbohong pada kamu. Semoga saja memang tidak terjadi apa-apa pada salah satu baby kita, semoga saja' ucap David dalam hati dan dia memeluk Zahiya supaya tenang.
__ADS_1
"Tuan Queen, baby nya sudah bisa dijenguk dan ini semuanya sehat dan tidak ada kekurangan satu apapun, selamat" ucap dokter obgyn tersebut dan itu membuat David dan Zahiya tersenyum bahagia.
"Ini baby nya Tuan Queen" ucap salah seorang perawat yang memberikan keempat baby mereka berdua.
"By, mereka begitu lucu" ucap Zahiya yang menggendong salah satu baby nya.
"Iya sayang. Siapa nama mereka sayang?" tanya David yang penasaran akan keempat baby nya. Dan mereka sudah berada didalam kamarnya untuk segera istirahat.
"Alvaraz Malik Tomlinson untuk siabang, untuk yang kedua Alvariz Malik Tomlinson, yang ketiga... By, kenapa dia hanya diamond saja dan tidak menangis? Apa ada seauatu dan masalah padanya? By, jawab aku" ucap Zahiya yang bertanya pada David.
"Dia memang tidak menangis sejak dia dilahirkan, tapi dokter obgyn, Aaron dan dokter anak bilang tidak ada masalah. Hanya saja dia memang tidak menangis" ucap David yang terpaksa menjelaskan nya pada Zahiya, tentang kondisi baby ketiganya.
"Jadi? Apa dia memang baik-baik saja By? Aku, aku takut jika dia kenapa-kenapa By" tanya Zahiya yang menatap penuh khawatir pada baby ketiganya.
"Amiin, semoga saja sayang. Kita serahkan saja semuanya pada Allah Subhanahu Wataalla, kita berdo'a saja sayang" ucap David yang memeluk Zahiya dan dia masih memangku baby ketiganya yang hanya diam dan sangat anteng.
"Lalu, siapa nama baby kita ini dan si bungsu?" tanya David yang ingin jika Zahiya yang memberikan nama pada mereka berempat.
"Elvaroz Malik Tomlinson dan si bungsu Elvaruz Malik Tomlinson, apa Hubby tidak masalah kan? Jika mereka aku berikan nama yang mirip dengan Alvarez? Aku hanya ingin supaya mereka terlihat dekat saja" ucap Zahiya yang bertanya pada David.
"Tentu saja sayang. Itu adalah nama yang bagus dan sangat indah untuk mereka berdua" ucap David yang setuju dengan semua nama putra-putranya itu.
Mereka berdua juga kedatangan tamu dari kerabat dan para sahabat, juga Azalya dan Zayn mengunjungi mereka semua. Semuanya sudah terlihat sangat bahagia atas kehadiran anggota baru keluarga mereka.
Semuanya senang dan juga berbahagia. Baik Zahiya maupun David, sudah bahagia. Mereka sudah dikaruniai empat orang anak sekaligus. Jadi mereka sangat bahagia dan juga sangat senang.
...And happy ending.......
...THE AND....
.
.
.
Sudah selesai ya guys... Terimakasih untuk kalian semua yang sudah setia menunggu up bab nya dan memberikan dukungan untuk Othor receh ini...
Maaf jika and nya tidak sesuai dengan apa yang kalian inginkan. Karena Othor hanya bisa membuat seperti ini dan semoga kalian semua terhibur.
__ADS_1
Untuk yang mau membaca kisah Elvaroz Malik Tomlinson, yuk mampir kenovel Othor yang berjudul OBSESI GILA SANG CEO.