
"Akhirnya kalian datang juga. Mau berangkat sekarang atau bagaimana?" tanya Mama Lulu yang sudah siap dan dia hanya menggunakan pakaian santainya saja.
"Sekarang saja Ma, jika nunggu nanti yang ada malah panas. Kasihan anak-anak nantinya" jawab David yang menggendong Alvarez menuju mobilnya.
"Pi, apa bahu Pipi tidak apa-apa menggendong Ez?" tanya Zahiya yang memegang bahu David yang terkena tembakan.
"Tentu aku baik-baik saja Mi, aku sudah sembuh" jawab David yang mengecup kening Zahiya dan mereka sudah sampai didepan mobil miliknya.
"Siapa yang akan bareng dengan Pipi?" tanya David setelah mendudukan Alvarez dikursi belakang.
"Aku, aku, aku" teriak anak-anak Dava yang memang lebih dekat dengan David dibandingkan dengan Papa nya sendiri.
"Oke, kalian duduk yang rapih dan gunakan sabuk pengaman nya masing-masing" ucap David yang masuk kedalam mobilnya duduk dibalik kemudi.
"Pi, kita akan kemana?" tanya Akkira putri bungsu Dava.
"Katakan Ez" bukan menjawab, David malah meminta Alvarez untuk mengatakan nya pada Akkira.
"Kita akan kepantai yang sangat seru" ucap Alvarez yang mengatakan nya dengan sangat semangat.
"Wah... Benarkah?" tanya Akkira dengan tatapan berbinarnya menatap Alvarez.
"Emm, tentu saja" jawab Alvarez mengangguk mantap.
"By, bukankah akan ketaman? Kenapa jadi pantai?" tanya Zahiya yang menatap heran pada David.
"Ez yang menginginkan itu semua. Jadi apa aku salah menuruti keinginan putraku?" jawab David yang bertanya pada Zahiya atas perubahan rencana.
"Hmm, jika begitu aku akan mensterilkan pantai yang akan kita datangi" ucap Zahiya yang akan menghubungi Angga untuk mensterilkan pantai.
"Hey, tidak perlu baby. Jangan membuat anak-anak merasa tidak nyaman karena pantai yang mereka inginkan sepi pengunjungnya. Aku yakin jika mereka ingin tempat ramai, jadi jangan membuat mereka kecewa" ucap David yang mengambil ponsel Zahiya yang akan memanggil Angga.
"Huh, baiklah By" jawab Zahiya yang mengangguk dan dia menatap kebelakang pada anak-anak yang sedang bernyanyi dan juga bercerita.
'Semoga saja tidak akan ada apa-apa disana. Karena setiap aku melangkah keluar, maka akan selalu ada bahaya yang mengintai. Ya Allah, lindugilah keluargaku. Aku tidak ingin jika mereka kenapa-kenapa' ucap Zahiya dalam hati yang merasakan perasaan tidak karuan saat mereka akan kepantai dan bukan taman yang sudah steril.
"Jangan berfikiran macam-macam baby, kita berdo'a saja semuanya baik-baik saja" ucap David yang seolah tahu apa yang sedang Zahiya fikirkan.
"Iya By" jawab Zahiya mengangguk lalu dia menggunakan isyarat supaya Alvarez mengerti untuk menghubungi Angga dan Marcos.
Alvarez yang memang sudah diajari untuk selalu waspada dan mengerti akan isyarat tatapan dari Zahiya langsung mengirimkan pesan untuk seluruh anggotanya dan juga Angga. Sedangkan Marcos berpindah tempat untuk menjaga pantai dari orang-orang yang akan mencelakakan keluarga Zahiya.
"Done" ucap Alvarez mengatakan nya tanpa suara. Dan Zahiya hanya mengangguk lalu mengedipkan matanya pelan.
"Pi, apa ini masih jauh? Kenapa lama sekali?" tanya Alvarez yang menatap David dengan tidak sabaran nya.
"Sabar dulu jagoan. Sebentar lagi kita sampai, bukankah ini yang kamu inginkan?" jawab David yang bertanya pada Alvarez sambil tersenyum dan mengemudikan mobilnya dengan hati-hati.
Setelah cukup lama berada diperjalanan menuju pantai. Akhirnya mobil yang mereka tumpangi sudah sampai ditepi pantai yang sangat ramai dan ini sesuai dengan keinginan Alvarez. Semua orang langsung menuju ketepi pantai dan langsung bermain pasir untuk anak-anak. Sedangkan para orang dewasa sedang mengawasi sambil ikut bermain juga dengan mereka semua.
"By, aku akan duduk disana. Entah kenapa, aku merasa sedikit lemas" ucap Zahiya yang membuat David merasa cemas, pasalnya ini baru pertama kalinya dia melihat Zahiya seperti ini.
"Apa kamu baik-baik saja baby? Kenapa kamu terlihat sangat pucat? Apa kamu baik-baik saja?" tanya David yang menatap sangat khawatir pada Zahiya dan dia memegang kedua pipi Zahiya.
"By, Hubby. Tenanglah, aku ini baik-baik saja Hubby. Aku hanya merasa lelah saja, aku baik-baik By, Hubby tenanglah" ucap Zahiya menangkup kedua pipi David yang mengatakan nya dengan sangat yakin pada David.
"Benarkah? Jika kamu baik-baik saja mana buktinya?" tanya David yang malah menatap mesum pada Zahiya.
"Jangan macam-macam By, ini tempat umum dan... " ucap Zahiya yang menatap kearah Alvarez yang sudah tidak ada ditempatnya tadi.
__ADS_1
"Kenapa baby? Kenapa kamu malah diam dan seperti sedang tegang? Baby, tunggu" tanya David yang mengikuti langkah Zahiya yang sangat cepat.
"Baby, jawab aku?" ucap David yang memegang kedua lengan Zahiya dan menatapnya dengan penuh tanya dan juga kekhawatiran.
"Ez, Alvarez. Dia tidak ada disana, dia kemana?" jawab Zahiya yang menatap kearah Alvarez dan anak-anak yang lainnya.
"Ez? Bukankah mereka adalah disa..." ucap David yang menunjuk kearah anak-anak yang berkumpul. Tapi dia tidak melanjutkan ucapan nya saat tidak melihat salah satu dari mereka. Bahkan seluruh keluarganya juga tidak ada disana.
"Mereka juga tidak ada disana" ucap David yang menunjuk kearah keluarganya yang sudah tidak ada ditempat semula.
"Tolong hubungi mereka By, cepatlah" ucap Zahiya yang baru kali ini dia merasa panik seperti ini.
"Iya baby, sebentar. Mama belum menjawab telponku" ucap David yang tidak lama ada jawaban dari Mama Lulu.
Setelah mendapatkan jawaban dan juga mengerti dimana keberadaan mereka semua. Saat akan kesana tiba-tiba Angga dan Marcos menghampiri mereka berdua, lebih tepatnya ingin menemui Zahiya.
"Queen Z, disini ada beberapa klan kita tersebar dan menyamar sebagai penunjung. Tuan Muda kecil dan keluarga anda sudah kami amankan, hanya tinggal anda dan Tuan" ucap Angga dan Marcos menatap sekeliling pantai yang mana sangat ramai sekali.
"Jaga mereka dengan dengan nyawa kalian semua. Jika sampai mereka tergores sedikit saja, maka saya akan membuat hidup kalian mati segan, hidup tak mau" ucap Zahiya dengan penuh penekanan disetiap kata yang dia ucapkan pada Angga dan Marcos.
"Akan kami lakukan Queen Z" jawab Angga dan Marcos sambil menundukan kepalanya pada Zahiya.
"Sayang , sebaiknya kamu istirahat dulu. Disini ada Angga dan Marcos yang akan menjaga mereka dan juga kita. Jadi stop berfikiran macam-macam oke" ucap David yang meminta Zahiya untuk diam dan duduk diatas bangku didekat mereka.
"Baiklah, aku akan duduk disini" jawab Zahiya yang sudah duduk dan menatap kearah David. Tiba-tiba...
BUK...
DUK...
BRUK...
"By, Hubby tidak apa-apa?" tanya Zahiya menatap kearah David yang terluka karena menghalangi mereka memukul Zahiya.
"Baby, apa kamu baik-baik saja? Apa ada yang terluka?" bukan nya menjawab pertanyaan dari Zahiya, David yang malah bertanya dan menatap wajah Zahiya dengan sangat khawatir.
"Justru aku yang harus bertanya pada Hubby. Hubby yang terluka, kenapa Hubby bertanya padaku?" ucap Zahiya yang menatap sangat khawatir pada David.
"Aku tidak apa-apa baby. Serius, aku baik-baik saja" ucap David yang tersenyum menatap kearah Zahiya.
Saat mereka sedang saling berpelukan dan juga saling menguatkan. Ada yang menyerangnya lalu mengajak mereka ketempat yang sama dengan Angga dan Marcos berada.
"By, sebaiknya Hubby jangan jauh-jauh dari aku. Karena kita tidak tahu apa yang mereka inginkan dan membawa senjata atau tidaknya" ucap Zahiya yang menggenggam tangan David.
"Baiklah sayang, tapi kamu juga harus hati-hati. Kita akan melawan mereka bersama-sama, dan jangan biarkan mereka mendekati keluarga kita" ucap David yang menatap kearah Zahiya dan Zahiya hanya mengangguk setuju.
Mereka langsung bertarung bahkan mereka tidak segan menggunakan senjata tajam maupun tumpul. Zahiya yang mencoba melindungi David terkena pukulan dan juga tendangan dibagian perutnya. Hingga membuat dia tersungkur dan kesakitan, membuat David panik dan meminta anggota Zahiya dan Angga membantu mereka.
"Sayang, baby. Kamu kenapa? Kenapa berdarah?" tanya David yang sudah panik dan langsung membawa Zahiya kerumah sakit terdekat dari pantai.
"Sayang, bertahanlah. Jangan buat aku panik" ucap David yang melihat Zahiya sudah tidak sadarkan diri lagi setelah mendapatkan pukulan tersebut.
David membawa Zahiya memasuki ruangan UGD saat sudah sampai didepan rumah sakit dengan dibantu oleh perawat yang sedang bertugas. David terlihat sangat panik dan juga ketakutan karena melihat Zahiya yang mengalami pendarahan. David hanya mondar-mandir dihadapan ruangan UGD.
'Ya Allah, tolong selamatkan istri saya ya Robb. Saya tidak bisa jika harus kehilangan dia, dia adalah wanita yang sangat aku cintai Ya Allah. Hamba rela melakukan apapun untuk keselamatan nya. Tolong kabulkan do'a hambamu yang hina ini Ya Robb' ucap David dalam hati dan tiba-tiba seluruh keluarganya datang untuk tahu apa yang terjadi pada putranya dan juga menantunya.
"Vid, apa yang terjadi? Kenapa kalian sampai terluka seperti ini? Lalu bagaimana keadaan Zahiya Vid?" tanya Mama Lulu yang menatap wajah David yang babak belur.
"Ma, aku tidak tahu. Dokternya belum keluar-keluar sejak tadi" jawab David yang menangis saat Mama Lulu menanyakan keadaan Zahiya.
__ADS_1
"Kamu juga harus segera diobati. Luka kamu sangat parah" ucap Mama Lulu yang menangis sedih melihat keadaan David sekarang.
"Nanti saja Ma, aku sangat khawatir pada Zahiya. Aku tidak tahu apa yang terjadi padanya dan keadaan bagaimana" ucap David yang mengusap wajahnya.
"Baiklah, kita tinggu dokter keluar dulu. Jika sudah tahu keadaan Zahiya kamu harus segera diobati" ucap Mama Lulu yang meyakinkan David.
"Iya Ma" jawab David yang mengangguk akan ucapan Mama Lulu.
"Pi, apa Mimi akan baik-baik saja?" tanya Alvarez yang menatap kearah David dengan tatapan sedihnya.
"Insya Allah Mimi akan baik-baik saja. Ez do'akan saja supaya Mimi baik-baik saja, oke" jawab David yang memeluk Alvarez yang menangis dalam gendongan nya.
"Emm, Ez akan mendo'akan Mimi" ucap Alvarez dengan mengangguk mengiyakan apa yang dikatakan oleh David padanya.
"Good boy. Ini baru jagoan nya Mimi dan Pipi" ucap David yang mengusap kepala Alvarez yang mulai tersenyum kembali.
Tidak lama kemudian dokter keluar dari ruangan UGD. David langsung menghampirinya dan menanyakan keberadaan Zahiya.
"Dok, bagaimana keadaan istri saya?" tanya David pada dokter tersebut.
"Mari ikut saya saja Pak, biar saya jelaskan semuanya pada anda" ucap dokter tersebut yang mengajak David untuk berbicara berdua didalam ruangan nya.
"Baik dok" jawab David yang mengikuti langkah dokter tersebut menuju ruangan nya.
Sebelum dia mengikuti dokter tersebut David menyerahkan Alvarez pada Mama Lulu untuk menjaganya dan menghiburnya supaya tidak sedih. Lalu baru dia mengikuti dokter tersebut dan masuk kedalam ruangan kerjanya.
"Apa yang ingin anda jelaskan dok? Cepat katakan saja dan jangan bertele-tele" tanya David yang sudah tidak sabar untuk mengetahui apa yang terjadi pada Zahiya.
"Sebentar, nanti akan ada dokter Santi yang menjelaskan semuanya pada anda Tuan. Karena beliau yang tahu dan bisa menjelaskan semuanya" ucap dokter tersebut pada David dan membuat David marah bersarkanlah pada dokter tersebut.
"Anda jangan mempermainkan saya! Saya mengikuti anda kemari untuk tahu keadaan istri saya. Bukan untuk mendengarkan ucapan dari mu itu" ucap David yang sudah sangat emosi padanya dokter tersebut.
"Anda tenang saja dulu Tuan, itu dokter Santi sudah datang" ucap dokter Burhan menahan tangan David yang mencengkram kerah bajunya.
"Jelaskan sekarang juga" ucap David pada dokter Santi tersebut setelah melepasakan kerah baju dokter Burhan dengan kasar.
"Silahkan duduk Tuan. Saya mau menjelaskan jika istri anda mengalami kekuguran dan kami tidak bisa menyelamatkan janin yang berada didalam rahim istri anda. Apa lagi kondisinya memang baru trimester pertama dan usianya baru menginjak tiga minggu, menurut pemeriksaan saya tadi. Anda dan istri anda harus sabar dan kuat menghadapi ini" jelas dokter wanita tersebut langsung panjang lebar pada David yang sudah sangat marah.
David langsung luruh dilantai dan dia menagis saat mendengar kabar buruk tersebut. Apa lagi mereka berdua tidak tahu jika sekarang Zahiya sedang mengandung anaknya.
"Bagaimana, bagaimana keadaan nya sekarang? Apa dia baik-baik saja? Apa istri saya baik-baik saja? Katakan!" teriak David yang menatap tajam pada kedua dokter tersebut.
"Kondisi istri anda sangat lemah Tuan. Beliau harus banyak istirahat dan badrast, yang paling penting adalah dukungan dari anda dan keluarga. Lebih penting dukungan dari suami" jelas dokter Santi yang membuat David segera pergi dari ruangan dokter tersebut langsung menuju ruangan UGD. Dimana Zahiya sudah sadar dan akan dipindahkan keruangan perawatan.
"Sayang, apa kamu baik-baik saja?" tanya David yang langsung memeluk tubuh Zahiya dan dia menangis dalam pelukan nya.
"By, kenapa Hubby menagis? Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Zahiya yang menatap wajah David yang lebam-lebam dan matanya sembab.
"Sayang, maafkan aku, maafkan aku yang tidak bisa menjaga kalian. Tidak bisa, maafkan aku sayang" ucap David yang memeluk Zahiya kembali.
"Maksud kamu apa sih By? Aku tidak mengerti? jelaskan pada aku?" tanya Zahiya yang tidak mengerti dengan semua yang dikatakan oleh David padanya.
"By, jelaskan padaku. Apa yang terjadi?" tanya Zahiya yang terus bertanya pada David, tapi tidak mendapatkan jawaban dari semua pertanyaan nya pada David.
David tetap diam dan memeluknya dengan erat dan tanpa berhenti menagis karena dia kehilangan calon anaknya yang belum berkembang sempurna.
'Maafkan aku sayang, aku belum bisa mengatakan yang sebenarnya pada kamu. Jika calon anak kita sudah tidak ada lagi, bahkan sebelum kita mengetahui kedatangan nya. Maafkan aku sayang' ucap David yang menangis dalam pelukan Zahiya.
'Maafkan Pipi sayang. Pipi tidak bisa menjaga kamu, Pipi tidak bisa menjaga kalian. Maafkan Pipi nak' ucap David yang menagis sedih saat mengatakan itu dalam hatinya. Membuat Zahiya tidak bisa mengerti apa yang terjadi pada David.
__ADS_1
Karena sejak tadi David hanya menangis dan mengatakan tidak bisa menjaganya dan juga malah membuatnya masuk kedalam rumah sakit. Padahal kondisinya juga sedang terluka dan tidak baik-baik saja. Zahiya hanya bisa memeluk dan menenangkan David yang entah kenapa.