Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan

Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan
Bab 22. Dampak alergi


__ADS_3

"Terima nasib saja Pa, jangan marah ya... Nanti gantengnya ilang. Hahaha" ucap Mama Lulu yang malah menggoda Papa Devon.


"Awas saja kamu Ma, nggak akan aku biarkan kamu lolos!" ucap Papa Devon dengan seringai liciknya menatap Mama Lulu yang langsung bungkam dan tidak mengatakan apa-apa lagi.


GLEK...


Mama Lulu menelan slivanya dengan susah payah, karena ancaman dari Papa Devon yang tidak pernah main-main itu. Karena terakhir kalinya Mama Lulu berbuat kesalahan dan itu berujung pada hukuman diatas ranjang, lalu menjerit hingga pagi.


"Ma, kenapa Mama diam? Apa yang Papa katakan pada Mama barusan?" tanya Safia yang penasaran akan apa yang dikatakan oleh Papa Devon.


"Ma... Mama tidak apa-apa, hanya kaget saja. Karena Papa kamu bilang jika, nanti akan ada seseorang yang menjenguk dan mungkin juga adalah para wanita-wanitanya David" ucap Mama Lulu yang menumbalkan David untuk keselamatan dirinya dari pertanyaan putrinya.


Sedangkan yang membuat Mama Lulu tegang dan sangat ketakutan malah tersenyum smirks menatap wajah tegang Mama Lulu. Siapa lagi jika bukan Papa Devon, karena dia sangat senang bisa melihat Mama Lulu tidak bisa berkata-kata lagi.


"Yang benar Ma? Dia saja belum bangun dari pingasan nya malah akan ada para wanita yang kemari? Sungguh hidupnya itu sebelas duabelas dengan Papa dulu" ucap Safia yang malah terus saja memojokan Papa Devon.


"Biarkan saja, kita lihat siapa yang akan datang kak. Karena Mama tahu jika wanita yang ini adalah yang terakhir untuk kak David" ucap Dava yang mengatakan nya supaya kakaknya ini tidak menggoda dan menyindir Papa Devon terus dan akan berujung pada istrinya yang semakin ilfil.


"Benar juga, tapi kakak tidak bisa menemuinya. Karena Mas Dimas sudah dalam perjalanan kemari, padahal kakak sangat penasaran sekali dengan wanita itu" ucap Safia yang terlihat lesu, tidak bisa bertemu dengan wanita yang sedang dekat dengan David sekarang.


"Ya tinggal disini saja dulu kak jika ingin bertemu dengan nya" ucap Dava memberi saran pada Safia.


"Tapi kakak harus periksa kandungan dulu, karena ini sudah waktunya. Mungkin lain kali bisa bertemu, jika memang dia yang terakhir buat David. Jika tidak ya, nunggu ada yang memang benar-benar cocok dan menjadi pawangnya si playboy karatan" ucap Safia yang mengatakan nya sambil menatap wajah David.


"Ya sudah kakak periksa saja, itu lebih penting dari segalanya. Soal cewek kak David bisa diatur nanti" ucap Dava yang membuat Safia menyipitkan matanya menatap Dava yang mengatakan nya tanpa beban.


"Kamu harus hati-hati dan mengawasi Dava dengan ketat. Karena semua pria dikeluarga kami semuanya sama, yaitu buaya buntung. Jadi harus tetap waspada" ucap Safia sambil berbisik pada Sonya yang mengangguk mantap saat kakak iparnya mengatakan itu semua.


"Pasti kak, aku akan melakukan saran dari kakak" jawab Sonya yang mengatakan nya dengan semangat dan dia menatap Dava dengan tajam.


"Kak, apa yang kakak katakan padanya? Kenapa dia jadi menyeramkan seperti itu?" tanya Dava yang sudah bergidik ngeri saat melihat tatapan tajam dari istrinya.


"Memangnya apa yang kakak katakan? Kakak tidak pernah mengatakan apa-apa, kakak hanya bilang jika dia harus tetap waspada dan mengawasi kamu, yang kadang-kadang akan sama dengan David" jawab Safia dengan santainya dan dia malah melangkah kearah David yang sudah mulai membuka matanya.


"Kak, kenapa kakak ada disini? Kenapa, Ssshhh... Aw!!" ucap David yang memegangi kepalanya.


"Nak, apa yang kamu rasakan? Apa ada yang sakit? Apa ada yang kamu inginkan nak?" tanya Mama Lulu yang mendekat kearah David dan memegangi kepala putranya.


"Kepala ku sakit Ma, dan perutku terasa perih" jawab David yang baru merasakan rasa sakit pada perutnya. Karena perutnya yang terkena pecahan kaca lumayan dalam.


"Cepat panggilkan dokter Dava, cepat! Kakak kamu kesakitan" teriak Mama Lulu pada Dava dan Dava langsung berlari memanggil dokter.


"Sabar dulu ya sayang, Dava sedang memanggil dokter, pasti nanti dokternya akan segera datang. Jadi bersabarlah" ucap Mama Lulu yang melihat David sangat kesakitan.


"Vid, kamu jangan menggerak-gerak kan perut kamu seperti itu, bagaimana jika lukanya terbuka kembali? Diamlah dan tahan! Kau tidak ingin melihat darah bukan?" ucap Safia yang mengatakan itu dan langsung didengarkan oleh David. Karena David memang phobia pada darah.


"Ma, apa dokternya masih lama. Ini sangat sakit, kepala David juga sangat sakit dan mual juga" ucap David yang mengeluhkan semuanya pada Mama Lulu.


"Ya Allah, kenapa dengan putraku? Kenapa dia seperti ini?" ucap Mama Lulu yang menangis dan dia masih memeluk David untuk tenang.

__ADS_1


Dokternya datang dan segera memeriksa keadaan David juga luka diperutnya. Dokter sendiri bingung, kenapa luka David malah semakin parah setelah berdarah tadi dan diberikan obat olehnya.


Dan David sudah mendapatkan pertolongan nya. Dia dibawa kedalam ruang operasi, dia benar-benar sudah sangat kesakitan juga mengalami sesuatu yang hampir saja membuat nyawanya melayang.


Mama Lulu sungguh sangat khawatir dan dia juga mengikuti David menuju ruang operasi dan menunggunya diluar bersama dengan kedua anak-anaknya. Setelah disana dokter yang tadi menangani David juga mengikuti lalu baru menanyakan jika David memiliki alergi obat tertentu.


"Bu, apa pasien memiliki alergi pada obat tertentu?" tanya dokter tersebut setelah melihat lukanya David.


"Iya, dia memiliki alergi pada obat tertentu. Apa dokter salah memberikan obat?! Apa yang anda lakukan! Kenapa anda baru menanyakan nya sekarang! Sekarang buat anak saya segera sembuh. Jika tidak, maka saya akan dengan mudah mengeluarkan anda dari rumah sakit ini sekarang juga karena malpraktek!" teriak Mama Lulu yang sudah sangat emosi padanya dokter tersebut.


"Tenang dulu sayang, kamu jangan seperti ini. Kita bisa bicarakan semuanya baik-baik, kita tanya padanya terlebih dahulu" ucap Papa Devon yang memeluk tubuh Mama Lulu dan menenangkan nya.


"Saya minta maaf Pak, Bu. Saya sungguh minta maaf, karena kecerobohan saya putra anda jadi seperti ini. Tolong percaya pada saya untuk menyelamatkan putra anda" ucap dokter tersebut yang meminta Mama Lulu dan Papa Devon untuk mempercayainya dan memberikan kesempatan kedua untuknya.


PLAK...


"Kesempatan kau bilang? Kau hampir saja membuat putraku sekarat dan hampir mati! Kau dengan mudahnya mengatakan ingin diberikan kesempatan! Apa kau sudah tidak waras hah! Kau" ucap Mama Lulu yang sudah sangat marah dan juga ingin sekali membuatnya sama seperti putranya yang harus menjalani operasi.


"Saya tidak perduli jika pun kau memiliki keluarga atau apapun itu. Yang pasti repotasi mu sebagai dokter akan di black list dari jajaran dokter manapun dan tidak akan ada yang menerima mu bekerja dirumah sakit atau tempat praktek manapun. Saya pastikan itu semua padamu! Saya tidak terima putra saya mengalami seperti ini karena kecerobohan dan keteledoran anda sebagai seorang dokter!" teriak Mama Lulu yang sudah sangat emosi.


Bahkan semua orang yang ada disana melihat kearah msreka semua. Sedangkan dokter tersebut hanya bisa menunduk lemah dan menerima apa yang akan dia terima nantinya. Dia sudah sangat pasrah akan apa yang dikatakan oleh Mama Lulu benar.


"Ma, Mama tenang ya, kita berdo'a. Semoga saja semuanya baik-baik saja dan David juga baik-baik saja, tidak ada yang terjadi pada David" ucap Safia yang ikut menenagkan Mama Lulu yang sedang dipenuhi oleh amarahnya.


"Iya Ma, kita lebih baik berdo'a untuk kakak. Semoga semuanya baik-baik saja" ucap Dava yang juga ikut menenangkan Mama Lulu.


Semua orang hanya diam dan berdo'a didalam hatinya masing-masing. Dan sekarang dokter tersebut sudah dibawa keluar oleh pihak keamanan rumah sakit dan dipecat secara tidak hormat juga dicoret sebagai dokter.


"Saya selaku direkur rumah sakit ini memohon maaf atas keteledoran dari bawahan saya. Saya akan mengganti semuanya dan saya juga telah membalck list namanya dari ikatan para dokter. Sekali lagi saya minta maaf" ucap direktur tersebut dan tidak ada yang menanggapinya. Semuanya larut dalam fikiran nya masing-masing.


Tak berapa lama dokter yang menangani operasi David keluar bersama dengan David yang sudah ditangani. Dan itu membuat Mama Lulu juga yang lainnya langsung mendekat dan melihat kondisi David yang belum sadarkan diri.


"Bagaimana keadaan putra saya dokter?" tanya Mama Lulu yang menatap pada dokter didepannya.


"Alhamdulilah, semuanya berjalan dengan lancar dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan, karena semuanya baik-baik saja dan lukanya tidak terlalu parah dan tidak berdampak pada organ dalamnya. Untung saja segera ditangani dengan tepat, jika tidak akan berdampak tidak baik pada pasien" jawab dokter tersebut pada Mama Lulu.


"Alhamdulilah, terimakasih dokter atas bantuan nya" ucap Mama Lulu yang sangat senang karena putranya baik-baik saja.


"Alhamdulilah sayang" ucap Papa Devon yang memeluk tubuh Mama Lulu dengan erat mengucapkan syukur karena David tidak kenapa-kenapa.


"Assalamualaikum, sayang. Apa yang terjadi? Kenapa kamu adalah didepan ruang operasi?" sapa Dimas yang baru datang dan bertanya pada Safia, istrinya.


"Wa'allaikumsalam Mas, kami baru saja menunggu David yang selesai operasi Mas. Dia mengalami kecelakaan karena dokter yang menangani luka David salah memberikan obat padanya. Karena David yang memiliki alergi pada salah satu kandungan dalam obat tersebut. Dan mengakibatkan luka David semakin parah, akhirnya harus segera dioperasi" jawab Safia menjelaskan semuanya pada Dimas.


"Ya Allah, kenapa bisa seperti itu? Apa David sudah baik-baik saja atau operasinya berjalan lancar?" tanya Dimas lagi yang ikut panik juga mendengar penjelasan dari Safia.


"Alhamdulilah Mas, David sudah selesai operasi dan sekarang sedang dalam ruang pemulihan. Menunggu bagaimana reaksi tubuh David pada kandungan obat yang dokter berikan pada David tadi. Semoga saja sih tidak ada reaksi apa-apa" jawab Safia yang duduk dikursi dan diikuti oleh Dimas.


"Kalian segera periksakan kandungan Safia dulu. Ini sudah lewat dari jam istirahat" ucap Mama Lulu yang memerintahkan anak-anaknya periksa lebih dulu.

__ADS_1


"Dav, kamu juga ajak Sonya pulang dulu. Kasihan dia, dia sudah sejak pagi disini. Pasti dia sudah kelelahan, kalian pulanglah" ucap Mama Lulu pada Dava dan Sonya.


"Baiklah Ma, kami akan pulang sekarang. Mama dan Papa kabari kami setelah ada perkembangan dari kak David" ucap Dava yang mengatakan itu sebelum pulang.


"Iya nak, kalian hati-hati dijalan" jawab Mama Lulu.


"Kami pulang dulu Ma, Pa, kak, Mas. Assalamualaikum" ucap Dava dan Sonya yang berpamitan pada kedua orang tuanya dan kakaknya.


"Wa'allaikumsalam" jawab semua orang yang ada disana.


"Kamu juga nak, kamu pasti sudah sangat lelah. Periksa dulu, setelah itu langsung pulang saja dan jangan kemana-mana lagi" ucap Mama Lulu setelah kepergian Dava dan Sonya.


"Iya Ma, Pa. Kami pergi dulu, Assalamualaikum" ucap Safia dan Dimas yang juga pergi meninggalkan pasangan suami istri paruh baya itu.


"Wa'allaikumsalam" jawab Mama Lulu dan Papa Devon.


Mama Lulu dan Papa Devon sedang menunggu David didepan ruangan pemulihan. Mereka saling diam dan saling memeluk satu sama lainnya.


.


Sedangkan ditempat yang lain Yunara baru mendapatkan kabar jika David sedang dirawat dirumah sakit dan baru menjalani operasi. Dia meminta Mami dan Papi nya untuk menjenguk David. Apa lagi mereka menjalin hubungan kerjasama antar perusahaan, jadi tidak enak jika tidak menjenguknya.


"Pi, kenapa aku baru dikabari jika Mas David masuk rumah sakit? Apa dia sangat parah sampai dia tidak bisa menghubungi ku?" tanya Yunara yang terus berbicara sepanjang perjalanan.


"Yang penting kita sudah diberitahu juga kan? Lebih baik sabar dulu dan jangan banyak bertanya yang macam-macam" ucap Mami Yuni yang sudah jengah akan sikap putrinya ini.


"Mami ini kenapa sih Mi? Kenapa Mami sensi banget sama Mas David, memangnya Mas David pernah berbuat salah pada Mami? Enggak kan Mi" ucap Yunara yang mengatakan itu pada Mami Yuni yang memang sejak awal tidak pernah menyukai David.


"Mami tidak pernah menyukainya karena dia itu pemain wanita Yuna. Pemain wanita! Seharusnya kamu faham akan semua itu. Kenapa kamu malah menyukainya? Masih banyak laki-laki yang tampan dan lebih baik dari dia. Kenapa harus dia Yuna, kenapa?" ucap Mami Yuni yang sudah sangat kesal juga marah pada putrinya.


"Mi, namanya juga cinta. Memangnya cinta bisa memilih-milih sama siapa dan pada siapa? Enggak kan Mi" ucap Yunara yang sangat tergila-gila pada David, seperti sedang terkena jampi-jampi atau pelet dan semacamnya lah ya 😁.


"Sudah-sudah, kenapa Mami dan Yuna malah saling berdebat? Kita ini sedang dalam perjalanan untuk menjenguk rekan bisnis WINATA.GROUP dan jangan membuat malu dengan perdebatan" ucap Papi Winata yang melerai istri dan anaknya yang sedang berdebat.


Keduanya langsung diam dan terus berjalan menuju ruangan resepsionis untuk menanyakan ruangan rawat David berada. Setelah mereka mengetahui dimana ruang rawat David, langsung kesana. Lebih tepatnya masih berada didalam ruang pemulihan dan belum dipindahkan dari sana. Harus menunggu 24jam untuk bisa tahu keadaan nya.


"Assalamualaikum" ucap Papi Winata yang mendekat kearah pasangan suami istri yang sedang duduk disana menunggu David.


"Wa'allaikumsalam" jawab Mama Lulu dan Papa Devon bersama-sama.


Mami Yuli sangat terkejut melihat pria yang sangat dia kenal dulu. Walau sudah terlihat sedikit perubahan pada wajahnya, Mami Yuli masih sangat mengenalinya dan tidak ada banyak yang berubah darinya. Membuat Mami Yuli semakin tidak akan mengizinkan Yunara untuk dekat dengan David, apa lagi sampai berjodoh. Itu sangat tidak akan membuat Mami Yuni menyetujuinya apa lagi harus merestuinya.


.


.


.


Hayo... Ada apa ya sebenarnya sama Mami Yuni? Kenapa dia bisa sangat membenci Papa Devon? Apa mungkin mereka ada masalalu yang tidak baik?

__ADS_1


Yuk ikuti terus kisah nya... Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya....


Terimakasih and happy reading... 🤗🤗🤗


__ADS_2