
"Apa yang kamu katakan? Papa sudah bilang jangan bicara tentang ini pada Mama kamu. Lihat, jika sudah seperti ini akan sangat sulit untuk membuatnya bisa percaya lagi pada Papa. Lagian kamu tahu sendiri jika kami tidak melakukan apa-apa. Dan kamu juga ada disana bukan?" ucap Papa Devon yang menatap putranya dengan tajam.
"I don't know" jawab David cuek dan pergi meninggalkan Papa nya sendiri dengan kepanikan nya karena istrinya sudah marah padanya.
"Akan Papa buktikan jika nanti kau tidak akan bisa lepas dari hukuman mu itu Vid" ucap Papa Devon yang mengacak-ngacak rambutnya hingga berantakan.
"Whatever Pa" jawab David yang sudah malas untuk menemani Papa nya yang akan merepotkan nya jika dia tidak langsung pergi menuju kamarnya.
"Huh, kenapa harus ini begitu sangat melelahkan. Mana tidak bisa berkencan dan bertemu dengan wanita-wanita sexy gue" gumamnya yang merebahkan dirinya diatas sofa didalam kamarnya.
"Apa gue keluar diam-diam gutu? Atau gue kabur saja kali sekalian supaya Mama merasa khawatir karena anak bujangnya kabur? Eh, mending khawatir. Kalo tidak ya ngenes nasib gue diluaran sana" gumamnya sambil menatap layar ponselnya dimana ada foto seorang gadis yang ada dalam mimpinya tadi sore.
"Tunggu, ini kan foto diambil pada saat gue sedang bersama dengan Kimmy dicafe itu? Kenapa ada dia disana? Apa mungkin dia memang sengaja mengikuti gue? Atau memang nggak sengaja ikut kefoto? Jika benar begitu, apa kabar hidup gue yang tentram ini?" gumamnya yang merasa pusing karena memikirkan hukuman yang diberikan oleh sang Mama dan sekarang gadis dalam mimpinya itu memang benar-benar ada sangkut itu bisa membuat masalah nantinya.
Dia sendiri tidak sadar jika dia memakai apa yang dimiliki oleh gadis tersebut. Bahkan dia lupa jika dia masih menggunakan gelang inisial huruf Z yang bukan miliknya.
Saat dia sedang memikirkan semuanya itu tiba-tiba ada seseorang yang entah datang dari mana sudah berdatangan didalam kamarnya.
"Siapa loe? Kenapa loe bisa masuk kesini?" tanya David pada seseorang tersebut.
"Saya hanya meminta milik saya dikembalikan. Maka saya tidak akan mengganggu anda" jawab seseorang tersebut yang menggunakan maskernya dan juga hoodie dan menutup seluruh kepalanya.
"Apa yang loe maksud? Saya tidak pernah mengambil milik seseorang apa lagi milik loe itu" tanya David lagi yang menatap seseorang tersebut dari atas hingga bawah.
"Gelang" jawabnya yang membuat David mengingatnya dan dia juga mengingat aroma pafum yang digunakan oleh orang yang menolongnya dan orang yang waktu itu masuk kedalam kamarnya juga. Dan sekarang orang ini juga menggunakan parfum yang sama wanginya.
"Apa buktinya jika gelang itu milik anda?" tanya David ingin memastikan jika yang dikatakan olehnya itu benar.
"Huruf Z dengan permata putih disekeliling huruf Z dan ada yang berwarna merah darah ditengah san ada kodenya juga. Apa itu sudah jelas? Sekarang berikan pada saya" jelasnya yang membuat David langsung melihat apa yang dikatakan oleh seseorang tersebut.
Tanpa David sadari seseorang tersebut sudah merebutnya dari David tanpa disadari olehnya. Dan itu membuat David menyesal karena memperlihatkan gelang yang dia kenakan padanya.
"Thank you, senang bernegosiasi dengan anda" ucap seseorang itu yang akan pergi tapi ditahan oleh David dan dia membuka maskernya. David membolakan matanya saat melihat jika dia adalah gadis didalam mimpinya yang akan menembaknya.
seorang gadis tersebut langsung pergi dan menggunakan maskernya kembali sebelum dia ditahan lagi oleh David. Tapi David tetaplah David, dia akan penasaran jika itu menyangkut dengan wanita cantik.
"Kita belum berkenalan Nona, apa anda tidak ingin mengucapkan sesuatu? Jika saya tidak menemukan nya pasti sudah hilang entah kemana bukan?" tanya David pada gadis tersebut.
"Sesuai dengan inisial dalam gelang tersebut" jawab seorang gadis tersebut dengan datar dan dingin tanpa ekspresinya.
"Apa? Saya tidak ingin bermain tebak-tebakan dengan anda Nona. Jika anda tidak mengatakan nya jangan harap anda bisa lepas begitu saja, karena sudah masuk didalam kandang buaya" ucap David dengan senyuman dibibirnya.
"Zahiya. Sekarang lepaskan saya" ucap gadis yang bernama Zahiya tersebut.
"Nama yang cantik, secantik orangnya. Berikan nomor ponsel anda dan saya akan melepaskan nya tanpa perlawanan" ucap David lagi yang memanfaatkan keadaan. Dia memberikan ponselnya pada gadis tersebut lalu disuruh untuk menyimpan nomor ponsel gadis tersebut.
"Sudah, sekarang lepaskan saya" ucapnya yang ingin segera pergi dan tidak ingin berurusan lagi dengan pria tua gila ini.
"Sebentar, saya akan cek dulu. Jika ini berbohong maka bersiaplah untuk kehilangan sesuatu yang lebih berharga dalam hidup mu Nona" ucap David yang memanggil no tersebut dan ponsel gadis yang bernama Zahiya itu bergetar.
"Anda sudah puas? Ini nomor anda bukan? Jadi, lepaskan saya sekarang juga" ucap Zahiya yang memperlihatkan nomor tidak dikenal memanggil.
__ADS_1
"Oke, anda saya lepaskan. Tapi anda masih berhutang pada saya, jika anda tidak menjawab panggilan dari saya maka saya akan membuat hidup anda tidak tenang. Apa lagi jika anda memblock nomor saya, itu akan lebih parah lagi" ucap David yang mengancam Zahiya.
"Silahkan saja lakukan. Karena sampai kemanapun anda tidak akan pernah menemukan saya" jawabnya dengan tersenyum tipis dibibirnya.
Zahiya langsung pergi setelah mengatakan itu dan sebelum itu membuat David tersungkur dilantai dengan cukup keras. David mengumpati dirinya sendiri yang tidak bisa melakukan karate atau beladiri lainnya. Yang dia bisa hanya merayu wanita dan memberikan berbagai kemewahan.
.
Setelah kejadian itu hidup David terasa sangat tenang, karena tidak pernah bertemu dengan gadis itu lagi. Tapi bukan ketenangan yang sempurna, dia malah terlihat uring-uringan karena setiap doa menelpon gadis tersebut tidak pernah diangkat atau bisa dibilang hanya diabaikan saja. Itu membuat David kesal dan tidak karuan.
Dia malah mengikuti sang Mama untuk Arisan dengan dua temannya yang lain. Dimana itu adalah auntie Soraya dan auntie Rina yang menjadi musuh bebuyutan Papa nya sendiri.
"Ma, kenapa harus ajak David sih? Mending jika disana ada cewek-cewek cantik" ucap David mengeluh pada sang Mama.
"Kamu ini fikiran nya selalu saja wanita dan wanita saja. Apa tidak ada yang lain selain wanita? Kamu ini sudah tua David, apa kamu tidak malu juga? Lihat anak-anak auntie Soraya dan auntie Rina. Mereka sudah menikah semuanya dan bahkan sudah memiliki anak gadis. Lah kamu, jangankan anak nikah saja belum!" geram Mama Lulu yang mengatakan nya dengan nada yang naik dua oktav.
"Ayolah Ma, nanti juga David akan menikah. Sekarang belum saatnya saja, jadi jangan pernah memaksa David untuk menikah cepat" ucap David yang tidak tahu saja jika dia akan bertemu dengan seseorang yang membuatnya uring-uringan.
"Terserah!" ucap Mama Lulu dengan penuh penekanan dan dia langsung masuk kedalam mobil milik David.
"Kenapa masih diam disitu? Cepat antarkan Mama!" teriak Mama Lulu pada David.
"Iya Ma, iya" ucap David yang langsung masuk kedalam mobilnya dan dia duduk disamping sang Mama sedangkan dibalik kemudi kosong.
"Kamu kira mobil bakalan jalan sendiri dengan tanpa supir?" Tanya Mama Lulu yang kesal sekaligus ingin tertawa, karena putranya ini selalu saja seperti ini.
"Aku kira Mama pake supir, makanya aku duduk disini. Jadi aku harus nyupirin Mama nih?" tanya David yang meyakinkan pada Mama nya.
"Iya, untuk hari ini kamu adalah supir Mama. Sekarang cepat pindah" jawab Mama Lulu yang memerintahkan David untuk jadi supirnya.
PLAK...
"Dasar anak durhakim" ucap Mama Lulu yang memukul b*k*ng David.
"Sakit Ma, Mama suka sekali sih KDRT sama anak sendiri? kualat loh" ucap David yang menylakan mobilnya.
"Kamu yang kualat sama Mama, karena kamu ngelawan terus apa kata Mama" ucap Mama Lulu yang ikut menimpali ucapan dari David.
Setelah perdebatan unfaedah Ibu dan anak itu selesai dan mereka berdua saling diam satu sama lain. Hingga mobil yang dikendarai oleh David sampai didepan rumah mewah milik meluarga Wijaya. Dimana disana sudah berkumpul semua orang yang ikut arisan. Disana auntie Soraya anak dan menantunya begitu juga dengan auntie Rina dengan anak-anak dan para menantunya.
"Nah itu dia Lulu sudah datang" ucap auntie Rina yang heboh akan kedatangan Mama Lulu.
"Kamu ini Rin, Darius dulu masih saja seperti itu" ucap auntie Soraya.
"Assalamualaikum" ucap Mama Lulu dan David bersama-sama.
"Wa'allaikumsalam, wah supir baru kamu Lu?" tanya auntie Rina pada Mama Lulu.
"Iya, ini supir aku yang baru dan juga geratis. Itu yang paling penting" jawab Mama Lulu sambil melirik David judes.
"Halo Nona-Nona cantik yang paripurna, tapi dulu. Apa didalam sudah pada kumpul auntie So?" tanya David pada auntie Soraya.
__ADS_1
"Iya, Rara juga sudah datang dengan anaknya yang baru pulang dari Bandung" jawab auntie Soraya dengan sangat ramah.
"Kamu jangan macam-macam dengan cucuku ya!" ucap auntie Rina memberikan peringatan pada David.
"Nggak akan auntie. Hanya satu macam saja" jawab David yang langsung ngacir meninggalkan auntie Rina yang akan murka.
"Anak kamu ini kenapa sangat mirip sekali dengan si Tevlon sih Lu? Mentang-mentang anaknya?" tanya Rina ada Lulu yang hanya menghela nafasnya saja.
"Jangankan kamu Rin, aku saja bingung dengan semua itu. Kenapa kelakuan nya bahkan lebih parah dari Devon" jawab Lulu yang mendadak menjadi lemas saat ada yang menanyakan kelakuan putranya yang satu itu.
"Sudah-sudah jangan dibahas yang itu. Semoga saja David bisa bertemu dengan pawangnya, seperti Devon yang bertemu dengan Lulu dan dia benar-benar berubah" ucap Soraya yang melerai mereka saat melihat kesedihan dimata Lulu sahabatnya.
"Amiin, semoga saja Soraya. Oh iya katanya Azalya akan datang dengan putri sulungnya yang tidak pernah mau diajak kumpul itu kan?" tanya Lulu pada Soraya.
"Iya, mungkin dia sedang membujuknya untuk mau ikut. Kita tunggu saja" jawab Soraya dengan tersenyum pada kedua sahabatnya.
.
Sedangkan didalam rumah David duduk disamping Rara yang kesal karena David mencoba untuk modus pada putrinya.
"Hai Ra, boleh dong kenalin anaknya sama gue" ucap David yang menatap wajah anaknya Rara penuh puja.
"Ogah gue kenalin anak gue sama loe ya. Sudah tua masih saja deketin yang Muda dan masih bau kencur" ucap Rara yang meminta anak gadisnya untuk pergi dari sana Danu bergabung dengan anak-anak yang lain.
"Enak saja tua. Gue ini masih Muda gagah dan tampan pastinya, kenapa loe nolak jadi mertua gue?" tanya David lagi pada Rara.
"Dihhhh ogah, mual gue denger loe mau jadi mantu gue. Lagian ya, anak gue masih sekolah dodol. Cari saja yang lain" ucap Rara bergidik ngeri saat David mengatakan ingin jadi menantunya.
"Apa yang salah dan kurang sama gue sih, ganteng iya, keren? Apa lagi, tajir? Jangan ditanya. Apa yang kurang dari gue?" tanya David dengan pedenya mengatakan itu pada Rara.
"Mau loe tajir, mau loe keren apa lagi ganteng. Gue kagak mau anak gue kawin sama cowok modelan kayak loe ini. Mending Ji Chang Wook, biar tua dah ketahuan dia ganteng dan terkenal. Nah loe? Playboy karatan saja belagu" ucap Rara yang menatap David dari atas hingga bawah dengan tatapan meremehkan.
"Enak saja, Ji Chang Wook saja lewat. Apa lagi Lee Min Ho, kedua pria itu kagak ada apa-apanya sama gue" ucap David tidak mau kalah dengan ucapan Rara.
"Iya lewat depan rumah loe saja kagak mau!" ucap Rara yang kesal karena David selalu membuatnya kesal.
"Ngomog-ngomong boleh kagak gue deketin anak loe? Anak loe manis banget kayak gula" tanya David yang mencoba merayu Rara.
"Kagak, kagak. Ogah gue ngijinin loe Deket sama anak gue" ucap Rara yang langsung pergi meninggalkan David yang menatapnya.
"His, kenapa dia pelit sekali" gumamnya yang menatap kepergian Rara.
David duduk sendiri, sedangkan didalam sana sedang diadakan arisan yang sudah dimulai. Sedangkan diruangan terpisah dan duduk dipojokan, David terus menatap sosok yang tidak asing dimatanya dan itu membuatnya penasaran. David mendekatinya dan benar saja jika sosok yang dia kenal beberapa saat yang lalu.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya....
__ADS_1
Supaya Othor makin semangat ya buat selalu up...
Happy reading.... 🤗🤗🤗