Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan

Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan
Bab 35. Keanehan David


__ADS_3

"Jika memang dia ada dua, berarti yang gue temui itu adalah kembaran nya? Tapi kenapa semua orang tidak tahu jika memang dia ada dua? Atau memang kesimpulan nya adalah dia memang sengaja pura-pura tidak mengenalku" ucap David yang memang tidak ingin memikirkan nya terus. Walau dalam hatinya berkata lain.


'Apa gue tidak bisa loe anggap biasa saja? Bahkan gue nggak tahu kenapa loe bersikap seperti itu pada gue' ucapnya dalam hati dan dia berkali-kali menghela nafasnya kasar.


"Bisa jadi, tapi gue memang penasaran dengan gadis itu. Gue mau ikut bareng sama loe Vid, karena gue tidak mau jika gue mati penasaran karena tidak bisa melihatnya secara langsung" ucap Guntur yang malah membuat David mendengus kesal padanya.


"Sesuka loe mau apa, loe mau gantiin gue juga silahkan saja. Gue memang malas jika harus datang dan melihatnya" ucap David yang tetap saja mengatakan hal yang sama terus menerus.


"Oke, gue akan ikut loe besok. Biar gue nggak ditinggal, gue mau nginep disini. Boleh kan bro? Janji deh kagak bakalan nyusahin loe" ucap Guntur yang membujuk David supaya dia bisa menginap disana.


"Whatever" ucap David yang menuju ruangan makan, karena keluarganya sedang menunggunya disana untuk makan malam bersama.


"Om, tante. Boleh kan saya numpang makan malam disini? Soalnya saya risks bisa pulang sekarang, apa boleh tante?" tanya Guntur yang berjalan mengikuti David menuju ruangan makan.


"Apa MH.GROUP sudah bangkrut? Sehingga CEO dan pewaris tunggalnya menumpang makan pada orang lain?" tanya Mama Lulu dengan sinis.


"Tante do'ain nya jelek banget. Masa karena mau numpang makan saja dibilang bangkrut" ucap Guntur yang menunduk ketakutan menatap Mama Lulu.


'Bener juga yang dikatakan oleh David. Pantas saja dia tidak berani dan bilang jika emak nya itu mirip singa betina yang siap menerkam mangsanya. Memang benar adanya, dan itu sangat menakutkan dibandingkan dengan negara api menyerang' ucap Guntur dalam hati. Mana berani dia mengatakan itu langsung, bisa-bisa dia memang akan pulang tinggal nama saja. Memang lebay sih ucapan dari Guntur karena Mama Lulu tidak akan melakukan itu semua.


"Kenapa musti meminta izin. Duduk saja nak Guntur, jangan hiraukan Mama Lulu yang hanya bercanda saja. Silahkan duduk dan ikut makan malam bersama" ucap Papa Devon yang meminta Guntur duduk dan ikut makan bersama dengan mereka.


"Terimakasih Om" ucap Guntur yang langsung duduk dan mengambil makanan nya sendiri.


"Setelah makan loe bayar tagihan makanan yang sudah loe makan sekarang" ucap David membuat Guntur menyemburkan air yang sedang dia minum.


BYUR...


"Maaf-maaf, saya tidak sengaja. Gue bakalan bayar tagihan Makn gue" ucap Guntur yang mengusap mulutnya dengan tangan nya sendiri.


"Good" ucap David tanpa dosanya sambil tersenyum mengejek pada Guntur.


'Anjir emagnya si David, kagak emak kagak anak sama saja. Suka menindas, tapi kenapa makanan nya enak banget? Baru kali ini gue makan makanan sederhana, tapi rasanya enak banget' ucap Guntur dalam hati dan dia mengagumi makanan yang sedang dia makan sekarang.


"Kenapa loe? Seperti baru makan makanan seperti ini saja?" tanya David setelah semunya selesai makan malam.


"Ini memang baru pertama kalinya gue makan makanan kek gini Vid. Loe tahu sendiri jika gue jarang pulang dan memang tidak pernah malah melakukan kegiatan yang selalu loe dan keluarga loe lakukan sekarang" jawab Guntur yang sudah duduk diatas sofa dalam kamar David.


"Oh iya gue baru inget. Kalo loe itu memang tidak pernah bisa bersatu dengan kedua orang tua loe. Asal loe tahu saja Vid, semua masakan yang gue dan keluarga gue makan, semuanya adalah hasil dari masakan emak gue. Dan dia tidak pernah absence untuk memanjakan kamu dengan semua masakan-masakan nya setiap hari" ucap David yang mengatakan semuanya, membuat Guntur semakin merasa jika David memang sangat beruntung berada ditengah-tengah keluarga yang penuh dengan kasih sayang. Tidak seperti dirinya yang tidak pernah mendapatkan seperti itu.


"Loe emang beruntung banget Vid, loe bisa merasakan kasih sayang keluarga yang utuh. Loe tahu sendiri bukan jika gue ini adalah anak broken home. Dan loe juga tahu kenapa gue males pulang, baik kerumah nyokap maupun bokap gue" ucap Guntur yang mapag curhat masalahnya pada David.


"Oke-oke, gue tahu. Nggak perlu loe Jelasin lagi, gue ini sedang pusing dan gue tidak mau dengerin masalah loe itu yang memang hanya itu-itu saja. Sorry, bukan nya gue nggak simpatik atau gimana sama loe. Cuman gue nggak mau tambah pusing, oke" ucap David yang mengatakan nya sambil mengusap-ngusap kepalanya yang terasa sangat pusing.


"Gue tahu, makanya gue lampiaskan semuanya pada wanita dan juga minuman. Dengan begitu fikiran gue sedikit waras, walau keseringan gilanya" ucap Guntur dan kalimat terakhirnya bersama dengan David. Mereka berdua malah tertawa terbahak-bahak saat mengatakan nya.

__ADS_1


Bahkan mereka berdua tidak sadar jika mereka mengobrol cukup lama, membuat Mama Lulu menegur mereka untuk segera tidur. Karena besok, pagi-pagi sekali harus sudah sampai dihotel untuk menghadiri pernikahan Zaniya yang David anggap adalah Zahiya.


.


Keesokan harinya David dan Guntur sudah siap dengan stelan jas yang sangat mengkilat juga rapih, mereka berdua terlihat sangat manis dan juga sangat tampan tentunya. Pantas saja mereka berdua selalu dijuluki sebagai penakluk wanita.


"Kamu sudah siap Vid?" tanya Mama Lulu yang masuk kedalam kamar David.


"Seperti yang Mama lihat, kami sudah siap. Apa kita akan berangkat sekarang, atau nanti?" tanya David setelah menjawab pertanyaan dari Mama Lulu.


"Ya sudah, kita berangkat sekarang juga. Tidak enak jika kita kesiangan datangnya" ucap Mama Lulu yang melihat penampilan putranya yang memang sangat tampan.


"Loe ikut juga?" tanya Dava yang juga sudah berpenampilan sangat tampan. Memang tidak salah jika keturunan dari Papa Devon dan Mama Lulu itu tidak ada yang gagal. Baik David maupun Dava.


"Seperti yang loe lihat, gue bareng loe saja ya Vid. Nggak enak jika bareng sama nyokap dan bokap loe" ucap Guntur yang berjalan mengikuti David menuju mobilnya.


"Nggak perduli gue" ucap David yang langsung mendapatkan pelototan tajam dari Guntur.


Setelah menempuh perjalanan lumayan panjang. Mereka semua sudah sampai didalam ballroom hotel dan disana mereka disambut dan dijamin dengan sangat baik oleh orang-orang Zayn.


Guntur melihat, jika ini adalah pesta pernikahan yang sangat mewah dan juga dengan penjagaan yang sangat ketat. Melebihi penjagaan persiden sekalipun, Guntur hanya hanya duduk didekat David dan tidak kemana-mana. Karena dia ingin melihat dengan jelas wajah gadis yang membuat David seperti ayam kehilangan induknya.


"Itu, apa itu gadis yang membuat loe kelimpungan Vid? Cantik sih, tapi gue lebih suka yang disampingnya. Jika tidak menggunakan kacamata dan masker, akan jauh lebih cantik lagi" tanya Guntur yang menunjuk arah dua wanita yang menuruni anak tangga dan salah satunya adalah mempelai wanita.


"Iya, nggak perduli gue. Gue sudah tidak beminat lagi" jawab David dengan tatapan sinisnya pada Zaniya yang menatapnya heran dan terlihat berbisik pada wanita disampingnya.


Dia merasa jika wanita itu memang bukan wanita yang dimaksud oleh David. Karena dari sorot matanya saja memang tidak mengenal dan sepertinya tidak tertarik sedikitpun juga. Sedangkan yang disebelahnya terlihat ada perasaan bersalah dan juga penyesalan dalam matanya. Dan Guntur tidak mengatakan nya pada David, karena dia melihat kedua orang tuanya juga hadir dalam acara itu.


"Kenapa loe, sejak tadi tidak berhenti bicara? Sedangkan sekarang seperti monyet yang habis nelen premen karet. Kenapa loe?" tanya David yang bingung akan sahabatnya yang satu ini.


"Nggak apa-apa, gue cuman liat nyokap dan bokap gue ada disini juga. Sebelah utara, tepat dijam sembilan. Males banget jika harus bertemu dengan mereka berdua yang akan saling mengejek dan membandingkan satu sama lain" ucap Guntur yang hnya menunduk dan pura-pura memainkan ponselnya untuk membuat risks dikenali oleh kedua orang tuanya.


"Oh, pantas saja loe diem mulu sejak tadi. Mau pergi saja dari sini? Gue sudah jenuh berada disini" tanya David yang mengajak keluar Guntur.


"Boleh saja, malas gue disini lama-lama" jawab Guntur yang langsung bangkit dari duduknya lalu pergi menuju keluar dari ballroom hotel.


Saat sedang berjalan menuju taman, mereka berdua melihat wanita yang berada disamping mempelai wanita berada disana juga dengan berlarian, entah akan kemana, bahkan dia berlari tidak melihat-lihat sekelilingnya. Dia hampir saja terjatuh jika saja David tidak menangkap tubuhnya.


DEG...


'Kenapa perasaan gue jadi tidak karuan kayak gini? Dan ini rasanya seperti saat gue memeluk Zahiya saat ditepi kolam renang waktu itu? Aromanya, aromanya juga sama seperti dia, vanilla. Parfum beraroma vanilla. Ah, gue pasti sudah gila' gumam David yang merasakan ada yang aneh dengan dirinya.


'Apa dia akan mengenaliku? Semoga saja dia tidak mengenaliku, karena aku tidak ingin bertemu dengan nya lagi. Dan membuat perasaan aku tidak menentu, aku harus buru-buru pergi dari sini secepatnya' ucap wanita yang tidak lain adalah Zahiya yang masih menggunakan kacamata tebalnya dan masker.


"Maaf, saya tidak sengaja. Terimakasih sudah menolong saya" ucap Zahiya yang langsung melepasakan diri dari pelukan David yang menolongnya tadi.

__ADS_1


"Iya Nona, saya juga minta maaf. Karena saya lancang menyentuh anda, jika bisa berjalanlah dengan hati-hati dan jangan berlarian seperti tadi" ucap David yang juga meminta maaf, untuk menetralkan perasaan nya yang serasa semakin aneh saja dibuatnya.


Zahiya langsung pergi dari sana setelah mengatakan terimakasih berulang-ulang, dia tidak ingin jika seseorang yang sedang menunggunya akan semakin menunggu lebih lama lagi.


Sedangkan David hanya diam mematung memandangi punggung wanita itu yang sudah menjauh dan tidak terlihat lagi dari pandangan nya.


"Kenapa loe? Apa ada yang salah dengan wanita itu? Apa loe kenal dengan nya?" tanya Guntur yang melihat David hanya diam mematung dan tidak menghiraukan pertanyaan nya.


"Hey, halo... Loe denger gue?" tanya Guntur lagi yang melambai-lambaikan tangan nya didepan wajah David.


"Iya gue denger, nggak budek kali gue" ucap David yang membuat Guntur semakin bingung dengan sikap David yang mendadak aneh seperti itu. Lalu David meninggalkan Guntur yang sedang bingung menatapnya.


"Lah, kenapa tuh bocah? Aneh banget sejak tadi. Wah, jangan-jangan memang bener. Jika dia memang sedang patah hati karena ditinggal kawin oleh cem-ceman nya itu. Bisa bahaya ini" gumamnya yang malah dan menatap punggung David.


"Jika seperti ini, memang bisa bahaya. Jika tidak segera mendapatkan penggantinya, bisa-bisa dia ini memang memuaskan untuk gantung diri" gumamnya lagi sambil mengejar langkah David yang sudah jauh darinya.


"Vid, tunggu gue. Kenapa jalan loe cepet banget sih? Sudah mirip orang kesurupan saja, eh tapi ngomong-ngomong loe mau kemana? Kenapa loe ngikutin cewek tadi?" tanya Guntur yang baru sadar jika David sedang mengikuti langkah wanita tadi yang sudah tidak terlihat.


"Bukan urusan loe, lebih baik loe diem dan tutup mulut loe itu. Sakit telinga gue sejak tadi dengerin loe ngomong kagak jelas" ucap David membuat Guntur melongo dibuatnya.


'Bagaimana bisa nih bocah ngomong kek gini ke gue? Biasanya jika dia kesal hanya akan diam dan risks mengatakan kata-kata kasar sekalipun. Kenapa ini sangat berbeda? Jangan-jangan memang bener, gue harus kasih tau anak-anak yang lain. Supaya mereka bisa bantu dan hibur nih bocah satu ini' ucap Guntur dalam hati yang masih terus berjalan disamping David yang hanya diam dan menatap lurus kedepan sana.


David masuk kedalam mobil dan diikuti oleh Guntur. David mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh dan itu membuat Guntur hanya bisa berdo'a juga berpegangan dengan erat. Dia tidak berani untuk protes pada David. Dia hanya berteriak-teriak ketakutan.


"Aaaa, David.... Gue masih mau hidup dan juga masih ingin menikmati wanita-wanita gue dulu. Gue belum mau mati David.... Aaaaa" teriak Guntur yang berpegangan sangat erat dan dia tidak ingin jika David sampai bunuh diri malah ngajak-ngajak dia.


"Vid, jika loe mau bunuh diri. Loe bunuh diri sendiri saja, kenapa juga loe malah ngajak-ngajak gue. David, please. Vid, gue belum mau mati Vid" ucap Guntur yang melihat David menyalip beberapa kendaraan besar didepan nya.


"Berisik loe! Siapa juga yang mau bunuh diri. Loe akan sana yang bunuh diri, gue masih ingin hidup dan masih ingin menikmati semuanya. Gue sedang buru-buru dodol. Tadi Bima bilang jika dia perlu bantuan dan ini emergency, you know?" ucap David yang menghela nafasnya, karena didepan akan ada kereta yang melintas dan palang pintu sudah hampir tertutup. Jika dia berhenti mendadak akan ada kecelakaan, jika dia melintasinya akan lebih berbahaya lagi dengan nyawanya dan nyawa Guntur.


David langsung menerobos palang pintu kereta api tersebut membuat Guntur langsung pingsan dan tidak sadarkan diri lagi akan apa yang dilakukan oleh David sekarang.


"Dasar cemen, baru segitu saja sudah pingsan" ucap David malah mengejek Guntur yang sudah pingsan.


"Eh kamvret. Gue syok saat loe melintasi palang pintu kereta api, jantung gue rasanya copot tahu nggak sih loe! Kapok gue baik-baik mobil bareng loe lagi. Kapok gue" ucap Guntur yang ternyata tidak benar-benar pingsan.




Nih, Othor kasih visual babang David sama bambank Guntur yang gantengnya sudah kelewatan ya...


Jika tidak suka cari saja visualnya sendiri ya... Karena ini menurut Othor sangat cocok untuk mereka berdua....


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya....

__ADS_1


Terimakasih dan happy reading...🤗🤗🤗


__ADS_2