Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan

Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan
Bab 55. Aksi Mama Lulu


__ADS_3

"Benarkah? Apa perusahaan putraku ini begitu miskin dan tidak ada klien lain lagi? Sehingga akan menyesal melepasakan klien seperti... Maaf, anda" ucap Mama Lulu dan itu tanpa tedeng aling-aling lagi mengatakan nya.


Dan ini adalah kali pertama Mama Lulu julid dan juga sangat sinis pada seseorang. Bahkan Mama Lulu tidak pernah seperti itu sebelumnya.


"Oh iya, satu lagi Nona Yunara Winata. Saya pribadi mengingantkan anda, supaya menjaga diri anda sebagai seorang wanita. Karena hanya diri sendirilah yang bisa melakukan nya, bukan orang lain, saya mengatakan ini supaya anda berhenti mengejar dan mendekati putra saya. Karena dia sudah bahagia dengan pernikahan nya dan juga sudah memiliki wanita yang sangat dia cintai. Jadi carilah suami yang memang sesuai dan juga menerima anda apa adanya" ucap Mama Lulu yang sudah sangat kesal karena sudah merayu David dan mencoba menjebak David.


"Ini adalah masalah pribadi dan anda tidak berhak ikut campur dalam masalah pribadi saya. Saya kesini untuk membahas masalah pekerjaan. Saya permisi" ucap Yunara yang sudah menahan amarahnya karena rencananya sudah terbaca, jika kehamilan nya sekarang akan dia jadikan alat untuk menjerat David.


'Sial, kenapa nenek tua ini seperti tahu rencana yang sudah aku susun? Jangan sampai dia tahu semua rencana ku. Aku akan memainkan ini dengan rapih, jangan sampai jika dia tahu aku ini sedang hamil anak orang lain' gumam Yunara dalam hati, dia segera pergi dari sana setelah mengatakan itu pada Mama Lulu.


"Kalian berdua ingat baik-baik, jika wanita itu datang lagi kemari lagsung usir saja tanpa bertanya lagi pada David atau siapapun. Karena itu tidak perlu, apa kalian berdua mengerti?" tanya Mama Lulu yang menjelaskan pada Adi dan Jamil yang hanya bisa mengangguk saja.


"Jangan cuman ngangguk-ngangguk saja kalian berdua. Kalian dengarkan semua yang saya katakan dan jangan pernah membantah apa lagi melupakan ucapan saya ini" ucap Mama Lulu yang juga langsung pergi setelah langatakan itu.


Baru akan keluar dari loby, para pria sahabat David datang berkunjung. Karena mereka fikir jika David adalah disana dan mereka akan menghabiskan waktu bersama-sama setelah lumayan lama tidak bertemu dan berkumpul bersama.


"Eh, ada tante cantik. Siang tante" ucap Guntur yang berpapasan dengan Mama Lulu.


"Apa! Kamu fikir saya suka bertemu dengan mu" ucap Mama Lulu yang segera masuk kedalam mobil dan melajukan nya dengan perlahan.


"Wah, pesona seorang Casanova sudah hilang bagai ditelan bumi. Hahaha" ucap Galang yang malah meledek pada Guntur.


"Benar juga, yang loe katakan barusan Lang. Jika seorang Casanova ini memang sudah tidak tidak bisa menaklukan wanita lagi" ucap Bima menimpali ucapan Galang.


"Kamvret loe pada" ucap Guntur yang langsung meninggalkan kedua sahabatnya yang sedang menertawakan dirinya.


"Hahaha... Dia marah" ucap Galang yang mengikuti langkah Guntur menuju lift kusus petinggi perusahaan.


"Di, bukankah loe bilang jika David adalah disini? Kenapa tidak ada?" tanya Guntur yang sudah memasuki ruangan David yang kosong.


"Siapa yang bilang begitu Pak Guntur. Saya hanya mengabari jika Ibunya si Bos datang kemari. Anda salah dengar tadi" ucap Adi yang menghela nafasnya saat mengatakan itu pada Guntur. Rasanya Adi sudah bisa bernafas lega saat melihat Mama Lulu pergi dari sana setelah mengintimidasi mereka.


"Mungkin saja sih, karena yang gue dengar tadi pas kata Bos nya doang. Hehehe" ucap Guntur yang membuat Galang dan Bima menepuk keningnya sendiri.


"Kamvret loe emang Gun, gue sudah bela-belain datang kemari karena ingin bertemu dengan David. Malah hoax doang loe" ucap Galang yang menoyor kepala Guntur dari belakang.


"Asem emang loe. Gue sampe batalin janji gue ketemu klien gue" ucap Bima yang melakukan hal yang sama juga dengan Galang.


"Loe pada kenapa jadi kompak gini sih nyiksa gue kek Ibu tiri? Gue juga sudah seneng pas nih kamvret bilang jika David adalah diperusahaan. Ngapa jadi ngebuli gue" ucap Guntur yang menggerutu dan juga misuh-misuh karena kedua sahabatnya malah menyalahkan dirinya.


"Loe emang pantas mendapatkan itu semua. Biar nyaho loe" ucap Galang yang langsung pergi dari ruanga David tapi ditahan oleh ucapan Bima.


"Tunggu Lang, gimana kalo kita kerumahnya saja nanti malam. Sebelum itu kita kabari dulu dianya, sekalian ngehibur dia dan bisa mendekatkan istri-istri loe pada sama bininya si David. Kali saja dia bisa lebih tenang dan melupakan kesedihan mereka berdua" ucap Bima yang mengatakan nya dengan tegas pada Galang dan diangguki oleh Guntur.


"Yang loe katakan memang benar Bim, kita harus bisa menghiburnya. Gue akan mempersiapkan untuk datang kesana dengan bini gue" ucap Guntur yang langsung bersiap untuk pergi dari ruangan David.


"Baiklah, kita bertemu nanti sore untuk kerumah keluarga Tomlinson" ucap Galang yang juga akan pergi dari sana.


"Oke, deal ya? Kita ketemu nanti sore" ucap Bima yang memperjelas perkataan nya pada kedua sahabatnya itu.


"Deal" jawab Galang dan Guntur bersama-sama. Lalu ketiganya pergi dari sana dan membuat Adi dan Jamil saling pandang satu sama lainnya.

__ADS_1


"Lah, tuh ketiga bastard pada mau kemana?" tanya Adi yang menatap kearah Jamil.


"Mana aye tahu bang, mereka itu cem jelangkung. Datang kagak diundang pulang juga kagak dianter" jawab Jamil yang mengedikan bahunya bingung pada ketiga sahabat Bos mereka.


"Benar juga, sudahlah. Lebih baik kita bgantin yuk, laper nih" ucap Adi yang ngajakin Jamil makan siang bersama.


"Nah, kalo uang behinian ini yang aye demen" ucap Jamil yang bersemangat mengatakan nya.


"Ah, loe. Emang suka banget yang gratisan" ucap Adi yang langsung disambut gelak tawa oleh Jamil.


.


Sore hari menjelang, ketiga sahabat bastard itu berkumpul dirumah Bima untuk datang kerumah David. Untuk memberikan dukungan dan juga saling menghibur.


"Loe sudah ngabarin tuh bocah kan Bim?" tanya Guntur yang sedang menggendong baby nya.


"Udah, gue udah ngabarin dia. Mungkin mereka sedang mempersiapkan untuk makan malam kita bersama" jawab Bima yang sedang mendandani Junior sehabis mandi.


"Loe masih ngelakuin ini sendiri Bim? Bukan nya loe memiliki pengasuh buat Junior dan Julie?" tanya Galang yang melihat Bima begitu cekatan mengganti pakaian Junior.


"Gue seneng saja mengelakuin nya Lang, rasanya gue makin deket ada sama dia. Ya, walau kalo Julie kagak berani. Selain dia sudah besar, dia juga perempuan" jawab Bima sambil tersenyum dan menyelesaikan semuanya dengan cepat.


"Nah, selesai nih. Jagoan Papa sudah wangi dan rapih juga tampan tentunya" ucap Bima yang meminta Junior bergabung dengan anak-anak Galang dan Guntur.


"Kita kesana saja sekarang atau gimana nih?" tanya Guntur yang masih menggendong putri kecilnya itu.


"Langsung saja sih, kita kan memang mau kesana" jawab Bima yang sudah siap sejak tadi.


Mereka sudah tahu jika mereka yang datang adalah para sahabat Tuan nya. Jadi tanpa adanya pemeriksaan ketat, mereka masuk dengan mudah kedalam.


"Perasaan, kenapa rumah ini seperti rumah persiden ya? Ketat banget penjagaan nya" ucap Guntur yang memang selalu ceplas ceplos saat bicara.


"Loe kan tahu sendiri bambank, jika bininya habis keguguran dan mengalami penyerangan. Ya jelas lah nyewa para bodyguard itu" ucap Galang yang menoyor kepala Guntur.


"Dia memang suka kadang-kadang kalo ngomong" ucap Dona yang mengatakan nya. Padahal dia adalah suaminya sendiri.


"Yank, kenapa kamu mengatakan itu sih? Tega banget" ucap Guntur yang mengatakan nya sambil mengerucutkan bibirnya.


"Diam dan tutup mulut kamu itu" ucap Dona dengan judes, dan langsung meninggalkan Guntur yang masih misuh-misuh pada istrinya.


"Hahaha... Emang enak" ucap Galang dan Bima yang tergelak keras menertawakan nasib Guntur yang memang SUTIS (Suami Takut Istri).


Mereka ternyata mendapatkan sambutan dari David langsung dengan wajahnya yang masih lebam-lebam diseluruh wajahnya.


"Assalamualaikum bro. Bagaimana kabar loe sekarang?" ucap Bima, Guntur dan Galang bersama-sama.


"Wa'allaikumsalam, ya... Seperti yang loe liat sekarang" jawab David yang mengajak ketiganya untuk mengobrol santai dihalaman belakang saja.


"Hai, bisa kita berteman juga seperti para suami kita?" tanya Dona yang memberanikan diri bertanya pada Zahiya yang membuat nyalinya ciut saat menatap sorot mata tajamnya.


"Maaf, saya tidak bisa. Karena saya hanya lebih nyaman sendiri dan ketenangan saja" jawab Zahiya dengan datar dan dingin tanpa ekspresi nya sama sekali.

__ADS_1


"Oh, baiklah. Maaf jika kami lancang menawarkan itu pada anda" ucap Naila yang mengatakan nya menggunakan bahasa formal pada Zahiya.


"Hmm" jawab Zahiya yang segera pergi dari hadapan dua wanita yang hanya menggelengkan kepalanya saja dan merasa tidak nyaman juga canggung.


"Huh, emang ya. Kalo orang kaya dan memang selalu kerjaan nya suka sendiri. Dia pasti akan tidak nyaman untuk bergabung dengan kita yang biasa-biasa ini" ucap Dona yang menghela nafasnya berulangkali dan meninggalkan Naila sendiri disana.


"Sebenarnya dia memang baik dan bukan orang yang angkuh. Hanya lebih suka menyendiri saja, makanya dia seperti itu" ucap Naila yang menikuti langkah Dona.


"Dari mana kamu tahu? Bukankah kita jarang ketemu dengan nya, dan tidak pernah malah" tanya Dona yang menghentikan langkahnya.


"Bukan dari mana-mana, hanya Mas Galang sering cerita saja. Jika salah satu sahabatnya menyukai gadis dingin dan kaku. Juga sangat misterius, makanya mungkin saja memang karakternya seperti itu. Jadi akan sulit untuk bisa dekat dengan orang yang menurutnya tidak pas" jawab Naila yang menatap kearah Dona.


"Kamu memang benar, Mas Guntur juga sering menceritakan tentang sahabatnya yang satu ini. Tapi suka sungkan dan segan saat melihat istrinya itu" ucap Dona yang mengiyakan ucapan dari Naila.


Mereka akhirnya saliang mengobrol bersama. Sama seperti para pria ditaman belakang, mereka semua sangat seru bercerita hingga David yang tiba-tiba merasa sedih.


"Kenapa loe? Kenapa jadi sedih gini wajah loe?" tanya Guntur yang memang paling dekat duduknya dengan David.


"Gue hanya merasa gagal saja menjaga istri dan calon anak-anak gue. Gue secara tidak langsung membuat istri gue keguguran, apa lagi ada dua bro. Dua calon anak gue" jawab David yang langsung mendapatkan pelukan dari para sahabatnya.


"Gue tahu ini berat buat loe Vid. Setidaknya loe harus kuat demi istri loe, yang mungkin lebih menderita dibandingkan dengan loe sendiri. Loe kan tahu, setiap wanita pasti akan senang mendengar kabar jika dia mengandung dan akan melahirkan. Karena bagi wanita itulah letak kesempurnaan wanita, ya... Walau gue juga kurang faham akan perasaan seorang wanita" ucap Bima yang memang paling dewasa dalam berfikir dan juga paling tidak beruntung.


"Yang dikatakan oleh Bima benar Vid. Loe tahu kan jika gue juga hampir saja mengalami hal seperti itu, rasanya memang sangat sakit. Tapi saat gue ngeliat Naila yang lebih terpuruk dari pada gue. Gue ngerasa kesedihan gue bukan apa-apa Vid" sambung Galang yang juga menepuk bahu David dan memberikan nya semangat.


"Gue hanya bisa bilang, loe harus kuat dan bisa menghibur diri loe sendiri dan juga istri loe, karena seperti yang dikatakan oleh Bima dan Galang barusan" ucap Guntur yang sok bijak mengatakan nya, padahal dia ini memang suka sengklek kalo ngomong.


"Thanks bro, loe emang sahabat-sahabat gue yang sejati dan juga baik. Karena gue benar-benar merasa sangat terpuruk dan juga bersalah padanya, tapi baik Zahiya maupun Alvarez. Keduanya yang malah membuat gue jadi lebih semangat dan bisa membuat gue ngerasa lebih baik dari sebelumnya dan merasakan luka hati saat kehilangan mereka berdua" ucap David yang mengatakan nya panjang lebar dan itu tidak luput dari pandangan mata elang seorang Zahiya.


"Aku juga berterimakasih padamu By. Kamu memang laki-laki dan suami yang sangat baik dan pengertian. Aku akan kuat untuk kamu dan juga Ez, dia adalah sumber kekuatan ku dan juga kebahagiaan ku selama ini. Semoga kamu tidak pernah menaruh kecewa padaku By" ucap Zahiya yang berdiri dibalkon kamarnya dan menatap kearah empat sahabat yang sedang mengobrol.


Mereka tusk menyadari itu semua. Mereka hanya mengobrol saja dan tidak memperhatikan sekeliling nya. Bahkan mereka sesekali menatap kearah anak-anak yang sedang bermain bersama itu.


"Untungnya disaat gue merasa terpuruk dan juga sedih ada jagoan kecil gue yang selalu bisa menghibur dan menenangkan jiwa gue" ucap David yang tersenyum menatap kearah Alvarez yang sedang bermain dengan anak-anak lain.


"Untung aja anak loe itu tidak mirip dengan istri loe yang loe bilang introvert itu. Malah dia terlihat seperti anak-anak pada umumnya" ucap Guntur setelah bisa menidurkan baby girl nya yang memang lebih anteng bersama dengan nya dibandingkan dengan Mama nya sendiri.


"Ya jelas lah, dia anak gue. Gue delosit dulu sebelum nikahin dia, makanya pas emak gue jodohin dia kagak nolak" ucap David yang sudah kembali pada pengaturan awalnya yang memang seorang playboy karatan dan sengklek.


"Wah, parah loe. Jadi loe emang deposit dulu sebelum kawin loe" ucap Guntur yang menggelengkan kepalanya, bahkan sahabatnya lebih parah darinya.


"Parah emang loe Vid" ucap Bima yang menggelengkan kepalanya.


"Lebih parah dari si kacrut ini" sambung Galang yang menoyor kepala Guntur terus.


"Habisnya, beuh.... Enak beud, pas gue ngerasain semuanya. Apa lagi dia itu masih virgin" ucap David yang diakhir kalimatnya sambil berbisik pada ketiga sahabatnya.


"Wah, parah nih bocah. Ternyata otaknya sudah geser deh kayaknya" ucap Guntur menjauh dari David malah tergelak keras melihat reaksi berlebihan Guntur.


"Eh, kamvret. Loe juga lebih parah dari dia, jadi jangan sok alim loe" ucap Galang yang menoyor kepala Guntur lagi.


Akhirnya mereka berempat malah berbicara kemana-mana. Bahkan merambah kehal yang iya-iya, membuat Bima hanya bisa menggelengkan kepalanya saja mendengar ucapan-ucapan dari para sahabatnya itu.

__ADS_1


__ADS_2