Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan

Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan
Bab 62.


__ADS_3

"Sayang, kenapa kamu menangis? Apa aku berbuat salah padamu?" tanya David yang menagkup wajah Zahiya dan mengusap air matanya yang mengalir dipipinya.


"Please don't cry, I'm so sorry" ucap David yang memeluk Zahiya dan dia benar-benar sangat merasa bersalah padanya dan dia kembali mengusap air mata Zahiya dan mengecup kedua pelupuk mata Zahiya.


"Hubby, kenapa Hubby bersikap dingin padaku? Kenapa? Apa karena ucapanku yang itu membuat Hubby berubah padaku? Aku jadi sedih" tanya Zahiya yang sekarang bersikap sangat-sangat manja dan berubah semenjak dia hamil.


"Aku nggak marah, sama sekali mana bisa aku marah pada kamu? Karena aku sangat mencintai kamu dan aku tidak akan bisa melakukan itu semua" jawab David yang menangkup wajah Zahiya dan dia mengecup keningnya cukup lama dan menyalurkan rasa sayangnya pada Zahiya.


"Tapi, tapi kenapa sikap Hubby jadi dingin padaku?" tanya Zahiya lagi yang ingin tahu alasan nya David apa.


"Huh, sebenarnya aku ingin memberikan kejutan untuk kamu dengan membuat kamu marah dulu. Tapi bukan marah yang ada, kamu malah sedih seperti ini. Jadi, mana tega aku melakukan nya" jawab David setelah menghembuskan nafasnya.


"Jadi, Hubby ingin ngasih kejutan buat aku? Kenapa nggak bilang sebelumnya, jika akan memberikan kejutan?" tanya Zahiya lagi yang membuat David mengernyitkan keningnya bingung mendengar ucapan dari Zahiya.


"Sayang, jika aku memberitahu kamu seperti sekarang. Itu bukan kejutan lagi namanya, yang ada itu rencana" jawab David yang kembali memeluk Zahiya.


"Iya juga, tapi makasih untuk Hubby berfikiran untuk memberikan aku kejutan. Aku janji, saat Hubby memberikan kejutan nya, aku akan terkejut dan langsung memeluk Hubby seperti ini" ucap Zahiya yang kembali memeluk David dengan erat dan dia tersenyum sangat lebar.


'Apa dia baik-baik saja? Kenapa sikapnya membuat aku bingung dan juga takut? Ya Allah, semoga saja istriku ini tidak kenapa-kenapa dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan' ucap David dalam hati sambil terus memeluk Zahiya yang masih tersenyum.


"Ya sudah, sekarang aku harus pergi dulu. Ada urusan dengan sahabatku yang lain" ucap David yang pamit pergi pada Zahiya.


"Iya By, hati-hati. Jangan lama-lama pulangnya" jawab Zahiya yang membiarkan David pergi bersama dengan teman-teman nya.


David segera berlari menuju lantai bawah. Saat dia sudah dibawah Mama Lulu menahan nya untuk pergi. Karena dia merasa bingung dengan sikap David yang sedikit berbeda.


"Vid, Mama mau bicara denganmu. Sekarang" ucap Mama Lulu yang meminta David untuk mengikutinya menuju ruangan keluarga.


"Ada apa Ma? Aku sedang terburu-buru, ini masalah penting dan tentang Ben" tanya David yang mengatakan tujuan nya akan pergi.


"Mama hanya ingin bertanya, kenapa sekapan kamu yang rada aneh ini. Sebenarnya ada apa Vid?" tanya Mama Lulu yang menatap David dengan lekat.


"Ma, apa Mama tidak sadar? Jika pertanyaan yang Mama berikan itu sudah aku jawab sebelumnya. Aku akan bertemu dengan teman-teman ku yang lain, membahas masalah tentang Ben dan adiknya" jawab David yang menjelaskan semuanya pada Mama Lulu.


"Baiklah, jika kamu akan melakukan itu. Mama hanya bisa mendo'akan dan semoga saja kalian memang sudah menemukan titik terang untuk masalah ini. Kamu hati-hati dan selalu ingat, jika kamu sebentar lagi akan memiliki anak dan kamu harus bisa jaga diri kamu untuk mereka dan untuk Mama dan Papa" ucap Mama Lulu yang membiarkan David pergi.


"Makasih Ma, aku akan selalu mengingat apa yang Mama katakan padaku. Tapi sekarang, aku harus pergi" ucap David yang segera melangkah menuju pintu keluar.


"Hati-hati Vid, Mama tidak mau kamu sampai kenapa-kenapa dan terluka" teriak Mama Lulu menatap pada punggung David yang menjauh.


David hanya melambaikan tangan nya saja, dia segera masuk kedalam mobil dan melajukan nya menuju tempat yang sudah mereka janjikan.


Saat dijalan dia melihat mobil yang sering digunakan oleh Angga dan Marcos, dia sedikit curiga akan apa yang mereka berdua lakukan. David mengejar dan langsung menghadangnya dari depan.


CEKIT....


CEKIT...


"Keluar kalian berdua" ucap David yang mengetuk pintu mobil Angga.


"Ada apa Tuan? Apa ada yang anda inginkan?" tanya Angga dengan sangat tenang dan datar.

__ADS_1


David tidak menjawab, dia melihat kearah kursi belakang yang kosong dan tidak melihat ada yang mencurigakan. David beralih menatap keduanya dengan tatapan tajamnya.


"Dari mana kalian berdua?" tanya David dengan pandangan menyelidiknya.


"Kami habis membeli martabak telur pesanan Queen, tiba-tiba beliau menginginkan ini" jawab Marcos yang memperlihatkan bungkusan martabak tersebut.


'Martabak? Kenapa meminta mereka berdua yang mencari? Kenapa tidak memintanya padaku? Apa aku tidak bisa hanya mencari sebuah martabak saja' gumam David dalam hati yang menatap tajam pada kedua orang yang ada disana nya.


"Tuan, apa kami boleh pergi sekarang? Karena jika tidak panas lagi, takutanya Queen tidak mau memakan nya lagi" tanya Angga yang melihat David hanya diam saja.


David langsung pergi dari sana tanpa mengatakan apa-apa pada mereka berdua. Dia terlihat kesal dan dia membanting pintu mobilnya dengan kencang, lalu melajukan nya dengan kecepatan penuh.


"Sepertinya kita salah memberikan alasan untuk Tuan David Ga" ucap Marcos yang menatap pada bungkusan yang ternyata tidak ada apa-apa didalamnya.


"Sepertinya, mantan playboy itu sedang kesal" gumam Angga yang segera masuk dan kembali kedalam rumah, untuk selalu memantau mereka.


Sedangkan David terus menggerutu tidak jelas saat keingin pertama untuk istrinya itu bukan padanya. Padahal dia sudah bersiap jika suatu saat Zahiya meminta sesuatu padanya.


"Kenapa harus pada dua pria tua itu sih? Apa tidak bisa meminta padaku, sayang kamu tega sekali padaku" gumamnya yang terus melajukan mobilnya hingga sampai didepan markas para playboy dan Casanova berkumpul.


"Kenapa wajah loe ditekuk gitu Vid? Kek kagak dapet jatah saja dari bini loe" tanya Guntur yang datang berbarengan dengan David.


"Gue lagi kesal, masa bini gue pertama ngidam malah minta tolong pada dua pria tua pesuruhnya" jawab David yang misuh-misuh sambil menghempaskan tubuhnya disofa.


"Apa!! Apa loe bilang tadi?! Ngidam?" tanya Galang yang mengorek-ngorek telinganya yang terasa gatal, untuk memastikan pendengaran nya tidak salah.


"Iya, bini gue hamil lagi. Makanya gue kesel banget, kenapa bukan gue yang harus nyari tuh martabak telor" gerutu David yang masih saja belum terima.


"Iya juga. Tapi tetep saja gue kesel Gun, masa iya keingin pertama anak-anak gue bukan gue yang nurutin" jawab David yang masih saja terlihat kesal.


"Tunggu-tunggu, kamu bilang apa Vid? Anak-anak? Jangan bilang bini loe hamil kembar lagi?" tanya Bima yang menyela ucapan mereka, karena dia menyimak semuanya yang kedua sahabatnya berbicarakan.


"Eh iya, gue baru engeh nih" ucap Galang yang mengangguk setuju dengan yang Bima tanyakan.


"Iya juga. Tolong loe ceritakan pada kami Tuan David Tomlinson" tambah Guntur yang mengatakan nya dengan wajah yang serius.


"Iya, gue juga baru dikabari tadi siang olehnya dan dia bilang jika anak-anak yang ada dalam kandungan nya adalah empat. Dan gue seneng bukan kepalang dan akhirnya gue jenguk mereka berempat siang itu juga. Habisnya gue kagak tahan saat melihatnya" jawab David yang malah jadi senyum-senyum sendiri saat mengingat kejadian tadi siang.


"Wah parah nih bocah. Bininya langsung digarap" ucap Guntur yang mengusap-ngusap siotong miliknya.


"Iya, bukan nya jika sedang masa pertama kehamilan tidak boleh begituan dulu ya? Kenapa kamu malah melakukan itu padanya? Apa loe nggak takut jika kenapa-kenapa pada kandungan nya?" tanya Bima yang malah heran dengan David.


"Boleh Bim, cuman harus perlahan dan jangan terlalu sering. Juga mayonesnya jangan dimuntahkan didalam, lebih baik diluar. Karena bisa berpengaruh pada janin" ucap Galang yang memang sudah sangat berpengalaman dibandingkan dengan ketiga sahabatnya yang lain.


"Iya, gue juga ngelakuin apa yang Galang bilang barusan. Karena sedikit banyaknya gue ngerti lah soal begituan mah, gue kagak mau jika anak-anak yang guardian inginkan kenapa-kenapa didalam" ucap David yang mengatakan apa yang dia lakukan pada Zahiya.


"Itu lebih baik bro. Soalnya gue sering khilaf jika sedang seperti itu, makanya Dona suka marah-marah setelah melakukan nya. Yang walau marah-marah tetap saja dia selalu tersenyum jika gue ingetin tentang percintaan panasnya" ucap Guntur yang langsung mendapatkan pelukan dari ketiga sahabatnya yang lain.


"Sakit tahu! Kenapa sih loe pada, seneng banget KDRT pada gue?" ucap Guntur yang mengusap-ngusap lengan nya yang kena pukulan oleh ketiganya.


"Loe memang pantas mendapatkan KDRT bambank" jawab ketiganya kompak dan membuat Guntur berdecak kesal.

__ADS_1


"Ck... Ck. Loe pada mending jadi paduan suara sono. Kompak banget" ucap Guntur yang menggerutu kesal pada ketiga sahabatnya.


"Bodo" jawab ketiganya lagi, membuat Guntur malah semakin kesal.


"Kenapa wajah loe yang ditekuk Vid? Bukan nya loe udah dapetin jatah ya?" tanya Guntur yang melihat David masih terlihat kesal.


"Gimana gue nggak masih kesel dan kayak gini. Gue masih mikirin kenapa Zahiya minta tolong dibelikan martabak oleh mereka berdua" jawab David yang masih menghela nafasnya berkali-kali dan dia menelungkupkan wajahnya diatas meja.


"Owalah bambank, gue kira apaan. Loe masih kesel tentang itu?" tanya Galang yang menepuk keningnya sendiri mendengarkan ucapan David.


"Iya" jawab David singkat jelas dan padat.


"Mungkin dia sedang marah atau kesalahan kali. Karena yang gue tahu mood bumil itu suka naik turun. Loe inget-inget, kali aja loe bikin kesalahan yang membuatnya tidak mau meminta sesuatu dari loe" ucap Guntur yang mengatakan nya dengan lesu juga.


"Pengalaman loe kan?" tanya Bima yang langsung diangguki oleh Guntur.


"Iya, pas setelah kita melakukan itu. Lebih tepatnya sih setelah dia bangun tidur dan gue nemuin loe Bim, dan ngecek CCTV. Kami bicara berdua dan membahas masalah kehamilan juga bahagia tidaknya dia dengan gue. Terus gue inget tuh, ulang tahun nya dia itu lusa. Niat gue mau ngerjain dia saat dia mengatakan jika dia awalnya terpaksa nikahin gue. Dan itu sukses, sampai tadi gue bersikap dingin. Kek marah gitu lah, eh malah gue liat dia nangis kejer. Mana tega gue, akhirnya gue kasih tahu rencana gue" jelas David dengan panjang lebar pada ketiga sahabatnya.


"Eloe yang salah bambank, pantas saja dia minta tolong dua orang kepercayaan nya buat nyari martabak telor. Wong loe lagi ngambek gitu kan?" ucap Galang yang malah menghela nafasnya kasar.


"Iya, makanya gue nyesel banget. Langsung aja gue minta maaf dan baikan lagi, lalu gue kesini nemuin kalian. Eh, dijalan ketemu dua orang itu, malah gue kesel beneran" jawab David yang mengakui kesalahan nya.


"Lebih baik loe bicarakan baik-baik padanya. Jangan loe lakuin yang kayak tadi, karena mood bumil siapa yang tahu? Kadang bagus, kadang buruk. Jadi loe harus siap mental dan sabar saja sih menurut gue" ucap Bima yang mengingat saat mantan istrinya hamil Junior dulu.


"Iya, thanks ya. Gue memang tidak salah cerita pada loe semua tentang kehamilan dan wanita" ucap David yang diakhir kalimatnya malah tersenyum pada mereka bertiga.


"Iya-iya" jawab ketiganya sambil melirik sebal pada David.


Mereka malah tertawa bersama hingga Guntur ingat tujuan mereka berkumpul disini untuk apa.


"Tapi, kita ngumpul disini mau ngomongin si David atau masalah yang akan kita bahas? Sebelumnya gue pribadi mengucapkan selamat atas kehamilan bini loe Vid. Semoga saja sehat sampai persalinan kelak" ucap Guntur yang mengucapkan kata selamat lebih dulu pada David.


"Amiin... Thanks bro" ucap David yang memeluk Guntur dan menepuk punggungnya.


"You're welcome bro" jawab Guntur yang juga melakukan hal yang sama.


Begitu juga dengan kedua sahabatnya yang lain mengucapan selamat dan do'a pada David. Mereka mungkin akan berkunjung kesana untuk mengucapkan selamat secara langsung pada bumilnya.


Mereka berdua membahas masalah apa yang mereka janjikan sebelumnya. David juga memperlihatkan rekaman CCTV didepan rumahnya, dan itu membuat ketiga sahabatnya berdecak kagum saat melihat rekaman CCTV yang sangat jelas dan bahkan seperti rekaman video.


"Ini yang dinamakan sanagat brilliant. Karena dengan bukti rekaman ini saja sudah bisa menjarinya dan akan mudah menemukan nya" ucap Guntur yang bertepuk tangan heboh.


"Iya, kita harus bergerak cepat. Apa loe bisa meminta tolong pada orang-orangnya bini loe Vid?" tanya Galang yang menatap kearah David.


"Gue sudah minta tolong dan mereka sudah bisa menemukan nya, tapi belum bisa melakukan apa-apa jika memang itu perintah langsung dari Zahiya" jawab David yang tidak sepenuhnya berbohong.


"Lalu, dimana terakhir kalinya mereka melihatnya?" tanya Bima yang sangat antusias.


"Dia bilang ada disekitar kediaman Franklin, apa mungkin dia sudah memberitahukan identitas aslinya ada keluarganya itu?" jawab David yang balik bertanya pada ketiga sahabatnya.


"Bisa iya, bisa tidak. Iyanya adalah mungkin dia memang ingin bertemu dengan keluarganya dan dia menjelaskan siapa dirinya. Tidaknya, dia mungkin hanya melihatnya dari jarak jauh untuk bisa melihat keluarganya yang ternyata kurang satu. Itu sih dua kemungkinan yang terlintas didalam otak gue" jawab Guntur memberikan dua kemungkinan yang memang masuk akal.

__ADS_1


"Tapi apa mungkin keluarganya akan percaya begitu saja? Rasanya tidak, karena yang gue tahu emak tirinya itu akan dengan terang-terangan menyangkal semuanya walau itu adalah kebeneran dan dengan mudah menjadikan nya sebuah kebohongan" ucap Galang yang memang tahu banyak tentang keluarga sahabatnya yang satu itu.


__ADS_2