
Zahiya dan David berdiskusi dengan sangat serius juga menemukan jalan keluar yang tepat untuk masalah mereka berdua. Baik Zahiya maupun David, keduanya sudah sepakat tidak akan membahas masalah ini lagi.
Mereka berdua sudah kembali kedalam kamar mereka. Bahkan sekarang kedunya bersikap seperti tidak terjadi apa-apa pada mereka sebelumnya.
"Sayang, apa mereka disini tidak berdesakan? Kelihatan nya akan berdesakan satu sama lain?" tanya David dengan perkataan konyolnya.
"By, walau mereka berdua berdesakan. Tetap saja mereka akan nyaman didalam sini, karena setelah mereka lahir. Baru akan bisa memiliki tempat yang luas dan juga lebih nyaman lagi" ucap Zahiya yang menggelengkan kepalanya saat mendengar ucapan dari suaminya.
"Iya juga" ucap David menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan dia masih mengusap perut Zahiya yang masih sedikit membuncit itu.
"Sayang, makasih yah sudah mau bersama dengan ku dan juga mengandung benihku ini. Aku sangat-sangat bahagia memiliki kamu, eh salah. Memiliki kalian semua, somoga saja tidak ada yang mengikuti jejak ku yang sudah terkenal sebagai seorang playboy karatan. Mereka harus menjadi pria baik dan tidak mendapatkan gelar yang tidak baik seperti aku ini" ucap David yang merangkak mensejajarkan dirinya dengan Zahiya dan sekarang manjadi memeluk Zahiya.
"Amiin, semoga saja Allah mendengarkan do'a Hubby. Mereka ini pasti memiliki karakter sendiri-sendiri, jadi Hubby harus selalu mendukung apapun dan bagaimanapun mereka" ucap Zahiya yang memeluk David juga dan menelusupkan wajahnya kedalam dada bidang David.
"Semoga saja sayang, aku hungguh mengharapkan mereka berempat. Berarti kita memiliki lima putra. Eh tapi, aku menginginkan seorang putri juga. Tapi jika semuanya putra akan aku ajari bermain bola semuanya, hahaha" ucap David yang membuat Zahiya ikut tersenyum dan semakin menelusupkan wajahnya didada bidang David.
"Sayang apa tidak ingin berenang? Tiba-tiba aku ingin berenang" tanya David yang mulai aneh-aneh.
"By, apa Hubby ingin masuk angin berenang dijam seperti ini?" Zahiya balik bertanya dan menunjukan jam sudah pukul sembilan malam.
"Benarkah, bukankah ini masih sore ya?" tanya David yang malah tersenyum penuh arti melihat pada Zahiya.
"Renang apa yang Hubby maksudkan?" Zahiya balik bertanya dan dia bisa merasakan jika renang yang David inginkan adalah renang yang iya-iya.
"Ini sayang" jawab David yang menuntun tangan Zahiya menuju pusaka bertuah miliknya.
"By, aku juga menginginkan nya" jawab Zahiya yang langsung mendapatkan serangan perlahan dari David yang membuat Zahiya langsung menikmatinya dengan sangat semangat.
"Euh, Hubby..." ucap Zahiya saat tangan David sudah mulai nakal kemana-mana.
"Nikmatilah sayang, aku sudah sangat merindukan ini semua" ucap David yang melakukan nya dengan sangat perlahan dan sangat antusias pada Zahiya.
Mereka melakukan nya dengan sangat lembut dan penuh gairraah tentunya. Baik David maupun Zahiya, keduanya sama-sama saling memberi dan menerima satu sama lainnya. Mereka melakukanya dengan perlahan dan lembut, takut jika four baby kenapa-kenapa didalam sana.
"Baby, maafkan Pipi jika tidur kalian terganggu karena guncangan lokal ini" ucap David yang langsung mendapatkan pukulan oleh Zahiya.
PUG...
__ADS_1
"Hubby Ihhh, kenapa harus berbicara seperti itu pada mereka?!" ucap Zahiya yang menatap tajam pada David.
"Maaf sayang, aku hanya takut tidur mereka terganggu karena Gempa lokal yang kita lakukan sekarang ini" jawab David yang tersenyum meringis menatap kearah Zahiya.
"Dasar" gumam Zahiya saat ada sesuatu memasuki intinya dan Zahiya langsung mendesis seperti ular.
"Ssshhh, Hubby.... " ucap Zahiya yang membuat David tersenyum sangat bahagia dan semangat.
"Kau memang selalu nikmat sayang, aku sangat mencintaimu sayang" ucap David yang langsung mencaplok bibir Zahiya dan memacu dirinya perlahan tapi pasti menikmati rasa yang sangat nikmat.
David melakukan nya hingga lumayan lama dan itu membuat Zahiya merasa lelah dan dia segera menghentikan nya karena takut jika Zahiya dan baby mereka kenapa-kenapa. David segera menyelesaikan semuanya dengan cepat, lalu melepasakan penyatuan nya dan menyemburkan nya diluar.
"Euh... Sayang...." ucap David saat mendapatkan pelepasan nya dengan sempurna.
Walau merasakan kurang nikmat, Talia dia sngat puas. Karena ini semua demi kebalikan baby dan Ibu yang sedang mengandungnya, David sangat menikmatinya, begitu juga Zahiya yang merasakan sangat nikmat. Tapi tidak sempurna, tapi demi anak-anaknya, mereka berdua sangat bahagia.
"Terimakasih banyak sayang" ucap David yang langsung memeluk Zahiya dan menelusupkan wajahnya kedalam dada bidangnya.
"Sama-sama By" ucap Zahiya yang menelusupkan wajahnya dan mencari kenyamanan pada David.
Setiap akan melakukan sesuatu pasti akan selalu didalam rumah dan tidak pernah keluar dari rumah atau keluar dari gerbang besar diluar sana. Tamu juga tidak diperbolehkan masuk jika bukan orang-orang yang biasa kesana.
Urusan Belinda Franklin juga sudah clear dan memang sudah masuk kedalam keluarga Franklin sejak lama. Jika saja Zahiya tidak melakukan gertakan dan ancaman nya pada Belinda, dia bersiap akan mengambil putra sulungnya. Karena secara biologis dia adalah Ibu kandungnya dan bisa menuntut Zahiya menyerahkan nya. Tapi karena Zahiya sudah melakukan gertakan dan juga ancaman, jadi dia benar-benar melakukan panggilan yang Zahiya minta padanya. Jika suatu saat bertemu tidak sengaja, jangan pernah melakukan tindakan yang akan merugikan dirinya sendiri.
Sekarang usia kehamilan Zahiya sudah memasuki bulan ketujuh, dan Zahiya sudah tidak bisa bergerak dengan leluasa. Kamarnya juga sudah berpindah dilantai bawah, karena baik David maupun Mama Lulu selalu mengingatkan untuk tetap berhati-hati dan tidak ingin jika Zahiya naik turun tangga setiap harinya.
"Sayang, kamu kenapa? Apa merasakan sesuatu?" tanya Mama Lulu yang sudah sangat over protective pada Zahiya yang sedang berjalan dengan sangat perlahan dengan perutnya yang sangat besar itu.
"Tidak Ma, hanya merasa pegal saja pada kakinya" jawab Zahiya yang memperlihatkan kakinya yang sudah membengkak.
"Ya Allah sayang, kaki kamu bengkak sekali. Sini Mama olesi minyak, supaya tidak terlalu bengkak" ucap Mama Lulu yang menuntuk menantunya untuk duduk disofa bersama dengan nya.
"Tapi Ma, kata dokter ini sudah biasa pada Ibu-Ibu hamil" ucap Zahiya yang merasa tidak enak jika Mama Lulu melakukan itu semua padanya dan lagi menyentuh kakinya.
"Iya memang tidak apa-apa, tapi Mama ingin melakukan ini. Jadi duduklah" ucap Mama Lulu dan mengangkat kaki Zahiya keatas pangkuan nya.
"Makasih Ma" ucap Zahiya yang merasakan nyaman dan lagi, Mama Lulu melakukan nya dengan penuh kasih sayangnya juga tidak menganggap Zahiya ini adalah menantunya. Mama Lulu menganggap Zahiya adalah putrinya sendiri.
__ADS_1
"Apa ada sesuatu Ma?" tanya David yang menatap kearah Zahiya yang sedang dipijat kakinya oleh Mama Lulu.
"Apa kamu merasa sakit sayang? Kenapa tidak bilang sesuatu padaku? Atau perlu aku panggil dokter?" tanya David yang mendudukan dirinya dibawah Zahiya dan dia menatap wajah Zahiya yang malah mengernyitkan keningnya bingung.
"Nggak usah lebay, istri kamu tidak apa-apa. Mama hanya membantu memijat kakinya dan juga mengolesi minyak, untuk meringankan pegal dan juga bengkak dikakinya. Kamu seharusnya melakukan ini setiap malam dan jangan hanya membuatnya saja" sindir Mama Lulu yang membuat David hanya nyengir kuda mendengar sindiran sari Mama Lulu padanya.
"Iya Ma, aku akan melakukan nya dengan baik. Maaf ya sayang" ucap David yang langsung memeluk Zahiya dan dia merasakan ada pergerakan didalam perut Zahiya yang sangat terasa sangat terlihat jelas.
"Apa mereka sedang bergerak? Wah... Mereka ini sangat aktif sekali" ucap David yang tersenyum bahagia dan sudah tidak sabar menantikan kehadiran mereka berdua.
"Iya, sepertinya mereka juga sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kita By" jawab Zahiya yang merasakan sangat senang jika David sedang mengusap-ngusap perutnya saat sedang ada pergerakan didalanya.
"Mereka sangat aktif sekali didalam. Semoga selalu sehat juga dengan Ibunya juga" ucap Mama Lulu yang juga ikut mengusap perut Zahiya dengan lembut.
"Kenapa sayang?" Mama Lulu bertanya saat melihat ekspresi wajah Zahiya yang seperti menahan sakit.
"Nggak tahu Ma, tiba-tiba terasa sakit, tapi hilang lagi" jawab Zahiya yang membuat Mama Lulu merasa tegang juga. Padahal dia sudah mengalami seperti ini dua kali, saat hamil David dan Dava.
"Kenapa sayang? Apa masih terasa sakit? Atau baby kita sudah ingin keluar?" tanya David yang malah membuat Mama Lulu semakin panik dan terlihat pucat.
"Tapi usia kandungan ku baru menginjak tujuh bulan By, masa aku akan melahirkan?" jawab Zahiya dan bertanya juga pada David.
"Siapa tahu saja sayang, aku akan menghubungi Arron dan dokter kamu sayang" ucap David dengan sigap dan dia benar-benar menjadi suami siaga.
Saat usia kehamilan Zahiya sudah memasuki bulan kelima, David memang selalu mengerjakan pekerjaan kantornya dirumah. Yang akan mengambilnya kerumah Jamil, jika bukan Jamil makan Adi. Jadi disaat seperti sekarang dia adalah dirumah dan sigap memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Zahiya sekarang.
.
.
.
Maafkan Othor ya guys... Karena Othor suka telat dan nggak update, karena Othor sedang sibuk persiapan membangun rumah. Jadi selalu sibuk dikehidupan nyata, sekali lagi maafkan Othor πππ.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya....
Terimakasih dan happy readingπ€π€π€
__ADS_1