
David sudah sembuh total dan dia sudah bisa masuk kerja lagi. Dia seperti biasa akan dijemput oleh Adi untuk berangkat. Dia juga bersama dengan Jamil yang sudah lulus sekolah dan sedang mengurus utuk kuliahnya. Karena David yang meminta utuk Jamil kuliah ditempat yang bona-fide, karena dia yang akan membiayai kuliahan hingga selesai.
"Bos, apa bos sudah baik-baik saja?" tanya Adi yang melihat David hanya diam saja.
"Hmm, seperti yang kau lihat" jawab David yang sedang mengerjakan tugas yang diberikan oleh Adi padanya.
"Tapi, jika anda baik-baik saja. Kenapa anda tidak banyak bicara dan menanyakan sesuatu pada saya bos? Saya takut jika bos masih sakit, tapi memaksakan untuk bekerja" ucap Adi yang menatap David lewat kaca didalam mobil.
"Gue baik-baik saja Adi. Gue sedang fokus bekerja dan jangan ganggu gue, loe diam dan jalankan mobilnya dengan benar. Jangan banyak cing-cong" ucap David tanpa mengalihkan pandangan nya dari berkas-berkas yang sedang dia baca.
"Maaf nih bang Adi, sibos memang sedang mencoba untuk berubah jadi CEO yang cool dan tidak banyak bicara. Makanya bangun Adi jangan banyak bertanya" ucap Jamil yang mengingantkan Adi untuk jangan banyak bertanya.
"Oh, oke. Maaf saya tidak tahu bos" ucap Adi yang sedikit menahan tawanya.
David hanya menghela nafasnya kasar melihat kedua orang yang ada didekatnya seperti sedang mengejeknya karena dia berubah jadi pendiam dan dingin. Jika bukan karena Mama Lulu juga David tidak mungkin melakukan hal seperti itu, karena dia merasa bukan menjadi dirinya sendiri.
'Jika bukan karena Mama, gue juga ogah melakukan semuanya ini. Tapi mau bagaimana lagi, Ibunda Ratu sudah memuaskan. Maka mau tidak mau, yang harus Maulah' ucap David dalam hati yang sebenarnya sudah tidak tahan jika bibirnya hanya diam saja tidak melakukan apa-apa yang biasanya dia lakukan jika bersama dengan Adi.
Adi maupun Jamil saling diam hingga mobil yang dikendarai oleh Adi sudah sampai didepan kantor D.DRC .
"Bos, apa anda tidak akan keluar?" tanya Adi yang melihat David mati-matian untuk tetap bersikap cool didepan semuanya orang.
'Bos, walau anda bersikap seperti ini tetap saja akan membuat para wanita semakin tergila-gila pada anda. Saat anda bersikap biasa saja, sudah membuat semua wanita-wanita klepek-klepek, bagaimana jika setingan nya seperti sekarang?' ucap Adi dalam hati yang melihat pesona seorang David Tomlinson yang sekarang.
"Bang, kenapa?" tanya Jamil yang berjalan dibelakang David bersama dengan Adi.
"Nanti saja saya jelaskan, diam dan ikuti si bos jalan" jawab Adi yang meminta Jamil diam saja.
"Oke bang" ucap Jamil yang mengangguk dan terus mengikuti langkah David hingga memasuki lift.
'Sial, kenapa dua bocah ini adalah disini juga sih. Bikin gerah saja, mana mereka menatap gue aneh lagi. Dasar ngeselin' gerutu David dalam hati dan dia terus diam hingga pintu lift terbuka.
David mengerjakan pekerjaan nya yang sudah lama dia diamkan dan hanya Adi dan Dona yang mengerjakan semua pekerjaan nya. Dia meminta Dona untuk membawakan berkas-berkas yang sudah satu minggu ini dia diamkan dan membutuhkan tandatangan dirinya.
"Apa hanya ini saja?" tanya David yang melihat ada beberapa berkas saja yang diberikan oleh Dona.
"I... Iya bos, apa ada yang salah atau anda menginginkan yang lain?" jawab Dona dengan gugup dan dia bertanya pada David.
"Tidak, kau boleh keluar" jawab David sambil mengibaskan tangan nya untuk menyuruh Dona keluar dari ruangan nya.
"Baik bos, saya permisi" ucap Dona yang segera pergi dari ruangan Danu dari hadapan David yang membuatnya tidak karuan.
"Wah, kenapa aura si bos malah buat aku tidak makin tidak bisa move on darinya" ucap Dona yang kejang-kejang seperti ikan kekurangan air setelah keluar dari dalam ruangan David.
"Jika seperti ini terus bisa-bisa makin banyak saja wanita-wanita yang tergila-gila padanya dan aku... Aku mana bisa mendekatinya yang sangat tinggi dan juga sangat jauh untuk aku gapai" gumamnya yang langsung duduk kembali dikursinya.
Saat Dona sedang fokus dengan pekeraan nya datang dua pria tampan yang menanyakan keberadaan David. Karena mereka mendengar jika David sudah mulai bekerja kembali.
"Hai, cantik... David nya ada didalam?" tanya Guntur yang memang sangat senang menggoda wanita-wanita dan sekarang targetnya adalah Dona yang sangat bahen*l dan juga mont*k.
__ADS_1
"Loe jangan macem-macem jika tidak mau mendapatkan bogeman mentah darinya" ucap Benjamin yang datang bersama dengan Guntur dan mengingatkan sahabatnya yang satu ini.
"Ada didalam Pak, silahkan saja masuk langsung" jawab Dona dengan judes dan tatapan yang sinis pada Guntur.
Benjamin tidak menghiraukan Guntur yang mencoba untuk menggoda dan menjerat sekertaris David yang memang terkenal galak dan juga judes. Dia memasuki ruangan kerja David tanpa mengetuk pintu dan langsung bertanya pada pemilik ruangan nya.
"Sibuk banget, sampe nggak sadar jika gue datang dan bahkan sudah masuk kedalam" ucap Benjamin yang langsung duduk disofa ruangan kerja David.
"Loe datang kemari pagi-pagi dan mengganggu waktu gue?" tanya David yang tidak mengalihkan pandangan nya dari berkas-berkas yang sedang dia baca.
"Waw, wah. Apa ini adalah David Tomlinson yang kami kenal? Dan yang selalu bersama dengan kami selama ini?" bukan nya menjawab pertanyaan dari David, Benjamin malah menyindirnya dan bertepuk tangan mendekat kearah David yang masih duduk dikursinya.
"Loe, tidak perlu banyak basa-basi lagi. Gue sedang sibuk dan tidak ada waktu untuk bermain-main dan bercanda dengan loe" ucap David yang mencoba untuk tetap tenang dan berbicara sedingin dan sedatar mungkin pada salah satu sahabatnya.
"Wow, gue baru lihat seorang David Tomlinson, CEO D.DRC yang menyandang sebagai playboy international dan juga selalu banyak bicara. Bermetamorfosis menjadi seperti sekarang ini? Sungguh sangat mengejutkan, seminggu nggak ketemu sudah banyak perubahan ternyata" ucap Benjamin yang merasa ada yang aneh dengan David.
"Nyerah gue, nyerah. Lambai tangan kamera, gue sedang berusaha menjadi apa yang nyokap gue mau. Seharusnya loe jangan ngejek gue dengan kata-kata loe itu" ucap David yang akhirnya menyerah menjadi David yang baru dan bukan menjadi dirinya sendiri.
"Maksud loe apaan sih. Kagak ngerti gue? Ceritain, biar gue ngerti" tanya Benjamin yang sudah duduk diujung meja kerja David.
"Gue diminta nyokap gue jadi lebih baik dan jangan terlalu dekat dengan wanita-wanita gue yang dulu dan jangan malah. Gue mencoba menjadi apa yang nyokap gue inginkan, seperti menjadi CEO dingin dan susah untuk disentuh oleh siapapun. Tapi mana bisa gue kayak gitu, baru beberapa jam saja sudah membuat gue mati gaya" jawab David yang menceritakan apa yang dia alami sekarang.
"Sabar bro, loe masih untung karena loe masih punya nyokap. Jadi nikmatin saja semuanya, semoga saja loe memang bisa berubah dan tidak seperti dulu dan sebelumnya lagi. Jangan pernah mengecewakan kepercayaan nyokap loe lagi, dan membuatnya bersedih lagi. Jangan sampai loe menyesalinya seumur hidup loe" ucap Benjamin yang mengatakan nya seperti merasakan sakit yang tidak bisa dilihat.
"Gue akan melakukan apa yang loe katakan. Karena gue tidak akan pernah sanggup untuk melakukan dan menjalani itu semua. Tidak akan bisa" ucap David yang bangkit dari duduknya dan menatap keluar kaca didalam ruangan nya.
"Itu lebih baik, karena loe masih bisa merasakan kasih sayangnya dan juga omelan nya setiap hari. Yang menutut gue, itu sangat manis" ucap Benjamin yang diangguki oleh David.
"Nenek gue" jawab David yang melempar sesuatu pada Guntur yang baru menutup pintu ruangan David.
"Kamvret, gue kira siapa yang manis" ucap Guntur yang melempar balik apa yang David lemparkan padanya.
"Loe, kalo denger manis apa lagi cantik sudah cepet banget" ucap Benjamin menghampiri Guntur yang sudah duduk disofa.
"Radar gue memang paling cepet jika masalah begituan" jawab Guntur yang mengatakan nya tanpa beban sambil menyalakan rokok miliknya.
"Kenapa sama pipi loe? Dapet stempel dari sekertarisnya si David?" tanya Benjamin yang melihat ada bekas merah dipipi kiri Guntur.
"Bukan, bukan apa-apa. Vid, bagaimana semua proyeknya? Apa semua berjalan dengan baik?" tanya Guntur yang mengatakan nya mengalihakan pembicaraan mereka yang menjurus pada urusan nya dan terlebih pada pipinya yang terasa panas akibat tamparan.
Flashback On...
"Kenapa kamu sangat judes sekali padaku? Apa kau tidak tertarik pada pria setampan ku?" tanya Guntur yang melancarkan aksinya untuk merayu Dona.
Tapi yang ditanya hanya diam saja dan tidak mengatakan apa-apa. Dia malah mengerjakan pekerjaan nya dan tidak bergeming sedikitpun dari duduknya dan tatapan nya masih terus menatap layar monitor didepan nya.
"Ayolah sayang, kenapa kamu sangat jutek sekali. Jangan kamu jual mahal, aku yakin jika kamu sama saja dengan para sekertaris CEO lainnya" ucap Guntur yang sudah mulai berani memegang tangan Dona yang ada diatas meja.
"Anda jangan keterlaluan Pak, saya masih diam karena saya menghormati anda sebagai teman dari bos saya. Itu bukan berarti anda bisa seenaknya melakukan apapun terhadap saya. Mengerti!" ucap Dona yang menghempaskan tangan Guntur hingga terlepas dari tangan nya.
__ADS_1
"Wow, saya baru tahu. Jika wanita seperti mu ini masih memikirkan hal seperti itu? Padahal kau sama saja dengan sekertaris saya yang bisa saya ajak check in" ucap Guntur yang malah merendahkan Dona dan dia semakin berani untuk menyentuh Dona.
"Pak, lepaskan saya. Saya bukan wanita yang seperti anda tuduhkan" ucap Dona yang mengatakan nya dengan menatap tajam pada Guntur.
"Jangan jual mahal. Kamu minta berapapun akan saya berikan" ucapnya sambil berbisik ditelinga Dona dan sedikit meniup telinganya dan membuat Dona semakin marah.
PLAK...
"Saya memang sekertaris Pak, dan saya melakukan pekerjaan saya dengan baik dan tidak pernah melakukan apapun hanya demi uang dan demi kesenangan sendiri. Saya bisa bekerja dengan kerja keras walau semuanya sulit sekalipun. Tapi tidak dengan cara mudah seperti itu sayang mendapatkan uang, camkan itu baik-baik dalam fikiran anda Tuan Guntur Mahardika yang terhormat" ucap Dona dengan semua penekanan nya.
"Satu lagi Tuan Guntur Mahardika, saya tidak takut jika anda melaporkan saya karena kasus ini. Saya tidak takut dan saya akan menerimanya dengan senang hati. Karena saya tidak akan pernah menyesal melakukan itu semua, karena mempertahankan harga diri dan kehormatan saya sendiri" ucap Dona yang langsung duduk kembali dikursinya.
Sedangkan Guntur yang sedang memegang pipinya dan menahan emosinya yang sudah naik keubun-ubun. Dia ingin sekali marah dan juga memberikan pelajaran juga pada wanita itu. Tapi entah kenapa, seperti ada yang aneh dan tidak tahu kenapa dia malah pergi meninggalkan Dona yang bekerja kembali.
Flashback Off...
Guntur menggeleng-gelengkan kepalanya dan membuat kedua sahabatnya mengernyitkan dahinya dan menatap bingung pada sahabatnya yang satu itu , lalu menghampirinya dan malah langsung menggelepak kepala dan lengan Guntur dengan kencang.
"Hei! Apa yang kalian lakukan? Sakit" ucap Guntur mengusap kepala dan lengan nya yang terasa berdenyut nyeri.
"Loe yang apa-apaan. Kenapa loe ngoceh sendiri dan malah menggeleng-gelengkan kepalamu itu?" tanya David yang menoyor kening Guntur.
"Iya, apa loe mendapatkan pelajaran dari gadis itu?" tanya Benjamin yang menaik turunkan alisnya.
"Siapa, siapa yang loe maksud?" tanya David penasaran dan dia menatap Benjamin dengan sangat penasaran.
"Siapa lagi jika bukan sekertaris loe yang memang selalu membuatnya selalu terobsesi untuk bisa memilikinya" jawab Benjamin yang membuat Guntur menatapnya tajam.
"Loe jangan macem-macem padanya. Dia adalah gadis baik-baik dan bukan wanita-wanita yang selalu loe temui selama ini. Dan gue juga bisa yakin, jika dia memang masih virgin dan tidak pernah berhubungan dengan pria manapun. Jadi gue ingatkan pada loe, jangan pernah macam-macam padanya" ucap David yang mengingantkan Guntur supaya tidak macam-macam padamu Dona.
"Satu lagi. Dia juga jago bela diri, jadi jangan pernah melakukan apapun" ucap David lagi yang menepuk bahu Guntur.
Benjamin malah tersenyum melihat wajah tegang dari Guntur yang terlihat sangat ketakutan saat mendengar ucapan dari David.
"Bagaimana jika mereka malah berjodoh? Pasti akan seru dan terlebih jika sahabat kita yang satu ini malah bucin terhadapnya" ucap Benjamin yang merangkul Guntur dan menertawakan nya.
"Gue setuju. Jika dengan nya, gue yakin seratus persen, Guntur kita ini tidak akan pernah macam-macam diluaran sana. Karena dia akan mendapatkan hukuman yang sangat berat jika melakukan semuanya itu" ucap David mengiyakan ucapan dari Benjamin dan mereka berdua tertawa terbahak-bahak bersama melihat ketegangan diwajah Guntur.
'Mampus gue jika semuanya benar. Semoga saja Tuhan tidak pernah mendengarkan apa yang mereka berdua katakan barusan. Jika semua itu sampai terjadi, maka... Tamat sudah riwayat gue...' ucap Guntur dalam hati sambil menangis dalam hati.
Semuanya menertawakan ucapan mereka masing-masing dan itu membuat Guntur semakin takut. Jika semua yang mereka ucapkan benar, maka dia akan benar-benar dalam masalah besar nantinya.
.
.
.
Maafkan Othor ya yang telat update akhir-akhir ini. Othor sedang sibuk didunia nyata, karena ponakan Othor sedang merayakan ulang tahun jadi Othor sangat sibuk. Sekali lagi minta maaf dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya...
__ADS_1
Jangan lupa rat bintang 5 nya juga ya...
Terimakasih and happy reading... 🤗🤗🤗