
Zahiya masih bingung akan sikap David yang terlihat sangat sedih dan belum mau mengatakan apa-apa padanya. Hanya diam dan memeluknya saat dia berbaring dan selalu mengusap perutnya.
"By, tolong katakan sesuatu padaku. Kenapa Hubby hnya diam saja?" tanya Zahiya yang menatap kearah David yang sedang memeluknya.
Semua orang sudah pulang, termasuk Alvarez yang awalnya tidak mau pulang akhirnya mau juga setelah diberi pengertian oleh David dan dia adalah anak yang sangat pintar. Jadi tidak sulit untuk menjelaskan semuanya pada Alvarez.
"By" ucap Zahiya lagi yang belum mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang dia lontarkan pada David.
"Janji dulu, jika kamu tidak akan merasa sedih juga seperti yang aku rasakan sekarang sayang" ucap David yang meminta Zahiya untuk berjanji.
"Katakan dulu, kenapa aku harus berjanji? Apa yang sebenarnya ingin Hubby katakan" tanya Zahiya yang semakin bingung dengan David.
"Berjanji dulu baby. Jika kamu mau berjanji, maka aku akan mengatakan nya dengan jelas pada kamu sayang" ucap David sambil mengusap pipi Zahiya, lalu dia mengangguk.
"Iya, aku berjanji. Katakan lah" jawab Zahiya yang menghembuskan nafasnya setelah mengatakan itu pada David.
"Aku minta kamu kuat dan jangan menangis" ucap David yang mempersiapkan dirinya untuk mengatakan yang sebenarnya pada Zahiya.
"Baby, sebenarnya kamu sedang hamil dan dokter bilang jika bayi kita ada dua. Tapi... " ucap David yang menjeda ucapan nya dan menahan nafasnya lalu menghempaskan nya dengan perlahan.
"Tapi... Tapi apa By?" tanya Zahiya yang sudah sangat bahagia, dia bisa hamil dan bayinya ada dua. Berarti kembar, sama seperti dirinya yang kembar dengan Zaniya.
"Mereka berdua sudah pergi, Allah lebih sayang pada mereka berdua. Dokter bilang jika kamu mengalami keguguran sayang, karena benturan keras pada perut kamu. Mereka tidak bisa bertahan" jawab David dengan menangis dan memeluk Zahiya yang hanya diam mematung total mengatakan apa-apa.
"Sayang, katakan sesuatu. Kenapa kamu hanya diam saja? Sayang, baby" tanya David yang mengusap pipi Zahiya dan mengguncang bahu Zahiya pelan untuk menyadarkan nya.
"Maafkan aku By, aku tidak tahu jika aku sedang hamil. Aku adalah ibu yang buruk, yang tidak bisa menjaga mereka dengan baik. Aku tidak pantas disebut sebagai seorang Ibu By. Sehingga Allah harus mengambil mereka kembali, mereka berdua hanya singgah saja dalam rahimku By. Maafkan aku" ucap Zahiya yang langsung memeluk David dengan menangis sesegukan didalam pelukan David.
"Ssstttt, jangan mengatakan seperti itu sayang. Ini bukan salah kamu, ini semua sudah takdir dan jangan pernah mengatakan jika kamu bukan Ibu yang baik. Kamu adalah Ibu yang sangat baik dan bukan seperti yang kamu katakan, kita do'akan saja supaya baby twins bahagia disana dan akan dipertemukan nanti disana" ucap David yang menenangkan Zahiya.
Zahiya sangat hancur dan merasa jika dirinya begitu buruk, sehingga Allah mengambil kembali apa yang Dia titipkan kepadanya. Bahkan dia hanya diam saja dan menangis hanya sebentar saja.
'Aku akan membalas semua yang sudah mereka lakukan padamu nak. Mimi akan membalaskan semuanya yang kalian rasakan. Nyawa dibalas dengan nyawa, maka mereka harus merasakan kesakitan seribu kali lipat' ucap Zahiya dalam hati sambil mengepalkan kedua tangan nya disamping badan nya.
"Sayang, please jangan diam saja seperti ini. Setidaknya katakan sesuatu padaku, bila perlu marah padaku pun akan aku terima sayang" ucap David yang menangkup wajah Zahiya dan menempelkan keningnya pada kening Zahiya.
"Aku baik-baik saja By, aku baik-baik saja. Aku hanya sedang berfikir, jika Allah hanya memberikan titipan nya hanya untuk singgah saja didalam rahimku. Tapi aku bahagia, aku bisa menjadi seorang Ibu walau hanya sekejap" ucap Zahiya yang sedikit tersenyum pada David.
"Iya sayang, kamu tenang saja. Lagi pula masih ada Ez yang membutuhkan kita, dia adalah putra sulung kita" ucap David yang menatap wajah Zahiya dengan senyuman dibibirnya.
"Iya, Hubby benar. Kita akan menjaga, membesarkan dan medidiknya dengan baik" jawab Zahiya yang kembali memeluk David.
"Kita akan melakukan hal yang sama" ucap David yang membalas pelukan Zahiya dengan sangat erat.
"Istirahatlah sayang, supaya kamu segera pulih. Lalu kita akan segera pulang" ucap David yang membaringkan Zahiya untuk segera istirahat.
"Hubby juga. Hubby juga istirahat" ucap Zahiya yang langsung memeluk David dan menelungkupkan wajahnya didada bidang David.
"Iya baby" jawab David yang langsung merapatkan tubuhnya dan memejamkan matanya bersama dengan Zahiya.
Keesokan harinya David sudah mendapatkan izin untuk membawa Zahiya pulang. Mereka dikawal oleh semuanya orang anggota Zayn, termasuk Angga dan Marcos.
__ADS_1
"Apa kamu senang baby?" tanya David yang sudah memasuki mobil bersama dengan Zahiya dan jangan lupakan jagoan kecilnya selalu ikut kemanapun Mimi dan Pipi nya pergi. Siapa lagi jika bukan Alvarez, sikecil lucu yang menggemaskan.
"Tentu saja" jawab Zahiya yang menyandarkan kepalanya pada dada bidang David.
"Apa Pipi sudah lebih baik? Kenapa wajah Pipi masih seperti itu? Sangat jelek" tanya Alvarez dengan tatapan yang aneh pada David.
"Jangan begitu boy, itu tidak sopan" ucap Zahiya yang menatap kearah Alvarez.
"I'm sorry Mi" ucap Alvarez yang memegang kedua telinganya saat mengucapkan kata maaf pada Zahiya.
"Meminta maaflah pada Pipi, bukan pada Mimi" ucap Zahiya yang mengatakan nya dengan tegas.
"I'm sorry Pi, Ez janji tidak akan mengulanginya lagi" ucap Alvarez yang tidak melepasakan pegangan pada telinganya.
"Sudah tidak apa-apa. Pipi memang sedang jelek, apa mungkin Mimi kamu akan tetap mencintai Pipi ini jagoan?" ucap David yang mengajak bercanda pada Alvarez, juga bertanya padanya sambil tersenyum.
"Entahlah, Mimi itu begitu pemilih" ucap Alvarez yang mengatakan nya sambil mengedipkan sebelah matanya kepada David.
"Benar juga. Bagaimana caranya supaya Mimi kamu mau sama Pipi yang sedang jelek seperti ini?" tanya David lagi yang malah membuat Zahiya merasa. Jika ini lebih baik, jika saja dia masih bisa memiliki kedua calon anaknya. Mungkin akan sangat membuatnya semakin bahagia.
'Ya Allah, yang maha pemurah dan maha penyayang. Jika memang hamba masih diizinkan untuk diberikan kepercayaan untuk memiliki keturunan, berikanlah segera mungkin. Karena hamba tahu, jika suami hamba sangat kecewa dan juga sedih. tolong berikan kami kepercayaan MU kembali Ya Allah' gumam Zahiya dalam hati dan tanpa terasa air matanya mengalir dipipinya, membuat David dan Alvarez yang sedang bercanda menjadi berhenti.
"Sayang, kamu kenapa? Jangan difikirkan lagi, kita akan mendapatkan nya lagi jika Allah sudah mengizinkan nya. Jadi jangan bersedih lagi, oke" ucap David yang segera mengusap air mata Zahiya.
"Iya Mi, jika memang twins ada dan boleh untuk menemani Ez. Maka Allah akan memberikan nya pada Mimi. So, don't cry and smile Mi" ucap Alvarez yang memang sudah tahu segalanya saat David menceritakan semuanya pada seluruh keluarganya.
Makanya semua keluarga tidak membahas masalah kehamilan atau anak dihadapan Zahiya. Dan sekarang Alvarez yang menguatkan Zahiya bersama David dengan kebahagiaan yang mereka berikan untuk Zahiya.
"You're welcome Mimi" jawab Alvarez yang tersenyum dan memeluk erat tubuh Zahiya.
"Boy, lepaskan istriku" ucap David yang sengaja ingin membuat Zahiya tersenyum kembali.
"Dia ini Mimi ku Pi. Jadi jangan melarangnya" jawab Alvarez yang menjulurkan lidahnya meledek David.
"Hey, jangan macam-macam boy. Apa ingin Pipi tidak izinkan kamu makan coklat lagi dengan sangat lama" ucap David sambil memeluk Zahiya dan menjauhkan dari Alvarez.
"No, Ez akan makan coklat dan bersama dengan Mimi juga, week" ucap Alvarez yang membuat Zahiya sedikit merasa lebih baik melihat kedua orang kesayangan nya ini.
'Terimakasih Ya Allah, Engkau masih memberi hambaMu ini kedua orang yang selalu membuat hamba sedikit melupakan kejadian buruk itu' ucap Zahiya dalam hatinya menatap kearah mereka berdua yang masih berdebat, memperebutkan dirinya.
"Apa kalian akan terus berdebat dan tidak ingin turun dari mobil?" tanya Zahiya yang sudah turun dari mobil dan akan berjalan masuk.
David yang sadar langsung menggendong Zahiya masuk kedalam rumah. Dimana semua orang sedang menunggunya dan menyambut kedatangan mereka.
"Assalamualaikum" ucap David dan Alvarez, Zahiya hanya tersenyum saja. Mungkin mengucapkan nya dalam hatinya saja.
"Kalian istirahatlah, kondisi kalian masih belum pulih benar" ucap Mama Lulu yang diangguki oleh semuanya.
"Mommy sengaja bawakan ini untuk kamu Za. Istirahatlah, Mommy akan mengantarkan nya kekamar kamu" ucap Azalya yang juga ada disana, mereka ingin tahu keadaan Zahiya secara langsung.
"Iya Mom" jawab Zahiya yang masih berada dalam gendongan David.
__ADS_1
"Mbak, mbak yang sabar. Ini bukan rezeki kita untuk memiliki cucu dari mereka berdua. Semoga saja semuanya segera tergantikan dengan kabar baik setelah semuanya selesai dan Zahiya sudah selesai nifas" ucap Azalya yang mengatakan nya sambil tersenyum dan menggenggam tangan Mama Lulu.
"Iya AZ, semoga saja semuanya memang berjalan lancar. Aku hanya sangat khawatir akan keadaan Zahiya saja. Apa lagi melihat kondisinya yang masih lemah seperti itu" jawab Mama Lulu yang menepuk tangan Azalya dan mereka saling menguatkan satu sama lain.
Sedangkan Zayn sedang bertemu dengan Angga dan Marcos. Dia ingin orang yang sudah mencelakai Zahiya dan calon cucunya terluka, hingga tiada. Zayn tidak akan pernah tingval diam jika keluarganya adalah yang mengusik. Bahkan pemikiran Zayn adalah mata dibayar dengan mata. Maka nyawa harus dibalas dengan nyawa juga, bahkan lebih parah dibandingkan kematian yang mudah bagi Zayn.
"Kalian lakukan tugas kalian dengan baik dan jangan pernah mengecewakan. Bila perlu habisi semuanya, jangan ada yang tersisa. Jika ada yang tersisa, kalian sebagai gantinya" ucap Zayn penuh dengan penekanan disetiap kata yang dia ucapkan pada Angga dan Marcos.
"Akan kamu lakukan King, apa ada lagi yang anda inginkan? Karena saya sudah bisa menemukan persembunyian dari mereka semua" jawab Angga dan dia bertanya lagi akan keinginan King nya.
"Sementara itu saja dulu. Temukan siapa dalang dibalik semua ini. Jika sudah ketemu bawa dia kemarkas dan biar saya yang akan memberikan nya pelajaran berharga untuknya" ucap Zayn dengan datarnya dan itu membuat Angga dan Marcos merasa merinding jika Zayn sudah bersikap seperti itu.
"Baik King" jawab keduanya yang segera pergi dari sana setelah mengatakan itu pada Zayn.
'Kalian telah salah memilih lawan. Kalian sudah membangunkan singa yang sedang tidur, maka bersiaplah akan mendapatkan akibatnya' ucap Zayn dalam hati dan dia tidak langsung masuk kedalam kembali. Melainkan menuju halaman samping.
Papa Devon yang melihat itu hanya menelan slivanya dengan susah payah. Apa lagi beliau mendengar percakapan antara Zayn dengan kedua orang kepercayaan nya itu. Ingin rasanya Papa Devon mengatakan jika dia sudah sangat ketakutan berbesan dengan Zayn. Tapi apa boleh buat, jika dia tidak mungkin melakukan itu semua.
'Huh, aku memang sudah gila jika berani mengatakan itu padanya. Yang ada nyawaku akan lewat, dan segera bertemu dengan malaikat Izrail. Semoga saja dia tidak menyadari jika aku mendengar semua percakapan mereka bertiga. Walau itu semua mustahil' gumam Papa Devon dalam hatinya dan dia yang tidak menyadari jika Zayn sudah berada disampingnya.
"Selamat, ternyata dia memang tidak menyadarinya" gumam Papa Devon yang mengusap dadanya dengan berulangkali menghembuskan nafasnya sedikit demi sedikit.
"Siapa yang tidak menyadari? Dan siapa yang anda bilang selamat?" tanya Zayn yang menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Allahhu Akbar!!" teriak Papa Devon yang terjingkat kaget saat ada seseorang disampingnya dan bertanya padanya.
"Kau ini mengagetkan saja. Tidak ada, dan bukan siapa-siapa" jawab Papa Devon yang segera pergi dari sana.
Sedangkan Zayn malah mengernyitkan keningnya melihat tingkah pria tua yang malah seperti anak kecil. Membuatnya menghela nafasnya saja dan segera masuk kedalam rumah. Bergabung dengan Azalya, istrinya.
"Dad, Daddy dari mana? Kenapa baru kemari?" tanya Azalya yang menatap suaminya baru bergabung dengan nya disini. Dan semenjak sudah memiliki menantu, panggilan Azalya pada Zayn berubah menjadi Daddy. Bukan Hubby lagi.
"Ada urusan sebentar. Kenapa memangnya? Apa Zahiya baik-baik saja?" jawab Zayn lalu dia bertanya pada Azalya.
"Dia sudah lebih baik. Dia ingin bertemu dengan Daddy nya, temuilah dia didalam kamarnya" jawab Azalya yang meminta Zayn untuk menemui Zahiya yang ada didalam kamarnya.
Zayn tidak mengatakan apa-apa lagi, dia langsung masuk kedalam kamar Zahiya. Yang ternyata hanya ada Zahiya saja didalamnya. Zayn menghampiri Zahiya yang sedang berdiri menatap kearah luar jendela.
"Dad, apa aku harus membalaskan semuanya kepada mereka semua? Atau aku hanya diam saja disini, meratapi kepergian calon anak-anak ku Dad?" tanya Zahiya yang baru kali ini Zayn melihat kesedihan dan keterpurukan diwajah putrinya yang tangguh ini.
"Lakukan setelah kamu pulih, jika sudah pulih kau boleh melakukan apa saja padanya mereka. Daddy juga sudah memerintahkan Angga dan Marcos untuk membereskan mereka dengan cepat dan tanpa jejak. Sisanya bisa kamu lakukan Queen" ucap Zayn yang langsung memeluk tubuh putrinya yang sedang sangat rapuh ini.
"Dengan senang hati Dad. Bahkan aku ingin membuat mereka mengingat jika mereka salah memilih lawan mereka" jawab Zahiya yang menangis dalam pelukan cinta pertamanya dan juga pahlawan dalam hidupnya selama ini.
"Lakukanlah sesuai yang kau inginkan Queen. Dengan begitu bisa membuat kamu merasa lebih baik dan tenang" ucap Zayn yang mengusap kepala Zahiya dan mengecup pucuk kepala Zahiya.
"Thank you Dad. Ini yang aku inginkan dari Daddy, dan ini yang selalu aku suka dari Daddy. Daddy selalu bisa mengerti aku dan fikiran ku ini" ucap Zahiya yang sudah mulai lebih baik dan lebih tenang dari sebelumnya.
Keduanya saling diam dan menatap keluar jendela kamarnya Zahiya. Dimana David dan Alvarez sedang memetik bunga kesukaan Zahiya. Zahiya sangat senang dan bersyukur mendapatkan suami dan juga anak yang sangat pengerian juga penuh kasih sayang padanya.
Zayn juga bisa melihat ketulusan didalam hati David. Walau dia sedang terluka juga, bahkan mungkin lebih terluka dari pada Zahiya, putrinya. Tapi dia bisa tersenyum dan menghibur Zahiya yang sedang rapuh ini. Zayn merasa bersyukur, karena dia tidak salah memberikan suami pada kedua putrinya yang sangat dia sayangi itu.
__ADS_1