Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan

Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan
Bab 54. Sweet surprise


__ADS_3

"Aku akan melakukan apa yang bisa aku lakukan Dad, karena mereka sudah membuat aku gagal menjadi seorang Ibu dan membuat suamiku gagal menjadi seorang Ayah. Bahkan dia sangat terluka dan juga sangat bersedih dari pada aku sendiri" ucap Zahiya yang selama beberapa menit diam sambil menatap David dan Alvarez yang sedang merangkai bunga.


"Lakukan saja semuanya. Tapi kamu harus ingat satu hal, jika kamu tidak pernah sendiri Queen. Ada Daddy dan juga anggota kita yang siap membantu menghabisi mereka semua" ucap Zayn yang juga sedang menatap keduanya dibawah sana.


"Thank you Dad" ucap Zahiya yang mengangguk dan dia kembali duduk saat melihat David dan Alvarez memasuki rumah.


"You're welcome Queen. Daddy akan keluar sekarang, jadi berbahagialah bersama dengan nya" ucap Zayn yang akan pergi dari kamar Zahiya dan David.


"Akan aku lakukan Dad, karena aku sangat bahagia bersama dengan nya" ucap Zahiya yang memberikan Zayn pergi dari kamarnya.


"Baby, Mimi" teriak David dan Alvarez saat memasuki kamar.


"Bisakah kalian berdua tidak berteriak? Telinga ku rasanya sakit mendengar teriakan kalian" ucap Zahiya yang mengatakan nya sambil tersenyum dan melipat kedua tangan nya didepan dada.


"Mimi, kami membuatkan ini" ucap Alvarez yang memberikan bunga pada Zahiya.


"Wah, thank you boy" ucap Zahiya yang langsung menerima bunga dari Alvarez.


"Apa hanya darimu saja jagoan? Apa Pipi kamu yang handsome ini, hmm" tanya David dan menatap kearah Alvarez yang hanya nyengir kuda menampilkan gigi susunya.


"Sorry Pi, ini dari kami berdua" ucap Alvarez yang mengatakan nya sambil tersenyum dan dia masih menyodorkan bunga itu pada Zahiya.


"Wah, ini sangat bagus. Dan wangi, terimakasih banyak" ucap Zahiya yang menerima bunganya dan menghirup aromanya dengan dalam.


"Apa kamu menyukainya baby? Kami berdua memetiknya sendiri, sampai membuat kedua tangan kami berdua sedikit terluka" ucap David yang memperlihatkan kedua telapak tangan nya pada Zahiya. Begitu juga dengan Alvarez yang memperlihatkan kedua tangan nya pada Zahiya.


"Astagfirullah, kenapa kalian berdua memaksakan diri untuk melakukan ini? Sini, Mimi obati kalian berdua" ucap Zahiya yang meminta kedua orang tersebut duduk disofa.


Zahiya mengambil kotak obat dan segera mengobati luka-luka dikedua tangan David, lalu baru mengobati luka ditangan Alvarez. Mereka berdua saling tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya memberi kode satu sama lain.


Mereka benar-benar membuat Zahiya merasa senang dan juga bisa melupakan kesedihan nya atas kehilangan calon bayinya. Dan itu membuat David dan Alvarez lebih bahagia lagi melihatnya.


Setelah melakukan semuanya untuk Zahiya, mereka bertiga ingin keluar rumah. Lebih tepatnya David ingin kekantor, tapi kedua orang kesayangan nya malah ingin ikut bersama dengan nya. David hanya bisa menurutinya saja, jika saja ini bukan pertemuan penting. Mungkin David akan tinggal dirumah saja dan tidak akan pergi kemana-mana.


"Kalian bertiga akan kemana? Kenapa tidak istirahat?" tanya Mama Lulu saat melihat David, Zahiya dan Alvarez yang sudah terlihat rapih.


"Aku akan pergi kekantor Ma, tapi mereka ingin ikut. Mana bisa aku menolaknya" jawab David yang menghela nafasnya kasar saat Mama Lulu menayakan nya sambil menatap tajam padaya.


"Kenapa kamu tidak istirahat saja David. Anak Mama yang paling tampan tapi rada sengklek, kamu juga sedang terluka dan kamu harus istirahat. Apa pekerjaan mu itu lebih penting dari kesehatan kamu sendiri dan apa kamu tidak malu memperlihatkan wajah benjut kamu itu pada orang lain" ucap Mama Lulu yang sudah sangat gemas akan tingkah putranya yang satu ini.


"Iya juga, kenapa aku tidak berfikir kesana? Wajah handsome ku ini akan terlihat sangat mengerikan. Tapi ini adalah pertemuan sangat penting Ma, dan juga tidak bisa diwakilkan pada siapapun. Lalu apa aku hanya diam saja, lagi pula aku akan menjaga mereka berdua" jawab David yang mengatakanya sambil tersenyum meringis pada Mama Lulu.


Zahiya dan Alvarez hanya diam dan menahan tawanya. Karena jika David sudah dalam mode seperti ini akan membuat mereka sakit perut, bagaimana tidak sakit perut, jika menahan tawa cukup lama oleh tingkahnya itu.


"Jadi pekerjaanmu itu lebih penting dari kesehatan kamu, begitu?! Apa kamu tidak berfikir, Hah! Dasar anak nakal kamu ya" ucap Mama Lulu yang langsung menarik telinga David dengan kencang dan membuat David mengaduh kesakitan karena tarikan ditelinganya oleh Mama Lulu.

__ADS_1


"Ampun Ma... Ampun... Kenapa Mama tega banget sih jewer-jewer aku... Apa lagi didepan anak dan istri aku" ucap David yang mengusap-ngusap hidungnya yang terasa pedas dan rasanya mau copot.


"Itu memang pantas kamu dapatkan David! Kamu berfikir nggak sih sebelum bertindak? Pekerjaan dan juga klien bisa dicari, jika kesehatan tidak bisa! Jika yang memiliki tubuhnya saja tidak memperhatikan dirinya sendiri" ucap Mama Lulu yang memelan mengatakan nya pada David.


"Iya Ma maaf. Aku akan meminta Adi dan Jamil buat handle semuanya. Maafkan aku Ma" ucap David yang menunduk tidak berani melawan Mama Lulu lagi, jika sudah seperti ini.


"Sekarang kalian istirahatlah. Jangan kemana-mana dulu jika belum pulih sepenuhnya" ucap Mama Lulu yang mengatakan nya dengan lembut pada David dan Zahiya juga.


Untung saja Azalya dan Zayn sudah pulang sejak beberapa saat yang lalu. Jadi mereka tidak melihat Mama Lulu yang marah-marah pada mereka, terutama pada David yang memang bersalah. Sudah tahu masih sakit, malah ingin ngantor saja.


"Iya Ma, maaf" ucap Zahiya dan Alvarez yang menunduk merasa bersalah. Lalu keduanya mengikuti David untuk naik kelantai dua.


"Dasar anak nakal. Sudah tahu masih sakit, malah ingin ngantor, awas saja si Adi yang tidak becus melakukan pekerjaan nya" gerutu Mama Lulu yang langsung pergi dari sana dengan mengendarai mobilnya sendiri.


"Mama akan kemana itu Pa?" tanya Sonya pada Dava yang hanya mengedikan bahunya saja.


"Apa Papa tahu jika Mama pergi?" tanya Sonya yang hanya bicara sendiri, karena Dava sudah tidak ada disampingnya lagi.


"Pa, kenapa..." Sonya celingukan mencari keberadaan Dava yang tidak ada.


"Dasar, jadi dari tadi aku ngomong sendiri dong. Awas saja kamu Mas, nggak akan aku kasih nanti malam" gerutu Sonya yang pergi dari ruang tamu menuju kamarnya.


Sedangkan Dava mengikuti Mama Lulu. Karena dia takut jika Mama Lulu kenapa-kenapa, apa lagi beliau membawa mobilnya ngebut.


"Mama mau jadi pembalap apa? Pake acara ngebut-ngebut segala" gumam Dava yang mengimbangi kecepatan mobil Mama Lulu.


"Gue memang kalah saing jika melawan emak-emak jaman now. Hahaha" gumam Dava yang malah menertawakan ucapan nya sendiri melihat Mama Lulu membawa mobilnya.


Setelah kebut-kebutkan dijalanan, Mama Lulu sudah sampai didepan perusahaan David. Dengan memarkirkan mobilnya dengan asal, segera Mama Lulu masuk kedalam perusahaan David. Atau yang dikenal D.DRC itu, disana Mama Lulu disambut oleh Jamil langsung.


Jamil yang merasakan aura tidak biasa dari Mama Lulu hanya bisa menunduk dan tidak berani mengatakan apa-apa pada beliau. Mama Lulu langsung masuk kedalam ruangan kerja Adi dengan tergesa-gesa dan menatap kearah Adi yang belum menyadari jika yang memasuki ruangan nya adalah big Bos.


"Sudah saya katakan, jika saya tidak menerima tamu. Karena saya sedang sibuk sekarang" ucap Adi yang mengatakan nya tanpa mengalihkan pandangan nya dari berkas-berkas yang sedang dia pegang ditangan nya.


"Apa kamu mengusir saya dari perusahaan putraku sendiri, hah!" teriak Mama Lulu pada Adi yang terjingkat kaget lalu dia terjatuh dari kursinya.


BRUK...


BRAK...


"Aduh!!" teriak Adi yang terjatuh dengan kursinya sekaligus.


'Mampus gue. Nyonya besar sudah murka, maka bersiaplah. Baik-baikin beliau dan meminta ampunan darinya' ucap Adi dalam hati dan dia segera bangkit lalu membetulkan kursi kerjanya lagi.


Sedangkan Jamil menahan tawanya saat melihat Adi begitu sialnya. Saat mendengar suara Mama Lulu yang menggelegar dipendengaran nya.

__ADS_1


"Apa kamu senyum-senyum sendiri? Kalian berdua kemari" ucap Mama Lulu yang membuat nyali Jamil ikut ciut juga.


Keduanya mendekat dan menatapnya dengan tajam. Bahkan mereka tidak berani untuk bernafas saja rasanya sulit, apa lagi melihat aura dari Mama Lulu yang sangat menyeramkan. Lebih menyeramkan dari singa yang sedang mengamuk. Memang sih lebay ucapan mereka berdua.


"Kalian tahu apa kesalahan kalian berdua hah!" ucap Mama Lulu dengan nada tegasnya.


"Kami tidak tahu Nyonya" jawab Adi dan Jamil yang ada disana ingin duduk, tapi ditahan oleh Mama Lulu.


"Apa yang akan kalian lakukan? Tetap berdiri dan angkat salah satu kakinya kalian dan kedua tangan nya acungkan kedua tangan nya. Jangan ada yang duduk sebelum saya perintahkan" ucap Mama Lulu dengan tegasnya lalu menatap tajam pada keduanya yang menunduk.


Mereka melaukan apa yang dikatakan oleh Mama Lulu pada mereka berdua. Mama Lulu menatapinya dan berdiri mendekat kearah keduanya.


"Kenapa kalian meminta David untuk datang bertemu dengan klien? Apa kalian tidak tahu atau pura-pura tidak tahu, jika David sedang sakit dan juga sedih. Apa kalian tidak bisa melakukan nya sendiri saja disaat seperti ini. Jadi gunakan otak jika kalian ingin mengambil keputusan, jangan asal saja" ucap Mama Lulu yang mengatakan nya dengan penuh ketegasan dan penenekanan disetiap katanya.


"Maafkan kami Nyonya besar. Saya tidak bermaksud seperti itu, saya juga sudah menjelaskan pada klien nya. Tapi tidak didengar oleh klien tersebut Nyonya, maafkan saya" ucap Adi dan diangguki oleh Jamil.


"Jika klien seperti itu sebaiknya tidak perlu menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan nya. Karena dia tidak bisa mengerti jika seseorang sedang sakit. Jadi jangan pernah asal memilih klien dan juga musuh" ucap Mama Lulu yang sedang menyidang kedua orang didepan nya itu.


"Maafkan kami Nyonya, karena kami tidak menyelidiknya dulu sejak awal sebelum melakukan kerjasama" ucap Adi yang merasa sangat bersalah akan kejadian seperti ini.


"Sekarang apa orang itu adalah disini? Kenapa kalian masih saja santai dan tidak menemuinya?" tanya Mama Lulu yang menatap keduanya dengan tatapan tajamnya.


"Emm, kami minta maaf Nyonya. Karena tadi Bos bilang akan kemari, jadi kami sedang mempersiapkan semuanya" jawab Adi yang menunduk ketakutan pasalnya Mama Lulu.


"Sekarang antarkan saya padanya. Saya ingin tahu siapa yang sudah berani seperti itu dan tidak perduli jika sudah dijelaskan, tapi masih ngeyel" ucap Mama Lulu yang meminta mereka berdua mengantarkan nya pada orang yang ingin bertemu dengan David.


"Baik Nyonya. Mari ikut kami" ucap Adi dan Jamil yang segera mengantarkan Mama Lulu yang sedang marah-marah.


"Itu dia Nyonya" ucap Adi yang menunjuk seorang wanita yang sedang duduk memunggungi pintu ruangan David.


"Sudah tahu pemilik perusahaan sedang sakit dan tidak bisa membuat janji, malah memaksa. Apa tidak bisa mencari klien lain?" tanya Mama Lulu yang sudah berada dibelakang wanita tersebut.


Betapa terkejutnya Mama Lulu saat melihat wanita yang sedang duduk memunggunginya itu adalah wanita yang beberapa tahun yang lalu ditolak olehnya mendekati David. Karena ucapan dari Ibunya yang menghina dan merendahkan David.


"Oh, jadi kamu? Mau apa lagi kamu inginkan menemui putraku? Apa mau bilang jika kamu sekarang hamil anak putra saya. Karena saya tidak akan percaya" ucap Mama Lulu yang menatap sinis pada wanita yang tidak lain adalah Yunara.


"Maaf tante, saya kemari hanya membahas masalah pekerjaan. Dan itu tidak ada sangkut pautnya dengan anda. Dan saya hanya ingin bertemu dengan David, itu saja" jawab Yunara dengan tegas dan dia sama sekali tidak merasa takut.


"Benarkah. Apa kamu tidak tahu atau hanya pura-pura saja?" tanya Mama Lulu lagi dengan tangan dilipat didepan dada.


"Tentu saja saya tidak tahu dan tidak mau tahu. Karena saya hanya ingin bertemu dan berbicara padanya saja" jawab Yunara yang malah melawan. Jadi Mama Lulu hanya bisa tersenyum sinis mendengar ucapan dari Wanita tidak tahu malu itu.


"Jika begitu, saya berhak untuk mengusir anda bukan. So, bersiaplah" ucap Mama Lulu yang segera memerintahkan security untuk mengusir Yunara keluar dari perusahaan.


"Kalian ingat baik-baik wajahnya dan jangan biarkan dia masuk kemari. Jika ada yang melanggarnya, sudah bisa dipastikan jika kalian akan dipecat dengan cara tidak hormat" ucap Mama Lulu yang menunjuk pada Yunara.

__ADS_1


"Yang anda lakukan ini salah besar Nyonya. Karena saya hanya ingin menjalin kerjasama saja, saya malah mendapatkan perlakuan tidak baik dari kalian? Terutama dari anda Nyonya, saya akan mengingatnya dan anda akan membuat putra anda menyesal, sudah membatalkan ini semua" ucap Yunara dengan percaya diri yang tinggi.


__ADS_2