Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan

Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan
Bab 12. Bertemu kembali


__ADS_3

"Sepertinya gue kenal dengan tuh cewek? Tapi dimana ya?" gumam David saat melihat gadis yang ada diruangan terpisah dan sangat jauh dari para wanita-wanita yang sedang arisan.


"Ah, gue ingat sekarang! Dia cewek yang waktu itu masuk kamar gue. Dia yang sudah hidup gue amburadul karena kagak ketemu sama dia. Gue samperin saja gitu? Atau gue disini saja? Ah, gue samperin sana lah. Itung-itung gue ada temen ngobrol" gumamnya yang langsung bangkit dari duduknya dan menuju ruang yang tidak jauh darinya berada.


"Hay, kamu ternyata ada disini juga rupanya?" tanya David saat sudah duduk disamping Zahiya. Ya wanita cantik yang sedang duduk sendirian itu adalah Zahiya yang sedang menekuri layar laptopnya.


Zahiya tidak bergeming, dia hanya fokus pada layar laptopnya saja. Dia juga tidak menganggap David adalah disisinya. Itu membuat David tidak tenang dan malah ingin melancarkan aksinya untuk merayu dan menggoda Zahiya.


"Kau tahu Nona, kau itu seperti Bunga yang terkena sinar mentari pagi dan itu terlihat sangat cantik. Bahkan bunga-bunga sendiri akan minder jika bertemu dengan mu" ucap David dengan senyuman dibibirnya yang biasanya akan membuat semua wanita menggelepar karena rayuan nya.


Zahiya hanya diam dan tidak mengatakan apa-apa selain menatap layar laptop miliknya. Bahkan dia mengambil headset ditelinganya.


"Anda tidak sopan sekali Nona, saya sedang berbicara dengan anda. Tapi anda malah menggunakan headset" ucap David yang sebenarnya masih bisa didengar oleh Zahiya.


"Baiklah, jika anda tidak ingin mendengar saya bicara" ucap David yang entah kenapa merasa jika keahlian nya merayu sepertinya menghilang jika berdekatan dengan Zahiya.


"Saya tidak suka jika ada seseorang yang mengganggu prifasi saya yang sedang sendiri" ucap Zahiya yang tidak mengalihkan pandangan nya sama sekali dari layar laptopnya.


"Jika begitu saya akan pergi. Maaf sudah mengganggu anda Nona Zahiya Zayn Malik" ucap David yang membuat Zahiya berhenti mengetik dilaptopnya dan dia menatap kearah David yang akan pergi dari sana.


"Dari mana anda tahu nama panjang saya?" tanya Zahiya yang menghentikan langkah David yang sudah jauh.


"Semua orang yang ada disini sudah tahu siapa anda, dan bukan rahasia umum lagi jika saya tahu nama panjang anda Nona" jawab David sok misterius, padahal dia merasa sedikit was-was. Karena yang dia dengar jika Zayn adalah pria dingin dan datar, juga jangan lupakan jika dia sangat ditakuti. Baik didunia bisnis maupun dunia bawah.


"Jika begitu bagus" ucap Zahiya yang kembali mengerjakan sesuatu didalam laptopnya.


'Untung gue sudah bertanya dulu sebelum menggangunya, jika tidak, sudah dipastikan gue hanya akan tinggal nama saja didunia ini' gumam David dalam hati.


"Jadi ngeri-ngeri sedap nih. Jadi inget sama mimpi yang waktu itu, bagaimana jika semuanya terjadi? Iihhh, ngeri gue" ucap David yang merasa takut juga pada seseorang.


"Seharusnya anda tidak perlu takut, karena saya juga tidak akan melukai anda" ucap seseorang yang sudah berada dibelakangnya.


"Kau?! Sejak kapan kau ada disana?" tanya David kaget saat melihat Zahiya sudah duduk dengan santainya dihadapan David.


"Sejak anda mengatakan jika anda takut pada saya" ucap Zahiya yang mengatakan nya dengan sangat elegant dan juga senyuman tipisnya.


"Kau ini manusia atau bukan? Tiba-tiba sudah ada disini dan juga, kau bisa mendengar isi kepala ku ya?" tanya David yang menatap ketakutan pada Zahiya.


"Bisa dikatakan seperti itu" ucap Zahiya yang berjalan menjauh dari David.


"His, dasar aneh. Apa dia ini bisa membaca fikiran? Kenapa dia tahu semua?" gumamnya yang mengikuti Zahiya menuju taman yang tidak jauh dari rumah auntie Soraya sangat sejuk dengan pepohonan yang ada disana.


"Kakak, bisa minta tolong" ucap seorang anak kecil yang meminta tolong pada Zahiya.


"Apa?" tanya Zahiya yang menatap wajah anak laki-laki tersebut.


"Disana, disana ada orang jahat" ucapnya yang menunjuk kearah seseorang yang sepertinya sedang mengganggu seorang wanita.


"Bisa tunjukan pada kakak?" tanya Zahiya yang diangguki oleh anak tersebut.


"Kamu disini saja, biar kakak yang membantunya" ucap Zahiya yang langsung menerjang beberapa pria yang sudah bertindak kurang ajar pada wanita itu.


"Hay, siapa yang berani-beraninya mengusik kesenangan ku!" teriaknya yang belum melihat kearah Zahiya.

__ADS_1


"Jika berani jangan mengganggu orang yang lemah. Tidak malu dengan badan kalian yang besar-besar?" ucap Zahiya yang memindai semua orang yang ada disana.


Dia melihat jika mereka ada yang memegang senjata. Zahiya sangat jeli melihat semuanya, bahkan benda yang disembunyikan pun bisa diajak lihat dari gerak-geriknya saja. Zahiya masih diam dan tidak melakukan apa-apa sebelum mereka yang menyerangnya lebih dulu.


BUK...


BUK...


BUK...


Zahiya menahan semua serangan yang mereka lakukan. Dia lupa jika bahunya masih terluka, bahkan darahnya sudah menembus pakaian yang dia gunakan. Apa lagi pakaian yang dia pakai warna putih, jadi sangat terlihat dengan jelas.


David yang melihat itu langsung berlari untuk membantu Zahiya yang sudah berlumuran darah. Untung saja mereka langsung kabur saat melihat David datang untuk membantu wanita yang sedang bertarung dengan mereka.


"Kau tidak apa-apa? Kau terluka parah" tanya David yang melihat Zahiya yang malah menggunakan hoodie nya kembali untuk menutupi lukanya yang membasah kembali.


"Saya baik-baik saja" jawab Zahiya yang akan pergi tap] ditahan oleh David.


"Jangan keras kepala. Jelas-jelas kau terluka, masih menutupinya. Sekarang ikut aku atau aku memaksanya?!" tanya David dengan sangat tegas dan tidak menerima bantahan.


"Saya bisa sendiri. Jadi lepaskan tangan anda" ucap Zahiya yang mencoba melepasakan tangan nya dari David.


"Jangan ngeyel. Aku tahu jika kamu jago bela diri, setidaknya obati dulu lukamu. Aku tidak perduli jika pun kamu akan menghajarku, yang jelas kamu harus diobati dulu dan mengganti pakaian mu itu" ucap David yang tetap menggandeng tangan Zahiya menuju mobilnya yang tidak jauh dari taman tersebut.


'Ada apa dengan gue? Kenapa jantung gue berdetak tidak karuan begini? Masa iya gue suka dengan gadis petarung seperti itu. Walau tidak dipungkiri jika dia itu sangat cantik dan juga sangat imut. Walau sulit untuk tersenyum, sudahlah ngapain juga gue mikirin' ucap David saat sudah berada didalam mobil membawa Zahiya menuju rumah sakit terdekat dari sana.


"Saya tidak ingin dibawa kerumah sakit. Beli saja obatnya, saya bisa mengobatinya sendiri" ucap Zahiya yang memang paling tidak suka dengan yang namanya rumah sakit.


"Saya trauma" jawabnya asal dan itu membuat David langsung menghentikan mobilnya dan dia menepi langsung membelikan obat dan juga kain kasa untuk membalut lukanya.


"Buka" ucap David yang meminta Zahiya membuka bajunya.


"Apa! Jangan macam-macam. Walau saya terluka saya masih bisa membuat anda babak belur" ucap Zahiya yang membolakan matanya menatap David.


"Jangan salah faham dulu. Maksudku buka bahu kamu yang terluka biar aku obatin" ucap David yang mengatakan nya dengan nada lembut.


"Saya bisa sendiri" ucap Zahiya yang ngeyel ingin melakukan nya sendiri.


"Bagaimana, susah bukan melakukan sendiri?" tanya David yang melihat Zahiya kesusahan mengobati lukanya.


"Hey, ini jahitan nya putus. Apa nggak sebaiknya kita kedokter saja, aku nggak mungkin melakukan itu tanpa anjuran dari dokter" ucap David yang melihat luka yang cukup dalam dan memanjang.


"Tidak perlu. Ini hanya luka kecil, sebentar juga sembuh" jawab Zahiya yang mengalihkan pandagan nya dari arah lukanya.


"Jadi cewek ngeyel banget sih" ucap David sambil mengobatinya sambil meniup-niup lukanya. Membuat Zahiya merasakan geli dan juga ada perasaan yang aneh dalam dirinya.


'Ada apa dengan ku? Kenapa aku merasa panas dingin seperti ini?' gumamnya yang merasakan ada yang aneh dalam dirinya.


"Maaf, ini pasti akan perih" ucap David yang akan meneteskan obat yang dia beli diapotek tadi.


"Ssshhh" Zahiya mendesis karena lukanya terasa perih dan seperti disiram oleh air garam.


"Perih ya? Maaf, tadi kata apoteker nya ini obat paling bagus untuk luka seperti ini" ucap David yang mengatakan nya sambil meniup-niup luka dibahu Zahiya.

__ADS_1


"Aku balut luka kamu dulu. Maaf bisa dibuka dulu" ucap David yang meminta Zahiya membuka bagian bahunya lebih lebar lagi.


'****! Kenapa bahunya sangat mulus dan juga aroma vanilla nya sangat menguar. Membuat gue ingin melakukan lebih dari sekedar mengobatinya saja. Sadar David, jangan macam-macam. Apa loe tidak lihat jika dia sedang kesakitan' ucap batin nya yang sedang berperang menahan gejolak dalam dirinya yang entah berfikir apa.


"Sudah selesai. Maaf sudah membuat luka kamu perih, ini obatnya yang harus kamu minum" ucap David yang memberikan obat pada Zahiya untuk meminumnya.


"Itu obat supaya meredakan rasa sakitnya. Supaya nanti malam kamu tidak demam setelah meminum obat itu" jelas David seperti tahu akan tatapan dari Zahiya padanya soal obat yang dia berikan pada Zahiya.


"Minumlah, tidak mungkin aku meracuni kamu. Bisa-bisa aku akan dipenggal oleh uncle Danu jika macam-macam padamu cucu kesayangan nya ini. Minumlah" ucap David yang menyerahkan beberapa butir obat pada Zahiya.


"Terimakasih, anda begitu baik dan perhatian pada saya. Saya berhutang budi pada anda" ucap Zahiya setelah dia meminum obatnya.


"Sama-sama, gue hanya bantuin doang. Dan aku juga mengucapkan terimakasih untuk waktu itu. Berkat bantuan dari kamu aku tidak jadi dirampok dan dicelakai oleh mereka" jawab David yang mengucapkan kata terimakasih juga pada Zahiya yang sudah menolongnya.


"Hmm" jawab Zahiya hanya dengan deheman saja.


"Ngomog-ngomong, apa luka itu kamu dapatkan saat menolongku waktu itu? Jika iya, aku yang berhutang budi pada kamu" tanya David saat dia mengingat kejadian malam itu.


"Bukan, ini bukan karena itu. Sebaiknya kita segera kembali, karena mereka akan curiga jika kita keluar bersama dan juga lama" jawab Zahiya dan dia juga mengalihkan pembicaraan mereka berdua supaya tidak membahas masalah malam itu.


"Baiklah jika kamu tidak ingin membahas masalah itu. Ini sudah sampai sejak tadi" ucap David yang memperlihatkan jika mereka sudah sampai didepan rumah milik Danu.


"Emm, sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak uncle David" ucap Zahiya yang menekankan kata uncle pada David.


"Hei!! Enak saja tuh bocah panggil gue uncle. Hei, tunggu. Zahiya!" panggil David yang membuat semua orang yang memang sedang mencari keberadaan mereka menjadi menoleh kearah suara David yang memanggil nama Zahiya.


"Jadi kamu pelakunya. Yang sudah membawa Zahiya kabur dari rumah Hah!" teriak Mama Lulu yang langsung menarik telinga David dan menjewernya dengan kencang.


"Aduh Ma, kenapa Mama suka sekali menjewer telinga ku sih. Malu tahu Ma, mau ditaruh dimana wajah aku ini dihadapan para wanita Mama menistakan anak sendiri" ucap David yang mencoma melepaskan tangan Mama Lulu dari telinganya.


"Siapa suruh kamu bawa-bawa anak gadis orang. Bagaimana jika kamu macam-macam? Bisa malu Mama sama mereka semua" ucap Mama Lulu yang melepasakan tarikan ditelinga David.


"Memangnya Mama tidak mau jika anak Mama yang tampan ini menjadi menantunya auntie Soraya hmm? Apa Mama tidak mau jika anak Mama yang paling tampan, baik hati dan tidak sombong ini menikah? Apa Mama tidak mau?" tanya David yang malah membuat Mama Lulu hanya bisa diam dan mengangguk-anggukan kepalanya membenarkan ucapan dari David.


"Kamu benar juga. Tapi kamu jangan macam-macam jika kamu hanya ingin mempermainkan nya saja. Apa kamu tidak tahu, jika menantu dari Soraya itu adalah seorang King Mafia? Apa kamu tidak takut jika kamu akan dijadikan makanan buaya-buaya peliharaan nya. Karena sudah mempermainkan anak gadis kesayangan nya? Jadi kamu jangan macam-macam dengan nya" ucap Mama Lulu yang memberikan peringatan pada putranya. Yang padahal dia hanya menakut-nakuti David supaya tidak mempermainkan Zahiya.


GLEK...


David menelan slivanya dengan susah payah karena dia sudah ketakutan mendengarnya. Jika yang dikatakan oleh Mama itu benar bisa-bisa dia memang akan menjadi santapan binatang-binatang peliharaan dari Daddy nya Zahiya.


Padahal apa yang dikatakan oleh Mama Lulu memang benar adanya. Yang menurut Mama Lulu hanya menakut-nakuti, tapi adalah kenyataan yang tidak bisa ditutup-tutupi jika mereka tahu yang sebenarnya. Untungnya tidak ada yang tahu jika Zayn memang seorang King Mafia kelas dunia.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya....


Juga rate ⭐️5 ya....


Happy reading... 🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2