
"Sayang, terimakasih banyak" ucap David yang tidak pernah melepaskan tangan Zahiya dari genggaman tangan nya. Membuat Zahiya hanya bisa diam dan mengangguk saja, karena dia juga sama seperti David yang bahagia mendapatkan kebahagiaan ini.
David terus memeluk Zahiya dan dia mengecupi kening dan pucuk kepala Zahiya dengan sangat mesra dan tidak pernah sebahagia ini dia rasakan. Mobil yang mereka tumpangi sudah sampai didepan rumah besar dan disana masih terlihat sepi, mungkin saja semuanya orang sedang tidur siang.
"Vid, loe udah denger kabar belum?" tanya Bima yang berlari menghampiri David yang baru turun dari mobil.
"Ada apaan? Gue baru balik, kenapa emangnya?" tanya David yang menatap heran pada Bima yang mentap David dengan tatapan berbinar dan juga sedihnya.
"Gue berhasil menemukan adiknya Ben, dan ternyata dia sudah ada dinegara ini. Hanya saja gue kehilangan jejaknya lagi" jawab Bima yang menghela nafasnya setelah mengatakan nya penuh semangat.
"Lalu, lokasi terakhirnya dimana? Kenapa loe nggak kasih tahu kita-kita?" tanya David yang meminta Zahiya masuk lebih dulu. Karena dia akan berbicara dulu dengan Bima.
"Justru gue aneh Vid. Lokasi terakhirnya disini dan dia menatap kearah rumah ini. Rumah loe sendiri, coba loe cek CCTV dan loe bisa lihat dengan jelas wajahnya. Kita bisa menemukan nya jika semuanya sudah tahu" jawab Bima dengan semangat dan dia mengatakan nya sambil menunjuk kearah gerbang besi besar.
"Ya sudah, kita kedalam saja sekarang. Setelah tahu informasinya kita cari dia sama-sama sampai ketemu" ucap David yang mengajak Bima masuk dan dibelakangnya sudah ada dua anaknya juga yang mengikuti.
"Hai, Junior. Apa tidak tidur siang?" tanya David yang melihat Junior malah seperti mengantuk.
"Eh, kamvret. Anak loe ngantuk tuh, lebih baik loe ajak tidur siang dulu. Urusan itu biar gue yang urus, loe urus dulu anak-anak loe" ucap David yang melihat Junior sangat mengantuk.
"Iya, gue ajak anak-anak tidur dulu" ucap Bima yang langsung pergi dari sana.
Sedangkan David langsung masuk kedalam rumah dan mencari keberadaan istrinya diseluruh ruangan. Tapi dia tidak menemukan Zahiya dimana-mana, David mulai panik. Dia segera masuk kedalam kamarnya dan disana juga Zahiya tidak ada. Saat akan pergi meminta para anggota Zahiya untuk mencarinya dia mendengar suara gemericik air didalam kamar mandi.
"Oh, Ya Allah. Aku sudah sangat panik, ternyata dia sedang mandi" gumam David yang juga ikut masuk kedalam kamar mandi dan dia melihat Zahiya sedang mengguyur tubuhnya dibawah kucuran shower.
David mengikuti Zahiya yang mandi dia juga melepasakan seluruh pakaikan nya dan hanya menyisakan boxer nya saja. Dia tidak ingin nanti burungnya akan meronta-ronta jika tidak dia kurung dalam boxer nya.
"Sayang, kenapa mandi tidak ngajak-ngajak, hmm?" tanya David yang memeluk Zahiya dari belakang dan mengusap perut Zahiya yang memang sedikit terlihat. Walau mungkin usia kandungan nya masih kecil. Tapi karena ada empat didalamnya, jadi sudah agak terlihat.
"Aku merasa sangat gerah, makanya langsung mandi saja. Memangnya kenapa By? Apa Hubby gerah juga?" tanya Zahiya baik-baik dan dia mematikan shower dan dia hanya menyandarkan punggungnya pada dada bidang David.
"Ssshhh, sepertinya sangat panas sayang. Bahkan dia sudah meronta ingin masuk kedalam rumahnya ini" ucap David yang mengusap lembah milik Zahiya yang dipenuhi oleh rerumputan hitam.
"Aku juga menginginkan nya By" ucap Zahiya yang membalikan badan nya kearah David lalu mengalungkan kedua tangan nya pada leher David.
"Apa tidak masalah jika aku menjenguk mereka disini sayang? Aku takut akan menyakitinya, aku takut kamu dan four baby kenapa-kenapa" tanya David yang merasa takut dan juga sangat menginginkan nya.
Tapi jika keinginan nya akan mencelakakan mereka, dia akan menahan nya dan tidak akan meminta lebih pada Zahiya, yang sedang mengandung sekarang. Apa lagi bukan ada satu atau dua, tapi ada empat, jadi dia sangat takut.
"Kata dokter boleh melakukan nya By, asalkan dengan perlahan melakukan nya" ucap Zahiya yang mengusap pipi David dan dia menunduk untuk membuka penutup terakhir David.
"Sayang, Ssshhh.... Kita keluar dari sini saja, disini tidak nyaman" ucap David yang menggendong Zahiya, dia tidak lupa untuk mengeringkan tubuhnya dulu lalu mereka masuk kedalam kamar dan meletakan Zahiya diatas ranjangnya.
"Apa boleh melakukan sayang? Aku masih takut" tanya David yang sudah berada diatas tubuh Zahiya dan bersiap mengarahkan senjatanya menuju lembah berkabut itu.
"Boleh By" jawab Zahiya yang ikut mengarahkan nya juga dan....
BLESS....
__ADS_1
"Uh.... " kefunya melenguh bersama-sama dan David tidak langsung memompanya, dia diamkan dulu didalam yang terasa hangat dan sangat nikmat itu.
"Sayang, kenapa rasanya berbeda? Ini lebih enak lagi dari biasanya" tanya David yang melakukan nya dengan perlahan dan itu membuat Zahiya tidak karuan dibuatnya.
"Ah, By... Aku akan keluar, aku tidak tahan lagi" ucap Zahiya yang juga merasakan ada yang berbeda dari hubungan nya yang sekarang dengan sebelum-sebelumnya.
"Keluarkan saja sayang, ini sangat nikmat" ucap David sambil menciumi Zahiya dengan mesranya.
Mereka melakukan nya cukup lama dan saling memberi juga menikmatinya satu sama lain. Hingga keduanya mengerang panjang bersama-sama.
"Terimakasih sayang, kamu yang terbaik" ucap David dan Zahiya hanya bisa mengangguk dia tersenyum juga mengusap wajah David yang dipenuhi oleh peluh yang bercucuran.
"Kamu disini saja sayang, biar aku yang membersihakan kamu" ucap David yang akan beranjak, tapi ditahan oleh Zahiya.
"Kita bersihkan sama-sama saja By, aku tidak nyaman berlama-lama seperti ini" ucap Zahiya yang membuat David langsung menggendongnya menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan juga Zahiya.
Mereka hanya mandi dan membersihakan diri mereka saja. Walau sebenarnya David masih menginginkan nya lagi. Tapi dia tidak ingin membuat Zahiya kelelahan, tadi juga dia percepat untuk keluar. Karena tidak ingin jika Zahiya dan four baby kenapa-kenapa.
'Pipi akan menahan nya untuk kalian semua, karena Pipi tidak mau jika kalian kenapa-kenapa karena keinginan Pipi yang tidak hanya cukup satu kali. Karena kalian adalah yang selama ini Pipi harapkan, jadi baik-baiklah didalam sini oke' ucap David dalam hati sambil mengusap perut dan menciumnya lumayan lama, lalu beralih mengecup kening Zahiya yang sudah berbaring diatas ranjang.
Setelah melakukan itu, David langsung keluar dan membiarkan Zahiya untuk istirahat. Karena dia sudah menggempurnya selama setengah jam lebih. Dan menurut David itu adalah durasi yang sangat cepat.
(Jika segitu cepat, biasanya berapa lama bambank🙈).
"Eh, Vid sudah pulang? Tumben?" tanya Mama Lulu yang melihat David turun dari tangga dan dia berpenampilan sangat segar, sepertinya sehabis mandi.
"Iya Ma, aku mau ngasih tahu kabar bahagia pada Mama. Bila perlu pada semua orang yang ada disini semuanya, tanpa terkecuali" ucap David yang memegang tangan Mama Lulu dan dia selalu tersenyum bahagia sekali.
"Iya nih, kamu ini jika ingin ngasih tahu nggak perlu teriak-teriak juga kayak dihutan kali Vid" protes Safia yang sepertinya tidur siangnya terganggu oleh David yang teriak-teriak.
"Sampe diisi rumah ini ramai dan berkumpul. Ada apa sih Vid?" tanya Papa Devon yang juga ikut bergabung dengan yang lainnya. Dimana mereka semua berkumpul diruang keluarga.
Disana sudah ramai dan berkumpul, bahkan para pelayan juga sudah berkumpul oleh ulahnya David yang sengaja mengumpulkan semuanya.
"Nih, Mama lihat dulu dan baru boleh berteriak juga. Sama seperti yang aku lakukan" ucap David yang memberikan sebuah foto yang memperlihatkan hasil USG Zahiya tadi pagi pada Mama Lulu.
"Vid, ini... Ini? Zahiya hamil?" tanya Mama Lulu dan membuat semua orang mendekat kearah Mama Lulu, lalu melihat foto USG tersebut bergantian.
Sedangkan David hanya tersenyum dan mengangguk menanggapi pertanyaan dari Mama Lulu. Mereka langsung memeluk David dan mengucapkan selamat padanya, karena sebentar lagi dia akan menjadi seorang Ayah.
"Selamat sayang, akhirnya yang kamu inginkan telah tercapai. Allah mendengarkan do'a-do'a kamu, yang menginginginkan segera memiliki momongan" ucap Mama Lulu yang memeluk David dengan pandangan yang sudah berkaca-kaca mengatakan nya juga pada David.
"Makasih Ma, aku juga sangat bahagia sekali saat Zahiya memberikan kabar ini saat setelah makan siang tadi. Bahkan dia sendiri yang mengantarkan makanan nya untuk aku, apa Mama tahu, jika aku bukan hanya akan menjadi seorang Ayah dari satu baby saja" ucap David yang sengaja menjeda ucapan nya untuk memberitahukan nya pada Mama Lulu dan yang lainnya.
"Maksud kamu, kamu akan memiliki baby kembar lagi Vid? Zahiya hamil kembar?" tanya Mama Lulu yang sangat penasaran.
"Iya Vid, kenapa kamu malah senyum-senyum sendiri tidak jelas gitu. Tinggal jawab saja sih, jangan bikin orang penasaran" ucap Safia yang sudah tidak sabar ingin mendengar apa yang akan David katakan pada mereka semua.
"Kak, ini... Ini ada empat titik, berarti Mas David akan memiliki baby kembar empat!" teriak Sonya sangatlah kencang yang sejak tadi memperhatikan hasil USG dengan seksama dan dia memperlihatkan nya pada Safia.
__ADS_1
"Ja... Jadi? Vid, kamu?" tanya Safia yang tidak percaya jika tidak melihatnya secara langsung hasil USG tersebut.
Membuat semua orang saling pandang dan tersenyum bersama, lalu tertawa bersama. Mereka tidak menyangka, karena setelah kehilangan dua. Mendapatkan dua kali lipat diganti oleh Allah, membuat mereka semua sangat bahagia dan saling berpelukan bersama.
"Selamat Tuan, kami ikut senang mendengarnya. Sekali lagi selamat atas kehamilan Nona Zahiya" ucap salah seorang dari para pelayan yang mengatakan itu, mewakili semua pelayan yang ada disana.
"Terimakasih, saya minta. Tolong jaga dia dengan baik selama saya tidak ada dirumah, saya tidak ingin jika istri dan anak-anak saya kenapa-kenapa" ucap David yang meminta pada mereka untuk menjaga Zahiya dengan baik.
"Dengan senang hati Tuan. Kami akan menjaga Nona dengan baik dan bahkan bila diperlukan, kami akan menyerahkan nyawa kami sebagai gantinya" jawab pelayan tersebut yang tidak lain adalah anggotanya Zahiya sendiri.
"Saya pegang kata-kata kalian" ucap David dan memerintahkan mereka untuk bubar dan mengerjakan pekerjaan nya masing-masing.
"Kenapa kamu malah meminta pada mereka untuk menjaga Zahiya Vid?" tanya Mama Lulu dengan tatapan tajamnya pada David.
"Karena kalo Mama, tidak perlu aku minta pun. Mama pasti akan menjaga menantu dan juga calon cucu-cucu Mama bukan? Jadi aku meminta mereka menjaganya juga" jawab David yang kembali memeluk Mama Lulu dan dia juga ikut menangis haru dalam pelukan Mama Lulu.
"Tentu saja Vid, Mama akan menjaga mereka dengan baik. Kamu akan menjadi seorang Ayah dan kamu harus lebih dewasa lagi dan jangan selalu berdebat dengan adik dan kakak kamu" ucap Mama Lulu yang menasehati David yang masih menangis.
"Aku sangat bahagia dan juga sangat bersyukur Ma, karena Allah telah memberikan aku kepercayaan untuk dititipkan momongan. Dan aku masih tidak menyangka akan hal itu Ma, bahkan rasanya ini seperti mimpi. Jika ini memang mimpi, aku tidak ingin bangun lagi, ini adalah kabar yang sangat membahagiakan untuk aku dan Zahiya. Yang selama ini diam-diam selalu menangis memohon untuk segera diberikan kepercayaan kembali. Dan akhirnya, kami bisa menerima amanah tersebut" ucap David yang membuat semua orang yang ada disana merasa terharu juga sedih akan apa yang David katakan.
"Tapi, jika berdebat dengan mereka aku tidak bisa janji Ma. Karena mereka berdua selalu menyebalkan, wee" ucap David yang malah menjulurkan lidahnya meledek Safia.
"Dasar kamvret kamu Vid. Baru saja kamu terharu akan ucapan kamu yang sangat dewasa dan juga begitu menyentuh hati. Eh... Malah sekarang mengibarkan berndera perang!" ucap Safia yang malah tersenyum akan ucapan nya juga melihat David.
Lalu mereka berdua berpelukan bersama. David memang sering sekali berdebat dengan kedua saudaranya yang lain. Tapi sebenarnya mereka saling menyayangi satu sama lain, seperti sekarang, keduanya saling berpelukan dan mencurahkan rasa kasih sayangnya antar saudara.
"Aku tidak perduli jika pun kamu selalu ngajak kakak berdebat Vid. Yang kakak tahu, kamu adalah adik kakak dan dengan senang hati akan meladeni ledekan kamu, wee" ucap Safia yang juga menjulurkan lidahnya meledek David.
"Kalian ini sudah memiliki anak masih saja seperti anak-anak" ucap Papa Devon yang melerai keduanya berdebat.
"Vid, kamu sudah semakin dewasa dan sudah memiliki anak dan sekarang akan menambah kembali. Jadilah Ayah yang selalu mengayomi mereka semua, sesibuk apapun dirimu nantinya. Karena masa-masa diamana anak-anak akan membutuhkan seorang Ayah tidak akan terulang lagi. Apa lagi jika mereka sudah beranjak dewasa, maka akan jarang sekali meminta bantuan atau merengek ingin ini dan itu dari kamu. Papa hanya berpesan untuk bisa meluangkan waktu untuk mereka" nasehat Papa Devon yang membuat Mama Lulu dan David merasa terharu akan ucapan dari Papa Devon yang sangat bijaksana.
Walau dulunya Papa Devon tidak jauh berbeda dari David. Bahkan lebih parah darinya, tapi seiring berjalan nya waktu. Menjadi lebih baik dan bisa membuat anak-anaknya bangga memiliki Papa yang sangat baik dan selalu mengayomi mereka semua, anak-anaknya hingga sekarang pun masih sama.
"Akan aku ingat apa yang Papa katakan Pa. Karena Papa adalah panutan bagiku dan juga menjadi guru yang pertama David mintai tolong. David akan menjadi seperti Papa dan bisa membahagiakan istri serta anak-anak David kelak. Karena mereka adalah kebahagiaan dan juga penyemangat bagi David. Terimakasih Pa, karena Papa selalu ada untuk kami dan selalu mendengarkan dan menasehati aku selama ini. Terimakasih banyak Pa" ucap David yang segera memeluk Papa Devon.
Mereka berdua membuat tiga wanita itu terharu dan mereka bertiga juga berpelukan bersama lalu Mama Lulu baru menyadari jika sejak tadi Zahiya tidak ada disana bersama dengan mereka semua. Membuat Mama Lulu menatap horor pada David.
"Vid, Zahiya dimana? Kenapa tidak terlihat? Apa dia baik-baik saja?" tanya Mama Lulu yang sudah sangat khawatir akan keadaan Zahiya.
"Zahiya sedang tidur Ma" jawab David dengan tatapan yang menunduk dan tidak berani menatap Mama Lulu yang sepertinya siap untuk menerkamnya.
Membuat David menelan slivanya dengan susah payah, dan tidak berani mengatakan apa-apa lagi saat Mama Lulu yang sudah dalam mode garangnya.
.
.
.
__ADS_1
Maaf ya, pagi-pagi Othor udah khilaf🙈...
Semoga terhibur dengan bab yang membuat mereka semua bahagia🤗