Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan

Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan
Bab 9


__ADS_3

Makan siang pun selesai dan mereka berpisah didepan restaurant dengan David sudah mendapatkan nomor ponsel Yunara. Dia mungkin nanti akan mengencani Yunara dan jika perlu menikahinya.


"Bos, apa kita akan kembali kekantor atau kemana dulu?" tanya Adi yang akan menjadi supir dan selalu menemani David untuk berkencan dan bertemu dengan para wanita-wanita yang menjadi gebetan nya.


"Pulang saja kekantor. Malas untuk keluar saat ini" jawab David yang langsung pergi menuju mobilnya.


"Tumben banget sibos nggak keluar dan bikin mata gue sakit? Apa mungkin sudah tobat kali ya?" gumamnya yang tidak langsung masuk kedalam mobil.


"Loe mau gue pecat! Malah bengong lagi, kagak tahu apa gue kepanasan didalem" ucap David yang menggerutu kesal pada Adi yang tidak langsung masuk kedalam mobil.


"Sorry bos, jangan pecat dong bos. Cicilan gue masih banyak, mana istri sedang hamil pula. Jadi kasihani saya yang misquen ini" ucap Adi yang memohon pada David supaya tidak dipecat.


"Bodo! Cepat jalan" ucap David yang kesal dan dia menyandarkan punggungnya pada sandaran jok mobil dan memejamkan matanya.


"Mama nih apa-apa sih, pake hukum-hukum gue kayak anak kecil. Bagaimana caranya gue bisa kencan dengan para wanita gue coba? Apa lagi mau mendekati Yunara yang manis pake banget itu. Nasib-nasib, punya emak modelan Firaun yang suka menindas' gumam David yang mengatai Mama nya sendiri Firaun.


"Di, loe masih punya nyokap kan? Apa nyokap loe galak juga nggak kayak nyokap gue?" tanya David pada Adi yang merasa heran dengan pertanyaan dari David.


"Maksud bos?" tanya Adi.


"Nggak jadi! Cepat jalan nya" ucap David pada Adi yang semakin bingung dengan semua ini.


'Bos gue kesambet apa ya? Atau dia sedang datang bulan? Sensi amat hari ini' ucap Adi yang hanya berani dalam hati saja. Mana berani dia mengatakan itu pada David langsung, bisa-bisa dia akan mendapatkan tambahan hukuman lembur tanpa dibayar.


setelah sampai David keluar lebih dulu dan masuk kedalam ruangan nya. Dia tidak menghiraukan tatapan bingung dari seluruh kariawan yang berpapasan dengan nya.


"Gue harus bisa membuat Mama percaya dan menghentikan hukuman nya buat gue. Belum sehari saja hidup gue sudah uring-uringan kek gini, gue nggak bisa hidup tanpa wanita-wanita yang ada disamping gue" ucapnya sambil mengacak-ngacak rambutnya hingga berantakan. Dan dia menyusun rencana untuk merayu Mama Lulu untuk memaafkan nya.


.


Sedangkan ditempat lain Guntur sedang tertawa terbahak-bahak bersama dengan teman-temannya yang lain. Bagaimana mereka semua tidak tertawa saat mendengar cerita dari Guntur tentang David yang mendapatkan hukuman dari Mama nya.


"Loe memang parah Gun, masa loe ngasih mobil loe yang kotor padanya sih? Bagaimana kira-kira ekspresinya saat tahu tuh mobil habis loe buat ber*inta dengan wanita loe itu?" ucap Ben yang malah masih menertawakan nasib David.


"Gue nggak tahu soal itu. Gue nggak lihat soalnya, jika gue lihat gue pasti nggak bakalan bisa berhenti tertawa melihat wajahnya itu" jawab Guntur yang masih menyisakan tawanya tidak berhenti.


"Jadi dia sekarang sedang dihukum dan enatah kapan itu hukuman selesai?" tanya Galang yang sushi bisa ikut berkumpul dengan teman-temannya.


"Hmm, gue juga bingung sama nyokapnya si David. Dia sudah setua itu masih dihukum kek bocah yang kagak dikasih uang jajan. Dia kan CEO perusahaan besar dan dia pasti memiliki banyak lah simpanan, masa mau-maunya saja diperlakukan seperti itu oleh nyokapnya" jawab Guntur yang masih tidak habis fikir jika David masih seorang anak Mama diusianya yang sudah hampir 40tahun.


"Itu bagus, yang ada nanti dia juga akan melakukan hal yang sama dengan bininya. Dia akan selalu terbuka masalah keuangan dan dia tidak akan pernah macam-macam dengan uangnya itu. Biarlah dia mendapatkan hukuman nya, jika dia minta bantuan baru kita bantu. Jika tidak ya tidak perlu, mungkin nyokapnya bersikap seperti itu supaya dia berubah. Mungkin saja kan?" ucap Bima panjang lebar dan itu membuat semua teman-temannya mengangguk setuju.


"Iya, gue juga kapok sudah mempermainkan perempuan. Sekarang gue sedang berusaha buat mendapatkan maaf dan kepercayaan nya lagi. Ternyata lebih sulit dibandingkan dengan menaklukan tender atau wanita-wanita yang bisa dibeli dengan uang" ucap Galang yang menceritakan nasibnya.


"Ye, dia malah curhat. Loe kira semua wanita itu akan sama saja dengan bini loe yang keras kepala itu?" tanya Guntur yang memang tidak suka dengn kisah percintaan Galang yang menurutnya terlalu lebay dan banyak meye-meyenya.


"Loe, belum ngerasain saja Gun. Jika loe sudah merasakan loe bakalan tahu gimana rasanya" ucap Galang yang merasa tidak terima dengan apa yang Guntur katakan padanya.


"Sudah-sudah, kenapa jadi tegang gini sih? Kita ini sedang membahas tentang David, kita seharusnya bisa mencontoh nyokapnya David yang bersikap tegas dan bisa mendidik anak-anaknya apa lagi anak yang seperti David. Walau dia bukan pemain kek kita-kita, tetap saja itu adalah hak yang baik. Semoga saja wanita yang kedua orang tua gue jodohkan sama seperti beliau" ucap Ben yang mengagumi karakter dan sifat dari Mama Lulu yang tegas dan lemah lembut itu.


"Yang dikatakan oleh Ben bener. Kalian berdua seharusnya mendengarkan dan introfeksi diri masing-masing, gue juga sama. Karena belum tentu keluarga gue seperti itu, kita hanya bisa berusaha" ucap Bima yang membenarkan ucapan Ben barusan.


Semuanya langsung diam dan memikirkan apa yang dikatakan oleh dua sahabatnya itu memang ada benarnya. Tapi tetap saja jika mereka belum mendapatkan hidayah, apa lagi hidayahnya masih sangat jauh untuk Guntur. Jadi akan sulit untuk menyadarkan pria yang satu ini, mungkin jika bertemu dengan wanita yang akan membuatnya jera itu akan lebih baik.


.

__ADS_1


Kembali pada David yang masih uring-uringan didalam ruangan kerjanya. Dia sedikitpun tidak bisa fokus pada pekerjaan nya, karena yang dia fikirkan hanya cara supaya Mama nya segera mencabut hukuman nya.


"Ah, mana bisa begini terus. Yang ada kepala gue pecah mikirin ini terus" gumamnya yang langsung berdiri dan menuju ruang istirahatnya.


"Lebih baik gue tidur saja. Mumet nih otak" ucapnya lagi lalu merebahkan dirinya diatas kasur dan tak lama kemudian dia terlelap.


Saat sedang tertidur dia melihat gadis yang sangat cantik dan juga sangat imut. Bahkan dia tidak bisa berkedip sedikitpun saat melihat wajahnya.


"Siapa dia? Kenapa dia sangat cantik dan baru gue lihat seumur-umur hidup gue" gumamnya yang berjalan mendekati seorang gadis cantik sedang berdiri dibawah pohon dengan senyuman mengembang dibibirnya.


"Hai, cantik. Apa aku boleh kenalan?" tanya David yang mengulurkan tangan nya pada gadis tersebut. Tapi uluran tangan nya diabaikan dan gadis itu malah ingin menjauhinya.


"Anda tahu Nona, jika pemandangan disini kalah cantik dengan anda. Bahkan matahari saja akan minder dengan senyuman anda yang sangat manis ini" ucap David yang melancarkan rayuan nya pada gadis tersebut.


"Apa anda tahu Nona, jika saya pasti akan selalu memikirkan anda setiap saat. Bahkan jika saya tidur juga tidak akan nyenyak jika tidak bisa melihat wajah cantik anda ini" ucapnya lagi sambil menatap dan mengagumi wajah cantik gadis tersebut.


"Makanpun rasanya makan saja akan terasa hambar jika satu hari saja tidak melihat wajah anda Nona. Atau satu detik saja tidak menatap wajah cantik anda" ucap David yang mencium punggung tangan gadis yang hanya diam saja tanpa ekspresi apapun diwajahnya.


David malah heran dengan gadis yang ada dihadapan nya selalu diam dan tidak mengatakan apa-apa. Membuat David mengerutkan keningnya bingung dan dia menatap manik matanya yang sangat jernih itu hanya menatap datar saja. Apa lagi tidak mengatakan apa-apa.


'Apa dia tidak bisa bicara? Atau dia ini gadis gagu? Makanya dia hanya diam saja?' gumamnya dalam hati dan menatap dengan sangat lekat wajah gadis tersebut.


Akhirnya David bertanya lagi pada gadis tersebut dan berhenti menggoda dan merayunya.


"Hei Nona, anda tidak sopan sekali. Jika ditanya sebaiknya katakan sesuatu, jangan hanya diam saja" ucap David yang memegang pergelangan tangan gadis tersebut.


"Lepaskan tangan saya" ucapnya yang menatap David dengan tatapan datarnya.


"Ternyata bukan hanya wajahnya saja yang cantik. Suara anda juga sangat lembut Nona. Kenalkan nama saya David anda?" tanya David yang tidak menyerah untuk ingin tahu siapa nama gadis yang dia pegang itu.


"Lepaskan tangan saya atau?" ucap gadis tersebut yang menodongkan senjata dikepala David.


"Hahaha, jangan main-main Nona. Anda tidak pantas menggunakan senjata, anda lebih bagus memegang bunga dibandingkan dengan senjata ini. Saya yakin jika ini adalah mainan, dan hanya untuk menakut-nakuti saya saja bukan" ucap David yang malah menertawakan gadis tersebut lalu...


DOR...


"Apa ini senjata mainan?" tanyanya dengan seringai dibibirnya.


"Nona, Nona. Jangan main-main dengan itu, itu bukan untuk mainan. Lepaskan itu Nona, anda tidak bisa seperti itu" ucap David yang malah berjalan mundur untuk menjauhi gadis yang sekarang berubah penampilan nya menjadi seperti Mafia-Mafia yang ada difilm-film.


"Bukankah anda menginginkan ini Tuan? Saya akan mengabulkan nya" ucap gadis tersebut lalu...


DOR...


BRUK...


"Tolong jangan main-main Nona. Jangan seperti itu, saya masih ingin hidup" ucap David yang terjatuh dan ngesod mundur menjauhi gadis tersebut.


"Apa jika salah satu dari pluru ini menembus kepala anda apa yang akan terjadi ya? Oh, begini saja. Saya buang semua peluru ini dan hanya menyisakan satu saja bagaimana? Pasti akan lebih menyenangkan" ucapnya yang memang benar-benar melakukan apa yang dia katakan pada David.


Gadis tersebut membuang pluru didalam senjatanya dan hanya menyisakan satu saja didalamnya. Lalu dia mengacungkan senjatanya pada kepala David dengan sangat dekat dengan moncong senjata tersebut.


"Tidak, tidak. Jangan lakukan itu, jangan.... " teriak David yang tidak bisa bergerak sama sekali.


KLEK...

__ADS_1


"Yah gagal. Apa setelah ini akan berhasil?" ucap gadis tersebut sambil tersenyum samar.


"Jangan, jangan lakukan itu Nona. Saya mohon jangan, saya berjanji tidak akan mengganggu anda dan merayu anda. Tolong lepaskan saya, tolong. Aaa" teriak David lagi yang malah memejamkan matanya ketakutan.


KLEK...


"Gagal lagi? Nasib anda memang sedang beruntung Tuan. Tapi apa setelah ini akan beruntung juga? Kita lihat saja" ucapnya yang mentap sinis dan tidak Ds am mendengarkan permohonan dari David.


"Tolong Nona, saya akan pergi dan tidak akan mengganggu anda lagi. Jikapun bertemu tidak sengaja, saya akan pergi dan menghilang seperti buih. Tolong lepaskan saya dan biarkan saya pergi.


"Benarkah? Kenapa tadi saat saya meminta anda untuk melepasakan saya anda hanya diam saja? Apa anda tidak ingat itu?" tanya gadis tersebut dengan terus memainkan senjatanya yang berada ditangan nya.


"Maafkan saya Nona. Sungguh saya minta maaf, saya tidak akan mengulanginya lagi. Tolong lepaskan saya" ucapnya yang memegang kaki gadis tersebut dan menunduk terus memohon. Bahkan David bersujud dikaki gadis tersebut yang malah mundur menjauh dari David.


"Tidak semudah itu Tuan. Karena anda sudah menyentuh anggota tubuh saya tanpa izin, jadi sekarang. Anda harus mendapatkan hukuman nya" ucapnya pada David lalu...


DOR...


"Aaaaa" teriak David sangat kencang dan membuat sekertarisnya dan juga Adi segera berlari kedalam ruangan David dan menuju ruangan istirahatnya.


"Bos, bos. Bangun bos" ucap Adi yang menggoyang-goyangkan tubuh David yang berteriak-teriak dan meminta ampun. Apa lagi tangan dan kakinya bergerak-gerak seperti sedang menahan sesuatu yang akan mendekat kearahnya.


"Bos bangun bos!" teriak Adi yang langsung didengar oleh David.


"Huh.... Cuman mimpi" gumamnya yang langsung duduk saat Adi membangunkan nya lalu memberikan air minum padanya.


"Minum dulu bos" ucap Adi dan langsung disambut oleh David.


"Bos ini kenapa? Malah teriak-teriak seperti Tarzan?" tanya Adi yang sudah dalam mode biasa karena jam kantor sudah habis.


"Gue habis mimpi buruk. Gue hampir saja ditembak oleh Mafia" jawabnya sambil mengatur nafasnya yang masih tersengal-sengal karena mimpi buruknya.


"Habis bos ini sudah sore malah tidur. Jadinya kan mimpi buruk, eh tapi jangan bilang jika bos merayunya dan membuatnya marah?" tanya Adi yang sudah tahu jika sifat bosnya ini akan sangat sensitive jika melihat wanita cantik.


"Dari mana loe tahu gue merayunya?" bukan nya menjawab pertanyaan dari Adi, David malah balik bertanya.


"Saya ini tahu siapa bos, bos akan selalu konek jika masalah wanita. Apa lagi jika wanitanya itu cantik dan sexy, benarkan Tebakan saya?" ucap Adi yang mengatakan semuanya dengan benar lada David.


"Loe memang benar. Dia itu sangat cantik dan juga sangat imut, makanya gue rayu dia dan gombalin dia. Eh, dia malah ngeluarin senjatanya. Untung cuman mimpi, jika tidak sudah wush" ucapnya yang mengibaskan tangan nya keatas menandakan jika dia sudah lewat alias meninggal.


"Makanya bos, ini jadi pelajaran buat anda kedepan nya. Supaya jangan asal merayu orang, jika tadi nyata sudah dipastikan jika anda hanya akan tinggal nama saja bos" ucap Adi yang mendapatkan tatapan tajam dari David.


"Sorry bos, saya hanya mengingatkan anda saja. Syukur didengar, jika tidak juga terserah anda" ucap Adi yang malah duduk ditepi tempat tidur David.


David hanya menghela nafasnya kasar saat mengingat kejadian tadi saat dia bermimpi. Sungguh mimpi itu seperti nyata dan itu sangat mengerikan untuknya.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya buat Othor supaya makin semangat buat selalu up....


Syukur-syukur ada yang ngasih kembang tujuh rupanya dan juga kopi item pait nya...😁😁😁

__ADS_1


Happy reading... 🤗🤗🤗


__ADS_2