
"Mama jangan nakut-nakutin David dong Ma" ucap David yang memegang tangan Mama Lulu dengan sedikit menggoyangkan nya.
"Bukan nya Mama nakut-nakutin kamu Vid. Mama hanya tidak ingin karena kamu hubungan pertemanan dan persaudaraan Mama dengan mereka semua hancur karena kelakuan kamu ini. Mama tidak mau itu sampai terjadi, kamu harus tahu itu" ucap Mama Lulu yang mengatakan nya dengan tegas pada David.
"Oke, aku nggak akan mengganggunya. Tapi jika dia mengejar-ngejar aku jangan salahkan aku loh nanti Ma" ucap David malah mengerlingkan sebelah matanya kepada Mama Lulu.
"Dasar anak kurang garam! Mama nya sendiri digoda" ucap Mama Lulu yang menggeram kesal pada putranya yang satu ini.
"Ampun Ma, Mama ini sebenarnya Mama kandung aku atau bukan sih? Kenapa suka sekali menyiksa anaknya sendiri" keluh David saat Mama Lulu melepasakan tarikan ditelinganya.
"Jika bukan memang kenapa?! Kamu ini adalah anak pungut, puas!!!" ucap Mama Lulu yang semakin kesal akan tingkah David yang semakin menjadi.
"Sudah Lu sudah. Kamu jangan marah-marah terus, kasihan David jika kamu marahin terus. Kamu juga harus jaga kesehatan kamu" ucap Soraya yang menenangkan Lulu yang sedang marah-marah pada David, putranya sendiri.
"Iya nih si Lulu, sejak menikah dan memiliki anak yang modelan seperti si David ini jadi sering marah-marah. Kamu tidak takut kena stroke apa, marah-marah terus?" ucap Rina yang mengatakan kata-kata yang sama persis dengan David saat beberapa hari yang lalu, saat dia menghukumnya.
"Aku juga pernah bilang gitu auntie, tapi Mama tidak mau mendengarnya" timpal David pada auntie Rina.
"Diam kamu! Ini semua gara-gara kamu!" ucap semua orang yang ada disana termasuk Soraya yang ikutan membentaknya juga.
"Salah lagi" gumam David yang akan pergi dari sana menuju halaman belakang rumahnya auntie Soraya tidak jadi karena mendengar ucapan dari sang Mama dan ingin mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh auntie Rina pada Mama nya.
"Kamu do'ain nya jelek banget Rin" ucap Lulu yang mengatakan itu sambil manyun pada Rina.
"Ya habisnya kamu ini marah-marah melulu. Relax Lu, relax. Jika menghadapi anak seperti dia mah gampang, tinggal usir dari rumah dan jangan diberikan fasilitas apapun. Biar dia nyaho!" ucap Rina yang tersenyum puas saat melihat David menatap wajahnya dengan lesu.
Lalu dia berjalan dengan gontai menuju halaman belakang yang tidak jauh dari mereka berdiri tadi. Dia melihat seseorang yang sedang duduk didepan kolam renang yang ada disana. Siapa lagi jika bukan Zahiya yang ada disana.
"Kamu tidak istirahat saja setelah meminum obat?" tanya David yang ikut duduk disamping Zahiya dan mencelupkan kakinya kedalam air kolam.
"Tidak mengantuk" jawab Zahiya dengan menatap kedepan dan memainkan kakinya didalam air. Apa lagi dia hanya menggunakan celana pendek jadi tidak akan membuat celananya basah jika bermain air.
"Seharusnya kamu istirahat, apa lagi luka kamu cukup dalam dan parah. Apa benar kamu tidak apa-apa?" tanya David yang entah kenapa dia seperti sangat khawatir akan keadaan Zahiya.
"Tidak apa-apa. Saya baik-baik saja" jawab Zahiya yang tidak mengalihkan pandangan nya sedikitpun dari depan sana.
"Baiklah" jawab David yang tidak tahu akan mengatakan apa pada Zahiya. Seolah semua kata-katanya yang selalu lancar untuk merayu dan mengucapkan kata-kata manis menghilang entah kemana saat berdekatan dengan Zahiya.
"Uncle sendiri kenapa malah disini? Bukankah uncle biasa dikelilingi oleh wanita-wanita cantik atau mendekatinya?" tanya Zahiya pada David yang merasa tidak suka dipanggil uncle oleh Zahiya.
"Apa tidak bisakah memanggilnya dengan sebutan lain? Kenapa harus uncle?" tanya David yang menatap wajah Zahiya dengan lekat dan sangat dekat.
Bukan nya menjawab pertanyaan dari David, Zahiya malah mengedikan bahunya cuek. Dan tatapan nya masih lurus kedepan sana, David yang biasanya selalu banyak bicara dan mengeluarkan kata-kata rayuan maupun gombalan nya pada wanita. Entah kenapa jika sedang bersama dengan Zahiya, otaknya seakan-akan blank dan tidak bisa berfikir.
Zahiya bangkit dari duduknya dan ingin melangkah, tapi malah kakinya terpeleset hingga...
BYUR....
Zahiya dan David tercebur kedalam kolam bersama-sama. Karena saat David ingin menangkap tubuh Zahiya, dia juga malah ikut tercebur bersama dengan Zahiya.
__ADS_1
"Hahaha" David bukan marah atau kesal karena sudah tercebur bersama malah tertawa saat keduanya masih berada didalam kolam renang.
Zahiya juga malah tersenyum saat melihat dirinya dan David sedang berada dalam kolam yang sama dan dengan posisi yang sangat dekat pula. Tangan David terulur untuk menyentuh pipi Zahiya yang tertutup oleh rambutnya.
"Kamu terlihat sangat cantik jika sedang tersenyum seperti ini" ucap David yang mengusap pipi Zahiya dan menyentuh bibir Zahiya yang sedikit terbuka.
Zahiya yang mendapatkan perlakuan manis dari David memejamkan matanya dan pipinya juga terlihat merah mungkin dia malu karena ini baru pertama kalinya untuk Zahiya mendapatkan perlakuan seperti ini dari seorang pria, apa lagi pria ini adalah pria dewasa yang sudah sangat mengerti dan pastinya sangat berpengalaman dalam hal ini. Zahiya menjadi salah tingkah dibuatnya saat dia sadar jika David sedang tersenyum kearahnya dengan senyuman yang sangat manis.
'****!! Kenapa dia terlihat sangat cantik sekali? Apa lagi saat tersenyum seperti ini, sungguh pengen karungin dan bawa pulang. Loe juga tung, malah ngereog kagak karuan gini. Baru liat yang bening kek gini loe' ucap David dalam hati sambil menatap wajah Zahiya.
"Sebaiknya lewat sini saja, jika tidak pasti akan banyak pertanyaan dari semua orang yang ada disana" ucap Zahiya yang berjalan menuju pintu masuk kedalam ruangan lain supaya tidak terlihat oleh orang.
"Hmm" jawab David yang mengikuti Zahiya dari belakang dan dia terus mengumpat karena dia melihat lekuk tubuh Zahiya yang terlihat sangat sexy dengan pakaian basahnya.
'****!!! Kenapa harus melihat itu semua? Loe lagi, kenapa harus bangun disituasi yang tidak tepat sih... Bisa-bisa turun harga gue dihadapan gadis pula. Tapi dia memang benar-benar sangat cantik dan sangat sexy sekali' ucap David saat melihat sexy walau dia menggunakan tang top untuk menutupi pakaian dalam yang dia kenakan.
"Uncle menggunakan kamar ini saja untuk berganti pakaian. Aku menggunakan kamar sebelah" ucap Zahiya yang membukakan pintu kamar yang harus digunakan oleh David.
"Hmm, aku masuk dulu. Sudah kedinginan sejak tadi" ucap David yang menghindar dari Zahiya. Karena dia bukan kedinginan karena kecebur kolam. Melainkan kedinginan karena berfikiran macam-macam saat melihat lekuk tubuh Zahiya.
Zahiya masuk kedalam kamar sebelah dengan menggeleng melihat sikap David yang mendadak aneh. Sedangkan David malah ngereog tidak karuan saat sudah berada didalam kamar.
"Aaaa, kenapa gue jadi gila gini sih hanya karena bocah itu. Tapi dia sudah bisa guess ajak bikin bocah juga" ucap David yang malah berfikiran mesum saat mengingat pakaian Zahiya yang transparan karena basah.
"Kenapa loe ngangguk-ngangguk? Ngeces pula lagi, loe belum boleh asal masuk sarang. Jika nanti sudah bertemu dengan yang cocok baru loe bisa memasuki sarangnya dengan tenang dan damai. Anjir gue benar-benar gila, ngajak ngomong siotong" ucap David yang langsung masuk kedalam kamar mandi.
Dia menggunakan bathrobe yang sudah disediakan didalam kamar mandi. Dia keluar sambil mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil. Zahiya yang mengira jika David masih berada didalam kamar mandi langsung masuk saja tanpa mengetuk pintu dulu.
"Uncle ini pakai.... " belum selesai Zahiya mengucapkan kata-katanya dia malah terjatuh tepat setelah David keluar dan menangkap tubuh Zahiya yang akan terjatuh.
BRUK...
Karena lantainya basah jadi mereka berdua terjatuh lagi dengan posisi yang sangat intim. Bagaimana tidak intim, Zahiya jatuh tepat diatas tubuh David yang hanya menggunakan bathrobe saja. Dirinya juga sama, menggunakan bathrobe. Hanya saja Zahiya sudah menggunakan pakaian dalamnya.
"Apa yang kalian lakukan disini!!" teriak Oma Rena yang mendengar ada suara gaduh disebelah kamarnya.
Zahiya hanya memejamkan matanya dan langsung bangkit dari atas tubuh David dan langsung berdiri. David juga melakukan hal yang sama seperti Zahiya. Dia bangun dan berdiri disamping Zahiya, bersiap untuk diadili.
"Sedang apa kalian didalam kamar? Kenapa kalian hanya menggunakan bathrobe? Apa yang sudah kalian lakukan disini?!" teriak Oma Rena yang membuat semua orang yang ada diruangan lain langsung berlari kearah suara Oma Rena yang berteriak.
"Ma, ada ap...." Soraya yang bertanya pada Oma Rena langsung berhenti saat melihat Zahiya dan David hanya menggunakan bathrobe saja.
"Kalian apa yang kalian lakukan?" tanya Soraya sudah salah faham padanya kedua orang yang sedang diam dan menunggu apa yang akan terjadi pada mereka berdua.
"Zahi bisa kamu jelaskan pada Mommy?" tanya Azalya yang melihat jika Zahiya memberikan isyarat mata kalau dia tidak melakukan apa-apa dengan David.
"Azalya, kami tidak melakukan apa-apa. Kami tadi dari belakang dan duduk ditepi kolam renang, lalu kami terpeleset dan terjatuh dan basah kuyup. Lalu Zahiya menyuruh ku untuk menggunakan kamar ini untuk mengganti pakaian. Sedangkan Zahiya menggunakan kamar sebelah. Zahiya kemari untuk mengantarkan pakaian kemari dan kami terpeleset lagi karena lantainya licin. Kalian bisa lihat sendiri bukan kondisi disini seperti apa?" bukan Zahiya yang menjelaskan. Melainkan David, tapi semua orang tidak ada yang percaya akan ucapan David.
Sedangkan Zahiya hanya diam saja dan bungkam. David merasa gemas karena Zahiya tidak mengatakan apa-apa dan menjelaskan semuanya.
__ADS_1
"Zahiya, jelaskan pada mereka jika kita tidak melakukan apa-apa. Kenapa kamu hanya diam saja" ucap David yang frustasi karena kebungkaman Zahiya.
"Kamu benar-benar keterlaluan David!! Mama sudah bilang jangan pernah mengikuti jejak Papa kamu yang ba****an itu. Dan Mama sudah bilang tadi, jika kamu jangan pernah berbuat macam-macam. Kamu, kamu membuat Mama sangat kecewa Vid. Sangat" ucap Mama Lulu yang menangis tersedu-sedu saat dia melihat dengan mata kepalanya sendiri saat Zahiya berada diatas tubuh David.
"Ma, sungguh. David tidak melakukan apa-apa padanya Ma, please percaya padaku. Aku memang seorang playboy dan sering gonta ganti wanita, tapi aku tidak pernah berbuat sejauh itu. Ma, tolong percaya padaku Ma. Untuk kali ini saja" ucap David yang bersimpuh dihadapan Mama Lulu yang masih menangis dan menutup wajahnya.
"Kamu bukan anak Mama David. Mama sudah benar-benar sangat kecewa" ucap Mama Lulu yang menagis.
"Yang dikatakan oleh uncle benar semuanya, aku tidak tidak pernah melakukan apapun dengan nya. Aku hanya mengatarkan pakaian, itu saja. Jari jangan berfikiran macam-macam padamu kami berdua" ucap Zahiya tanpa ekspresi apapun diwajahnya.
"Oh God!! Kamu ini memang benar-benar titisan Zayn Malik. Bagaimana kamu bisa mengatakan semuanya dengan sangat tenang dan lihat wajah kamu ini yang sangat datar" ucap Azalya yang menunjuk wajah Zahiya yang sangat datar itu.
"Sudahlah Azalya, nikahkan saja mereka berdua. Dari pada malah membuat malu keluarga, lebih baik mereka berdua menikah" ucap Oma Rena yang merasa jika semua adalah Deja Vu, karena kejadian ini sama seperti kejadia dimana Azalya dan Zayn melakukan hal yang sama persis dengan yang dilakukan oleh David dan Zahiya.
(Jika penasaran dengan kisah Zayn dan Azalya. Baca novel Othor berjudul MR. Z CEO OF THE MAFIA masih ongoing juga) Sekalian promo😁.
"Maksud tante apa? Apa kalian menerima putraku yang seperti ini? Saya malu pada kalian semua, apa lagi dia sudah dicap jelek oleh semua orang. Dan sekarang berbuat kesalahan dan akan semakin membuat kalian malu nantinya" ucap Mama Lulu pada Oma Rena dan menatap semua orang yang ada disana.
Semua orang hanya diam dan sekarang sudah berada diruangan keluarga. Zayn juga sudah ada disana bersama dengan Daffy juga. David dan Zahiya juga sudah menggunakan pakaian mereka untuk menerima apa yang akan mereka dapatkan setelah semuanya orang sudah kumpul.
Devon, Lulu, Rina, Rudi, Danu, Soraya, Oma Rena dan Opa Wijaya juga para anak dan cucu-cucu mereka sudah berkumpul untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada mereka berdua. David yang merasa jika dirinya seperti seorang narapidana yang siap menunggu hukuman hanya bisa berdo'a dan menghela nafasnya berulangkali.
Zayn mentap David dengan datar dan dingin nya. Dan ekspresi itu sama persis dengan Zahiya sekarang. Itu membuat David hanya menghela nafasnya saja.
'Kenapa mereka berdua sama persis. Sama-sama datar dan sama-sama dingin, bagaimana mereka berbicara jika semuanya mempertahankan kebungkaman mereka berdua?' ucap David dalam hati yang menatap kearah Zahiya dan Zayn.
Tapi saat mendapatkan tatapan dari Zayn dia langung ciut dan tidak berani mengangkat wajahnya lagi. Dia hanya bisa menunduk dan menghela nafasnya.
"Ehm, maaf saya selaku Ayah dari David ingin meminta penjelasan dari kalian semua. Terutama dari kamu Vid, Papa ingin tahu semuanya. Supaya jelas dan tidak terjadi kesalahfahaman" ucap Devon menatap wajah David dengan tatapan tegasnya.
"Sudah aku katakan Pa, jika aku dan Zahiya tidak melakukan apa-apa. Kenapa tidak ada yang percaya padaku?" jawab David dengan menunduk dan dia mengepalkan tangan nya dan saling mere*as satu sama lain.
"Lalu kenapa kalian ada didalam satu ruangan yang sama? Dan dengan posisi yang seperti itu? Apa itu dinamakan tidak melakukan apa-apa?!" tanya Devon lagi dengan tegas dan menaikan suaranya dua oktav lalu menatap David dengan tajam.
Sejak dulu Devon memang tidak pernah berkata tegas apa lagi mengatakan nya dengan nada tinggi. Apa lagi sampai membentaknya, ini baru Devon lakukan saat dia benar-benar sudah merasa sangat marah dan tidak bisa ditahan lagi.
"Cukup! Jika dia dan putriku tidak melakukan apa-apa kenapa harus ada kejadian seperti ini? mengumpulkan semua orang dan saling menyalahkan? Apa ini yang dinamakan diskusi atau menengahi? Lebih baik selesaikan semuanya dengan baik. Jika kalian berdua terbukti melakukan itu semua maka saya sendiri yang akan menghukum mereka berdua. Dengan persetujuan ataupun tidak dari kalian semua" ucap Zayn yang sejak tadi diam sekarang bersuara. Dan membuat mereka semua diam tanpa berani menatap Zayn. Karena aura Zayn sudah membuat nyali mereka semua ciut.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya....
Yang belum subscribe, langsung subscribe ya... Supaya bisa tahu jika Othor sudah up... Rate ⭐️5 nya ya.... Othor tunggu...
Happy reading.... 🤗🤗🤗
__ADS_1