Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan

Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan
Bab 58. Cacing kremi


__ADS_3

"Apa yang perlu kita bahas sekarang?" tanya Tama sambil menatap kearah David yang hanya diam saja.


"Ini, ini semua kita bahas bersama dan bagi tugas. Karena aku tidak mungkin melakukan sekuat ini sendiri dalam waktu cepat" jawab David yang menyerahkan tumpukan berkas yang ada diatas mejanya, dia pindahkan dihadapan Tama.


"Oke" jawab Tama yang mengambil beberapa dan mulai membacanya. Walau awalnya dia tidak mengerti, setelah Zaniya dan dia mulai memimpin perusahaan sendiri. Dia bisa mengerjakan nya dan bahkan perusahaan nya sudah semakin maju berada ditangan nya.


"Kalian berdua juga sekarang mengarjakan semuanya. Saya ada meeting sebentar dengan klien" ucap David yang mengambil berkas yang diberikan oleh Jamil yang sekarang menjadi sekertaris merangkap menjadi asisten pribadi.


"Jika begitu, kami pergi saja dan ini sudah dibagi dua berkasnya. Karena saya juga sedang sibuk dan tiga puluh menit kedepan bertemu dengan klien saya juga" ucap Tama yang mengambil asal berkas yang David berikan padanya.


"Tunggu dulu, sebagian ada yang sudah saya kerjakan. Jadi anda periksa lagi saja, saya bantu" ucap David yang sebenarnya sudah telat untuk bertwmu dengan klien nya.


"Ini, ini semua boleh anda bawa. Karena ini pekerjaan untuknya anda, terimakasih dan maaf saya buru-buru" ucap David yang membawa berkasnya yang tadi berada diatas meja.


"Apa dia sesibuk itu?" gumam Tama yang bisa didengar oleh Mark dan Jimmy.


"Seperti yang saya ketahui beliau akan menemui beberapa klien setelah pertemuan ini" jawab mak dengan datarnya.


"Apa beliau sesibuk itu? Pantas saja dia tidak sanggup jika menghandle semua ini sendiri" ucap Jimmy yang membawa berkas yang berada didepan nya bersama dengan Tama.


"Baiklah kami akan pergi sekarang. Berarti kamu kerjakan disini sendiri, jangan mengecewakan" ucap Jimmy yang mengatakan itu pada Mark.


Sedangkan Mark hanya diam dan mengangguk saja akan apa yang dikatakan oleh Jimmy padanya.


.


Didalam ruangan meeting dia malah bertemu dengan cacing kremi yang sudah lama dia Hindari dan ini malah datang lagi. Siapa lagi yang David sebut cacing kremi jika bukan Yunara. Dia datang lagi tanpa menyerah untuk bisa kerjasama lagi dengan perusahaan David.


'Kenapa tuh cacing kremi datang kemari lagi? Bukan nya Mama bilang dia sudah kapok dan tidak akan kemari lagi karena kena mental dengan ucapan Mama sebelumnya? Ah, sudahlah. Kita lihat saja nanti, jika dia macam-macam. Akan gue kasih pelajaran yang berharga untuknya' gumam David dalam hati dan dia tersenyum smirks saat melihat bagaimana Yunara sangat bahagia bisa bertemu dengan nya saat ini.


"Selamat siang Tuan David Tomlinson, terimakasih sudah mau menemui saya dan akan menjalin kerjasama juga dengan perusahaan saya" ucap Yunara dengan sangat percaya dirinya mengatakan itu pada David.


"Siang, silahkan duduk Nona Yunara Winata" jawab David yang mengatakan nya dengan formalnya, juga tegas dan biasa saja menanggapi senyuman dari Yunara.


"Bisa kita mulai sekarang Nona?" tanya David yang melihat Yunara hanya diam saja dan senyum-senyum sendiri tidak jelas.


"Ah, iya Tuan. Silahkan" jawab Yunara tidak berhenti tersenyum dan dia sepertinya sangat bahagia sekali mengatakan nya pada David.


David menjelaskan semuanya dengan sangat teliti dan juga sangat jelas pada Yunara dan sekertarisnya itu. Begitu juga dengan Jamil yang mencatat point-point penting yang David katakan. Setelah David menjelaskan semuanya, Yunara mulai menjalankan aksinya untuk bisa dekat dengan David.


"Tuan, ini sudah waktunya makan siang. Apa anda bersedia untuk makan bersama dengan kami? Kebetulan kami juga baru membuka restaurant dekat-dekat sini. Jika anda tidak keberatan saya mengundang anda secara langsung" ucap Yunara yang menawarkan supaya David ikut makan siang bersama dengan nya.


"Maaf Nona Yunara. Saya sudah ada janji dengan anak dan istri saya, jadi saya tidak bisa" jawab David tanpa mengalihkan pandangan nya dari layar ponselnya yang sedang menampilkan pesan dari Zahiya.


"Baiklah, jika lain kali anda pasti bisa kan Tuan? Karena ini adalah bentuk dari perayaan atas kerjasama kita yang sudah sepakat ini" tanya Yunara yang tidak menyerah juga akan mengajak David makan bersama dengan nya.

__ADS_1


'Dasar cacing kremi, pantas saja si Bos malas dengan nya. Juga Mama Lulu yang sangat kesal padanya, sudah ditolak masih saja nekad' ucap Jamil dalam hati yang juga merasa kesal akan tingkah Yunara yang memang tidak tahu malu.


"Kenapa Nona? Maaf saya harus pergi sekarang" ucap David yang langsung beranjak pergi dari ruangan meeting sambil terus tersenyum saat menatap layar ponselnya itu.


"Silahkan Nona Yunara dan anda sekertarisnya. Boleh keluar sekarang, karena sudah selesai semuanya. Pintu keluarnya berada disana" ucap Jamil yang tidak berhenti tersenyum saat mengatakan itu pada Yunara dan sekertarisnya.


Yunara langsung pergi dari sana tanpa mengatakan apa-apa. Mungkin dia sudah sangat kesal sekali, karena dia diusir dan tidak dihiraukan oleh David lagi. Tidak seperti beberapa tahun yang lalu, dia begitu dengan mudah dia dekati dan bahkan bisa menjalin hubungan. Tapi sekarang malah tidak tersentuh sama sekali.


.


Sedangkan David sedang berjalan menuju ruangan nya kembali sambil terus menatap layar ponselnya dan dia juga selalu tersenyum dan berulang-ulang membaca pesan dari Zahiya.


By, aku sudah ada diruangan Hubby bersama dengan Ez. Kami membawakan sesuatu untuk Hubby dan kita menunggu, jika dalam waktu lima menit Hubby tidak datang. Maka aku tidak akan memberikan sesuatu yang akan membuat Hubby senang dan juga ketagihan tentunya😘😘.


Kira-kira begitu isi pesan dari Zahiya. David sangat tahu apa sesuatu yang akan dia dapatkan, maka dari itu dia langsung buru-buru pergi dari sana dan meninggalkan Yunara yang memang tidak penting itu.


David memasuki ruangan nya dan ternyata masih ada Mark dan bertambah lagi, ada Angga dan Marcos tentunya. Kembar siam menurut David, karena kemanapun Angga pergi pasti akan ada Marcos.


"Kalian boleh tunggu diluar" ucap David yang tidak ingin diganggu acara makan siangnya dengan Zahiya dan Alvarez.


"Pipi, Ez sama Mimi membawakan ini untuk Pipi" ucap Alvarez yang langsung David gendong dan mereka saling berpelukan. Walau setiap hari mereka bertemu, tetap saja mereka akan seperti ini jika bertemu.


"Benarkah? Pipi sangat senang sekali jagoan, sayang" ucap David yang memeluk Zahiya juga langsung mencium keningnya dan mengusap punggungnya dengan lembut.


"Tentu saja suka, ayo kita makan bersama" ucap David yang mendudukan Alvarez diatas sofa dan dia juga ikut duduk disamping Alvarez.


Sedangkan Zahiya menyiapkan makanan untuk kedua pria kesayangan nya itu. Zahiya juga menyiapkan makanan untuknya sendiri, lalu mereka bertiga makan bersama.


"Jagoan, sudah waktunya jagoan bobok dan sekarang pulanglah bersama dengan Opa Angga atau Opa Marcos, oke" ucap David yang diangguki oleh Alvarez yang memang selalu seperti ini setiap hari jika mereka berdua mengantarkan makan siang kekantornya David.


"Aku sangat merindukan kamu sayang" ucap David saat Zahiya selesai membereskan kotak makan bekas mereka bertiga makan siang.


"Baru tadi pagi By, kita bertemu. Masa sudah kangen saja sih?" tanya Zahiya yang membiarkan David memeluknya dari belakang dan menaruh dagunya diatas bahunya.


"Aku akan setiap hari merindukan kamu dan selalu terus merindukanmu juga selalu seperti ini setiap hari. Apa kamu keberatan sayang?" tanya David yang membalikan tubuh Zahiya untuk menghadapnya.


"Tentu saja tidak By, justru aku sangat senang. Tapi, bukankah Hubby habis bertemu dengan seseorang yang sangat cantik dan juga sexy? Aku kira akan melupakan aku dan tidak akan cepat-cepat datang kemari" jawab Zahiya yang memeluk David dan menyandarkan kepalanya pada dada bidang David.


"Cacing kremi itu? Dih, amit-amit. Lebih baik bersama dengan kamu dan kita bisa terus seperti ini" ucap David yang memeluk Zahiya dengan erat lalu mengusap rambut Zahiya dan mengecupinya.


"Oh iya, tumben kemari sayang? Bukankah tadi pagi bilang jika tidak akan keluar rumah dulu sampai beberapa minggu kedepan? Kenapa sekarang kemari? Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada kalian berdua lagi" ucap David yang bertanya berbagai pertanyaan pada Zahiya.


"Emm, aku, aku sengaja datang kemari sekarang. Karena aku ingin memberikan sesuatu yang sangat penting dan pasti akan membuat Hubby bahagia dan pastinya tidak akan bisa Hubby bayangkan. Begitu juga dengan aku" ucap Zahiya yang mengatakan nya sambil tersenyum dan memeluk pinggang David dengan erat.


"Benarkah? Apa itu sayang, jangan membuat aku penasaran? Atau aku tahu, kamu akan memberikan service yang terbaik untuk aku?" tanya David sambil menaik turunkan alisnya menggoda Zahiya.

__ADS_1


"Enak saja, jika itu nanti malam saja. Karena sekarang Hubby tebak dulu apa yang akan aku berikan untuk Hubby. Jika tebakan Hubby benar aku akan melakukan apapun untuk Hubby, bagaimana?" ucap Zahiya memberikan penawaran pada David.


"Bilah juga penawaran anda Queen Z. Emm, sebentar... Apa kamu baru menemukan sesuatu yang bisa membuat program baru? Atau sudah menciptakan aplikasi baru lagi yang mungkin akan membuat semakin meningkatkan system perusahaan?" jawab David dan dia bertanya sambil memeluk pinggang Zahiya dengan mesra dan tangan nya sudah menjalar kemana-mana.


"Jawaban nya salah semua By, Iihhh, lepaskan dulu. Akan aku kasih tahu dulu" ucap Zahiya yang melepasakan belitan tangan David pada pinggangnya.


"Biarkan seperti ini dulu sayang. Nanti setelah semuanya selesai baru aku akan melepasakan nya" ucap David yang memeluk Zahiya, dan hanya memeluk saja tanpa melakukan apa-apa selain pelukan. Juga usapan pada perut Zahiya.


"Apa Hubby tahu, jika saat aku periksa tadi. Aku sudah meminta uncle Aaron untuk menyiapkan semua alat-alat medis didalam rumah dan itu sudah disetujui oleh Mama dan Papa" ucap Zahiya yang membuat David mengernyitkan keningnya merasa bingung.


Pasalnya menurut David, semua alat-alat medis itu tidak untuk dimiliki oleh sembarangan orang dan juga harus izin pada pihak yang berwajib juga menuruti berbagai prosedur yang sangat rumit. Hanya rumah sakit besar dan ternama yang bisa memilikinya. Bukan sembarangan juga, tapi dia melupakan jika Zahiya siapa dan bisa melakukan apa saja yang dia inginkan.


"Kenapa Hubby diam saja? Apa Hubby tidak percaya?" tanya Zahiya saat melihat David hanya diam saja dan dia segera mengambil sesuatu didalam tasnya untuk diberikan pada David.


"Bukan begitu sayang. Aku hanya sedang berfikir saja, bagaimana caranya bisa mendatangkan berbagai alat-alat medis yang lengkap rumah kita dan dimiliki secara pribadi? Kenapa bisa dibawa pulang dan disimpan dirumah kita?" tanya David setelah menjawab pertanyaan dari Zahiya.


"Oh, Hubby fikir kami tidak bisa melakukan itu semua? Bahkan dulu saja saat Mommy sedang hamil, Daddy melakukan hal yang sama. Jadi, karena Hubby tidak bisa mendatangkan nya. Maka aku sendiri yang mendatangkan semuanya sendiri" jawab Zahiya yang membuat David mengangguk-anggukan kepalanya saja sambil dia mengingat-ingat setiap perkataan yang diucapkan oleh Zahiya.


"Tunggu dulu, kamu bilang saat Mommy sedang hamil Daddy melakukan hal itu. Jadi.... Jangan bilang, jika kamu sedang.... " teriak David yang membuat Zahiya mengangguk dan tersenyum tipis.


"Benarkah sayang? Apa ini tidak salah? Apa semuanya benar-benar terjadi?" tanya David lagi yang sudah akan menangis, dia benar-benar sangat terharu akan semua ini.


"Iya By, bahkan bukan hanya dua. Dia adalah empat By, Allah telah mendengarkan do'a-do'a kita. Mereka disini sangat sehat dan Hubby adalah orang pertama yang aku berikan tahu. Semua orang tidak ada yang tahu, mereka tahunya aku hanya periksa kesehatan saja tadi" jawab Zahiya dengan senyuman dibibirnya dan dia juga ikut menangis, sama seperti David.


"Ya Allah, terimakasih banyak Ya Allah. Kau telah memberikan hadiah yang sangat istimewa dari segala yang telah Kau berikan sebelumnya. Terimakasih banyak Ya Allah" ucap David yang bersujud syukur atas kabar yang membahagiakan ini untuknya.


Mereka berpelukan bersama dan saling menangis. Sedangkan diluar ruangan merasa bingung saat mendengar tangisan dari dalam ruangan David. Tentu saja Angga dan Mark langsung masuk tanpa aba-aba pagi, dan senjata sudah siap ditangan mereka masing-masing. Saat masuk mereka terkejut bukan kepalang, saat melihat Queen dan Tuan nya sedang menangis dan berpelukan bersama.


"Queen, apa semuanya baik-baik saja? Apa ada penyusup yang masuk?" tanya Angga yang sudah sangat panik dan khawatir akan keadaan Zahiya sekarang, juga David yang sangat kacau.


"Kami baik-baik saja uncle. Justru kami sedang menangis bahagia" jawab Zahiya yang mengurai pelukan nya dan meminta David untuk bangkit dari duduknya diatas lantai.


"Jika baik-baik saja, kenapa anda menangis seperti ini Queen? Kami tidak tahu apa yang terjadi, maaf jika kamu lancang. Karena langsung masuk kedalam tanpa permisi lagi" tanya Angga dan dia meminta maaf juga pada Zahiya, yang sudah menerobos masuk.


"Tidak apa-apa uncle, uncle tidak salah. Nanti akan saya beri kabar, karena jika disini. Akan ada yang mendengarnya dan semuanya akan kacau sebelum waktunya" jawab Zahiya yang meminta Angga tidak merasa bersalah karena telah menerobos masuk tanpa meminta persetujuan.


"Baiklah kalau begitu Queen. Kami permisi dulu, kami akan menunggu diluar saja" ucap Angga dan diikuti oleh Mark dibelakngnya.


Sedangkan David masih menatap Zahiya dengan tatapan bahagianya dan juga sangat senang mendapatkan kabar yang membahagiakan ini. Dia langsung memeluk Zahiya kembali dan mereka berpelukan kembali karena terlalu bahagia.


"Kita pulang sekarang sayang, aku ingin mengumumkan kabar bahagia ini pada semua orang yang ada didalam rumah" ucap David yang diangguki oleh Zahiya.


"Jangan katakan disini By, karena jika bukan didalam rumah. Dinding saja bisa mendengarnya, lebih baik kita sekarang pulang dan bicarakan semuanya dirumah saja" ucap Zahiya yang membuat David mengerti. Karena kejadian yang dulu saja sudah membuatnya trauma, jangan sampai yang sekarang juga membuatnya semakin merasa bersalah lagi pada istrinya.


Karena Zahiya memiliki banyak musuh dimana-mana. Jadi David tidak ingin membuat kesalahan lagi dan bisa saja itu membuatnya menyesal seumur hidupnya. Jadi lebih baik dia diam dan akan mengabarkan semuanya setelah sampai rumah.

__ADS_1


__ADS_2