
Ternyata dia benar dan jika dia adalah Belinda Franklin, tapi dia selalu kabur kemanapun yang dia bisa dan bersembunyi dari orang-orang yang mengejarnya sejak dulu.
Dulu dia bersembunyi dari orang-orang yang mengejarnya dan ingin membunuhnya, karena kedua orang yang sudah membantunya selama ini sudah tidak ada lagi. Jadi dia hanya sendiri dan mengandalkan dirinya sendiri untuk bisa lepas dari orang-orang itu.
"Boleh saya menemuinya? Saya ingin menanyakan sesuatu padanya" tanya David yang ingin beranjak tapi ditahan oleh Angga yang tidak mengizinkan nya menemui tawanan itu.
"Tidak boleh Tuan, karena Queen melarang saiapa saja masuk kedalam ruangan introgasi. Jika bukan orang khusus yang menangani itu semua. Maafkan saya Tuan, karena saya hanya menjalankan perintah dari Queen Z dan King Z langsung. Kami selaku bawahan tidak berani melanggarnya" jawab Angga dengan tegas dan juga menjelaskan semuanya pada David.
"Baiklah kalau begitu, saya akan meminta bantuan istri saya saja. Tolong kalian jangan apa-apakan dia, dia adalah adik dari sahabat baiknya saya" ucap David yang langsung pergi dari sana dan mengajak orang yang tadi dia ajak kemari untuk menunjukan jalan.
"Anda mendengarnya sendiri Queen? Jika Tuan memang hanya ingin tahu saja dan selalu menghormati keputusan anda sebagai seorang istri" ucap Angga yang mengatakan nya pada Zahiya.
"Terimakasih banyak uncle, sekarang uncle bawa dia kemari dan jangan sampai dia tahu jalan kemari" ucap Zahiya yang langsung memutuskan sambungan ponselnya setelah mengatakan itu pada Angga.
"Semoga saja kamu mau mendengarkan ucapan ku. Jika tidak, terpaksa aku akan memberikan obat penghilang ingatan penuh padamu" gumam Zahiya segera turun untuk bergabung dengan yang lainnya didalam ruangan keluarga.
"Kamu dari mana sayang? Kenapa luar dari sana?" tanya Mama Lulu saat melihat arah dimana Zahiya keluar.
"Aku habis melihat ruangan kendali Ma, tadi ada masalah katanya. Jadi aku membetulkan system nya kembali" jawab Zahiya dengan santai dan dia berjalan mendekat kearah Mama Lulu.
"Kamu jangan banyak bergerak sayang. Kamu ini sedang hamil dan juga bukan hanya satu atau dua saja. Jadi kamu harus banyak istirahat dan badrast" ucap Mama Lulu yang membuat Zahiya merasa senang tapi juga merasa tidak nyaman jika harus berdiam diri saja dirumah dan tidak melakukan apapun.
"Tapi Ma, kata dokter juga aku harus bergerak juga. Karena jika aku malas-malasan mau jadi apa aku ini Ma" jawab Zahiya yang memberikan alasan yang membuat Mama Lulu mengerti akan apa yang dikatakan oleh Zahiya.
"Baiklah, tapi tetap harus hati-hati. Tapi, bukankah tadi pagi kamu bilang kamu hanya periksa saja dan tadi David malah mengabarkan kabar bahagia ini?" tanya Mama Lulu lagi yang penasaran akan jawaban Zahiya nantinya.
"Aku sengaja ingin memberitahu bang David dulu sebelum Mama dan yang lainnya. Maaf jika aku merahasiakan ini dari kalian semua" jawab Zahiya yang membuat Mama Lulu mengerti dan juga sangat senang.
Karena jika mereka lebih dulu yang tahu, maka David akan menganggap jika dia tidak dihargai sebagai suami dan yang mengharapkan kehadiran mereka berempat.
"Iya sayang, tidak apa-apa. Itu yang lebih baik, karena Mama tidak mau melihat David yang ngambek. Dia kalo ngambek itu suka lama dan bahkan mirip anak kecil, Mama malas melihatnya" ucap Mama Lulu yang membuat Zahiya merasa jika David memang sedang ngambek padanya karena masalah dia mengatakan terpaksa menikah dengan nya dan menjadi istrinya.
'Ya Allah, aku sudah membuat Hubby marah padaku. Aku takut jika dia akan lama marah dan mendiamkan aku' gumam Zahiya dalam hatinya dan dia berfikir lagi dengan fikiran, bukan hatinya lagi.
'Kenapa aku selalu seperti ini? Tidak seperti biasanya, yang mana aku biasa saja menghadapi seseorang. Kenapa menghadapi suami tua ku itu rasanya lebih sulit rasanya?' ucapnya lagi sambil terus berfikir dengan otak cerdasnya itu.
"Kamu kenapa diam saja sayang? Apa ada sesuatu yang terjadi?" tanya Mama Lulu yang melihat Zahiya hanya diam saja.
"Emm, nggak apa-apa Ma" jawab Zahiya yang menggelengkan kepalanya saja saat Mama Lulu menanyakan itu padanya.
"Benar tidak apa-apa?" tanya Mama Lulu lagi memastikan jika semuanya baik-baik saja.
"Iya Ma, aku baik-baik saja dan tidak ada yang terjadi. Aku membangunkan Ez dulu, dia sudah terlalu lama tidurnya" jawab Zahiya yang segera pamit setelah mengatakan itu pada Mama Lulu.
Mama Lulu hanya bisa menatap kearah Zahiya dan bisa melihat punggungnya saja yang semakin menjauh. Mama Lulu merasa jika ada sesuatu dengan Zahiya, tapi Mama Lulu tidak tahu itu apa. Karena selain wajah Zahiya tidak bisa ditebak, dia juga selalu bersikap datar-datar saja.
Tidak lama kemudian David datang bersama dengan orang dari ruangan kendali. Dan itu membuat Mama Lulu merasa bingung dan juga heran akan putranya itu.
"Kamu dari mana Vid?" tanya Mama Lulu yang mencegah David menuju tangga.
__ADS_1
"Aku buru-buru Ma, nanti aku jelaskan" jawab David yang tidak berhenti, walau sudah dicegah oleh Mama Lulu.
"Kenapa dia? Kenapa aneh sekali?" gumam Mama Lulu yang menatap punggung David yang sudah menuju kamarnya.
"Dasar aneh, tadi istrinya yang seperti itu. Sekarang malah ganti dia yang begitu" gumam Mama Lulu yang heran atas sikap anaknya dan menantunya itu.
"Siapa yang aneh Ma?" tanya Safia yang melihat Mama Lulu menggerutu sendiri dan tidak ada siapa-siapa disana selain Mama Lulu saja.
"David, dia sangat buru-buru naik kelantai dua. Entah kenapa" jawab Mama Lulu yang menatap kearah Safia.
"David? Dimana David? Aku tidak melihat adanya David" tanya Safia lagi yang melihat kanan dan kirinya tidak ada siapa-siapa.
"Dia sudah didalam kamarnya mungkin. Dia itu entah kenapa berlari-larian dan langsung masuk kedalam kamarnya saja. Membuat bingung saja" jawab Mama Lulu dan Safia hanya mengangguk-anggukan kepalanya saja.
Sedangkan didalam kamar, David sedang mencari istrinya yang entah pergi kemana. Dia sudah mencarinya kemana-mana tapi tidak ditemukan nya.
Zahiya malah sedang bersama dengan seorang wanita yang tadi berada didalam markas. Sekarang sudah berada didepan nya sekarang.
"Apa kau masih mengingat suara saya Nona Belinda Franklin?" tanya Zahiya dengan tatapan datarnya dan wajah yang sangat dingin.
"Apa yang anda inginkan dari saya? Saya sudah menyerahkan anak ku pada anda, kenapa anda malah menyekap saya seperti ini?" tanya wanita yang bernama Belinda tersebut.
"Benarkah? Bukankah kau mengawasi rumah saya? Ada maksud apa? Atau kau ingin melanggar perjanjian yang kita buat? Jika iya, kau salah besar telah melwan saya" tanya Zahiya lagi dan dia sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Belinda Franklin.
"Saya, saya tidak tahu jika yang saya lihat dan saya dekati adalah rumah anda. Saya hanya sedang mencari informasi tentang keberadaan keluarga saya yang tersisa. Itu saja" jawabnya dengan gugup dan dia tidak tahu jika wanita dihadapan nya tidak bisa ditipu hanya dengan ucapan saja.
"Hahaha, kau kira saya percaya? Bukankah kau sudah tahu dimana keluarga mu dan juga kau sudah berada didalam keluarga besar itu. Apa kau masih mau mengelak dan tidak mau berkata jujur apa ku?" tanya Zahiya yang tertawa dan mencengkram pipi wanita yang bernama Belinda Franklin, lalu menghempaskan tubuhnya dengan kasar. Membuat wanita itu menoleh kesamping, jika saja tidak ada Angga dan Marcos sudah dipastikan jika dia akan terjungkal.
"Apa maksud anda? Kenapa anda malah menyakiti saya? Saya sudah menuruti keinginan anda untuk menyerahkan putra saya dan saya berikan dengan keikhlasan. Kenapa anda sekarang melakukan ini pada saya?" tanyanya yang masih terus bersikeras, jika dia memang tidak bersalah.
"Baiklah, jika kau memang tidak mau mengaku" ucap Zahiya yang menjauh darinya dan duduk kembali dikursi sebelumnya.
"Uncle, bisa bawakan dua orang yang hampir saja membawa putraku dan dia masih mengatakan jika putraku adalah putranya" ucap Zahiya dengan dingin dan datarnya mengatakan itu pada Angga.
"Ini Queen, mereka yang hampir menculik Tuan Muda kecil" ucap Angga yang menyerahkan dua orang pria yang sudah babak belur dan matanya ditutup.
Zahiya segera menggunakan masker dan topi untuk menyamarkan wajahnya.
"Buka penutup wajah mereka bertiga" ucap Zahiya yang langsung diangguki oleh Angga dan Marcos.
"Apa kau mengenal mereka berdua Nona Belinda Franklin? Saya tidak menyangka jika anda bersikap bodoh seperti itu" ucap Zahiya yang menurunkan topinya dan itu membuat Belinda tidak bisa melihat wajah Zahiya.
"Kenapa? Kenapa wajah anda terlihat sangat ketakutan dan juga panik, hmm?" tanya Zahiya lagi membuat ketiga orang itu semakin ketakutan.
"Saya akan menuntut anda dan akan membawa putraku kembali. Jadi anda tidak akan bisa melakukan apa-apa, karena anda pasti sudah masuk penjara" ucapnya dengan sinis dan begitu percaya diri mengatakan nya.
"Uuuhhhhh, saya takut sekali. Apa kau lupa? Kau sedang berada dimana? Atau perlu saya ingatkan lagi?" tanya Zahiya yang memperlihatkan sekelilingnya ini adalah tempat yang sangat asing untuk mereka bertiga.
"Jika saya mau, saya bisa saja membuat mu bungkam seumur hidup. Karena saya tidak mau, jadi saya akan berbaikan hati. Tapi rasanya tidak mungkin saya melakukan itu semua, jika orang yang mendapatkan itu semua berani melawan ku dan menyerangku dari belakang" ucap Zahiya yang berbisik ditelinga Belinda, membuatnya merinding ketakutan saat mendengar ucapan dari Zahiya.
__ADS_1
"Uncle, bereskan mereka berdua. Bangkainya berikan pada Simba dan yang lainnya, karena mereka sudah tidak dibutuhkan lagi" ucap Zahiya pada Angga yang langsung membawa dua orang yang sudah sangat lemah.
"Sekarang giliran kau, tapi saya bingung akan berbuat apa padamu. Jika kubiarkan kau berkeliaran, bisa saja kau membuat masalah lagi. Tapi tidak masalah sih. Dengan begitu, saya akan berolahraga untuk bisa menangkap mu kembali dan diberikan pada kumpulan hyena. Yang sama liciknya dengan mu" ucap Zahiya yang segera beranjak dari sana setelah mengatakan itu.
"Untung saja Nona, Queen kami sedang berbaik hati. Jika saja tidak, mungkin anda akan bernasib sama dengan mereka berdua" ucap Marcos yang memperlihatkan, bagaimana Angga menghabisi mereka berdua dengan sangat keji.
GLEK...
Belinda menelan slivanya sendiri dengan sangat susah payah. Dia sudah merasakan jika pisau tersebut menebas lehernya dan memutuskan kepalanya dari tubuhnya.
"Bahkan, jika Queen sudah beraksi. Jangankan hanya seperti itu, bahkan anda bisa melihat yang ini" ucap Marcos yang semakin menakut-nakuti Belinda dengan memeperlihatkan bagaimana Zahiya beraksi melumpuhkan lawan-lawan nya dengan sangat mudah.
'Dia, dia ini manusia atau iblis? Kenapa bisa melaukan semua itu tanpa rasa canggung dan takut sama sekali. Bahkan itu semua dia lakukan menggunakan tangan nya sendiri' ucapnya dalam hati yang merasa mual saat melihat isi perutnya keluar semua dengan sangat mudahnya.
"Apa anda masih berani melawan demon Queen, Queen Mafia, crazy psychopath? Saya sarankan jangan berani melawan nya Nona, karena biarpun anda bersembunyi dilubang semut sekalipun akan dengan mudah ditemukan oleh Queen kami" ucap Marcos yang sengaja mengatakan itu semua untuk bisa membuat wanita didepan nya ini bisa menurut dan tidak bertindak nekad.
"B... Baik, saya akan pergi dan tidak akan mengganggunya lagi. Jika bertemu dengan nya pun akan berpura-pura tidak kenal, saya janji. Tapi, tolong lepaskan saya sekarang juga. Saya berjanji tidak akan pernah mengulangi perbuatan saya yang ini lagi. Saya janji" ucapnya sudah sangat ketakutan akan apa yang dilakukan oleh Zahiya didalam video tersebut.
"Itu keputusan yang baik. Saya akan melepaskan anda sekarang, tapi sebelum itu. Minumlah" ucap Marcos yang memberikan minum yang sudah diberikan pil tidur sebelumnya.
Setelah itu dia terlelap dan Marcos dengan mudah memindahkan wanita tersebut ketempat yang sudah diperintahkan oleh Zahiya sebelum dia masuk kedalam rumah kembali.
.
"Kamu habis dari mana? Saya mencari-cari kamu sejak tadi" tanya David yang bertanya dengan kata saya dan kamu.
DEG...
Zahiya merasa ada sesuatu yang menghantam dadanya dan membuat dia ingin sekali menangis sekarang juga.
"Aku, aku habis dari kamar Ez. Ada apa?" tanya Zahiya setelah menjawab pertanyaan dari David.
"Lepaskan wanita yang menjadi tawanan kamu dimarkas. Karena dia adalah adik dari sahabatku, Benjamin Franklin" jawab David yang memintanya dengan tatapan datarnya dan itu juga sebenarnya membuatnya sakit juga sudah melakukan itu pada Zahiya.
"Baiklah" jawab Zahiya yang segera pergi dari sana dan menuju kamarnya untuk mengambil ponselnya.
"Lepaskan dia" ucap Zahiya setelah panggilan nya tersandung. Lalu dia memutuskan kembali panggilan telpon nya.
"Sudah" ucap Zahiya yang meletakan kembali ponselnya diatas meja.
"Terimakasih" ucap David yang segera pergi dari kamarnya.
"Kenapa rasanya begitu sakit? Kenapa seperti ini" gumam Zahiya yang sudah duduk diatas kursi dan menepuk-nepuk dadanya berulang kali.
"Hiks... Hiks... Hiks..." Zahiya menangis sesegukan dan dia menunduk merasa sangat bersalah, karena dia sudah membuat suaminya menjauhinya dan bersikap dingin padanya.
"Kenapa kamu harus menangis sayang? Aku jadi tidak tega padamu bersikap seperti ini sampai waktunya tiba" gumam David yang sudah memiliki rencana kejutan untuk Zahiya.
Tapi saat melihat Zahiya seperti itu, membuatnya tidak tega. Apa lagi dia sedang hamil dan mungkin saja itu akan membahayakan kandungan nya dan membuat anak-anaknya kenapa-kenapa nantinya.
__ADS_1
David langsung masuk kembali dan memeluk Zahiya yang sedang menangis. Dia merasa sangat bersalah, sudah membuat wanitanya menangis sesegukan seperti itu. David terus memeluk dan menenangkan Zahiya yang masih menangis.