Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan

Pelabuhan Hati Si Playboy Karatan
Bab 56. Dikunjungi sahabat bastard


__ADS_3

"Eh buset! Loe dari tadi noyorin terus kepala gue. Dasar kamvret loe" ucap Guntur yang tidak terima selalu ditoyor oleh Galang.


"Gue gemes sama loe abisnya, loe itu kagak nyadar diri apa? Bahkan loe yang paling parah dari kami semua. So David masih mending sama satu cewek dan itu sudah jadi bininya. Nah loe? Kagak ngerti gue" ucap Galang yang membuat Bima dan David tertawa cekikikan saat mendengar ucapan dari Galang yang menistakan Guntur.


"Iye, gue emang lebih parah. Tapi jangan itu dulu, dan sekarang gue sudah tobat nasuha tauk. Takut karma gue, mana punya princess cantik ini lagi" ucap Guntur yang memang jika marah hanya sekilas saja. Apa lagi jika dia merasa salah, sudah dipastikan dia tidak akan lama marahnya.


"Nah, itu loe sadar. Makanya loe harus segera berubah, karena hidup belum tentu bakalan gini terus" ucap Bima yang menatap kearah David yang senyum-senyum sendiri sambil menatap keatas. Dia mengikuti arah pandangan David, dia bingung karena tidak ada siapa-siapa disana.


'Kenapa gue merinding ya, si David malah senyum-senyum kagak jelas kayak gitu? Dia liat apa sih sebenarnya? Kenapa jadi bulu kuduk gue berdiri semua' gumam Bima yang mengatakan nya dalam hati. Dan itu membuat kedua sahabatnya yang lain merasa heran akan sikap Bima yang terlihat pucat pasi.


"Kenapa loe Bim? Kebelet, loe?" tanya Guntur yang menatap kearah Bima.


"Eng... Enggak, gue bingung saja liat nih bocah. Kenapa dia senyum-senyum sendiri sambil menatap kearah situ?" jawab Bima yang sedikit gelagapan saat menjawab pertanyaan dari Guntur.


"Jangan bilang jika dia ini kesambet, makanya senyum-senyum sendiri kearah kamarnya" ucap Galang yang malah menepuk keningnya sendiri baru mengingat sesuatu.


"Pantes saja sing bambank, dia ini menatap kearah kamarnya sendiri. Mungkin saja disana bininya sedang menggodanya atau memang dia yang kagak tahan nunggu masa nifas selesai" ucap Galang yang membuat ketiga sahabatnya menatap kearahnya semua.


Apa lagi David yang menatap kesal pada Galang. Karena gara-gara dia, Zahiya malah masuk kedalam kamar dan tidak bisa dia pandangi terus.


"Jadi yang gue liat, jika si David sedang senyum-senyum pada istrinya, gitu?" tanya Bima yang mendadak jadi bodoh itu.


"Iya, loe kira gue sudah gila apa! Yang benar saja" ucap David yang tidak terima, lalu dia melemparkan sandalnya kearah Bima.


"Sorry bro, abis pas gue liat kearah pandangan loe kagak ada siapa-siapa. Makanya gue ngerasa jika loe kenapa-kenapa gitu" jawab Bima yang malah senyum meringis saat mengatakan nya pada David.


"Gila aja sih jika si David memang rada oleng, tapi kayaknya memang sudah oleng sih semenjak dia nikah dan mendapatkan miss kakunya itu" ucap Guntur yang akan mendapatkan toyoran dari ketiga sahabatnya tidak jadi, karena Guntur sudah keburu kabur.


"Takut ditoyor dia" ucap Bima menertawakan Guntur yang memang selalu apes jika sedang berkumpul seperti ini.


"Gue nggak takut, hanya ngeri saja sih liat loe bertiga" ucap Guntur beralasan saat sudah menjauh dari ketiga sahabatnya itu.


"Bilang aja loe emang takut. Udah yuk, kita masuk saja. Kita sholat jamaah dulu" ucap David yang memang sudah benar-benar berubah dan juga bertaubat menjadi lebih baik lagi.


"Iya, kita gantian saja. Nik baby gue rada susah jika sama orang lain" jawab Guntur yang memang selalu bersama dengan putrinya itu. Yang memang tidak mau lepas darinya.


"Oke deh, loe bisa gunakan kamar tamu sesuka loe pada lah. Sudah pada tahu ini" ucap David yang memberikan perlengkapan sholat pada sahabat-sahabatnya itu.


"Oke bro" jawab mereka semua dengan kompak dan bersama-sama terus hingga berpisah saat masuk kamar masing-masing.


"Baby, kenapa kamu malah masuk sih tadi?" tanya David saat melihat Zahiya hanya berdiri saja didepan jendela kamarnya.


"Nggak apa-apa kok By, hanya ingin masuk saja. Ez mana? Kenapa tidak diajak sekalian?" jawab Zahiya lalu dia mengalihkan ucapan nya itu.


"Ez sedang bersama dengan yang lain. Mungkin sebentar lagi dia akan kemari" ja es ab David yang tidak langsung masuk kedalam kamar mandi. Dia malah memeluk pinggang Zahiya dari belakang dan menaruh dagunya dipundak Zahiya.


"Iya, tapi Hubby segera ambil wudhu. Sebentar lagi waktunya habis" ucap Zahiya yang membalikan badan nya kearah David.


Saat mereka akan mesra-mesraan, tiba-tiba pintu kamarnya dibuka dari luar. Dan siapa lagi jika bukan putra kesayangan mereka berdua, Alvarez.

__ADS_1


"Oops sorry" ucap Alvarez yang segera menutup kedua matanya menggunakan kedua tangan mungilnya.


David dan Zahiya merasa malu, karena mereka ketahuan sedang bermesraan oleh Alvarez. Mereka salah tingkah dan malah menghindar satu sama lain. Membuat Alvarez malah tertawa cekikikan melihat kedua orang tuanya yang salah tingkah.


"By" ucap Zahiya yang menjauhi David.


"Maaf baby, aku kelepasan jika sudah berdekatan dengan kamu" jawab David dengan wajah tengilnya itu.


"Sudah sana, aku akan kebawah dulu" bisik Zahiya yang akan pergi tapi ditahan oleh ucapan Alvarez.


"Apa sudah selesai Mi, Pi?" tanya Alvarez yang malah menggoda kedua orang tuanya itu.


"Apa, apa yang selesai? Mimi akan keluar dulu" tanya Zahiya yang merasa malu, karena ke gap oleh putranya sendiri.


"Cie... Mimi salting" goda David sudah berdiri didekat Alvarez yang sedang tersenyum.


Zahiya hanya menggelengkan kepalanya saja lalu pergi dari kamar. Sedangkan kedua pria beda usia itu malah saling tertawa bersama.


"Jagoan, kau jangan melakukan itu lagi, oke. Jika akan masuk setidaknya ketuk pintu dulu" ucap David yang mengatakan nya perlahan pada Alvarez.


"Ez sudah mengetuk pintu, tapi tidak ada jawaban. Makanya Ez langsung masuk, karena Ez fikir jika didalam tidak ada siapa-siapa" jawab Alvarez yang membuat David malu sendiri dengan jawaban dari Alvarez.


"Oh, berarti Pipi yang tidak mendengarnya. Kita sholat dulu yuk, nanti bisa main lagi dengan yang lain" ucap David yang mengajak Alvarez untuk sholat maghrib bersama.


Sedangkan dibawah, Zahiya sedang membantu para pelayan menyiapkan makan malam. Mama Lulu, Sonya dan Safia sedang sholat mungkin makanya hanya ada pelayan saja, dan itu juga bukanlah sembarangan pelayan. Karena mereka adalah masih anggota Zahiya.


"Sudah Ma, hanya tinggal ini saja" jawab Zahiya yang sedang meletakan piring juga sendok dan garpu saja.


"Baiklah, Mama akan mengajak yang lainnya makan sekarang saja" ucap Mama Lulu yang segera pergi untuk memanggil semua orang.


"Wah, kelihatan nya enak-enak banget ini" ucap Guntur yang sudah duduk dan diikuti oleh yang lain.


"Loh Za, David sama Alvarez kenapa belum turun juga?" tanya Mama Lulu saat melihat siapa kursi yang masih kosong.


"Itu mereka Ma" bukan Zahiya yang menjawab, melainkan Safia yang menunjuk kearah David dan Alvarez yang berjalan menuruni anak tangga.


"Ya sudah, kita langsung saja" ucap Papa Devon yang mengajak semuanya makan.


Saat makan tidk ada yang berbucara, hanya ada suara sendok dan garpu yang bersentuhan dengan piring mereka. Hingga semuanya selesai makan dan berkumpul bersama, sampai mereka semua pamit karena sudah malam dan anak-anak juga sudah mengantuk.


"Vid, gue juga balik ya. Mereka sudah mengantuk, lagi pula mereka harus sekolah besok" ucap Bima juga ikutan pamit pulang.


"Iya, besok bisa main lagi setelah pulang sekolah" ucap David yang mengiyakan ucapan Bima.


"Kami pulang dulu Zahiya dan Alvarez, sampai bertemu lagi. Jangan bosan jika mereka berdua akan sering datang dan menganggung kalian" ucap Bima padanya Zahiya yang hanya mengangguk saja.


"Kita juga masuk, sudah malam" ucap David yang mengajak Zahiya dan Alvarez masuk kedalam.


"Apa Bina sudah pulang Vid?" tanya Mama Lulu yang melihat ketiganya masuk.

__ADS_1


"Baru saja Ma, kenapa memangnya Ma?" jawab David yang langsung bertanya juga pada Mama Lulu.


"Nggak, Mama hanya bertanya saja. Mama ingin berbicara dengan kalian semua dan kita berkumpul sekarang" ucap Mama Lulu yang membuat David dan Zahiya saling pandang lalu mengedikan bahunya.


"Ez mau ikut atau bobok duluan?" tanya Zahiya pada Alvarez yang sidang sangat mengantuk.


"Ez bobo saja degan kakak" jawab Alvarez yang memang tidak ingin ikut campur dalam urusan orang dewasa.


"Baiklah, sekarang ajak kakak bobok. Good night boy" ucap Zahiya yang mengusap kepala Alvarez.


"Good night Mi" jawab Alvarez yang segera pergi menuju kamar Leonard.


"By" ucap Zahiya yang sekarang sudah duduk disamping David dan mereka duduk melingkar disofa ruangan keluarga.


"Mama langsung saja, kenapa Mama memulinta kalian untuk berkumpul disini dan juga sekarang. Mama hanya meminta kalian semua anak-anak Mama, kalian hanya bertiga dan tidak ada lagi anak Mama yang lain. Mama hnya ingin kalian berada disini dalam satu atap dan saling mendukung juga saling membantu satu sama lain. Terutama untuk kamu Fi, Mama tahu jika ini berat buat kamu. Mama kandung kamu sudah tidak ada lagi dan kamu bisa disini saja bersama dengan kami. Mama ingin disisa umur Mama ini bisa berkumpul bersama dengan anak-anak dan juga cucu-cucu Mama. Mama tidak tahu sampai kapan Mama bisa menemani kalian, setidaknya Mama meminta ini saja dari kalian semua. Apa kalian setuju?" ucap Mama Lulu panjang lebar dan dia menatap satu persatu anak-anak dan menantunya yang juga saling pandang satu sama lain.


"Ma, kalo Fia bagaimana mas Dimas saja Ma. Fia tidak mungkin memutuskan semuanya sendiri, karena Fia adalah tanggung jawab Mas Dimas" jawab Safia yang menatap kearah Dimas, suaminya.


"Bagaimana Dimas, apa kamu setuju dengan pengaturan dari Mama kamu?" tanya Papa Devon yang sejak tadi diam dan tidak mengatakan apa-apa.


"Jika memang Fia lebih betah dan juga menginginginkan disini, Dimas hanya bisa mendukungnya Pa, Ma. Karena setiap kebahagiaan dalam rumah tangga adalah kebahagiaan istri, jika istri tidak bahagia. Maka akan percuma saja" jawab Dimas yang membuat Safia menatap kearahnya dan merasa sangat beruntung bisa memiliki Dimas menjadi suaminya.


"Alhamdulilah, semuanya sudah sepakat ya untuk tinggal disini bersama. Mama senang mendengarnya, Mama semakin tenang jika kalian bersama-sama seperti ini terus. Kalian harus saling menjaga dan mengasihi, karena kalian adalah penerus kami berdua. Terimakasih banyak sayang" ucap Mama Lulu yang tersenyum, tapi tatapan nya sudah berkaca-kaca karena ketiga anaknya akan selalu berkumpul.


Apa lagi Dimas juga sudah benar-benar memimpin perusahaan yang sebelumnya dipimpin oleh Papa Devon. Jadi mereka sudah lengkap dan memiliki perusahaan masing-masing. Baik Papa Devon, maupun Mama Lulu sangat bahagia. Diusianya yang sudah tidak muda lagi bisa berkumpul dengan anak-anak dan cucu-cucu mereka berdua.


"Sudah, sekarang kalian boleh istirahat. Mama dan Papa juga akan istirahat, terutama kamu Zahiya. Kamu harus banyak istirahat sayang, supaya kondisi kamu semakin pulih dan segera membaik" ucap Mama Lulu yang menatap pada Zahiya yang hanya mengangguk.


Mereka semua sudah bubar dan disinilah Zahiya dan David berada. Mereka berdua sedang berpelukan bersama didalam kamar dan mereka saling menguatkan masing-masing.


"Sayang, maafkan aku. Aku memang belum bisa membuat kamu bahagia, maafkan aku" ucap David yang sedang memeluk dan mengusap punggung Zahiya.


"Tidak ada seperti itu By, aku sangat-sangat bahagia bisa bersama dengan Hubby seperti ini. Jadi, jangan pernah mengatakan jika aku tidak bahagia. Aku bahagia By" ucap Zahiya yang mendongakan kepalanya menatap wajah David yang sedang menunduk menatap wajah Zahiya.


CUP...


"Terimakasih sayang, aku sangat bersyukur dan beruntung bisa memiliki kamu dalam hidupku. Juga terimakasih sudah menerima pria tua ini menjadi suami kamu" ucap David yang mencium kening Zahiya dan berulangkali melakukan nya pada Zahiya.


"Aku juga terimakasih pada Hubby, sudah mau menerima gadis kaku, kanebo kering, flat dan dingin ini untuk mendampingi Hubby" ucap Zahiya yang membuat David hanya tersenyum meringis mendengar ucapan yang Zahiya katakan adalah ucapan nya dulu pada Zahiya yang memang sangat datar dan kaku.


"Kenapa diperjelas sayang, aku tahu. Jika itu adalah kata-kata ku yang dulu sebelum aku mencintai kamu sayang. Aku jadi makin sendiri" ucap David yang mempererat pelukan nya pada Zahiya yang hanya tersenyum tipis.


"Baiklah" jawab Zahiya singkat jelas dan padat. Dia malah langsung memejamkan matanya saat merasakan nyaman dalam pelukan David yang begitu selalu dia rindukan selama ini.


'Ya Allah, boleh hamba serakah? Karena hamba tidak ingin jika aku kehilangan dia dan kehilangan semua perlakuan manisnya padaku. Aku ingin semuanya baik-baik saja dan bisa seperti ini terus hingga kami menua. Dan bisa memberikan nya keturunan dan penerusnya kelak. Apa hamba bisa melakukan itu semua Ya Allah... Tolong dengarkan lah do'a hambamu yang hina ini Ya Robb' Ucap Zahiya dalam hati dan itu membuat Zahiya merasa takut jika dia tidak bisa memberikan keturunan langsung untuk David.


'Sayang, aku tahu kamu sedang banyak fikiran dan terutama memikirkan bagaimana caranya bisa memiliki keturunan kembali. Aku tidak perduli akan itu semua sayang, yang aku inginkan hanya kamu dan bersama selalu dengan kamu seperti ini saja sudah sangat membuat aku bahagia. Jadi kamu harus optimis dan percaya, jika Allah akan selalu mendengarkan apa yang para umatnya minta, asalkan bersungguh-sungguh melakukan nya. Aku yakin itu sayang' ucap David yang seperti mendengar ucapan Zahiya dalam hatinya. Bahkan mereka saling menguatkan didalam diri mereka masing-masing.


Hingga tanpa mereka sadari, mereka sudah terlelap bersama dan mereka masih saling memeluk satu sama lain. Mereka memang pasangan paling aneh dengan pasangan yang lainnya. Dimana wanitanya atau istrinya yang banyak diam dan sang suami yang lebih banyak bicara dan juga selalu menggoda dan melakukan sesuatu yang bisa membuat wanita datar, dingin, kanebo kering, kaku bisa melunak dan mencair seperti es yang terkena sinar matahari.

__ADS_1


__ADS_2