
"Vid, jangan bilang kamu yang membuatnya kelelahan?" tanya Mama Lulu yang sudah dalam mode singa betina.
"Hehehe, maaf Ma. David hanya melakukan nya perlahan dan juga tidak lama, jadi David... Kabooorrrr" terik David yang tidak ingin jika dia akan diceramahin sangat lama.
"Dasar anak nakal. Istrinya sedang hamil malah dikerjain" gerutu Mama Lulu yang membuat anak-anak dan suaminya hanya senyum-senyum sendiri.
"Sudahlah Ma, yang penting Zahiya baik-baik saja dan David sudah tahu apa yang dia lakukan juga bisa mengerti bagaimana caranya menjaga Zahiya dengan baik. Jadi Mama jangan melarang David menjalankan kewajiban nya" ucap Safia yang mengatakan nya sambil tersenyum dan memeluk Mama Lulu agar tidak marah-marah.
"Coba Mama tarik nafas dan buang, lakukan berulang-ulang. Supaya Mama lebih tenang dan juga merasa lebih baik" ucap Sonya yang menenangkan Mama Lulu juga.
"Huh, iya-iya. Mama akan melakukan apa yang kalian sarankan" ucap Mama Lulu yang menghela nafasnya berulangkali sambil duduk disamping Papa Devon.
"Sabar sayang, dulu kamu juga merasakan nya seperti Zahiya bukan. Jadi lebih baik kita dukung dan menjaganya saja, jika urusan itu. Mana bisa ditahan-tahan sayang" ucap Papa Devon yang malah membuat Mama Lulu menatap horor padanya.
"Maaf-maaf sayang. Aku akan diam" ucap Papa Devon yang menutup mulutnya dan seolah mengunci dan membuang kuncinya.
Sedangkan didalam kamar, David melihat Zahiya sudah bangun dan sedang duduk menatap layar laptopnya. Membuat David merasa penasaran dengan apa yang sedang Zahiya lakukan dengan laptopnya.
"Sedang apa sayang? Sepertinya sangat sibuk?" tanya David yang membuat Zahiya mengalihakan pandangan nya dari layar laptopnya.
"Uncle Austin bilang, jika system dalam perusahaan sangat lemah dan dia sudah mencoba untuk memperkuat, tapi tidak bisa dan masih bisa dibobol oleh hacker. Makanya aku memberikan nya system yang sama seperti perusahaan Hubby dan PENZ.DRC" jawab Zahiya yang jari-jari lentiknya menari-nari diatas keyboard laptopnya.
David merasa cemburu dengan apa yang dilakukan oleh Zahiya sekarang. Karena dia sudah tahu jika Austin menaruh hati pada Zahiya sejak lama dan itu membuatnya marah dan cemburu.
"By, Hubby jangan cemburu padanya. Karena aku sama sekali tidak menganggap lebih pada uncle Austin. Aku menganggapnya sama seperti pada uncle Angga dan uncle Marcos, jadi Hubby jangan berfikiran macam-macam padaku" ucap Zahiya yang mengerjakan pekerjaan nya kembali dan dia sama sekali tidak mengalihakan pandangan nya dari layar laptopnya.
"Sayang, dari mana kamu tahu jika aku merasakan itu semua? Apa kamu bisa membaca fikiran seseorang sayang?" tanya David yang sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Zahiya.
"Tentu saja tidak By, aku hanya bisa melihat dan merasakan apa yang sedang Hubby lakukan sekarang. Aku juga tahu, jika Hubby dengan uncle Austin bersitegang. Tapi setidaknya kalian tidak bermusuhan benar-benar bukan" jawab Zahiya yang sekarang menatap kearah David yang menatapnya dengan tatapan penuh cinta dimatanya.
"Kamu memang yang paling the best sayang. Aku tidak salah menikahi kamu dan memilih kamu sebagai pendamping aku" ucap David yang memeluk Zahiya dan itu membuat Zahiya hanya bisa diam dan menutup layar laptopnya.
"Aku tahu. Tapi, jika Hubby tidak salah memilihku dan menjadi milik Hubby. Aku bagaimana? Apa aku beruntung juga? Atau mungkin sebaliknya By?" tanya Zahiya yang membuat David mengernyitkan keningnya mendengar ucapan dari Zahiya.
"Sayang, jadi... Jadi, kamu menyesal menikah dengan ku? Atau kamu terpaksa melakukan nya?" tanya David yang menatap wajah Zahiya dan menangkup kedua pipinya.
"Emm, bisa dibilang seperti itu" jawab Zahiya dan langsung membuat David tersenyum tipis lalu dia bangkit dari duduknya. Tapi saat akan melangkah tangan nya digenggam oleh Zahiya.
__ADS_1
"Itu dulu dan sekarang tidak ada yang seperti itu. Karena aku juga sangat bersyukur bisa memiliki Hubby menjadi suami dan Ayah untuk anak-anak kita" ucap Zahiya yang membuat David tersenyum senang mendengarnya.
Tapi dia tidak memperlihatkan ekspresi bahagianya pada Zahiya. Karena dia ingin tahu seberapa besarnya perasaan cinta Zahiya padanya, jadi dia hanya diam saja membelakangi Zahiya.
"By, Hubby nggak marah padaku kan?" tanya Zahiya yang sudah berada didepan David.
"Mana aku bisa marah sama kamu. Aku keluar dulu, aku baru ingat memiliki janji dengan Bima" jawab David dengan datar dan dia segera meninggalkan Zahiya yang hanya diam saja.
"Apa aku sudah sangat keterlaluan ya mengatakan nya pada bang David? Tapi aku kan hanya bercanda" gumam Zahiya yang menatap punggung David yang sudah tidak terlihat. Atau sudah diluar kamar.
Sedangkan David yang berada diluar kamar malah senyum-senyum sendiri, pasalnya dia sudah berhasil membuat Zahiya merasa bersalah. Karena dia mengatakan terpaksa menerimanya sebagai suaminya dan menikah dengan nya sekarang.
"Maaf sayang, aku terpaksa melakukan ini. Karena aku hanya ingin tahu seberapa besarkah cinta kamu padaku. Jadi untuk sementara waktu aku akan bersikap seperti ini jika berdua dengan kamu. Tapi jika berada dengan yang lainnya, aku akan seperti biasanya" gumam David yang senyum-senyum sendiri dan itu hanya diam sendiri yang bisa mendengar suaranya.
Zahiya masih memikirkan apa yang terjadi jika David memang benar-benar marah padanya akan perkataan nya tadi. Zahiya menjadi tidak fokus untuk mengerjakan sesuatu yang diinginkan oleh Austin.
"Kenapa aku merasa sekarang aku sangat mudah untuk sedih seperti ini? Ada apa dengan ku sekarang? Apa aku baik-baik saja, atau malah sebaliknya?" gumam Zahiya yang mentap dirinya dihadapan cermin.
"Ya Allah, kenapa aku merasa jika bang David sedang marah padaku? Aku merasa jika bang David memang sedang sangat marah. Tapi menutupinya dengan senyuman nya. Yang Allah, tolong jangan biarkan suamiku marah terlalu lama padaku" gumam Zahiya lagi dan itu tentu saja David tahu dan merasa kan sedih juga melihat Zahiya yang sedih.
'Maafkan aku sayang, aku hanya melakukan ini supaya kamu tidak pernah mengatakan kata-kata itu lagi. Aku sangat merindukan kamu' ucap David dalam hati dan dia segera pergi dari sana, lalu menuju kedalam ruangan CCTV.
"Saya ingin melihat rekaman CCTV saat pagi tadi. Dan tolong zoom gambarnya" jawab David yang meminta itu pada orang yang ada disana.
"Apa orang ini yang anda maksud Tuan? Jika iya, sebaiknya anda datang sendiri ke markas. Karena semua orang yang terlihat mencurigakan akan segera diamankan dan diintrogasi oleh anggota kami yang berpengalaman mengatasi semua itu" tanya anggota Zahiya memperlihatkan seorang wanita cantik dan tidak lama kemudian menghilang tanpa jejak.
"Iya benar. Dia yang sedang saya cari. Terimakasih, saya akan kemarkas kalian sekarang juga" ucap David yang akan pergi dari sana. Tapi ditahan dengan ucapan salah seorang dari mereka berdua.
"Anda jangan macam-macam Tuan. Jika anda membuat kesalahan dengan menyakiti Queen kami, maka kami akan membuat anda menyesal seumur hidup anda Tuan" ucapnya dengan sangat datar dan tidak memperlihatkan ekspresi apapun diwajahnya.
"Jikapun saya melakukan itu. Maka saya sendiri yang akan memberikan pelajaran pada diri saya sendiri. Jadi tidak perlu mengajari saya" ucap David yang langsung pergi dari sana tanpa mendengarkan, jika untuk membebaskan tawanan membutuhkan kode rahasia yang hanya mereka yang tahu.
"Anda akan kembali lagi kemari Tuan, untuk menanyakan apa kode yang dibutuhkan" gumam salah satu dari mereka berdua lagi.
"Biarkan saja dulu. Karena memasuki wilayah markas tanpa adanya anggota kita akan sulit. Walau mereka sudah tahu yang datang adalah siapa" ucapnya lagi dan mereka kembali memantau semuanya dari dalam ruangan kendali.
Sedangkan David mengabari sahabat-sahabatnya yang lain. Bahkan David sudah sangat percaya jika dia akan berhasil membawa wanita yang dimaksud oleh Bima tadi. Tapi baru akan memasuki kawasan terlarang, walau masih jauh dari markas. Mungkin jaraknya masih beberapa kilometer lagi.
__ADS_1
Tapi saat akan memasukinya malah hanya berputar-putar saja ditempat yang sama. Membuat David akhirnya kembali dan menemui kedua orang anggota Zahiya yang ada didalam ruangan kendali CCTV.
"Benarkan tebakan ku, jika Tuan tidak akan bisa memasuki markas dengan mudah" ucapnya yang mentap kearah CCTV dengan mobil David yang sudah memasuki gerbang besar paling depan.
Sedangkan Zahiya yang menyadari jika dia mendengar suara mobil David yang memasuki rumah. Dia langsung meretas semua CCTV yang ada dirumah dan melihat David yang masuk kedalam ruang kendali. Dia mentap bingung, karena dia melihat jika David meminta salah satu dari mereka untuk ikut dengan nya menuju keluar rumah.
"Hubby akan kemana? Kenapa tergesa-gesa sekali?" tanya Zahiya pada dirinya sendiri dan dia segera turun untuk menemui anggotanya yang tahu apa yang diinginkan oleh David.
"Apa yang suami saya inginkan dari kalian berdua? Kenapa dia tergesa-gesa sekali?" tanya Zaniya langsung to the point pada anggotanya yang tersisa disana.
"Tuan akan kemarkas Queen. Beliau bilang akan membebaskan seorang tawanan wanita yang sejak tadi mengintai rumah ini Queen. Tadi Tuan sudah menuju markas, tapi balik lagi. Karena tidak bisa menembus masuk kedalam" jawab anggotanya yang menjelaskan semuanya yang dia tahu.
"Wanita? Wanita yang mana?" tanya Zahiya dengan tatapan datarnya seperti biasa.
"Iya Queen, ini dia orangnya" jawab anggotanya yang memperlihatkan sosok wanita yang diperlihatkan oleh anggotanya.
'Dia adalah disini? Apa yang dia lakukan? Bukankah sudah aku katakan jangan pernah muncul dihadapan ku lagi dan menampakan batang hidungnya didekat Alvarez. Kenapa dia melanggarnya? Aku harus mengetahui segalanya' ucap Zahiya dalam hati dan dia segera masuk kembali kedalam kamarnya.
"Uncle, tolong berikan informasi tentang wanita yang menjadi tawanan kita" ucap Zahiya pada Angga yang sedang berada didalam markas.
"Dia memang datang kemari ingin menemui Tuan Muda kecil Queen. Dia mengingkari Janjinya dan mencoba menerobos masuk jika saja anggota kita tidak sigap. Apa anda menginginkan sesuatu Queen?" jawab Angga disebrang sana dan menjelaskan semuanya pada Zahiya. Dia juga bertanya padanya.
"Suami saya sedang menuju kesana dan ingin membebaskan nya. Tanyai dia dengan detile dan jangan ada yang terlewat. Saya juga ingij mendengarnya, jadi jangan putuskan sambungan ponselnya nya uncle" ucap Zahiya yang melihat jika mobil David sudah dekat dengan markas.
"Baik Queen. Kelihatan nya Tuan sudah datang dengan anggota kita Queen, saya akan menanyainya langsung. Anda bisa mendengarkan semua pembicaraan kami" ucap Angga yang meletakan ponselnya kedalam saku celananya kembali tanpa memutuskan panggilan nya.
"Tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya Angga yang menahan David masuk kedalam ruang introgasi.
"Saya ingin menemui tawanan kalian dan saya ingin memastikan nya benar atau salah. Karena ini sangat penting" jawab David dengan tegas dan wajahnya bisa datar juga.
"Apa hubungan anda dengan wanita itu dan ada keperluan apa anda padanya? Karena dia sudah menjadi tawanan kami dan akan sangat sulit, apa lagi jika Queen sudah tahu" tanya Angga lagi dan itu membuat David menghela nafasnya saja.
"Dia adalah adik dari salah satu sahabat saya yang sudah tiada. Karena selama ini kamu sedang mencarinya kemana-mana, dan karena kami tidak tahu wajahnya sejak dulu. Jadi saat salah satu sahabat saya mengatakan ada seorang wanita yang mirip dengan sahabat kami, saya segera mencaritahunya" jawab David yang mengatakan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi lagi dari Angga dan anggotanya yang lain. Begitu juga Zahiya yang mendengarkan pembicaraan mereka.
'Jadi, dia adalah adik salah satu sahabat Hubby? Aku akan mencari tahu siapa dia sebenarnya. Jika memang benar, dia akan berusaha untuk merebut Ez ku. Jadi, aku akan membuatnya bungkam dan tidak mengatakan apa-apa lagi' ucap Zahiya dalam hati dan dia segera berselancar untuk mencari data diri wanita tahanan nya.
David masih berbicara dengan Angga. Karena David menghormati orang yang ada dihadapan nya saat ini. Karena dia sudah sering memban+unya dan selalu menjaganya juga. Jadi dia akan menjelaskan semuanya pada Angga, termasuk kematian Benjamin yang tragis. Juga surat wasiat, dimana akan mendapatkan sepenuhnya warisan dari FK.GROUP.
__ADS_1
"Jika dia memang benar adalah Belinda Franklin, maka anda harus segera membebaskan nya sekarang juga. Karena kami akan membuatnya bisa menjadi pemilik resmi dari FK.GROUP" ucap David yang membuat Zahiya mengernyitkan keningnya dan dia memberikan intruksi supaya wanita itu mau mengakui siapa dia sebenarnya pada anggotanya.
Hingga beberapa saat kemudian David bisa mendengarkan jika seseorang yang berada didalam ruangan berteriak dan menjelaskan semuanya pada anggota Zahiya.