
Sedangkan yang dicari sekarang sedang bertemu dengan klien nya yang tidak lain adalah Yunara. Karena mereka memang sudah membuat janji sebelumnya. David bersikap biasa saja pada Yunara, karena dia sudah berjanji untuk mendapatkan maaf dulu dari Mama Lulu. Seteah mendapatkan nya baru dia bisa melakukan apa yang dia inginkan.
"Apa anda tidak keberatan jika saya meminta tolong pada anda? Karena ini pastinya sangat berat untuk anda" tanya Yunara yang meminta bantuan dari David.
"Langsung saja. Saya sedang tidak ingin berbasa-basi" ucap David yang merasakan gatal pada mulutnya untuk berbicara manis pada Yunara.
"Saya meminta tolong untuk... Anda mau membantu saya mengaku pada Mama saya, jika anda adalah calon suami saya" ucap Yunara dengan terbata-bata dan dia juga menunduk tidak berani menatap wajah David.
"Apa jaminan saya jika saya mau menerima tawaran dari anda?" tanya David dengan perasaan yang sebenarnya sangat bahagia.
'Anjir, gue kenapa merasa sangat bahagia dengan dimintai bantuan oleh wanita secantik dan semanis Yunara ya?' tanyanya dalam hati dan dengan tatapan yang dibuat sebiasa dan sedatar mungkin. Padahal dalam hati sedang ngereog kesenengan.
"Dasar kadal bin buaya. Lagi galau saja sempat-sempatnya merasakan bahagia!" umpat Othor.
"Saya akan membayar anda sesuai dengan yang anda inginkan. Karena hanya anda pria satu-satunya yang saya kenal, atau anda menginginkan sesuatu?" jawab Yunara sambil terus menunduk dan me*emas kedua tangan nya bergantian.
"Saya tidak menginginkan uang anda. Karena saya sudah memiliki segalanya. Sekarang begini saja, kita jalani semuanya dan jangan ada pura-pura. Jika cocok lanjut, jika tidak berhenti" ucap David yang mengatakan nya dengan sangat serius pada Yunara.
"Ap... Apa?! Maksud anda? Kita benar-benar menjalin hubungan? Atau anda mengatakan jika kita benar-benar memiliki hubungan yang sesungguhnya?" tanya Yunara yang tidak bisa menahan rasa bahagianya dan menampilkan senyuman terbaik dibibirnya.
"Bisa dikatakan seperti itu" jawab David yang sok cool dengan menampilkan wajah datarnya saat mengatakan semuanya pada Yunara.
"Baiklah, terimakasih banyak. Jika boleh jujur, sejak pertama kita bertemu saya sudah memiliki perasaan lebih pada anda. Dan sekarang kita, emm memiliki hubungan" ucap Yunara yang sudah sangat bahagia dengan semua yang David katakan padanya. Walau dengan wajah yang dingin dan datarnya.
'Anjir, kenapa dia imut banget. Jadi pengen gue karungin terus bawa pulang' ucap David sambil tersenyum tipis. Saking tipisnya risks terlihat oleh Yunara.
"Ya seperti itu. Kita jalani saja dulu seperti air mengalir, jika cocok ya lanjut. Jika tidak anda tahu sendiri bukan jawaban nya?" ucap David yang pura-pura meminum kopi yang dia pesan.
"Iya, emm. Apa anda masih memiliki pasangan atau lebih tepatnya memiliki kekasih? Saya tidak mau jika saya dicap sebagai pelakor nantinya" tanya Yunara yang sebenarnya malu untuk mengatakan itu semua pada David.
"Saya tidak memiliki hubungan dengan siapa-siapa selama sebulan ini" jawab David dengan jujur. Karena memang kenyataan nya seperti itu, jangankan berhubungan dengan para wanitanya. karena dia sedang menjalani hukuman yang belum selesai, dan entah sampai kapan itu berlangsung.
"Oh, syukurlah. Saya sudah takut, apa lagi jika dengar rumour yang beredar. Jika anda ini seorang Casanova yang mempermainkan perasaan para wanita" ucapnya yang semakin menundukan kepalanya saat mengatakan itu. Takutnya David akan tersinggung.
"Jika semua yang orang bilang itu benar memangnya kenapa? Karena saya memang begini adanya" tanya David dengan tatapan sinisnya pada Yunara.
"Bu... Bukan begitu, saya hanya bertanya saja. Maaf jika pertanyaan saya menyinggung perasaan anda. Sungguh saya tidak bermaksud seperti itu, saya... Saya, hanya... " ucapnya yang sudah ketakutan kalau David akan tersinggung dengan ucapan nya.
"It's okay, saya mengerti. Tapi yang jadi masalah utamanya apa kedua orang tua anda akan menerima saya? Bukankah anda sudah bilang jika saya sudah terkenal dengan rumor seorang Casanova? Saya tidak ingin jika nantinya akan ada drama tidak diterima oleh kedua orang tua anda" ucap David yang mengatakan nya sambil menyeruput kopinya.
"Saya yang akan menjamin jika mereka akan menerima anda dengan tangan terbuka. Jika ada drama saya sendiri yang akan bertanggung jawab akan semua ini" jawab Yunara dengan memberanikan diri menatap wajah David.
"Baiklah, saya terima tawaran anda Nona Yunara. Kita jalani dan kita lakukan sesuai dengan kesepakatan kita awal tadi" ucap David yang mengulurkan tangan nya pada Yunara.
"Iya Tuan. Emm, Jadi saya memanggil anda apa? Apa masih seperti ini? Emm, maksud saya saya memanggil anda dengan seperti biasa saya lakukan sekarang?" tanya Yunara ragu-ragu dan juga sangat malu sebenarnya. Karena dia yang lebih dulu menyatakan keinginan dan juga perasaan nya pada David.
"Senyaman nya anda saja. Dan sesuka anda saja, saya akan mengikutinya" jawab David yang menyerahkan semua keputusan pada Yunara.
"Apa anda tidak masalah jika saya memanggil yang menurut saya baik atau bagus, belum tentu menurut anda" tanya Yunara yang merasa tidak enak.
__ADS_1
"Ya senyaman anda saja" jawab David singkat.
"Baiklah, saya akan memanggil anda Mas atau... " ucap Yunara yang disela oleh David.
"Sayang. Panggil saja seperti itu, atau senyaman kamu saja" ucap David yang merubah panggilan nya dari anda menjadi kamu pada Yunara.
"Iya Mas, terimakasih" ucap Yunara sambil tersenyum dan dia sangat bahagia sekali bisa dekat dan bersama dengan David. Pria pujaan hatinya sejak awal.
David hanya mengangguk setuju dengan ucapan yang dikatakan oleh Yunara. Dan dia hanya tersenyum tipis melihat jika Yunara sangat bahagia bisa dekat dengan nya. Setelah selesai bertemu dengan Yunara David kembali kekantor usai mengantarkan Yunara kekantornya.
.
Sedangkan para sahabatnya sudah pusing dan juga pontang panting mencari David. Dengan dibantu oleh Adi, Devon juga merasa panik karena mendengar kabar jika putranya tidak ada diruangan nya dan Adi mengatakan tidak ada janji temu dengan klien manapun diluar.
"Kemana anak itu? Jangan sampai dia berbuat nekad karena masih dihukum oleh Lulu" ucap Devon yang langsung pergi dari ruangan nya untuk ikut mencari putranya.
"Kemana lagi gue harus nyari tuh anak? Kenapa ngilng kagak bilang-bilang sih?" gerutu Guntur yang mencari dengan Benjamin. Karena sejak tadi mereka masing-masing dan sekarang bertemu, jadi mereka jalan berdua.
"Kalo bilang-bilang bukan kabur kamvret. Loe kalo ngomong suka ngadi-ngadi" ucap Ben yang mengatakan nya sambil menggunakan bahasa yang aneh menurut Guntur. Karena yang mengatakan nya adalah Ben, yang notaben nya adalah pria blasteran.
"Dari mana loe dapet kata-kata kayak gitu?" tanya Guntur pada Ben yang hanya nyengir kuda saat ditanya oleh Guntur.
"Gue dapet nemu dijalan" jawab Ben yang mengatakan nya sambil tertawa cekikikan pada Guntur. Guntur hanya menggeleng dan dia malah mengemudikan mobilnya menuju perusahaan David.
"Kenapa kita kemari?" tanya Ben yang bingung karena Guntur malah masuk kedalam gedung D.DRC.
"Sebaiknya loe hubungin yang lain. Kita kumpul disini buat diskusikan semuanya disini" jawab Guntur yang sudah sangat lelah, karena sudah seharian ini mencari David.
"Sebentar lagi mereka berdua kemari. Ternyata mereka berdua juga jalan bareng" ucap Ben lagi sambil menatap kearah Guntur.
"Hay cantik, apa David adalah didalam?" tanya Guntur pada Dona, sekertaris David.
"Loe aneh banget sih, sudah tahu kita kemari untuk mencari si David. Kenapa malah nanya dia?" ucap Ben yang mengatakan nya sebelum Dona menjawab pertanyaan dari Guntur.
"Mungkin saja dia tahu" jawab Guntur cuek dan malah menatap penuh puja pada Dona.
"Maaf Tuan-Tuan, apa anda sudah memiliki janji temu dengan bos?" tanya Dona saat melihat dua orang pria itu sedang beradu argument.
"Belum, kami malah sedang mencarinya sekarang" jawab Guntur yang menatap penuh puja pada Dona, sekertarisnya David.
"Mencari?" tanya Dona dengan tatapan bingungnya.
"Iya, bukankah kamu dengan Adi sedang mencarinya dan meminta bantuan kami semua" jawab Guntur merasa cengo sendiri.
"Maaf Tuan-Tuan, kami berdua ternyata salah faham. Ternyata sibos habis bertemu dengan klien diluar, dan baru saja masuk kedalam ruangan nya" jawab Dona dengan tatapan penuh permohonan dan juga merasa sangat bersalah telah merepotkan mereka semua.
"Jadi, kita semua dikerjai?" tanya Bima dan Galang yang baru ikut bergabung dengan mereka bertiga.
"Maaf Tuan-Tuan. Saya tidak tahu, soalnya sibos pergi tidak mengatakan apa-apa pada saya. Juga tidak ada jadwal meeting dengan klien diluar kantor. Sekali lagi saya minta maaf Tuan-Tuan semuanya" ucap Dona yang berulangkali membungkukan tubuhnya pada empat pria dihadapan nya.
__ADS_1
"Ya sudah, kami akan masuk kedalam menemuinya. Kami ingin melihat dimana bos loe dan bagaimana keadaan nya" ucap Guntur yang langsung masuk kedalam ruangan David.
"Silahkan masuk Tuan-Tuan. Sekali lagi minta maaf sudah merepotkan anda semua" ucap Dona yang masih merasa bersalah pada empat CEO muda yang hebat didepannya.
"Wah gila nih orang, kita nyari-nyari dia sampe keliling kota dan sudah mirip obat nyamuk bakar. Nah yang dicari sedang duduk dengan santainya disini" ucap Guntur yang mengatakan nya dengan sangat kesal pada David.
Sedangkan David hanya diam saja. Karena dia tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Guntur. Dia malah masih asik dengan berkas-berkas didepannya.
"Eh bambank, kita-kita nyariin loe sejak siang tadi. Nah loe malah diem mulu disini. Kita sampe panik takut loe bertindak nekad karena dihukum nyokap loe tahu gak!" ucap Bima yang sudah kesal sekaligus bersyukur, karena David tidak kenapa-kenapa.
"Iya Vid, tadi si Adi datang kekita-kita minta tolong buat nyari loe, karena loe ngilang dan tidak tahu kemana. Kita semua sudah panik nyariin loe" ucap Galang yang juga ikut mendekat kearah David.
"Loe dari mana sih sebenarnya? Kita semua sudah panik setengah mampus tahu nggak" ucap Ben yang juga ikut gemas pada David. Karena sejak tadi hanya diam saja tidak mengatakan apa-apa.
"Loe semua pada ngomongin apa sih? Gue sejak tadi disini dan tidak kemana-mana. Loe semua dikerjain oleh Adi" ucap David yang mengatakan nya dengan sangat cueknya.
"Nih anak lama-lama gue beri juga ya! Bukan hanya gue yang panik, bokap loe juga beserta adik loe si Dava. Apa loe masih bisa sesantai ini!" kesal Guntur yang mengatakan semuanya dengan sangat geram.
"Maksud loe?" tanya David yang masih belum mengerti dengan semua ini.
"Maksud gue kenapa loe nggak seklian saja sih pergi dan nggak usah kembali lagi. Gedek gue lama-lama sama loe!" ucap Guntur yang benar-benar sudah sangat kesal dengan sikap David yang sekarang ini.
Bukan nya menjawab, David malah langsung pergi dan sebelum itu dia menghungi Papa Devon untuk menanyakan kebenaran nya dimana. Karena dia tidak ingin sampai sang Mama juga merasa panik akan keadaan nya yang memang tidak terjadi apa-apa.
"Kenapa dia jadi aneh begitu sih?" tanya Ben yang baru melihat sikap menyebalkan dari David yang sekarang.
"Itu yang membuat gue kesal sekaligus kasihan padanya. Kesal karena dia berubah seratus delapan puluh derajat. Kasihan nya dia menjadi seperti orang yang tidak waras atau orang linglung, gue bener-bener ingin tahu ada masalah apa dia sebenarnya? Kenapa dia tidak mau memberitahukan nya pada kita semua. Atau setidaknya salah satu dari kita supaya kita mengerti dan bisa mencarikan nya solusi" gerutu Guntur yang menendang sofa hingga terjungkal.
"Loe sabar dulu. Siapa tahu ini bukan masalah yang menurutnya mudah untuk berbagi dengan kita-kita. Sebaiknya kita adalah didekatnya dan selalu mendukungnya penuh. Jangan seperti ini, dulu juga waktu gue yang dapet masalah, dia dengan sabar membantu gue dan mengingatkan kita untuk selalu saling dukung dan bersatu. Sekarang giliran kita yang melakukan nya buat dia" ucap Galang yang menengahi.
Karena Guntur adalah yang paling gampang emosi dibandingkan dengan mereka bertiga. Maka dari itu dia melerai untuk bisa melakukan nya dengan sabar dan selalu mendukungnya untuk tetap menjadi David yang seperti biasa. Walau sebenarnya dia juga kesal pada David, tapi sebagai teman yang baik harus saling mendukung dan mengingatkan satu sama lain.
"Oke, gue bakalan sabar dan nunggu dia buat cerita kekita-kita. Gue mau menenangkan diri dulu" ucap Guntur yang langsung keluar setelah mengatakan itu pada ketiga sahabatnya.
"Dia memang tidak pernah bisa berubah. Jika sedang kesal atau suntuk, pasti akan melampiaskan nya pada wanitanya" gumam Bima yang sudah bisa menebak apa yang akan dilakukan oleh Guntur setelah dari sini.
"Semoga saja dia bisa cepat berubah menjadi lebih baik. Supaya dia tidak akan menyesalinya seumur hidup" ucap Galang yang sudah berubah dari sebelumnya yang sama bejatnya dengan Guntur.
"Semoga saja, kita hanya bisa mendo'akan yang terbaik untuknya" ucap Bima dan diangguki oleh Ben.
Ketiganya hanya bisa menghela nafasnya saja. Mereka bertiga menunggu David kembali yang entah pergi kemana tadi. Yang jelas mereka ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada David yang memang satu bulan ini sangat aneh. membuat semua sahabatnya menjadi bingung sendiri akan semua perubahan yang dilakukan oleh David.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya.... Supaya Othor makin semangat buat selalu up tiap hari dan bisa up teratur...
__ADS_1
Jangan lupa rait ⭐️5nya juga....
Terimakasih yang sudah mengikuti Othor sampai sejauh ini... Happy reading... 🤗🤗🤗