
David semalaman merenung memikirkan apa yang dikatakan oleh Mama Lulu dan dia tidak bisa memejamkan matanya hingga pagi menjelang. Saat dia akan memejamkan mata dia mengingat wajah anak kecil yang memeluknya sambil menangis dan mengatakan jangan pergi lagi darinya.
"Sial-sial-sial!! Kenapa gue selalu mengingat anak itu? Apa mungkin ini yang dinamakan sudah nyaman? Tapi kenapa harus gue?" gumamnya mengacak-ngacak rambutnya frustasi dan dia segera masuk kedalam kamar mandi sebelum dia melakukan aktifitasnya seperti biasa.
"Pagi Vid, ini ada kiriman. Disini cuman ada nama kamu saja, tidak ditulis pengirimnya. Mau terima atau Mama buang saja?" ucap Mama Lulu yang memberikan sebuah paket yang entah isinya apa. Lalu Mama Lulu juga bertanya pada David, mau diterima atau tidaknya.
"Biar aku simpan Ma, aku buru-buru ya Ma. Aku tidak ikut sarapan" ucap David yang mengambil paket dari tangan Mama Lulu dan membawanya kedalam mobil.
"Dia ini kenapa? Kenapa dia semakin berubah dan dingin seperti itu" gumam Mama Lulu menatap punggung David yang sudah berjalan menjauh darinya.
"Kenapa sayang?" tanya Papa Devon yang melihat Mama Lulu hanya diam dan menatap kedepan.
"Tidak apa-apa Mas, aku hanya bingung saja akan sikap David akhir-akhir ini. Dia terlihat semakin dingin dan tidak tersentuh, aku takut jika nanti disalahkan akan seperti itu terus dan tidak mau menikah. Aku takut Mas" jawab Mama Lulu yang menatap sedih akan putranya yang satu ini.
"Kamu jangan berfikiran seperti itu sayang. Kamu do'akan yang terbaik dan jangan berfikiran macam-macam tentang dirinya. Dia sudah dewasa dan mungkin dia sedang menentukan pilihan nya, jadi percayakan padanya" ucap Papa Devon dan itu membuat Mama Lulu sedikit lebih tenang.
Kembali lagi pada David yang sudah berada dalam mobil dan dia mengemudikan nya menuju perusahaan nya. Dia sesekali menatapi paket yang diberikan oleh Mama Lulu padanya.
"Siapa yang mengirim ini? Apa isinya?" gumam David yang menatap kesamping dan kedepan lagi.
David membawa paket tersebut masuk kedalam ruangan nya. Sekarang Jamil sudah menjadi sekertaris David, karena semenjak Dona menikah dia berhenti bekerja dan posisinya digantikan oleh Jamil.
"Bos, ada kiriman untuk anda. Tapi tidak ada pengirimnya, mau anda terima atau tidak bos?" tanya Jamil memperlihatkan sebuah paper bag pada David.
"Bawa keruangan saya sekarang" jawab David yang penasaran akan semua paket yang dia terima hari ini.
"Oke bos" ucap Jamil yang mengangguk dan mengikuti langkah David masuk kedalam ruangan kerjanya.
"Terimakasih. Kau boleh keluar sekarang" ucap David yang meminta Jamil keluar dari ruangan kerjanya.
Jamil mengangguk dan segera pergi dari sana. Dia bingung juga dengan sikap David yang memang sudah banyak berubah. Jamil saja merasa heran dan juga bingung, David yang dulu dia kenal entah pergi kemana. David yang sekarang jauh berbeda dari pertama bertemu dengan nya.
Sedangkan David masih menatap dua buah benda yang sama sekali belum dia buka dan tahu apa isi didalamnya. Lalu dia membuka sebuah paper bag terlebih dahulu. Dan isinya adalah sebuah gambar tangan yang terlihat tidak beraturan. Ada tiga gambar yang mungkin bentuknya sudah orang, ada dua orang dewasa dan satu anak kecil ditengah-tengah mereka. Lalu ada tulisan Mimi, Ez, Pipi.
...Miss you Pipi, akhirnya Ez bisa bertemu dengan pipi dan melihatnya secara langsung. Ez janji akan jadi anak baik jika Pipi mau kembali lagi pada Ez dan Mimi juga, Ez tidak mau kehilangan Pipi lagi....
...**We love you Pipi❤....
^^^From Alvarez**.^^^
Kira-kira begitu tulisan yang David baca. Dia merasa hatinya sangat bahagia saat melihat gambar dan tulisan tersebut. Dia tidak henti-hentinya memandanginya.
"Jadi dia yang mengirimkan ini untuk ku? Apa mungkin Zahiya yang menulis semua ini?" gumam David yang melihat gambar dan tulisan tangan dari seseorang yang sangat dia kenal.
"Lalu ini apa?" gumam David yang memegang kotak tersebut. Tidak menunggu waktu lama dia membukanya dan dia melihat ada seseuatu didalamnya.
"Ini, ini adalah pakaian kurang yang dulu basah dirumah auntie Soraya. Jadi dia yang menyimpan nya, kamu masih mengingat kejadian itu rupanya" gumam David yang malah membayangkan saat dia berdua kena gap sedang berduaan didalam kamar dengan Zahiya.
...Maaf, saya baru mengembalikan ini semua pada anda. Saya tidak bermaksud untuk menyimpan atau menyembunyikan ini dari anda, saya terlalu sibuk untuk memberikan langsung pada anda. Mumpung saya ingat, jadi saya segera kembalikan pada anda. Sekali lagi maafkan saya....
Begitulah tulisan yang terselip diantara lipatan bajunya. Dia membandingkan tulisan tersebut dan ternyata berbeda dengan tulisan yang anak bernama Alvarez itu. David menghela nafasnya dan dia sudah sangat berharap jika yang menulis semua ini adalah Zahiya. Tapi dugaan nya salah dan membuatnya merasa sangat kecewa.
__ADS_1
"Gue kira yang nulis semua ini adalah loe Zahiya. Tapi tidak apa-apa, tak ada rotan, akar pun jadi. Sebaiknya gue dekati saja tuh bocah, siapa tahu saja dengan mendekati anaknya. Bisa membuat Ibunya tersentuh" gumam David yang mulai memiliki semangat untuk melakukan sesuatu.
Dia tidak seperti sebelumnya yang terlihat sangat pasrah dan tidak ada semangat untuk menjalin hubungan dengan wanita manapun. Sekarang dia sudah semakin bersemangat dan dia juga menghubungi Mama Lulu untuk mengatur perjodohan nya dengan Zahiya. Dengan begitu dia bisa memilikinya.
"Semoga saja memang dia jodoh yang Tuhan berikan padaku" gumamnya yang bersemangat mengerjakan pekerjaan nya hingga selesai tanpa dia sadari.
Hari terus berlalu hingga semuanya sahabat-sahabatnya merasa jika David nya sudah kembali dan tidak pendiam lagi. Mereka sekarang sedang berkumpul didalam ruangan David, karena mereka dibuhungi oleh Jamil.
"Bro, gue bener-bener kagak nyangka jika sahabat gue ini sudah kembali lagi somplaknya. Gue seneng" ucap Guntur yang diangguki oleh Bima dan Galang.
"Iya, gue hampir saja merasa tidak semangat saat melihat loe berubah drastis selama ini. Gue sungguh sangat khawatir akan keadaan loe" sambung Galang dan David hanya tersenyum tipis dan dia malah senyum-senyum sendiri tidak jelas.
"Gue malah takut jika melihatnya seperti itu. Lihat, bulu halus gue berdiri semua" ucap Bima yang memperhatikan David yang masih senyum-senyum sendiri.
"Iya, loe masih waras kan bro?" tanya Guntur yang memegang kening David dan mencocokan nya dengan keningnya sendiri.
"Tidak ada yang aneh, biasa saja dan sama saja suhu tubuhnya dengan gue" gumam Guntur yang mendapatkan pukulan dari ketiga sahabatnya secara bersama-sama.
"Kamvret loe, gue masih waras dan gue juga tidak sedang demam. Macem-macem aja loe" ucap David setelah memukul kepala Guntur.
"Kali aja bro, loe emang mendadak kagak waras. Apa lagi semenjak kejadian waktu itu, gue takut jika loe frustasi dan mendadak jadi gila" jawab Guntur yang langsung bangkit dari duduknya saat menyadari ketiga sahabatnya akan memukulnya kembali.
"Sebenarnya loe ini kenapa sih Vid? Cerita dong kekita-kita" tanya Bima yang diangguki oleh Galang dan Guntur.
"Gue sudah memutuskan akan mengejarnya. Dan ternyata gue memiliki peluang untuk bisa mendekatinya dan pasti akan berhasil, tapi gue belum tahu tempat tinggalnya. Dan emak gue yang akan mengatur semuanya buat gue, semoga saja memang segera terjadi" jawab David yang tidak berhenti tersenyum saat mengatakan nya pada ketiga sahabatnya.
"Jadi loe memang benar akan dijodohkan dengan anak teman nyokap loe itu? Loe kagak nolak-nolak lagi?" tanya Bima memastikan jika pendengaran nya tidak salah.
"Hmm, gue sudah pusing dan gue juga lelah jika ditanya menikah dan menikah. Gue nggk tahu apa yang akan terjadi pada gue selanjutnya, gue minta do'a dari loe bertiga. Karena kata emak gue, nanti malam tuh orang mau diundang kerumah dan makan malam bersama dengan keluarganya juga" jawab David lagi dengan pasti sangat didalam hatinya sedang sangat bahagia. Setelah menunggu berhari-hari, dia mau diajak kerumahnya untuk makan malam.
"Thanks bro, gue ucapkan makasih pada loe semua. mungkin selama ini sikap gue berubah karena gue mamang selalu memikirkan yang sekarang akan gue jalani. Entah kenapa gue merasa sangat terikat dengan nya, gue nggak tahu harus bagaimana sebelumnya. Setelah semuanya terungkap, gue merasa ada dorongan dalam diri gue supaya maju" ucap David yang langsung mendapatkan pelukan dari ketiga sahabatnya dan mereka saling bertukar fikiran satu sama lain.
"Ngomog-ngomong, gue balik duluan. Singa gue sudah mulai ngamuk-ngamuk jika gue balik telat sedetik saja. Gue duluan, bye" ucap Guntur yang segera pergi dari ruangan David untuk segera pulang.
"Gue juga pulang duluan ya, gue lupa jika gue ada janji sama anak-anak gue mau beli sesuatu untuk mereka berdua. Assalamualaikum" ucap Galang yang memang sudah sangat berubah dari sebelumnya yang memang sedikit gila seperti Guntur.
"Wa'allaikumsalam, hati-hati loe dijalan" ucap David dan Bima yang melihat kepergian Galang. Sedangkan Galang melambaikan tangan nya dan mengacungkan jempolnya pada dua sahabatnya itu.
"Mau balik sekarang atau nanti saja. Anak-anak gue mungkin sedang menunggu dirumah loe" ucap Bima yang membuat David mengangguk dan tersenyum padanya.
"Kita pulang sekarang saja. Eh, tunggu dulu. Kita singgah ditoko mainan dulu sebelum pulang, gue mau kasih hadiah pada anak gue" ucap David yang membuat Bima mengernyitkan dahinya mendengar ucapan dari David.
"Loe lupa, jika gue bakalan dapet dua sekaligus saat gue bisa menikahinya" ucap David yang membuat Bima mulai faham dengan maksud David.
"Oke, gue mengerti sekarang. Mungkin Junior juga akan senang saat bertemu dengan anak loe nantinya" ucap Bima yang mulai menggoda David.
"Semoga saja, kelihatan nya dia memang sedikit sulit untuk bisa dekat dengan sembarangan orang. Tapi coba saja nanti" jawab David yang diangguki oleh Bima.
Mereka keluar ruangan bersama-sama dan mereka berdua berjalan beriringan menuju parkiran. Mereka menggunakan satu mobil, lebih tepatnya David yang menumpang mobil Bima. Dia bilang tidak ingin ribet jika membawa dua mobil.
.
__ADS_1
Sedangkan didalam rumah Devon sedang ramai oleh anak-anak. Ternyata Zahiya sudah datang karena putranya selalu merengek ingin segera bertemu dengan Pipi nya itu. Dan disana dia ternyata mudah bergabung dengan anak-anak yang lain.
Termasuk dengan anak-anak Bima yang akan disana untuk menunggu Papa nya pulang kerja. Jangan lupakan anak-anak Dava dan Safia juga ada disana. Mereka langsung akrab dan saling menyayanginya, mungkin karena dia yang paling kecil diantara yang lainnya.
"Maaf ya auntie, Zahi harus datang sekarang. Padahal ini belum waktunya untuk kemari" ucap Zahiya yang merasa tidak enak, karena datang lebih awal dan tidak bersama dengan keluarganya yang lain.
"Tidak apa-apa sayang. Justru auntie sangat senang kamu dan anak kamu datang kemari lebih awal" ucap Mama Lulu yang memang sudah sangat menyayangi Zahiya dan merasa nyaman dengan nya sejak pertama bertemu.
"Terimakasih auntie. Maaf jadi merepotkan auntie" ucap Zahiya dan Mama Lulu hanya tersenyum dan menggeleng saat Zahiya bilang merepotkan.
"Oh iya, auntie sampai lupa. Auntie mau menyiapkan untuk masak makan malam ini, maaf ya auntie tinggal dulu" ucap Mama Lulu yang akan pergi tapi Risma jadi saat Zahiya mengatakan akan ikut membantunya juga.
"Auntie, boleh Zahi bantu juga? Zahi juga ingin bisa memasak" tanya Zahiya dengan menunduk dan tidak berani untuk menatap wajah Mama Lulu.
"Tentu saja boleh, ayo ikut saja. Disana sudah ada Safia dan Sonya juga, merek juga akan membantu auntie masak" jawab Mama Lulu yang merangkul lengan Zahiya untuk masuk kedalam dapur rumahnya.
'Apa yang aku katakan? Kenapa aku ingin membantunya, jangankan memasak. Mengupas bawang saja tidak bisa, bagaimana ini' gumam Zahiya dalam hati. Dia sama sekali tidak bisa memasak, dia adalah ahlinya dalam menggunakan senjata. Jika pun dia menggunakan pisau, maka yang akan dia lakukan adalah memotong leher atau tangan klan nya.
Dan sekarang dia harus memegang pisau untuk mengupas bawang dan memotongnya? Apakah dia mampu? Kita lihat saja bagaimana Queen Mafia's melakukan aksinya didalam dapur dan melakukan tugas seorang wanita pada umumnya. Yaitu memasak.
"Fia, Sonya. Kenalin, ini Zahiya yang akan menjadi saudara kalian juga. Zahiya kenalin, ini putri sulung auntie, dan ini istrinya Dava" ucap Mama Lulu pada ketiga wanita itu untuk saling berkenalan.
"Safia, senang bisa melihat kamu secara langsung" ucap Safia yang memperkenalkan dirinya pada Zahiya.
"Zahiya, terimakasih" ucap Zahiya yang merasa canggung pada Safia yang sangat ramah juga, sama seperti Mama Lulu.
"Sonya, senang bisa bertemu" ucap Sonya yang juga memperkenalkan dirinya pada Zahiya.
"Zahiya, saya juga senang bisa bertemu dengan kalian semua" jawab Zahiya yang menjabat tangan Sonya dan mereka saling tersenyum bersama.
"Ya sudah, kita langsung saja ya masaknya" ucap Mama Lulu yang memerintah Safia dan Sonya melakukan tugasnya seperti biasa dan meminta Zahiya mengupas bawang dan memotongnya.
"Zahiya, bisa mengupas bawang dan memotongnya kan? Jika bisa tolong kupaskan dan langsung dipotong-potong saja. Jika tidak bisa, Zahiya bisa mencuci sayurnya saja" ucap Mama Lulu yang melihat Zahiya sedikit tegang saat dia melihat Mama Lulu bilang mengupas bawang.
"Insya Allah bisa auntie. Tapi mungkin akan lama, karena ini adalah pengalaman pertama Zahi" jawab Zahiya yang mengatakan nya dengan jujur dan menunduk.
"Iya, tidak apa-apa. Aku juga dulunya tidak bisa apa-apa, setelah bergabung dengan Mama, aku bisa melakukan nya sekarang. Sini aku kasih tahu caranya" ucap Sonya segan semangat untuk memberikan contoh mengupas bawang pada Zahiya.
"Terimakasih, maaf, jadi merepotkan" ucap Zahiya yang membuat Mama Lulu tersenyum melihat menantunya dan calon menantunya akur, saling membantu.
"Sama-sama, begini caranya" ucap Sonya yang dengan perlahan dan sangat hati-hati memberikan contoh dan melakukan nya bersama-sama hingga bawang-bawangan itu selesai dikupas semuanya.
Mama Lulu sangat senang dan dia tersenyum bersama dengan Safia. Karena Mama Lulu tidak pernah salah jika mengenai seorang wanita yang benar-benar baik dan tulus dengan yang hanya baik didepan nya saja. Atau mencari muka, supaya terlihat baik.
.
.
.
Jangan pernah lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya...
__ADS_1
Karena ini masih sangat sepi dan seperti tidak berpenghuni... Tolong ramaikan disetiap babnya dengan komen- komen kalian ya....
Thanks and happy reading...🤗🤗🤗