PELET SANG BIDUAN

PELET SANG BIDUAN
Bab 10. Terbongkar ( POV Author )


__ADS_3

Yasmin tengah terbakar amarah. Rencana untuk memisahkan Fadli dengan Puspa berakhir dengan kegagalan. "Dasar wanita kampung! Aku akan menghancurkanmu, tunggu saja nanti!"


Tidak menunggu lama, Yasmin langsung pergi menuju Desa di mana Fadli tinggal. Sementara itu, Puspa tengah berada dalam perjalanan menuju rumah Mbah Slamet bersama ibunya.


Kejadian malam itu membuat Puspa ketar-ketir. Mbah Slamet harus menambah dosis ajian itu agar lebih kuat karena godaan Fadli tidaklah ringan. Bisa saja Fadli tergoda untuk kembali pada Yasmin.


Tanpa di sadari oleh Ibu dan anak yang tengah berboncengan sepeda motor itu, ada seseorang yang mengikuti mereka dari kejauhan.


Orang itu adalah Tejo. Pemuda itu masih tidak menyerah mengejar cinta Puspa. Kebetulan sekali dia melihat Puspa dengan Ibunya. Berniat mencari perhatian mereka, Tejo malah di kagetkan dengan sebuah kebenaran yang tidak pernah dia duga sebelumnya.


Motor yang Puspa Kendarai berhenti di tepi jalan, tepatnya di depan rumah Mbah Slamet.


Ibu dan anak itu terlihat turun dan berjalan masuk ke pekarangan rumah.


Tak ingin ketinggalan Tejo segera menyusul dengan mengendap-endap dan bersembunyi di balik semak.


'Untuk apa Puspa kesini?' gumam Tejo dalam hati. Karena tidak bisa mendengar percakapan mereka dari tempatnya bersembunyi, Tejo mengambil langkah maju. Kini dia bersembunyi di bawah daun jendela samping rumah yang terbuka.


Di dalam rumah Puspa tengah duduk berhadapan dengan Mbah Slamet di atas hamparan tikar. Di sana sudah tersedia aneka kembang tujuh rupa dan juga dupa yang sudah mengepulkan asap.


"Jadi, kamu mau Mbah menambah mantranya?" Mbah Slamet berujar sembari menatap tajam ke arah Puspa.


"Iya, Mbah. Ada wanita lain dalam hidup Fadli. Aku tidak mau kalau dia tergoda lagi pada wanita itu," jawab Puspa dengan berapi-api.


Mendengar percakapan mereka Tejo menduga-duga dalam hati. 'Apa itu artinya selama ini, Puspa menggunakan sarana pelet untuk mendapatkan cintanya Fadli?'


Tejo menggelengkan kepala saking tidak percayanya. Puspa adalah gadis tercantik di desanya. Dia tidak perlu ajian apapun untuk mendapatkan cinta dari seorang lelaki, tapi kenapa dia melakukan itu? Apa mungkin Fadli sudah pernah menolaknya?


Beragam pertanyaan berputar-putar di benak Tejo. Kini dia mengerti kenapa hubungan Fadli dan Puspa tiba-tiba terjalin, padahal Fadli sudah punya pacar cantik dari kota.


"Baik, Mbah. Kami pulang dulu akan saya amalkan apa yang sudah Mbah perintahkan," Puspa terdengar berpamitan, membuat Tejo gelagapan.


dugh!


Saking gugupnya kepala Tejo sampai terbentur daun jendela. Sontak ketiga orang di dalam rumah menatap ke arah suara.


"Apa itu, Mbah?" tanya Ibunya Puspa.


"Meong ... meong ..." Tejo mengeluarkan suara seperti kucing untuk mengecoh.


"Kucing, Bu." ucap Puspa sembari mengajak ibunya keluar.


Sebelum mereka keluar rumah, Tejo lebih dulu mengendap pergi dari sana. Dengan langkah pelan dia menuntun sepeda motor butut miliknya sampai jarak yang lumayan jauh dari rumah Mbah Slamet. Barulah dia menyalakan mesin motor dan melesat pergi.

__ADS_1


"Ini tidak bisa di biarkan. Aku harus membuat Fadli sadar, dengan begitu dia akan meninggalkan Puspa. Setelah itu aku akan hadir sebagai penyelamat untuknya. Ha ha ha ..." Tejo terus bergumam di atas motornya sembari tertawa.


Chiiit!


Karena kurang fokus, pria cungkring itu hampir saja menabrak mobil di hadapannya.


"Si*alan" Tejo mengumpat tak terima. Dia pun turun dan menghampiri pengemudi mobil.


"Keluar!" Tejo menggedor kaca mobil dengan keras, membuat orang yang duduk di kursi kemudi membuka kaca tersebut.


"Kamu ..." ucapan Tejo tertahan saat melihat yang mengemudikan mobil adalah perempuan berwajah cantik dengan pakaian serba terbuka.


"Bisa minggir nggak, Saya mau lewat," ucap wanita itu dengan nada ketus.


"Walah ... cantik-cantik kok galak temen to Mbak." Seketika amarah Tejo meredam setelah melihat wanita cantik di hadapannya.


"Jangan kebanyakan ngomong! Cepat minggir!" ujar wanita yang tak lain adalah Yasmin.


Baru saja Tejo akan melangkah pergi terdengar suara Yasmin dari dalam mobil.


"Puspa!"


Yasmin terkejut saat melihat Puspa melaju dengan motornya di persimpangan jalan.


"Kamu kenal Puspa, Mbak?" tanya Tejo penasaran.


"Wanita sialan itu sudah merebut pacarku," jawab Yasmin geram.


"Pacar? maksud Mbak, siapa?" tanya Tejo lagi.


"Kamu siapa? Kenapa menanyakan itu padaku?"


"Perkenalkan aku Tejo, calon pacarnya Puspa,"


Yasmin menyunggingkan senyum meledek pada Tejo. "Kalau benar begitu, kenapa kamu tidak menjauhkan gadis kampung itu dari pacarku?"


"Aku juga sedang berusaha," balas Tejo.


Mendengar ucapan Tejo, terlintas sebuah ide dalam otak Yasmin "Berikan nomer teleponmu, padaku!" Yasmin mengulurkan tangan dari kaca pintu mobil.


"Tu kan, kamu naksir aku ..." Tejo berujar dengan percaya diri.


"Cih ... ngaca woy!"

__ADS_1


Mendapat kata ejekkan dari Yasmin, tak menyurutkan rasa percaya diri Tejo. Pria itu malah mendekat pada sepion mobil untuk berkaca.


"Ganteng kok," ucapnya sembari mengelus rambut dan pipi.


"Cepat berikan nomer teleponmu! Aku punya rencana untuk memisahkan Puspa dari pacarku." Yasmin kembali berujar.


Tejo pun setuju dan memberikan nomer ponselnya pada Yasmin. "Jangan lupa telpon aku ya, Mbak!" Tejo semakin ngelunjak. Bahkan dia belum tahu niat Yasmin yang sesungguhnya, yang pasti dia bahagia karena ada perempuan cantik yang meminta nomer telponnya.


"Jadi dia pacarnya Fadli yang dari kota itu, cantik pol, si Fadli matanya sliwer apa ya? cewek sebening itu kenapa di sia-siakan?" Tejo bergumam sembari menyalakan mesin motor.


"Memang Dek Puspa nggak ada lawan tentu saja Fadli klepek-klepek, tapi ... masa iya Dek Puspa pakai Pelet? Halah mbuh lah tak pikir nanti pulang dulu wetengku wes keroncongan Iki." Pria berbadan kurus kering itu pun melesat pergi.


***


Di rumah, Puspa membuka bungkus ramuan yang dia peroleh dari Mbah Slamet, dukun yang menurut Puspa dan ibunya sangat sakti.


Tidak seperti syarat yang pertama, kali ini Puspa tidak harus menanam benda mistik itu lagi. Yang harus dia lakukan hanyalah mandi menggunakan kembang tujuh rupa yang di berikan oleh Mbah Slamet.


"Bu, bagaimana jika cintanya Fadli mulai berubah padaku? tanya Puspa ragu.


"Kamu mikir apa to, Pus. Buktinya Fadli masih nempel sama kamu. Ajian Mbah Slamet itu ampuh. Wes to percoyo ae ! " Ibunya Puspa berujar sembari menyiapkan air untuk Puspa mandi.


Kedua wanita itu sebenarnya bukanlah orang jahat. Mereka hanya minim pengetahuan saja, sehingga memilih cara salah demi mewujudkan keinginan.


Yasmin sudah sampai di rumah pak lurah. Kedua orang tua Fadli pun menyambut dengan hangat kedatangan wanita kota itu. Berbeda dengan Fadli, jangankan menyambut menatap saja dia enggan.


"Kamu ngapain lagi sih, Yas?" ucap Fadli sembari memperlihatkan wajah tak ramah.


"Aku kangen sama kamu, Sayang," balas Yasmin. Wanita itu pun mendekat dan berusaha untuk mencium Fadli. Namun, Fadli dengan tegas menolaknya.


"Aku tahu, kamu sebenarnya masih cinta sama aku. Itu terbukti dari caramu memperlakukan aku dengan lembut malam itu," bisik Yasmin di telinga Fadli.


Memang benar Fadli tidak bisa menolak saat Yasmin menggodanya. Malam itu, Fadli dalam keadaan sadar saat mereka memadu cinta layaknya pasangan suami istri. Bukan hanya sekali, keduanya memang sering melakukannya saat masih menjadi pasangan kekasih.


Tentang obat yang di masukan Yasmin dalam minuman sehingga membuatnya tidak sadar, semua itu hanya cerita bohong. Fadli hanya tidak bisa jujur pada Puspa, Jika dirinya telah kembali terlena pada rayuan sang mantan kekasih.


Keahlian Yasmin dalam menyenangkan pasangan, membuat Fadli tidak bisa berkutik. Hanya dalam sekejap dia terlena dan melupakan Puspa.


"Itu semua karena kamu menjebakku, Yasmin," elak Fadli.


"Terserah kamu, terus saja mengelak, yang pasti aku senang kamu terjebak, Sayang," ucap Yasmin sembari terus mengelus wajah Fadli dengan lembut. Anehnya pria itu tidak keberatan dengan sentuhan jari lentik Yasmin.


Apa ajian pelet Pupsa mulai luntur? sehingga Fadli mulai kembali mencintai Yasmin?

__ADS_1


__ADS_2