Penantian Seorang Gadis

Penantian Seorang Gadis
Part 77 ~Penantian Seorang Gadis~


__ADS_3

17 tahun berlalu. Ilona mengajari anaknya, terutama mengasutnya untuk balas dendam dengan seseorang.


"Tapi kenapa mereka, bunda?" tanya Alya.


"Nak, mereka telah membuat hidup bunda seperti ini. Ayahmu meninggalkan ibu karena mereka, kamu harus membalad perbuatan mereka. Nak."


Alya mendengar tuturan bundanya jadi bingung, terus sangkutannya ke Fisha kenapa? Temannya itu sangat baik.


"Apa Fisha juga? Fisha tak seperti itu bunda, Fisha anak baik. Dia baik."


Ilona mengusap rambut anaknya, dengan lembut membuat Alya nyaman.


"Suatu saat nanti, dia akan mengambil kebahagianmu, buktinya saat ini. Dia dekat dengan Xaviel, orang yang akan menjadi jodohmu. Dia akan mengambil semua apa yang kamu punya. Dia seperti ibunya, dulu ibunya juga merebut semua milik bunda, termasuk orang yang bunda cintai ya itu ayahnya Fisha. Dia mencaci maki serta mengfitnah bunda, sehingga bunda menjadi narapidana selama 5 tahun, karena tuduhan yang di berikan. Lepas dari sana, seseorang yang merupakan ayahmu melakukan hal yang tak pernah ibu bayangkan. Itulah yang membuat kamu lahir di dunia ini. Bahkan, ayahmu tak mau bertanggung jawab dan menganggapmu sebagai anaknya, dia memilih keluarganya dari pada kita. Dia juga menyuruh bunda untuk menggugurkam kandungan bunda, tapi bunda lebih memilih untuk pergi jauh, merawatmu sendiri."


Ilona menangis terisak, sehingga Alya bangun dari pangkuan bundanya, dan memeluk orang yang melahirkannya.


"Jangan menangis, bunda. Ay gak suka lihat bunda nangis, Ay akan membalaskan perbuatan mereka. Lebih kejam apa yang mereka lakukan kepada bunda, karena mereka hidup kita seperti ini. Ay janji mereka tidak akan hidup bahagia. Ay akan menyiksa dan terus membully Fisha, Ay juga akan merebut hak dan milikku dari Fisha. Xaviel hanya milik Alya bukan Fisha," ucap Alya. Ilona tersenyum devil di dalam pelukan anaknya.


Dia melepaskan pelukannya, dan kembali menangis. "Iya, nak. Makasih. Mereka terlalu menyiksa batin dan mental bunda."


Alya mengangguk. Hal yang membuat gadis cantik itu sakit, melihat orang yang melahirkannya menangis. Dan dia tahu penyebab membuat orang tersayangnya menangis, yaitu keluarga Fisha. Kali ini, keluarga Fisha dan orang yang menyayangi Fisha akan hancur melebihi hancurnya hidup bundanya. Bukan hanya keluarga Fisha, tapi juga Fisha sendiri.

__ADS_1


"Siapa ayah, Ay?" tanya Alya membuat Ilona sedikit terdiam, bagaimana saat dia memberitahu ayahnya adalah Evan suatu saat nanti Aksa bebas dari penjera dan mencari anaknya? Bukan kah Aksa pernah bilang, Evan hanya penyambung hidup Alya, selepas dia bebas Alya akan jadi putrinya. Putri yang akan membantunya menghancurkan orang-orang yang dia benci.


"Dia Gevan, ayah kamu." Ilona memperlihat foto Evan ke arah Alya.


"Kenapa Ayah tak mirip denganku, bunda? Katanya aku mirip ayahku, tapi dia tak ada mirip-miripnya denganku. "


"Emang harus mirip? Yang terpenting kamu anak kandungnya."


Alya terdiam sesaat, kata orang-orang kalau kita tak mirip dengan ibu, pastinya akan mirip dengan ayah, tapi Alya tak mirip keduanya.


"Ok,bunda."


"Yaudah, kamu sana tidur."


"Maaf Aks, tapi gue gak mau anak gue semakin malu, mempunyai orang tua narapidana seperti kita. Biarkan dia menganggap Evan adalah ayahnya."


Waktu terus bergilir, dan usia Alya sudah 23 tahun, selama bundanya pergi. Evan membiayai kehidupannya. Pada sedikit insiden, Alya marah kepada Evan. Alya berpikir dua kali dan memutuskan memaafkan Evan, dia juga bisa memanfaatkan sesutuasi. Semakin mudah bersembunyi di belakang Evan.


Aksa yang di nyatakan bebas dari penjara menemui Alya secara diam-diam, dan memberitahu kalau ialah ayah kandungnya bukan Evan. Bahkan, Alya sangat mirip dengan Aksa. Banyak pertanyaan Alya. Namun, mampu Aksa jawab. Sehingga Alya tahu semuanya rencana kedua orang tuanya. Mereka bahkan bekerja sama untuk melanjutkan balas dendam yang mereka perbuat sendiri. Saat itu juga Alya masih memanfaatkan Evan.


Bahkan Aksa gugur dalam peperangan melawan Altar, Alya tak dapat di temukan, karena dia sembunyii dibelakang Evan, sebagai anak biologisnya. Bahkan Alya bohong, ke Evan bahwa dia tak akan berbuat jahat lagi pada Fisha dan keluarganya.

__ADS_1


🐰🐰🐰🐰🐰


Sudah setahun mereka mencari keberadaan anak Aksa tetapi tak menemukannya. Bahkan anak buah Aksa tak mampu untuk mencarinya. Alya terus menutup dirinya di rumah selama setahun membuat Evan merasa aneh dengan gerak-gerik anaknya itu.


"Alya kenapa akhir-akhir ini kamu lebih betah di rumah?" tanya Evan yang hari ini berkunjung ke rumah Alya.


"Gak kok, pih. Aku cuma malas keluar aja, aku tak ingin saja kulit ku kusam. Apalagi panas matahari tinggi banget, lagian aku betah di rumah. Keluar pun buat apa?"


"Ok, Papi sudah melengkapi kebutuhanmu kembali, mungkin beberapa hari kedepan papi akan jarang menemuimu."


"Kenapa, pih?" tanya Alya.


"Papi sibuk, gak papakan?"


Alya menggeleng. "Papi datang berkunjung aja udah senang. Lagian papi juga punya tanggung jawab lain, ada keluarga papi. Ada kantor papi yang harus di urus."


"Iya makasih, pengertiannya. Kalau begitu papi pamit." Evan mengusap kepala Alya dengan lembut dan pergi dari rumah itu.


Kepergin Evan, Alya menutup pintu dan bernapas lega.


"Kali ini saya bakal buktiin, selama ini saya tak kepikiran untuk tes DNA dengan Alya. Alya tak sama sekali mirip denganku, bahkan Alya tak mirip dengan Ilona. Lantas Ilona mengikuti gen siapa?"

__ADS_1


Dia berhasil mengambil sehelai rambut Alya, yang sempat dia petik saat mengusap rambut Alya. Kecurigaannya akan terungkap kali ini.


__ADS_2