Pengantin Simon

Pengantin Simon
29. They' re coming


__ADS_3

"Mommy," desah Leon.


Simon terdiam. Ia berpura-pura tidak mendengar. Sedangkan Anna hanya tersenyum dengan cairan yang kembali berkumpul di kelopak matanya. Jemari Anna membelai rambut hitam di kepala Leon.


"Mommy ... dulu kukira aku akan punya seseorang yang memanggilku begitu. Punya keluargaku sendiri, seorang suami, adik dan juga anak-anak. Martin menemui pasangan Barnes. Aku merasa sangat gembira ketika tahu mereka melepasku, juga Nuella. Belakangan aku tahu kalau kebebasan kami dari pasangan Barnes dibayar dengan sejumlah uang ... Martin membawaku menemui keluarganya ... mengenalkan aku sebagai calon isterinya. Aku gembira bukan main ...." Anna tertawa pahit.


"Dia menikahimu ...."


"Ya. Kami menikah ... setelahnya baru aku tahu kehidupan bahagia rupanya hanyalah mimpi belaka ... Martin mengalami depresi yang panjang saat di masa remajanya, dia masih mengontrol dirinya dengan obat hingga saat ini. Dia hanya mengenal kata berhasil. Tidak mengenal kata gagal. Apa yang dicapai oleh kedua saudaranya, harus bisa ia capai juga, bahkan harus lebih baik. Dia di puji saat pesta pernikahan, mengatakan bahwa akhirnya ia punya seorang pengantin. Tujuan hidup Martin hanyalah meminta pengakuan dari kedua orang tuanya. Martin jadi posesif, ia mengurungku di rumah bersama Nuella. Seorang pria paruh baya yang tinggal di samping rumah kami kerap menegur ketika aku sedang berada di halaman atau sedang berada di beranda. Aku menjawabnya, karena menurutku itu hanyalah sapaan antar tetangga. Sesudahnya, anjing peliharaan pria itu ditemukan mati. Aku tahu pelakunya adalah Martin. Ia mengancamku, jika aku bertegur sapa lagi dengan lelaki itu, maka yang berikutnya pria itu yang akan mati ... aku ketakutan. Aku mengurung diri bersama Nuella. Bagiku cukup asalkan Nuella baik-baik saja dan mendapatkan pengobatan yang ia perlukan. Tapi ....."


Karena Anna lama terdiam, Simon yang sudah sangat geram meremas bahunya. "Teruskan, Ann" perintahnya dengan nada lembut.


"Kami pindah rumah, Di tempat baru, aku benar-benar membatasi berinteraksi dengan orang lain. Hanya Nuella temanku di rumah. Namun ... bahkan Nuella jadi penghalang untuk Martin. Nuella seolah jadi gangguan. Jadi ia menyingkirkan Nuella ke sebuah fasilitas perawatan. Tidak lagi melakukannya dari rumah ... Nuella dipindahkan ke sana ... aku hanya bisa melihatnya lewat video, berbicara beberapa patah kata ...."


"Laki-laki gila!" maki Simon.


Anna menghapus airmatanya dengan ujung lengan, lalu ia merapatkan jaket ke tubuh Leon yang masih memeluknya.


"Aku menuruti apapun keinginan Martin. Asalkan Nuella mendapatkan perawatan yang ia butuhkan. Kemudian sebuah insiden dengan rekannya di tempat kerja membuat Martin kembali membawaku pindah. Bekerja bagi Martin hanyalah selingan. Asal tidak membuat onar dan menunjukkan kehidupan yang normal seperti rumah tangga pada umumnya, semua uang yang ia perlukan ia hanya tinggal meminta ... di tempat baru ini, seorang wanita tua bernama Hannah merasa kasihan melihatku sering sendirian, sudah tinggal bertahun-tahun di tempat itu, tapi seolah tidak punya hubungan sosial sama sekali. Ia kemudian sering datang ke rumah mengunjungiku. Membawa seekor kucing peliharaannya ...."


"Kucingnya mati ...," ucap Simon dengan yakin.


"Kucing itu sering datang sendirian tanpa Hannah. Aku menyukainya ... setidaknya aku punya teman, meski hanya seekor kucing ...."


"Martin tidak suka."


"Ya ... Beberapa hari kemudian kucing itu tidak pernah datang lagi. Ketika bertemu Hannah, dia bilang kucingnya mati tenggelam ... Aku marah besar. Aku tidak peduli lagi kalau dia marah, aku mengamuk dan memukulnya. Dia balik memukulku habis-habisan ..." Anna memejamkan mata rapat-rapat.


"Saat itu aku melupakan Nuella ... aku bilang dia bisa memukulku sampai mati, namun aku tidak akan menurutinya lagi. Martin terlihat sangat marah ... lalu dia bilang akan menghentikan semua pengobatan untuk Nuella bila aku melawan atau pergi meninggalkannya. Aku tidak pernah tahu dimana ia memindahkan Nuella ...."


"Nuella ... dimana anak itu?"

__ADS_1


Anna terlihat amat lelah, ia seperti kehilangan kekuatan.


"Dia sudah tiada, Simon ...." Anna menahan isak tangisnya. "Adikku sebenarnya sudah lama pergi ... pengobatannya tidak berhasil ... video yang Martin tunjukkan hanyalah beberapa video yang ia simpan setiap kunjungannya ke tempat adikku ketika ia masih hidup. Aku pernah meminta bicara dengan Nuella seperti di awal-awal ketika ia dipindahkan, tapi Martin tidak pernah mengizinkan."


"Ya Tuhan ... bagaimana caranya kau tahu?"


"Kami kembali pindah. Tempat terakhir sebelum aku memutuskan melarikan diri. Semuanya berjalan seperti awal lagi ... sampai akhirnya sebuah paket tiba ...."


"Paket?"


"Ya. Pengirimnya adalah pemilik baru dari rumah lama kami yang terakhir. Isinya adalah ... semua surat dari Nuella untukku yang tidak pernah ia kirimkan. Juga surat dari kepala rumah sakit yang mengatakan ia terpaksa mengirim semua surat dan benda-benda kecil peninggalan Nuella ke alamat kami. Karena Martin tidak pernah datang lagi sejak Nuella meninggal. Ia meminta Martin menyampaikan semua benda itu untukku. Kiriman itu tiba di alamat lama ... dan pemilik barunya mengirimkannya pada kami. Aku menyimpan semua itu ... mengetahui semua fakta tentang adikku ... yang disembunyikan oleh Martin. Hingga akhir hayatnya ... aku tidak pernah bisa melihatnya lagi ... aku ... aku bertahan karena kupikir Nuella menungguku, kupikir ...."


Anna tidak mampu melanjutkan ceritanya lagi.


"Jadi ... karena kau sudah tahu ... kau memutuskan pergi?" Simon merasa tenggorokannya sendiri tercekat ketika bicara.


Butuh waktu beberapa saat bagi Anna untuk kembali bisa berkata-kata.


Simon melirik, Anna menelan ludah. Kerutan di keningnya tampak dalam.


"Martin memutuskan aku harus hamil ... saat itu, Nyonya Luna, seorang tetangga di seberang rumah melihat ada yang aneh denganku. Entah bagaimana, aku berhasil berkomunikasi dengannya tanpa diketahui oleh Martin. Kami berbicara di tempat yang merupakan titik buta cctv. Dia ... memberiku jalan untuk pergi, meminta Mrs. Sanders menerimaku di White Sand Bay. Aku ... menerima identitas baru dari Mrs. Sanders. Aku memberanikan diri untuk kabur. Berharap Martin tidak tahu siapa yang telah membantuku ...."


"Kenapa kau memutuskan pergi setelah mendengar rencana Martin untuk punya ke ...."


Belum selesai Simon bicara, Anna memegangi mulutnya.


Namun Simon tidak mengerti kalau perut Anna terasa bergolak mendengar rencana tentang memiliki keturunan.


"Aku mendengar Martin berbicara tentang memiliki banyak bayi dengan Gery. Siapa lagi pria ini, Ann?"


Anna memejamkan mata, menyerah dan melepaskan diri dari lengan Simon. Ia bergeser menjauh, lalu muntah sejadi-jadinya.

__ADS_1


"Ann!"


"Tidak ... jangan kemari! Ini menjijikkan!"


Anna mengelap mulut dengan lengan baju piyamanya.


"Tolong ... jangan bahas ini lagi ...," ucapnya sambil terbatuk-batuk.


********


Di pinggir pantai tempat Jhon berdiri sambil bersedekap. Sudah berdiri Hamilton bersama Bruno. Puluhan orang berpakaian serba hitam sudah menyebar menjadi beberapa regu sejak tadi dan memasuki pulau dari beberapa titik. Jhon sangat yakin, Simon dan Leon akan ditemukan oleh orang-orang itu.


Di perairan itu, kerlip cahaya dari lampu-lampu kapal yang menepi di pulau Abalon tampak menyilaukan di kegelapan malam.


"Mereka tiba," ucap Hamilton.


Semua orang yang berdiri di daratan itu langsung mengerti apa maksud dari ucapan Hamilton.


Deru helikopter terdengar di kejauhan. Jhon menyadari ....itu bukan hanya satu ... dua diantaranya mendekat ke bagian datar dan kosong di dekat para pria itu berdiri. sisanya menyebar ke kiri, kanan dan ke tengah pulau.


"Simon ... bertahanlah ... kakakmu tiba ...." bisik Jhon dengan nada lega.


NEXT >>>>>


**********


From Author,


Masih mau lanjut tak? Mudah-mudahan masih ya🤗 dukung Leon dengan tekan like, love, bintang lima, komentar dan Vote hadiahnya ya pembaca sekalian.


Atas dukungannya otor ucapin terimakasih banyakkk. Luvv youu....

__ADS_1


Salam. DIANAZ.


__ADS_2