Pengantin Simon

Pengantin Simon
67. Failed vacation


__ADS_3

Leon menggosok pelan kelopak mata ketika merasa seseorang memegang dan menarik tubuhnya.


"Nanny?"


"Oh, kau sudah bangun? Maaf Nanny membangunkanmu. Kita sudah tiba."


"Tiba?" Leon menggelengkan kepalanya ke sekeliling. Nanny Lea telah turun, lalu tak jauh dari sana ia juga melihat ayahnya.


"Kita di mana, Nanny?"


Leon menggeser tubuhnya, lalu mengikuti Lea turun dari mobil. Segera setelah ia turun, mobil langsung berlalu pergi. Mata Leon yang awalnya masih sayu karena mengantuk tiba-tiba membulat.


"Nanny ... kit-kita mau kemana?" tanyanya kebingungan.


"Kita akan pulang ke tempat Mommy Catty, Leon."


"Apa! Kenapa tiba-tiba? Leon tidak mau! Dua hari lagi liburan musim panas. Leon tidak mau menghabiskannya di tempat Daddy Claude. Leon su-"


Ucapan Leon terpotong karena Simon berteriak memanggil Lea.


"Lea! Bawa Leon naik! Sekarang!"


Lea segera memegang pergelangan tangan Leon dengan lembut.


"Ayo, Sayang. Kita harus segera berangkat."


Leon menarik tangannya. Ia melirik ayahnya yang masih terlihat sibuk dengan ponsel di telinga. Sesekali berdecak tidak sabar.


"Tapi ...."


Seseorang membungkuk dan memegangi kedua bahu Leon dari belakang. Leon segera berbalik dan mendapati seth yang baru saja selesai memarkirkan mobil mereka sudah datang bersama Bruno.


"Paman Seth, Paman Bruno? Ada apa? Kenapa kita semua pergi?"

__ADS_1


Seth menarik napas panjang. "Sesuatu terjadi pada Kakek Hamilton. Kita harus segera ke sana dan melihatnya, Leon."


" Kakek kenapa?"


Lea mendekat dan mengelus rambut Leon. "Kakek sakit. Kita harus pulang sekarang."


Leon menelan ludah.


"Seth, Lea! Ayo!" Simon berjalan tergesa, ia hanya melirik sebagai tanda mereka semua harus bergerak.


Seth dengan cepat mengangkat Leon dan membawanya naik ke pesawat. Bocah itu tidak lagi protes. Ia memegangi kedua bahu Seth sambil menatap ke arah sekeliling sebelum pandangannya tertutup oleh pintu pesawat.


Mam ... Leon tidak pamit ... semoga Mam mau menunggu, Leon harus pulang dulu melihat Kakek. Liburannya harus tertunda ....


*********


Hari terakhir sekolah menjelang liburan musim panas. Anna merasa gelisah. Leon tidak muncul di sekolah sejak kemarin tanpa kabar.


Semua murid telah pulang bersama orang tua mereka. Bersiap menikmati liburan musim panas bersama keluarga mereka. Para guru juga telah memiliki rencananya masing-masing. Anna yang sudah memiliki rancana bersama Leon jadi bertanya-tanya. Apakah perselisihannya dengan Simon membuat pria itu membatalkan rencana yang telah dibuat oleh putranya?


Anna menggelengkan kepala. "Kau sangat egois kalau kau membatalkannya karena kita bertengkar. Kau pasti tahu seberapa ingin Leon menikmati perkemahan musim panas ini," bisik Anna.


"Apa yang kau katakan?" seseorang menepuk bahu Ann dari belakang.


"Oh, bukan apa-apa, Mrs. Sanders."


"Kau tidak fokus selama acara kita tadi. Ada apa?"


"Tidak ada, Mrs. Sanders."


"Benar tidak ada apa-apa? Semua baik-baik saja? Leon mana? Kenapa tidak kelihatan dua hari ini?"


"Ah, sebenarnya belum ada kabar kenapa Leon tidak masuk dua hari ini. Tapi saya akan mencari tahu, Mrs. Sanders."

__ADS_1


Mrs. Sanders tersenyum. "Brenda bilang kau bertengkar dengan Simon?"


Anna hanya diam dan menunduk. Merasakan tangan Mrs. Sanders kembali menepuk bahunya.


"Kalau tidak ada yang mau mengalah untuk menjalin komunikasi lebih dulu, maka tidak akan ada solusi, Ann. Harus ada yang memulai agar masalahnya bisa dibicarakan. Setidaknya, tanyalah kepadanya kenapa Leon tidak masuk dua hari ini."


Anna akhirnya mengangguk kecil. Mereka kembali bergabung dengan para guru lainnya, saling mengucapkan salam dan mengucapkan selamat berlibur. Bibir Anna tersenyum, menampilkan wajah gembira pada semua orang. Di dalam hati, ia merasa makin gelisah. Dua hari tidak melihat Leon, padahal liburan mereka sudah direncanakan dengan matang.


Apakah liburannya tidak jadi? Leon akan sangat kecewa ... jika benar, maka akulah penyebabnya ....


*********


Jhon memarkirkan mobilnya tak jauh dari sebuah toko tempat ia melihat Anna masuk untuk berbelanja. Ia telah mengambil beberapa foto lalu mengirimkannya pada Simon.


Sehari sebelumnya, Jhon telah menerima kabar dari Simon bahwa operasi Hamilton berjalan lancar. Prosedur bedahnya telah dilakukan dengan hasil yang sangat baik. Jhon ikut merasa lega mendengar kabar baik tersebut.


Lalu sebuah permintaan dari Simon membuat Jhon tersenyum. Pria itu memintanya mencari kabar Anna, mengiriminya foto jika memungkinkan. Jadilah Jhon seorang penguntit yang mengikuti kegiatan ibu guru itu ketika pagi pergi ke sekolah dan saat jam pulang.


Jhon mengikuti hingga Anna pulang ke pondoknya, lalu ia pergi setelah mengirim foto pada Simon sosok Anna yang tengah berjalan masuk di jalur menuju pondoknya sambil membawa kantong-kantong belanjaan.


'Dengan belanjaan sebanyak itu, kurasa ia berencana menghabiskan libur hanya di pondoknya. Kurasa dia tidak akan pergi kemanapun'


Jhon mengetik dan kemudian mengirim pesan tersebut.


NEXT >>>>>


**********


From Author,


Mhon bantuannya untuk like, love, bintang lima, komentar dan vote untuk PS. terima kasih banyakk.


Salam. DIANAZ.

__ADS_1


__ADS_2