
"Jangan berkata seperti itu sayang, Felicia sudah Aku ceraikan. Kalaupun ia datang itu karena ia hanya ingin bertemu dengan Ruby." Radith Aditya meraih tangan Jovanka dan menggenggamnya.
"Kalau Mamanya Ruby dekat dengan Ruby lagi maka otomatis ia tidak akan menyukai Aku pak. Aku..., hiks," Jovanka tidak mampu mengatakan ke khawatirannya. Ia takut hubungannya nanti dengan anak pria yang ada di hadapannya ini akan terganggu.
"Jo, dengarkan Aku. Ruby tak akan melupakanmu sayang, ia sangat menyayangimu. Kalaupun ia dekat dengan Felicia itu karena mereka ada hubungan darah. jadi tolong, berhentilah berpikir macam-macam."
"Aku takut Pak, nanti akan seperti kisah-kisah di sinetron ikan terbang, hiks," ujar Jovanka lagi seraya memandang wajah Radit Aditya. Perasaan sedihnya belum juga menguap meskipun Radith sudah menghiburnya.
"Sinetron ikan terbang?" Wajah Radit Aditya tampak bingung dengan senyum samar dibibirnya.
"Iya Pak. Yang ada lagunya itu ku menangis, hiks. Aku gak mau kayak gitu, gak mau menangis gara-gara Ruby yang musuhin Aku."
"Heh, jangan terlalu mikir kejauhan. Aku sayang sama kamu Jo. Sangat cinta padamu. Jadi buang jauh-jauh pikiran yang tidak masuk akal kayak gitu, Okey?"
"Tapi Pak."
"Sudah ya, sekarang kamu mau kemana? Kita bisa jalan bersama."
"Aku mau main sama Ruby pak tapi Mama kandungnya ada di dalam sekolah. Ia bilang mau ngajak Ruby jalan-jalan."
"Ya udah biarkan saja. Kita juga jalan sendiri gimana?"
"Ih gak mau. Maunya Ruby ikut kita."
"Jo, Aku kangen banget sama kamu sayang. Kita pergi berdua ya, biarkan Ruby pergi sama Mamanya, Okey?"
"Hummm, baiklah. Kalau gitu kita bilang dulu sama Ruby, gimana Pak?" usul Jovanka yang langsung diangguki oleh Radith Aditya. Mereka pun kembali ke sekolah Ruby untuk memberitahu anak itu kalau mereka akan pergi berdua. Dan siapa tahu Ruby juga ingin ikut dengan mereka.
"Mama Jo, Luby kangen," ujar Ruby saat mereka sampai di sekolah itu. Jovanka tersenyum haru. Hatinya menghangat bahagia. Rupanya gadis kecil itu tidak melupakannya sesuai kata Felicia tadi.
__ADS_1
"Mama Jo juga kangen sama Ruby. Makanya Mama Jo datang ke sekolahnya Ruby," balas Jovanka dengan ekor mata melirik kearah Felicia.
"Luby mau main sama Mama Jo tapi ada Mama Feli. Kita main sama-sama ya?"
"Ruby, kita kan udah ada rencana bermain di tempat yang banyak bonekanya sayang. Jadi gak usah ngajak orang lain ya," timpal Felicia dengan wajah tak suka pada Jovanka. Ruby jadi bingung sendiri. Ia tidak tahu mau memilih yang mana. Radith Aditya turun dari mobilnya dan menghampiri mereka bertiga.
"Papa juga ada di sini?" tanya Ruby dengan wajah senang. Ia begitu bahagia karena bisa berkumpul dengan dua Mama yang ia sayangi.
"Ruby, Mama Jo sama Papa mau jalan-jalan dulu ya sayang. Kamu mau ikut gak?" tanya pria itu tanpa menjawab pertanyaan dari Ruby. Ia tidak peduli dengan tatapan kesal dari Felicia.
"Luby juga mau ikutan, boleh?" tanya Ruby dengan wajah antusias. Ia langsung meninggalkan Felicia dan lari memeluk Papanya.
"Boleh dong. Iyakan Mama Jo?" Radith Aditya memandang Jovanka meminta persetujuan.
"Boleh dong sayang." Jovanka menjawab dengan senyum lebar di wajahnya. Sedangkan Felicia tidak tinggal diam. Ia langsung meraih tubuh Ruby dan menggendongnya.
"Kamu gak kasihan sama Mama Feli sayang? Mama Feli nanti sendirian. Gak punya teman." Felicia berusaha menunjukkan wajah sedihnya supaya gadis kecil yang punya rasa empati yang tinggi itu lebih memilihnya.
"Mama Feli baru ikut kalau Mama Jo gak ikut. Kita bertiga saja sayang. Sebuah keluarga yang sangat bahagia. Papa, Mama, dan kamu."
"Feli!" Radith Aditya langsung membentak perempuan itu dengan keras. Ia tak suka mendengarnya menyatakan kata-kata seperti itu apalagi ada Jovanka di sana.
"Papa, jangan malah-malah. Kasian Mama Feli kalau sedih." Mata Ruby langsung berkaca-kaca karena sedih. Felicia tersenyum dalam hati. Ia yakin Radith Aditya akan memilihnya suatu saat nanti. Dan ia akan mengusahakannya.
"Papa gak marah sayang, ayo ikut Papa aja ya, katanya mau dibawa main sama Mama Jo." Radith Aditya berusaha mengambil gadis kecil itu dari gendongan Felicia tapi Ruby menolak.
"Kasihan Mama Feli Pa. Luby ikut mama Feli aja deh." Gadis kecil itu memeluk Felicia dengan eratnya.
"Ya udah, kami pergi berdua aja kalau begitu. Feli, kamu bawa Ruby kembali ke Rumah sebelum malam," titah Radith Aditya dan langsung meraih tangan Jovanka untuk pergi dari sana.
__ADS_1
"Ayo Jo. Kita cari tempat untuk berdua sayang."
"Pak, gimana dengan perasaan Ruby?" tanya Jovanka dengan perasaan tak nyaman.
"Ya gitulah anak-anak. Gak usah dipikirin."
"Tapi Pak."
"Udah Jo plis. Aku betul-betul mau berdua dengan kamu. Felicia tidak mungkin menyakiti Ruby. Maklumi saja kalau dia adalah perempuan yang sudah mengandung dan melahirkannya, okey?" Jovanka terdiam. Ia hanya mengarahkan pandangannya keluar jendela. Lama mereka berbicara tanpa ada yang berbicara. Sampai mobil itu memasuki area sebuah bangunan yang bernuansa hijau.
"Untuk apa kita kesini Pak?" tanya Jovanka saat melihat Tulisan di bagian depan gedung itu bertuliskan Pengadilan Agama.
"Untuk membuktikan kalau Aku sangat serius padamu Jo," ujar Radith Aditya seraya membawa gadis cantik itu ke dalam dengan membawa bersama dokumen penting. Jovanka hanya mengikut. Ia tidak mengerti dengan apa yang dilakukan oleh pria yang ingin menikahinya itu. Ia pun duduk dan menunggu apa yang dilakukan oleh pria itu.
Tak lama kemudian Radith Aditya selesai dengan urusannya yang ia tidak tahu apa.
"Nah sekarang kita mau kemana? urusan disini sudah selesai."
"Bapak ngapain tadi?" Jovanka tenyata masih sangat penasaran dengan apa yang dilakukan oleh pria itu
"Aku mendaftarkan gugatan cerai untuk Felicia. Jadi sebentar lagi kita akan menikah sayang. Dan Aku harap kamu tidak lagi meragukan Aku ya," ujar pria itu seraya meraih tangan Jovanka dan menciumnya lembut.
Jovanka tersenyum. Ia tidak tahu harus berkata apa sekarang. Ia cuma berharap apa yang sedang dilakukannya ini dimudahkan oleh Tuhan. Begitu selalu pesan sang bunda padanya.
Kalau begini ia jadi punya alasan yang kuat untuk menerima pria itu menjadi suaminya. Dan yang pasti, sang ayah akan dengan lancar dan mulus untuk memberinya restu.
πΊπΊπΊ
*Bersambung.
__ADS_1
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading π