
Radith Aditya akhirnya pergi ke rumah Felicia untuk mencari Ruby dan ternyata kembali dengan tangan kosong.
Gadis kecil itu menolak pulang karena ia hanya akan menginap semalam dengan Mamanya. Kata Ruby, ia akan baik-baik saja. Dan minta dijemput setelah acara pernikahan Mama Feli selesai.
Membuka pintu kamar dengan pelan, pria itu menemukan Jovanka sedang duduk di depan jendela kamar yang terbuka. Perempuan itu sedang memandang ke arah taman samping rumah. Radith Aditya mendekat. Ia memeluk istrinya dari belakang seraya menyimpan dagunya di bahu sang istri.
"Jo, Ruby gak mau pulang. Katanya besok saja." Jovanka tidak merespon. Ia diam dan tidak ingin bicara. Ia masih sangat kesal saat ini.
"Jo, kamu dengar Aku sayang?"
"Jo, kenapa kamu diam saja?"
Jovanka melepaskan tangan suaminya yang sedang melingkar pada perutnya. Ia pun pergi meninggalkan pria itu dan menuju ke tempat tidur tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Radith Aditya hanya bisa menggaruk kepalanya bingung. Ia pun mengikuti istrinya itu ke tempat tidur. Ia ikut naik ke atas ranjang dan berbaring di sampingnya.
"Sayangku, ada apa?" tanya pria itu seraya menatap istrinya yg sedang menutup dirinya dengan selimut. Perlahan tangan pria itu membuka selimut itu dan ikut masuk di dalamnya.
"Kamu gak peka mas, kesal aku," ucap Jovanka seraya ingin bangun dari ranjang itu akan tetapi tubuhnya langsung dipeluk oleh sang suami.
"Lepaskan Aku mas, jangan sentuh aku." Jovanka berusaha memberontak dan melepaskan dirinya.
"Maafkan aku sayang kalau aku salah." Radith Aditya memeluk istrinya itu dengan erat. Ia tak ingin Jovanka untuk bangun.
"Kamu menjengkelkan Mas, kamu gak sayang lagi sama aku. Bawa Aku pulang ke rumah bunda, hiks." Jovanka tiba-tiba menangis. Dadanya terasa sangat sesak saat ini. Ia merasa suaminya sudah berubah dan tidak menyayanginya lagi.
__ADS_1
"Astaghfirullah sayangku. Mana ada perasaanku yang berkurang untukmu Jo, Aku semakin mencintaimu sayang," balas Radith kemudian meraih bibir istrinya dan mengulumnya sangat lembut. Jovanka terisak dalam mulutnya. Akan tetapi ia tidak melepaskannya. Pria itu ingin menyampaikan perasaannya lewat sentuhan dan juga perlakuan yang sangat manis.
"Aku sangat mencintaimu Jo," bisik pria itu saat tautan bibir mereka terpisah untuk sejenak, karena selanjutnya ia meraih kembali bibir manis yang sudah merupakan candu baginya itu.
Jovanka luluh, perasaan kesalnya entah menguap kemana. Ia juga heran pada dirinya sendiri yang gampang sekali emosi dan juga gampang luluh kalau suaminya sudah menyentuhnya seperti ini.
Perempuan cantik itu akhirnya membalas ciuman suaminya dan malah lebih agresif.
Radith Aditya tersenyum dalam hati. Ia tahu kalau istrinya ini pasti sudah melupakan kekesalannya pada dirinya. Mereka berdua tak sadar kalau sudah semakin terbakar.
Tangan Radith Aditya tak tinggal diam. Dengan cepat ia membuka pakaian istrinya yang memang hanya menggunakan pakaian yang sangat tipis dan kurang bahan.
"Mas, aaaaakh hmmmpt," desiss Jovanka saat bibir pria itu sudah berada pada pucuk pink miliknya, sementara itu tangan suaminya meremas miliknya yang lain dan sangat kenyal. Ukurannya yang kian besar kini semakin menantang saja.
"Jo, ini kok semakin berisi sayang, hemm." bisik pria itu setelah berhasil mengisapnya dengan sangat rakus.
"Dan ini Jo, ini sudah semakin menantang sayang, Aku suka," Radit memandang wajah istrinya yang sangat cantik itu dengan jari memilin lembut dua pucuk merah muda milik Jovanka.
"Mass aaaah," Sang istri kembali mendessah nikmat. Perlakuan suaminya membuatnya tak bisa berkata-kata. Itu sangat nikmat. Sang suami semakin senang melihat ekspresi istrinya yang seperti itu.
Menit berikutnya, tanpa ada aba-aba lagi, pria itu sudah berhasil membuka semua penghalang dari tubuh mereka berdua.
"Jo, boleh ya sayang," ia meminta izin ketika kepala si piton sudah sangat basah. Ia sudah berhasil mengobrak-abrik bagian depan istana sang istri yang rupanya sudah sangat siap menyerang.
Jovanka tak punya pilihan lain selain setuju. Ia sudah terlalu menginginkan hal yang lebih dari pada itu.
__ADS_1
"Kamu semakin cantik Jo, dan semakin legit sayang hemm," bisik Radith Aditya seraya mendorong tubuh pitonnya yang sangat keras kedalam lubang sempit milik istrinya.
"Aaaaaah Mass,"
"MasyaAllah Jo, kamu aaaaakh..."
"Kamu sempit sekali sayangku," racau Radith Aditya saat merasa miliknya terasa dicekik dengan sangat kuat dibawah sana. Ia sampai merasa mabuk dan ingin muntah tapi ia tahu kalau Jovanka tidak suka kalau ia hanya sekejap.
"Mas, aaaaaah, faster aaaaakh." Radith Aditya menggelengkan kepalanya pelan. Jika ia mengikuti kemauan Jovanka maka itu artinya ia benar-benar akan memuntahkan bisa si piton dengan cepat.
"Mas, kenapa?" Jovanka bertanya karena suaminya menarik dirinya lagi keluar padahal ia sedang asyik-asyiknya.
"Sabar sayangku, itu baru ekstra saja. Selanjutnya kamu akan berteriak nikmat, Hem." Radith Aditya tersenyum kemudian mendorong si piton raksasa lagi kedalam dengan sangat keras. Kali ini ia pastikan ia akan mengamuk dengan sangat kuat meskipun milik Jovanka mencekiknya dengan kuat.
"Awwwwww Mas!"
πΊπΊπΊ
"Bersambung.
Othor skip dulu ya, maaf ππ
Bentar kita lanjutkan.
Jangan lupa kasih hadiah ya hemmm.
__ADS_1
Nikmati alurnya dan happy reading π.