
Lima hari sudah Zion berada di ruang ICU. Keadaannya belum menunjukkan sedikit perubahan meskipun ia belum sadar juga. Alat-alat kesehatan yang selama beberapa hari ini menghiasi tubuh dan wajahnya sudah dibuka.
Meskipun begitu, semua keluarga dan teman-teman tak berhenti berharap agar calon sarjana dan pengantin itu segera sembuh. Mereka tak pernah absen untuk datang berkunjung dan menanyakan perkembangan dari pria baik hati itu.
Begitu pun halnya dengan Mini, ia tak pernah lelah berada disampingnya menjaga dan merawat bergantian dengan Mami Rossy dan keluarga dekat lainnya. Gadis itu benar-benar menunjukkan kalau ia sangat mencintai calon suaminya itu.
"Mini, kamu istirahat dulu sayang, udah beberapa hari ini kamu gak tidur dengan baik," pinta Mami Rossy dengan perasaan yang sangat khawatir. Wajah Mini sudah pucat dan bermata panda karena tak pernah mau meninggalkan ranjang Zion.
"Gak apa Mi. Aku akan selalu disini sampai kak Iyon membuka matanya. Aku ingin ia melihat kalau aku selalu disini untuknya." Mini menolak dengan sangat halus meskipun tubuhnya memang membutuhkan istirahat yang cukup.
"Mini sayang, dengarkan Mami ya, kamu harus pulang untuk tidur. Nanti kamu sakit lho." Mami Rossy juga memaksa. Ia sungguh kasihan pada gadis itu.
"Gak Mi. Mami saja yang istirahat. Aku yakin Kak Iyon sebentar lagi akan bangun. Besok 'kan kita akan menikah." Mini tetap bersikeras dengan keinginannya. Sedangkan Mami Rossy hanya bisa tersenyum dengan tarikan nafas beratnya.
Dari dua belah pihak keluarga sudah membicarakan akan menunda pernikahan ini. Kondisi Zion pun belum sadar jadi kalau sampai besok calon pengantin itu belum juga bangun maka mereka berdua akan batal menikah.
"Baiklah sayang, Mami tunggu di luar ya, kamu kalau lelah tidur aja."
"Iya Mi, makasih banyak udah izinkan aku disini." Mami Rossy sekali lagi tersenyum kemudian mengelus lembut kepala gadis muda itu. Perempuan itu pun keluar dari ruang ICU dan meninggalkan Mini berdua saja dengan Zion, sang putra.
"Kak Iyon, waktunya bersih-bersih ya," ujar Mini seraya mengambil kain handuk kecil yang sudah ia basahi dengan air hangat.
"Bau acem tahu gak? Pasti kakak gerah dan bosan ya baring terus kayak gini." Mini terus berbicara seolah Zion bisa mendengarnya. Ia pun membuka pakaian pria itu dan melap tubuhnya dengan penuh perhatian. Membersihkan seluruh tubuhnya agar ia merasa nyaman.
Ia berharap dengan melakukan hal seperti ini tubuh pria itu bisa merespon dengan baik. Dan ternyata benar. Jari-jari pria itu bergerak-gerak setelah beberapa hari tidak merespon apapun.
"Kak, kamu mendengar ku? Ayo bangunlah. Kita akan menikah dan kamu sebentar lagi ujian dan wisudah kak." Mini tersenyum penuh haru. Air matanya menetes satu-satu karena sangat bahagia.
Ia pun memperbaiki kembali letak pakaian calon suaminya itu kemudian memanggil dokter.
__ADS_1
Tak lama kemudian, dokter dan perawat pun datang untuk memeriksa keadaan Zion. Mereka menyatakan kalau semuanya akan baik-baik saja. Tekanan darah dan jantung juga normal. Dan semua keluarga diminta bersabar menunggu reaksi berikutnya.
"Lakukan lagi hal yang seperti anda lakukan tadi Nona. Mungkin ia suka atau merasa nyaman hingga tubuhnya merespon dengan sangat baik." Dokter Hery Setiawan berucap dengan senyum diwajahnya. Ia juga senang karena pasiennya menunjukkan sebuah perubahan.
"Ah iya, dokter. Saya tadi hanya membersihkan tubuhnya. Saya pikir Kak Iyon mungkin gerah berbaring selama hampir sepekan seperti ini jadi saya lakukan hal itu. Gak apa-apa kan dokter?"
"Iya gak apa-apa. Itu malah bagus agar ia merasa segar. Karena sebenarnya keadaannya sudah sangat baik. Hanya saja ia sepertinya sedang diistirahatkan oleh yang kuasa."'
"Ah iya dokter. Terimakasih banyak." Mini tersenyum dengan perasaan bahagia yang membuncah. Ia akan melakukan sesuatu saat dokter dan perawat itu pergi. Ia ingin pria itu segera bangun dari tidur panjangnya.
"Baik nona, kalau ada perkembangan yang berarti, tekan tombol hijau saja. Maka perawat akan segera datang." Dokter Hery Setiawan pun pergi dari sana dan meninggalkan Mini dan Zion berdua saja.
"Nah, kak Iyon, kamu dengarkan. Kamu itu sudah sehat. Jadi sekarang bangun dong." Mini berbisik dikuping pria itu untuk menstimulus otaknya yang sedang tidur.
"Kak, kita akan menikah. Undangan juga sudah tersebar, masak mau tiduran aja sih?"
Ia benar-benar ingin pria yang sangat dicintainya itu bangun dan menjawab apa saja yang dikatakannya.
"Baiklah kalau kakak gak mau bangun. Aku akan temui Pak Randy Jaya, dan..." Perkataan Mini menggantung di udara karena tiba-tiba saja Zion membuka matanya. Tangannya yang sedang digenggam oleh gadis itu ikut membalas genggaman tangan kekasihnya.
"Kak, kamu sudah bangun? Alhamdulillah ya Allah." Mini tersenyum penuh haru. Ia mencium pipi kiri dan kanan pria itu saking bahagianya.
"Dimana aku?" Zion mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan dan terakhir matanya tertuju pada gadis cantik yang sedang duduk di sampingnya.
"Kakak di ruangan ICU. Alhamdulillah ya Allah."
"ICU? untuk apa?"
"Kakak habis kecelakaan. Dan sekarang udah sembuh. Aku panggilkan dokter ya," jawab Mini seraya menekan tombol hijau yang tidak jauh dari kepala pasien.
__ADS_1
"Kamu siapa?"
Deg
Mini merasakan tubuhnya membeku. Ia menatap pria tampan yang sedang menatapnya itu dengan perasaan yang sangat khawatir.
"Aku Mini kak, kamu tidak mengenaliku?"
"Tidak. Mini siapa?"
Deg
Air mata kembali menetes dari kelopak mata indah gadis itu. Ia tidak menyangka kalau pria yang ia cintai itu tidak mengenalnya setelah terbangun dari tidur panjangnya.
Ketika benturan kepala terjadi sangat keras maka dinding otak akan mengalami cedera dan bisa berupa keretakan. Jika terjadi kelainan pembuluh darah disekitar otak misalnya otak kecil mengalami cedera dan terhimpit karena tekanan sesaat setelah benturan keras terjadi maka seseorang akan mengalami lupa ingatan sementara dengan jangka waktu yang berbeda beda.
Jika benturan hanya mencederai pembuluh darah dan dinding otak maka amnesia kan terjadi dan mudah disembuhkan, Namun jika cedera sudah menjalar pada bagian otak besar, Kecil dan tengah maka beresiko terjadi amnesia yang sembuhnya membutuhkan proses waktu yang cukup lama.
πΊπΊπΊ
*Bersambung.
Sambil nunggu update berikutnya, mampir dong dikarya teman othor nih, dijamin puas hehehe.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading π
__ADS_1