Pengasuh Centil

Pengasuh Centil
Bab 42 Tamu Menjengkelkan


__ADS_3

"Papa, Mama Jo!" Ruby menubruk tubuh Radith Aditya yang sedang berdiri menyambut para tamu undangan yang hadir.


Pria yang sedang berkostum pengantin itu langsung membungkuk dan memeluk putrinya itu dengan perasaan yang sangat bahagia. Ia pikir gadis kecil itu tidak akan bisa datang karena dilarang oleh Felicia.


"Ruby sayang, kok baru datang?"Jovanka langsung ikut menyapa gadis kecil kesayangannya itu. Ia meraih gadis kecilnya dan mencium pipinya yang tampak tirus dan juga pucat.


Rasa khawatirnya tiba-tiba menumpuk dari dalam hatinya. Ia pun mengelus lembut pucuk kepala gadis kecil itu dengan perasaan sayang.


"Maaf Mama, Luby datang tellambat. Tapi kan sekalang udah ada disini, hehehe," kekeh gadis kecil itu.


"Iya sayang, Mama seneng deh lihat Ruby udah datang." Jovanka tersenyum.


"Mama Jo cantik sekali Papa," ujar Ruby seraya memandang wajah Radith Aditya yang juga sangat tampan.


"Tentu saja Ruby. Makanya itu Papa suka dan sayang banget sama Mama Jo." Radit Aditya menjawab dengan tangan merengkuh pinggang gadis yang telah dinikahinya itu.


"Ruby udahan dulu ya ngobrolnya. Papa sama Mama Jo lagi banyak tamu tuh yang juga ingin kasih doa dan ucapan selamat." Rania segera meraih Ruby untuk ia bawa turun dari pelaminan itu. Ia melihat sudah banyak tamu yang mengantri untuk bersalaman dengan kedua mempelai.


"Ah iya deh eyang. Luby lupa hehehe," kekeh gadis kecil itu seraya memukul dahinya.


"Luby main sama teman-teman dulu ya Pa, Ma," pamit gadis kecil itu dan langsung berlari turun dari pelaminan. Rania tersenyum kemudian mengikuti cucunya itu turun.

__ADS_1


"Ruby tampak sangat bahagia kalau bersama kita Mas," ujar Jovanka seraya memandang kepergian Ruby yang sedang melompat-lompat kegirangan ketika bertemu dengan para anggota keluarga yang seumuran dengannya itu.


"Iya sayang. Aku bisa lihat kalau Ruby tampak sangat kurus dan juga pucat selama tinggal bersama Felicia." Radit Aditya juga memandang putrinya itu dengan perasaan khawatir.


"Kamu harus usahakan agar Ruby tinggal bersama kita Mas. Pasti tidur dan makannya tidak teratur. Di tempat Mbak Feli pasti ia tidak punya teman dan kesepian." Jovanka berucap dengan satu tarikan nafas panjang.


"Iya sayang. Aku akan urus agar Ruby menjadi milik kita seutuhnya. Syarat lainnya kan supaya Ruby bisa kita dapatkan adalah kita sudah mempunyai keluarga yang lengkap. Dan juga Mamanya tidak sanggup mengurusnya. Tapi..."


Radith Aditya tidak melanjutkan perkataannya. Ia menatap wajah Istrinya itu dengan wajah yang serius.


"Tapi apa Mas?" Jovanka balas menatap wajah suaminya dengan ekspresi takut. Ia tiba-tiba merasa khawatir kalau-kalau suaminya ini akan kesulitan mendapat hak asuh untuk Ruby.


"Mas, katakan tapi apa?''


"Ih Mas apa an sih. Aku kira apa. Aku sampai deg degan dibuatnya." Jovanka tersenyum malu. ia menunduk dan berusaha membuang jauh pikiran-pikiran yang mengarah ke sebuah hal yang sangat menyenangkan.


"Kenapa Jo? Apa kamu tidak mau berbulan madu denganku sayang?" Radith Aditya semakin ingin menggoda istrinya yang sangat cantik itu. Jovanka mengangkat wajahnya. Ia memandang suaminya kemudian berucap.


"Mau banget Mas." Jovanka merasakan pipinya menghangat karena sudah cukup berani membalas godaan suaminya.


"Ekhem,!" Mereka berdua tersentak dan segera melihat ke arah tamu yang sedang berdiri dihadapannya. Felicia dan juga Randy Jaya sedang memandang mereka dengan ekspresi tak terbaca.

__ADS_1


"Eh, Pak Randy, terimakasih sudah datang memberi kami doa restu." Radith Aditya menyapa terlebih dahulu tamunya. Ia merasa tidak nyaman dengan tatapan rekan kerjanya itu pada istrinya.


"Ah iya Pak Radith. Selamat ya, Tak kusangka Jovanka akan sangat cantik seperti ini." Randy Jaya menyalami Jovanka dengan tatapan mesumnya. Radit Aditya sangat kesal melihat rekan kerjanya itu tapi ia tentu tidak ingin membuat masalah karena ia adalah Tuan Rumah.


"Mas Radith, selamat ya. Semoga kamu bisa memberikan kebahagiaan pada Jovanka yang tidak pernah kamu berikan padaku." Felicia ikut bicara seraya menyalami pria yang pernah hidup dengannya itu.


"Terimakasih banyak Fel. Silahkan nikmati pesta kami." Radith Aditya segera melepaskan tangan perempuan itu dan mempersilahkan dua orang yang sangat mengesalkan itu agar segera pergi dari hadapan mereka.


"Kamu beruntung Pak Radith. Dan aku sangat ingin mendapatkan keberuntungan seperti yang anda dapatkan." Pria itu berucap tanpa mau melepaskan tangan Jovanka.


"Maaf Pak Randy, tangan saya sakit," ujar Jovanka berusaha melepaskan tangannya.


"Pak Randy, jangan sampai anda lupa siapa saya sebenarnya," geram Radith Aditya dengan tatapan tajam pada tangan pria itu yang sedang menggenggam tangan istrinya.


"Baiklah. Maafkan saya Pak Radith. Mari Fel. Kita nikmati pestanya." Randy Jaya melepaskan tangan Jovanka dan menarik tangan Felicia.


🌺🌺🌺


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2