Pengasuh Centil

Pengasuh Centil
Bab 72 Merasa Dicuekin


__ADS_3

Jovanka menggeliat di bawah selimut tebalnya. Setelah itu ia membuka matanya karena tidak menemukan Radith Aditya disampingnya. "Mas, jangan pergi ke kampus ya," ujarnya pada sang suami yang sudah bersiap berangkat ke tempat kerjanya selama ini.


"Aku ada janji sama anak yang mau bimbingan skripsi sayang," jawab pria itu seraya mencium kening Jovanka yang masih bermalas-malasan di tempat tidur. Ya, perempuan itu baru terbangun setelah digempur habis-habisan oleh suaminya sejak setelah sholat subuh.


"Tapi Aku gak mau mas pergi ke kampus. Maunya disini aja, temanin aku ya, plis," rengek perempuan cantik itu dengan nada manja.


"Sayang, Aku harus kerja. Kasihan tuh mereka pasti sudah nungguin Aku di Kampus." Radit Aditya memberikan alasan kalau ia harus pergi dan bertemu langsung dengan mahasiswa itu. Selama ini ia tidak keluar rumah dan hanya melakukan perkuliahan secara daring saja karena permintaan Istrinya tercinta.


"Ih, kalau gitu Aku ikut. Gak enak kalau gak lihat kamu mas," rengek Jovanka seraya bangun dari posisinya. Radit Aditya hanya tersenyum. Ia suka kalau Jovanka bermanja-manja padanya tapi untuk kali ini istrinya itu sangat berlebihan.


Sejak menjemput Ruby di puncak waktu itu, ia tidak pernah bisa keluar rumah kalau ia tidak ikut. Ia gampang cemburu dan juga curiga berlebihan.


"Hum, baiklah sayangku. Kamu ikut. Tapi jangan lama-lama mandinya. Kita bisa terlambat." Radith Aditya pasrah. Ia akan ikuti apa saja maunya sang istri, selama itu tidak menganggu pekerjaannya.


"Love you Mas Radith," ujar Jovanka seraya melempar kecupan basah pada suaminya. Ia pun membuka selimutnya. Ia turun dari tempat tidur dan menampilkan tubuhnya yang polos. Nampak jelas bekas-bekas percintaan mereka beberapa saat yang lalu pada tubuhnya yang putih mulus.


Perempuan itu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Radith Aditya hanya bisa tersenyum samar. Ia sangat senang melihat penampilan istrinya yang bagaikan seorang bayi besar yang polos dan sangat cantik. Rasa syukurnya kian bertambah setiap saat.

__ADS_1


Maha suci Tuhan yang telah memberinya seorang istri yang sempurna secara fisik dan juga mau membalas cintanya.


Ia pun menunggu istrinya yang sedang mandi dengan mencari kesibukan. Ia membuka handphonenya dan menghubungi kembali mahasiswa yang akan ia temui kalau ia akan terlambat sedikit. Maklumlah istrinya ingin ikut.


"Mas, Aku pakai baju yang mana nih?" Jovanka yang sudah tampak segar dan harum sudah keluar dari kamar mandi. Ia menanyakan tentang pakaian apa yang akan ia pakai.


Tumben.


"Pakai yang mana saja sayang, yang penting kita tidak terlambat." jawab Radith Aditya santai. Ia tersenyum-senyum sendiri dengan isi candaan mahasiswa itu dari dalam handphonenya Ia pun mengalihkan kembali pandangannya dari istrinya ke benda pipih di tangannya.


"Yang ini apa yang ini Mas?" Jovanka bertanya lagi seraya mengangkat dua pakaiannya pada kedua tangannya. Ia meminta suaminya untuk memilihkannya.


"Mas?!" Jovanka berteriak karena merasa diabaikan. Ia melempar dua pakaian itu ke atas ranjang dengan sangat kesal.


"Mas?!" Sekali lagi ia berteriak.


"Lho? Kenapa?" Pria itu bertanya karena merasa sangat bingung dengan apa yang terjadi. Di depan matanya bukan hanya pakaian yang berserakan tetapi bantal dan selimut pun sudah ikut mencium tanah air.

__ADS_1


"Kamu tidak perduli padaku Mas! Kamu lebih sibuk dengan handphonemu!"


"A-Apa?!"


"Aku gak mau ikut. Sana pergi sendiri!" Jovanka berucap dengan wajah memerah. Ia keluar dari kamarnya dengan membanting pintunya.


Brakk


Radit Aditya tersentak kaget. Ia masih sangat bingung dengan apa yang baru saja terjadi.


"Jo? Jovanka?! Sayang?!"


🌺🌺🌺


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading ya gaess 😍


__ADS_2