Pengasuh Centil

Pengasuh Centil
Bab 45 Busi Karatan


__ADS_3

Mami Rossy tak bisa berkata-kata. Peraturan yang ia buat haruslah ia laksanakan atau semua yang sudah ia usahakan selama ini akan hancur dan cacat hukum.


"Baiklah, karena putraku sendiri yang melanggar jadi saya yang harus menanggung konsekuensinya. Zion akan menikahi Mini tapi tidak malam ini. Kami harus melamar dengan cara yang baik." Mami Rossy berucap dengan nada tegas.


Pemilik kostan Putri yang terkenal galak dan disiplin itu langsung meninggalkan kamar Mini dengan wajah menahan malu. Ia juga membawa putranya yang sangat terkenal dikalangan semua mahasiswa karena merupakan seorang ketua Badan Eksekutif Mahasiswa.


Beberapa penghuni kost itu ada yang senang tetapi ada yang sangat kecewa. Diantara mereka banyak yang bercita-cita jadi menantu Mami Rossy yang meskipun galak tapi sebenarnya sangat baik hati. Sampai ada juga yang sempat mengeluarkan kata-kata yang sangat tidak enak didengar di kuping terutama di kuping Mini Geraldine


"Mini enak banget, pakai cara jalan pintas," ujar Diana salah satu penghuni kos-kosan itu yang terkenal suka julid.


"Iya nih. Andai Aku tahu begini caranya supaya dapat tempat kost gratis, udah lama aku godain Kak Zion atau abangnya tuh Kak Fery."


"Hush. Ngomong kok jujur banget sih. Tanya Mini dong kenapa bisa kayak gini kejadiannya?" Mereka benar-benar terang-terangan menggibahkan gadis yang sedang tak berdaya itu.


"Heh, bubar semuanya. Gak usah saling menyalahkan orang lain. Lihat tuh niat kalian aja udah jelek banget kayak gitu. Lihat tuh Mini pakaiannya aja masih sangat lengkap begitu. Jadi gak mungkin kan kalau dia macam-macam sama Kak Zion."


"Ya belum sih karena keburu digrebek sama Mami kalau tidak atau lambat? siapa yang tahu, iyya gak?"


"Maaf, udah selesai semua menghakimi Aku? Plis silahkan keluar dari kamar ini. Aku ingin istirahat." Mini melipat tangannya di depan wajahnya memohon maaf dan meminta semua penghuni kost itu untuk keluar. Ia sudah tidak tahan dengan apa yang mereka katakan.


"Iya ah, ayo semuanya kita pindah tempat. Calon menantu Mami Rossy udah kesal tuh sama kita-kita," ajak Diana dengan nada menyindir.


Tak lama kemudian kamar itu pun sepi. Tak ada lagi suara teman-teman kostnya yang menghakiminya. Mungkin mereka semua melanjutkannya di kamar yang lain.


Mini berusaha untuk bangun dan berpegangan pada dinding karena kakinya masih sangat sakit. Ia ingin menutup pintu kamarnya dan menyendiri saja. Saat ini ia sedang tidak butuh tamu untuk datang menghakiminya lagi.


Gadis itu sendiri tidak tahu harus berkata apa. ia terlalu shock dengan apa yang terjadi. Semuanya serba tiba-tiba. Ia tidak tahu apakah ini adalah musibah atau anugrah. Dalam hati ia hanya berharap bahwa apa yang terjadi ini adalah yang terbaik yang Tuhan berikan padanya.


Ia pun segera membuka kebaya modern yang sedang dipakainya untuk diganti menjadi pakaian tidur. Sampai handphonenya berbunyi dengan panggilan video.


"Siapa nih? Nomor tak dikenal tapi langsung memanggil dengan panggilan video," ujarnya pelan. Ia pun mematikan panggilan itu dan melanjutkan membuka pakaiannya.


Tring


Ini Aku Zion. Aku ingin melihatmu. Apa kamu baik-baik saja?

__ADS_1


Gadis itu membuka pesan dari nomor asing yang mengaku sebagai Zion. Mini tersenyum. Ia pun menerima panggilan itu dan lupa kalau ia hanya menggunakan underwear nya saja. Ia terlalu senang mendapatkan perhatian dari seseorang yang selama ini ia sukai.


"Kak,"


"Mini kamu cantik sekali," ujar pria itu dengan tatapan berbinar bahagia. Ia sangat senang karena gadis yang akan ia nikahi ternyata sempurna dibagian yang sangat disukainya.


Tuuut


Mini segera menutup panggilan itu dengan wajah malu. Ia baru sadar kalau pria yang menghubunginya tadi hanya menatap dadanya saja yang hanya memakai sebuah kemben yang sangat rendah di bagian depannya.


"Dasar laki-laki!" umpatnya dengan dada berdebar bahagia. Ia tidak lagi ingin menjawab panggilan video itu dan langsung membuka kemben nya untuk ia ganti dengan sebuah handuk. Ia ingin mandi karena badannya terasa sangat lengket setelah menjadi pagar ayu pada pesta Jovanka.


Setelah itu ia masuk ke kamar mandi dengan kaki masih ia rasakan sakit. Setelah beberapa menit ia membersikan dirinya dan merasa sudah sangat segar.


Gadis itu keluar dari kamar mandi dan memakai baju longgar yang ia jadikan sebagai pakaian tidur. Ia tidak melaksanakan sholat karena memang lagi kedatangan tamu bulanan.


Drrrt


Drrrt


Kak, maaf. Aku mau tidur. Kakiku masih sangat sakit.☺️


Begitulah pesan yang ia kirimkan kepada pria yang berubah jadi sangat berambisi pada nya.


Tring


Aku kesana ya, mau ngurut kaki mu.


Mini langsung menonaktifkan handphonenya setelah membaca pesan itu. Ia tidak ingin lagi membalas karena tak ingin lagi mendapatkan masalah dengan pria itu. Ia ingin menenangkan dirinya dengan tidur lebih cepat.


Lama gadis itu membolak-balik tubuhnya dengan gelisah sampai akhirnya ia bangun karena tidak bisa tidur. Ia ingin bertemu Zion tapi ia sudah telanjur malu untuk keluar dari kamarnya. Akhirnya sepanjang malam itu ia lalui dengan perasaan nano-nano.


Perasaan yang sama juga sedang dirasakan oleh pasangan pengantin di Rumah sang mempelai perempuan. Malam pertama yang seharusnya dilalui dengan sangat indah oleh kedua pasangan kasmaran itu berlalu dengan rengekan Ruby yang sangat ingin tidur bersama dengan Jovanka.


"Pokoknya Luby mau bobok sama Mama Jo," ujar Ruby saat semua orang akan memasuki kamar masing-masing setelah seharian menjadi tuan rumah pesta dan sangat kelelahan.

__ADS_1


"Ruby, kamu bobok sama eyang ya? di rumah. Ada Kang Udin yang akan bawa kita pulang ke rumah." Rania membujuk. Karena ia memang tidak bisa menginap di rumah besannya. Rumah itu tidak punya cukup kamar untuk semua tamu yang menginap.


"Gak Eyang. Luby udah lama gak bobok sama Mama Jo. Jadi sekalang saatnya."


"Ranjangnya tidak muat sayang, kan ada papa juga." Rania terus saja membujuk sampai merasa tidak nyaman sendiri dengan Zarina dengan semua anggota keluarga lainnya.


"Gak Apa-apa Ma, biar Ruby tidur sama kita bertiga di sini." Jovanka akhirnya ikut bicara untuk menengahi dua orang beda usia itu yang belum mendapatkan kesepakatan.


"Tuh kan, bisa bobok sama Mama Jo. Kalo lanjangnya gak muat. Bial papa pulang aja ke lumah sama eyang," ucap gadis kecil itu yang langsung membuat Radith Aditya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia mulai tampak frustasi dibuat oleh putrinya sendiri.


"Gimana kalau kita nginap di rumah saja sayangku, di sana banyak kamar kosong," bisik Radith Aditya dengan suara yang sangat rendah di telinga Jovanka. Ia benar-benar ingin tidur bersama dengan istrinya yang sudah lama ia rindukan. Jovanka tampak berpikir. Ia pun setuju.


"Bunda, Ayah, boleh ya kami menginap malam ini di rumah gang Seruni?" pintanya pada ayah dan bundanya yang Ikut menyaksikan keriuhan Ruby dengan mama barunya.


Haikal Baron dan Zarina saling berpandangan. Mereka sebenarnya belum rela berpisah dengan putrinya akan tetapi bagaimanapun juga mereka pernah merasakan yang namanya pengantin baru. Terutama Haikal Baron, ia sangat tahu bagaimana perasaan menantunya yang sudah lama menduda. Pria itu pasti sudah tidak tahan untuk mencuci businya yang mungkin hampir karatan.


"Baiklah, tapi jangan sampai kalian lupa datang kemari besok ya!" ucap sang ayah dengan wajah tak rela.


"Terimakasih banyak Yah, Bunda," ujar Jovanka dengan perasaan yang sangat bahagia. Malam itu mereka semua berangkat ke Rumah Radith Aditya yang sebentar lagi menjadi milik Jovanka sebagai ratu di rumah itu.


"Nah kan anak ini hanya modus aja mau bobok sama kamu sayang, buktinya sekarang ia sudah tertidur," ujar Radit Aditya saat mendapati Ruby sudah jatuh tertidur di pangkuannya.


"Itu artinya kita bisa," bisiknya ditelinga Jovanka dengan senyum samar diwajahnya.


"Bisa apa Papa? Luby belum bobok," ujar Ruby yang tiba-tiba saja membuka matanya dan memisahkan dua orang yang sedang duduk merapat di dalam mobil itu.


Huffft


Radit Aditya menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya. Ia tak ingin lagi bicara saat ini. Sedangkan Jovanka hanya bisa terkikik lucu.


🌺🌺🌺


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2