
"Ma, apa Mama yakin mau menikahkan Zion dengan Mini padahal ia masih amnesia seperti itu?" tanya Ferry pada ibunya dengan wajah khawatir.
Sejak beberapa hari yang lalu ia sudah melayangkan protes ini tapi perempuan yang telah melahirkannya itu tidak pernah mau mendengarkannya.
"Sudahlah Fer, kita serahkan semuanya pada Tuhan. Dan ini juga mami lakukan karena Mami kasihan pada Mini." Rossy memberikan jawaban seperti biasa.
"Justru itu Mi. Kalau Mami kasihan seharusnya tidak seperti ini caranya. Karena dengan cara seperti ini Mami akan lebih menyakiti Mini. Zion melupakan gadis itu dan tidak mempunyai perasaan lagi padanya."
"Ferry, Mami tahu apa yang Mami lakukan. Jadi kamu tidak perlu khawatir." Rossy meninggalkan putra sulungnya itu dan segera bersiap untuk mengantarkan Zion untuk menikah.
Ferry hanya bisa menarik nafas panjang. Ia tidak tahu harus berkata apalagi kecuali hanya mengikuti kemauan ibunya.
Ia pun ikut keluar dari ruangan itu dan bergabung dengan para anggota keluarga lainnya. Beberapa Menit kemudian, Semua anggota keluarga sudah berkumpul dan bersiap untuk mengantarkan calon pengantin ke tempat akad nikah.
"Bismilah, kita berangkat sekarang ya. Katanya penghulu sudah siap di tempat akad nikah." Rossy mengomandoi semua orang untuk segera menaiki kendaraan mereka.
"Yon, Abang tahu kalau kamu sudah cukup dewasa dek." Ferry menepuk bahu adiknya itu kemudian membukakan pintu mobilnya untuk sang calon pengantin.
"Iya Bang. Insyaallah semua akan baik-baik saja." Zion berucap seraya tersenyum. Meskipun ia tidak ingat dengan Mini. Akan tetapi ia yakin kalau mereka pasti mempunyai sebuah hubungan dimasa lalu yang cukup kuat.
Iring-iringan pengantin itu pun mulai berangkat dari rumah kediaman Rossy, seorang single parent yang membesarkan dua orang putranya dengan usaha rumah kost-kostan.
__ADS_1
πΊ
"Aaargh!" Randy Jaya mengerang sakit. Ia tidak menyangka akan mendapatkan sebuah hadiah yang sangat istimewa dari mempelai pengantin pria dihadapannya.
"Brengsek kamu! Berani memukulku hah?!" Pria itu langsung bergerak maju untuk membalas pukulan yang baru saja ia dapatkan. Akan tetapi Daren langsung memberinya satu lagi pukulan sebelum tangannya berhasil menyentuh mempelai pengantin.
"Kalian berdua brengsek! Tidak tahu menghargai tamu!" Randy Jaya berteriak keras dan membuat semua tamu yang hadir memperhatikan mereka.
"Kak, jangan diladeni. Malu, ada banyak tamu di sini." Felicia menarik tangan suaminya agar tidak lagi meladeni Randy Jaya. Beberapa orang keluarga pun datang untuk melihat apa yang terjadi.
"Bawa orang gila ini keluar dari tempat ini!" titahnya dengan wajah mengeras marah. Setelah itu ia membawa Felicia untuk pergi dari tempat itu.
"Dasar perempuan ******!" Randy kembali berteriak keras sebelum tubuhnya di lempar keluar dari gedung pernikahan itu. Kasak-kusuk pun terjadi di dalam tempat yang sangat ramai itu. Beberapa dari para tamu mulai menduga-duga dengan segala macam pikiran buruk.
"Gak usah diperhatikan. Anggap orang itu tidak ada di sekitar kita." Randy segera menarik tangan istrinya untuk memasuki gedung pernikahan Felicia dan Daren.
"Iya Mas," jawab Jovanka menurut. Sedangkan Randy Jaya hanya menatap dua orang itu dengan pandangan benci. Ia pun naik ke mobilnya dengan perasaan yang sangat marah.
"Aaaargh!" Pria itu mengerang marah dengan tangan memukul setir mobilnya.
"Awas kalian! Sampai dimanapun kalian akan saya buat menderita seperti yang saya alami saat ini!" Ia pun melajukan mobilnya keluar dari area gedung itu seperti orang gila.
__ADS_1
Sekarang ini ia ingin berkunjung ke tempat pernikahan Zion dan juga Mini. Ia berencana untuk menggagalkan pernikahan pasangan itu. Karena mereka berdua lah yang menjadi awal mula kehancuran karir dan nama baiknya.
"Zion Mini. Satu kali saya mencelakai kalian tapi takdir baik masih bersama dengan kalian. Akan tetapi saat ini, akan kupastikan kalian tidak akan pernah bersatu!"
Broom
Pria itu menambah kecepatan mobilnya menuju ke gedung pernikahan tempat Zion dan Mini akan menikah. Satu hari ini ia berharap bisa menghancurkan dua momen pernikahan.
Broom
Ciiit
Brakk
Mobil itu tiba-tiba saja menabrak sebuah truk besar dihadapannya. Dan cukup menganggu kemacetan lalulintas yang ia lewati.
Sedangkan sebuah mobil yang berisi calon pengantin yang akan melakukan akad nikah juga ikut terkena tabrakan beruntun di jalan yang cukup ramai itu.
πΊπΊπΊ
"Bersambung.
__ADS_1
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading ya π